nothing
Gagal jantung - medicastore.com
nothing
Medicastore
Gagal Jantung

Gagal_Jantung.JPG

Sumber : http://newsnetwork.mayoclinic.org

 
DEFINISI

Gagal Jantung (Heart Failure) adalah kondisi di mana jantung kehilangan kemampuan untuk memompa cukup darah ke jaringan tubuh. Sebagai akibatnya, organ utama tubuh dan jaringan lainnya tidak cukup menerima oksigen dan nutrisi untuk berfungsi dengan baik.

Jantung Normal Dengan Gagal Jantung

Gambaran Jantung Normal dan Gagal Jantung

Sumber: http://medicastore.com

Terjadinya gagal jantung biasanya dipicu oleh masalah kesehatan, seperti:

  • Penyakit jantung koroner.
  • Gangguan ritme jantung.
  • Kardiomiopati atau gangguan otot jantung.
  • Kerusakan pada katup jantung.
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Hipertiroidisme atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
  • Anemia atau kekurangan sel darah merah.
  • Miokarditis atau radang otot jantung.
  • Cacat jantung sejak lahir.
  • Diabetes.

Kadang orang salah mengartikan gagal jantung sebagai berhentinya jantung. Sebenarnya istilah gagal jantung menunjukkan berkurangnya kemampuan jantung untuk mempertahankan beban kerjanya.

PENYEBAB

Setiap penyakit yang mempengaruhi jantung dan sirkulasi darah bisa menyebabkan gagal jantung. Berbagai penyebab terjadinya gagal jantung antara lain berupa:

  • Penyakit jantung koroner, arteri pemasok darah ke jantung menyempit atau tersumbat. Seseorang mengalami serangan jantung ketika aliran darah ke daerah jantung tersumbat seluruhnya. Otot jantung menderita kerusakan ketika asupan darah berkurang atau tersumbat. Jika kerusakan mempengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah, gagal jantung terjadi. Beberapa serangan jantung terjadi tanpa disadari.

Serangan jantung

Serangan Jantung Akibat Sumbatan
Sumber: http://en.wikipedia.org

  • Kerusakan otot jantung, sehingga mempengaruhi kemampuannnya untuk berkontraksi memompa darah, misalnya akibat serangan jantung (paling sering), infeksi otot jantung, atau diabetes.
  • Kelainan katup jantung, di mana jantung harus bekerja lebih kuat untuk memompa darah melalui katup jantung yang menyempit. Kondisi ini meningkatkan beban jantung dan pada akhirnya melemahkan jantung.
  • Gangguan kelistrikan jantung, di mana denyut jantung menjadi lambat, cepat, atau tidak teratur, sehingga tidak dapat memompa darah dengan efektif. Akibatnya jantung harus bekerja ekstra keras untuk mengkompensasinya.
  • Tekanan darah tinggi merupakan penyebab umum gagal jantung lainnya. Tekanan darah tinggi membuat jantung bekerja berat untuk memompa darah. Beberapa saat kemudian, jantung tidak dapat menyesuaikan dan gejala gagal jantung timbul.
  • Kardiomiopati mungkin disebabkan oleh penyakit arteri jantung dan berbagai masalah jantung lainnya. Kadang kala, penyebabnya tidak ditemukan, hal ini dikenal dengan kardiomiopati idiopatik. Kardiomiopati dapat melemahkan otot jantung, menyebabkan gagal jantung.
  • Penyakit jantung keturunan, alkoholisme, dan penggunaan obat sembarangan menyebabkan kerusakan jantung yang dapat menyebabkan gagal jantung.
GEJALA

Berdasarkan rentang waktu berkembangnya gejala, gagal jantung terbagi menjadi dua, yaitu kronis dan akut. Pada gagal jantung akut, gejala gagal jantung berkembang secara cepat. Sedangkan gagal jantung kronis, gejala gagal jantung berkembang secara bertahap dan lama.

Gejala utama gagal jantung adalah:

  • Rasa lelah dan lemah saat melakukan aktivitas fisik, karena otot tidak mendapatkan suplai darah yang cukup.
  • Napas pendek, sering batuk khususnya bila berbaring, disebabkan penumpukan cairan di paru-paru.
  • Telapak kaki, perut, dan kaki bengkak, pembentukan cairan divena dan jaringan tubuh menyebabkan telapak kaki, kaki dan perut bengkak.
  • Pembengkakan, misalnya di kaki, pergelangan kaki, tungkai, hati dan perut (pada gagal jantung kanan).
  • Sesak napas, akibat pengumpulan cairan di dalam paru-paru (pada gagal jantung kiri). Pada awalnya sesak napas hanya terjadi saat beraktivitas, tetapi seiring dengan memberatnya penyakit, sesak napas juga kemudian terjadi saat penderita istirahat.
  • Pusing atau pingsan, ketika jaringan tubuh, seperti organ dan otot, tidak cukup menerima oksigen dan nutrisi, mereka tidak berfungsi baik, menyebabkan lelah dan pusing.
DIAGNOSA

Diagnosis gagal jantung didasarkan dari gejala-gejala gagal jantung yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan antara lain:

  • Foto rontgen dada, bisa menunjukkan adanya pembesaran jantung dan akumulasi cairan di paru-paru.
  • Ekokardiografi, untuk menilai kinerja jantung, yaitu dengan menggunakan gelombang suara untuk melihat gambaran jantung, dapat menunjukkan jika dinding jantung atau ruangnya membesar dan jika ada ketidaknormalan katup jantung. Ekokardiogram dapat digunakan untuk mencari berapa banyak darah yang dipompa jantung.
  • Elektrokardiografi, untuk melihat aktivitas listrik jantung/irama jantung dan ukuran jantung dan menunjukkan jika ruang jantung membengkak atau jika ada kerusakan otot jantung dari penyumbatan arteri.
  • Kateterisasi jantung digunakan untuk mengukur tekanan jantung dan jumlah darah dipompa di jantung. Tes ini dapat membantu menemukan ketidaknormalan arteri jantung, katup jantung, otot jantung, dan pembuluh darah lainnya. Kombinasi dengan ekokardiografi dan tes lainnya, kateterisasi jantung dapat membantu menemukan penyebab gagal jantung. Namun, ini tidak selalu perlu.

Klasifikasi Gagal Jantung

  • Klasifikasi menurut New York Heart Association. Klasifikasi ini menggunakan dasar gejala gagal jantung dan terbagi menjadi empat kategori. Pada gagal jantung kelas I, tidak ada gejala. Pada gagal jantung kelas II, pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kesulitan tetapi menjadi lelah ketika beraktivitas berlebihan. Pada gagal jantung kelas III, pasien kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari, dan pada gagal jantung kelas IV pasien merasa sesak meskipun sedang beristirahat.
  • Menurut American College of Cardiology/American Heart Association. Klasifikasi ini membagi pasien gagal jantung menjadi 4 tahapan (A - D). Orang yang memiliki berbagai risiko gagal jantung tetapi tidak ada tanda atau gejala gagal jantung masuk dalam kategori A. Pasien yang memiliki penyakit jantung tetapi tidak ada tanda atau gejala gagal jantung masuk ke dalam kategori B. Pasien yang menderita penyakit jantung dan mengalami atau pernah mengalami tanda atau gejala gagal jantung masuk dalam kategori C. Dan pasien yang menderita gagal jantung lanjut yang memerlukan penanganan khusus masuk dalam kategori D.

Dokter menggunakan sistem klasifikasi ini untuk mengidentifikasi faktor risiko dan memulai terapi lebih awal dan agresif untuk mencegah atau memperlambat gagal jantung.

PENGOBATAN

Pengobatan gagal jantung bertujuan untuk membuat penderita merasa lebih nyaman dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, memperbaiki kualitas hidup, serta meningkatkan harapan hidup. Pendekatan terapi dilakukan melalui 3 segi, yaitu:

- Mengatasi penyebab gagal jantung, misalnya dengan:

  • Pembedahan untuk memperbaiki kelainan katup jantung atau mengatasi sumbatan arteri koroner.
  • Mengendalikan tekanan darah tinggi
  • Pemasangan alat pacu jantung untuk mengatasi gangguan kelistrikan jantung, jika tidak berhasil diatasi dengan obat-obatan.

- Mengatasi faktor-faktor yang bisa memperburuk gagal jantung, misalnya:

  • Berhenti merokok
  • Berhenti minum alkohol
  • Batasi asupan garam. penggunaan garam yang berlebihan dalam makanan bisa menyebabkan penimbunan cairan dalam tubuh yang akan mengganggu pengobatan.

Kenaikan lebih dari 1 kg/hari hampir dapat dipastikan disebabkan oleh penimbunan cairan. Penambahan berat badan yang cepat dan terus menerus merupakan petunjuk dari memburuknya gagal jantung. Penderita gagal jantung dianjurkan untuk menimbang berat badannya setepat mungkin setiap hari, terutama pada pagi hari, setelah berkemih dan sebelum sarapan. Timbangan yang digunakan harus sama, jumlah pakaian yang digunakan juga harus relatif sama dan dibuat catatan tertulis.

- Mengatasi gagal jantung.

Gagal jantung yang terjadi atau memburuk dengan cepat membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit. Jika terjadi penimbunan cairan mendadak di paru-paru (edema pulmoner akut), maka penderita gagal jantung akan mengalami sesak napas hebat. Berbagai penanganan yang mungkin dilakukan antara lain :

  • Pemberian oksigen, atau bahkan alat bantu napas (ventilator), jika pernapasan belum membaik.
  • Pengobatan untuk meringankan beban jantung atau membuat kontraksi jantung lebih kuat.
  • Pencangkokan jantung, dianjurkan pada penderita yang tidak memberikan respon terhadap pemberian obat.

Berikut berbagai jenis obat yang mungkin digunakan pada berbagai gangguan jantung:

PENCEGAHAN

Kunci untuk mencegah gagal jantung adalah mengurangi faktor-faktor risiko. Anda dapat mengontrol atau menghilangkan banyak faktor-faktor risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan penyakit arteri koroner, misalnya dengan melakukan perubahan gaya hidup dan dengan bantuan obat yang diperlukan.

Perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah gagal jantung meliputi:

  • Mengonsumsi makanan sehat yang cukup mengandung zat besi, serta menghindari asupan garam yang berlebihan
  • Menjaga berat badan.
  • Mengurangi dan mengelola stres
  • Berhenti merokok.
  • Membatasi konsumsi minuman keras.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah dalam batas sehat.
REFERENSI
  1. What is heart failure? National Heart, Lung, and Blood Institute. http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/hf/.

  2. Colucci WS. Evaluation of the patient with heart failure or cardiomyopathy. http://www.uptodate.com/home.

  3. Heart failure (HF). The Merck Manual Professional Edition. http://www.merckmanuals.com/professional/cardiovascular_disorders/heart_failure/heart_failure_hf.html?qt=heart%20failure&alt=sh.

  4. Vasan RS, et al. Epidemiology and causes of heart failure. http://www.uptodate.com/home.

  5. A, J. Malcolm O. Heart Failure. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

  6. www.singhealth.com.sg,heart-failure. 2014

  7. www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-failure/diagnosis-treatment/drc-20373148
Nutracare

Obat Terkait
- ACEPRESS TABLET 12,5 MG
- AMLODIPINE TABLET 10 MG INDO FARMA
- ANGIOTEN TABLET
- CAPTENSIN TABLET 25 MG
- CAPTOPRIL 50 MG INDO FARMA
- CASIPRIL TABLET 12,5 MG
- CEDOCARD TABLET 10 MG
- CEDOCARD TABLET 5 MG
- COZAAR TABLET
- DEXACAP TABLET 25 MG
- FARMOTEN TABLET 12,5 MG
- FARMOTEN TABLET 25 MG
- FARSORBID TABLET 10 MG
- INSAAR TABLET
- ISORBID TABLET 10 MG
- ISORBID TABLET SUBLINGUAL 5 MG
- ISOSORBIDE CHEWABLE TABLET 5 MG DEXA MEDICA
- KAFTENSAR TABLET
- LIFEZAR TABLET 50 MG
- LOSARTAN 50 MG TABLET (HJ)
- VASCARDIN TABLET 10 MG
- VASCARDIN TABLET 5 MG
 
Dokter Terkait
- DOKTER SPESIALIS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
 
Artikel Terkait
- Penanganan Medis pada Penyakit Jantung Bawaan
- Mencegah Timbulnya Penyakit Jantung dan Stroke
- Anda Mendengkur ? Waspadai Resiko Penyakit Jantung
- Yang Perlu Diketahui Mengenai Serangan Jantung
- Ini Tanda & Gejala Serangan Jantung pada Wanita
- 8 Pola Makan Sehat Untuk Cegah Penyakit Jantung
- Gangguan Sirkulasi Darah
- Pemeriksaan C-reactive protein (CRP) : Sebagai Indikator penyakit
- Pemeriksaan C-reactive protein (CRP) : Sebagai Indikator penyakit
 
Penyakit Terkait
- Jantung dan Pembuluh Darah
- Tumor Jantung
- Penyakit Jantung Koroner
- Serangan Jantung
- Kelainan Katup Jantung
- Kelainan Jantung Bawaan
- Sindroma Hipoplastik Jantung Kiri
- Gangguan Irama Jantung (Aritmia)
- Efek Penuaan pada Jantung dan Pembuluh Darah
- Tumor Ganas Pada Jantung
- MRI Jantung
- Kateterisasi Jantung
- Emboli Paru
- Pneumonia (Radang Paru)
- Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
- Tes Aliran Darah Ke Paru-Paru (Scanning Perfusi Paru-paru)
- Kardiomiopati Kongestif (Kardiomiopati Dilatasi)
- Kardiomiopati
- Kardiomiopati Hipertrofik
- Kardiomiopati Restriktif
- Ekokardiografi
- Ekokardiografi Transesofageal
- Elektrokardiografi (EKG)
- Elektrokardiografi dengan Latihan (Stress Test)
- Kardiomiopati Peripartum
- Miopati Miotonik
- Miopati Kongenital (Congenital Myopathy)
- Sidik Perfusi Miokard
- Miokarditis
- Perikarditis Akut
- Defek Septum Ventrikel (VSD, Ventricular Septal Defect)
- Fibrilasi Ventrikel
- Takikardi Ventrikel
- Kontraksi Ventrikel Prematur
- Defek Septum Atrium (ASD, Atrial Septal Defect)
- Flutter Atrium
- Fibrilasi Atrium
- Kontraksi Prematur Atrium
- Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
- Hipertensi Pulmoner Persisten
- Hipertensi pada orangtua
 

Info Penyakit

Hepatoma (Karsinoma Hepatoseluler)
Hepatoma (Karsinoma Hepatoseluler)

Deskripsi : Hepatoma (Karsinoma Hepatoseluler) adalah kanker
Baca selengkapnya »

Tumor Karsinoid
Tumor Karsinoid

Deskripsi : Tumor Karsinoid adalah suatu jenis
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

BISOLVON ORAL SOLUTION

Solutio 10 mg/5 ml x 50 ml.

INTERSUN LOTION SPF 25

Lotion SPF 25 x 100 ml x 1's

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com