nothing
Informasi Flu burung - medicastore.com
nothing
Medicastore
Flu Burung

Flu_Burung 3.jpg

Sumber : http://www.britannica.com

 
DEFINISI

Flu burung didefinisikan sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus influenza A subtipe H5N1 yang menyerang unggas (misalnya burung atau ayam) dan dapat menular ke manusia, dengan gejala berupa demam >38oC, batuk, pilek, nyeri otot, dan nyeri tenggorokan pada orang yang pernah kontak dengan hewan tersebut dalam 7 hari terakhir, terutama jika unggas tersebut menderita sakit atau mati.

PENYEBAB

Penyebabnya adalah virus influenza A subtipe H5N1.

Penularan dari unggas yang terinfeksi ke manusia terjadi lewat kontak air liur atau kotoran unggas. Kontak itu terjadi lewat sentuhan langsung atau juga melalui kendaraan yang mengangkut hewan-hewan itu. Juga termasuk kandang, alat-alat peternakan, pakan ternak, pakaian, sepatu para peternak.

Unggas yang sudah dimasak tidak akan menularkan flu burung ke manusia sebab virus itu akan mati dengan pemanasan pada suhu lebih dari 80oC selama lebih dari satu menit. Untuk itu, selama ini kita selalu menggoreng ayam dengan suhu di atas 80oC selama lebih dari satu menit, maka pasti akan aman.

GEJALA

Gejala flu burung pada dasarnya sama dengan flu biasa. Laporan dari kasus yang terjadi tahun 1999 menunjukkan adanya variasi gejala berupa:

  • Demam sekitar 39oC
  • Batuk
  • Lemas
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Tidak nafsu makan
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Nyeri sendi
  • Diare
  • Infeksi selaput mata (konjungtivitis)
  • Dalam keadaan memburuk, terjadi severe respiratory distress, yakni sesak napas hebat, kadar oksigen rendah sementara kadar karbondioksida meningkat. Ini terjadi karena infeksi flu menyebar ke paru-paru dan menimbulkan radang paru-paru (pneumonia)

Pengalaman tahun 1997 di Hongkong juga menunjukkan gejala: demam, batuk pilek, sakit tenggorokan, muntah, dan keluhan pusing.

Namun, data dari Vietnam di tahun 2004 menunjukkan gejala berbeda. Pasien tidak mengeluh sakit tenggorokan atau pilek. Juga tak ada keluhan radang selaput mata. Separuh pasien malah menderita diare dengan tinja yang cair.

DIAGNOSA

Dugaan adanya flu burung didasarkan dari gejala-gejala yang ada, selain itu juga risiko yang dimiliki: Apakah yang bersangkutan bekerja di peternakan atau habis berkunjung ke pasar ayam dan lain-lain. Kemudian dilakuakan pemeriksaan fisik untuk melihat langsung keadaan pasien, dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium dan juga rontgen dada untuk melihat ada tidaknya gambaran pneumonia.

Upaya menemukan virus flu burung dapat dilakukan dengan pemeriksaan serologi untuk menilai respon antigen-antibodi dan atau untuk mengisolasi virus itu sendiri. Seseorang dinyatakan mengidap flu burung setelah pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil yang positif untuk virus influenza A (H5) seperti tes antibodi spesifik pada serum.

Pemeriksaan juga dilakukan untuk menilai kadar leukosit, fungsi hati, fungsi ginjal, dan juga analisis gas darah arteri. Pada pemeriksaan analisis gas darah arteri, akan dapat diketahui berapa kadar oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) di darah pasien. Jika kadar oksigen rendah dan atau kadar karbondioksida tinggi, maka mungkin terjadi keadaan gawat napas. Dari data yang ada, sebagian besar pasien flu burung meninggal karena gawat napas akut ini.

PENGOBATAN

Obat yang diberikan dapat bersifat simtomatik, sesuai dengan gejala yang ada. Bila batuk, pasien dapat diberi obat batuk; kalau sesak dapat diberi obat jenis bronkodilator untuk melebarkan saluran napas yang menyempit. Selain itu, dapat pula diberikan obat antivirus. Kalau keadaan pasien terus memburuk, bukan tidak mungkin perlu dipasang alat ventilator untuk membantu pernapasannya.

Semua penderita yang memenuhi kriteria Flu Burung harus dirawat di ruang isolasi. Penderita dirawat di ruang isolasi selama 7 hari (masa penularan) karena ditakutkan adanya transmisi melalui udara. Selama masa perawatan, penderita diberikan oksigenisasi, hidrasi, terapi simptomatis untuk gejala flu, dan foto toraks ulang. Pada kasus respiratory distress akan dilakukan perawatan sesuai prosedur dan penderita dimasukkan ke ruang perawatan intensif (ICU).

PENCEGAHAN

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, secara umum prinsip-prinsip kerja yang higienis, seperti:

  • Mencuci tangan dan menggunakan alat pelindung diri, merupakan upaya yang harus dilakukan oleh mereka yang kontak dengan binatang, baik dalam keadaan mati maupun hidup. Selalu cuci tangan dengan sabun setiap kali bersentuhan dengan unggas.
  • Karena telur juga dapat tertular, maka penanganan kulit telur dan telur mentah perlu dapat perhatian pula.
  • Daging unggas harus dimasak hingga mencapai suhu 80oC selama sedikitnya satu menit. Kalau kita menggoreng atau merebus ayam di dapur, tentu suhu dan lamanya memasak lebih dari itu. Artinya, sejauh ini bukti ilmiah yang ada mengatakan bahwa aman mengonsumsi ayam dan unggas lainnya asal telah dimasak dengan baik.
  • Pola hidup sehat. Secara umum pencegahan flu adalah menjaga daya tahan tubuh dengan makan seimbang dan bergizi, istirahat dan olahraga teratur. Jangan lupa sering mencuci tangan. Pasien influenza dianjurkan banyak istirahat, banyak minum dan makan bergizi.
  • Pisahkan unggas dari manusia. Jauhkan unggas dari lingkungan rumah untuk menghindari kemungkinan menularnya virus flu burung. 
  • Segera pergi ke sarana medis terdekat jika menemukan gejala flu burung sebelum 48 jam.
  • Laporkan ke petugas kesehatan jika ditemukan ada unggas yang sakit/mati mendadak di lingkungan Anda.

Khusus untuk pekerja peternakan dan pemotongan hewan ada beberapa anjuran WHO yang dapat dilakukan:

  • Semua orang yang kontak dengan binatang yang telah terinfeksi harus sering-sering mencuci tangan dengan sabun. Mereka yang langsung memegang dan membawa binatang yang sakit sebaiknya menggunakan desinfektan untuk membersihkan tangannya.
  • Mereka yang memegang, membunuh, dan membawa atau memindahkan unggas yang sakit dan atau mati karena flu burung seyogianya melengkapi diri dengan baju pelindung, sarung tangan karet, masker, kacamata google, dan juga sepatu bot.
  • Ruangan kandang perlu selalu dibersihkan dengan prosedur yang baku dan memerhatikan faktor keamanan petugas.
  • Pekerja peternakan, pemotongan, dan keluarganya perlu diberi tahu untuk melaporkan ke petugas kesehatan bila mengidap gejala-gejala pernapasan, infeksi mata, dan gejala flu lainnya.
  • Dianjurkan juga agar petugas yang dicurigai punya potensi tertular ada dalam pengawasan petugas kesehatan secara ketat. Ada yang menganjurkan pemberian vaksin influenza, penyediaan obat antivirus, dan pengamatan perubahan secara serologi pada pekerja ini.
REFERENSI

- A, Tjandra Yoga. Bagian Pulmonologi & Kedokteran Respirasi FKUI dan RS Persahabatan.

Jakarta. (melalui Kompas.com dan Detik.com)

- Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan Indonesia. Waspada Flu Burung.

Jakarta. www.depkes.go.id

Info Penyakit

Kanker Leher Rahim (serviks)
Kanker Leher Rahim (serviks)

Deskripsi : Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks)
Baca selengkapnya »

Asidosis Tubulus Renalis
Asidosis Tubulus Renalis

Deskripsi : Asidosis tubulus renalis adalah suatu
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

ACLONAC TABLET 50 MG

Tablet 50 mg x 30's

OXCAL CAPSULE

Kapsul 10 x 10 biji.