nothing
Informasi Gangguan Irama Jantung (Aritmia) - medicastore.com
nothing
Medicastore
Gangguan Irama Jantung (Aritmia)

Gangguan_Irama_Jantung_(Aritmia).JPG

Sumber : https://www.healthtap.com

 
DEFINISI

Jantung merupakan organ tubuh yang berotot dan memiliki empat ruang di dalamnya, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri. Jantung dirancang untuk bekerja secara efisien dan terus menerus sepanjang hidup. Otot jantung yang terdapat di setiap ruang jantung akan berkontraksi dengan urutan yang teratur untuk memompa darah ke seluruh tubuh dengan energi sekecil mungkin dalam setiap detaknya.

Kontraksi otot jantung ini diatur oleh aktivitas listrik jantung yang berjalan pada jalur khusus di jantung dengan kecepatan tertentu. Aktivitas listrik jantung yang memulai setiap detak jantung berasal dari pacemaker (SA node) yang terletak di serambi kanan bagian atas. Kecepatan pelepasan arus listrik oleh pacemaker menentukan kecepatan detak jantung. Hal ini dipengaruhi oleh :

  • Impuls saraf, yaitu saraf otonom, yang terdiri dari bagian simpatik yang mempercepat detak jantung dan parasimpatik yang memperlambat detak jantung.
  • Kadar hormon tertentu dalam darah, misalnya hormon tiroid, epinefrin, dan norepinefrin yang mempercepat detak jantung.

Sumber : http://intensivecarehotline.com/

Kecepatan denyut jantung yang normal pada orang dewasa saat beristirahat biasanya sekitar 60-100 x/menit. Namun, denyut jantung mungkin bisa lebih lambat pada orang dewasa muda, terutama mereka yang suka berolahraga. Kecepatan denyut jantung normalnya bervariasi, sesuai dengan respon tubuh terhadap aktivitas dan stimulus tertentu, misalnya rasa nyeri atau takut. Irama jantung dikatakan abnormal (aritmia) jika detak jantung menjadi tidak teratur, terlalu cepat, terlalu lambat, atau jika impuls listrik jantung berjalan mengikuti jalur yang abnormal.

PENYEBAB

Gangguan irama jantung (aritmia) bisa terjadi akibat berbagai gangguan pada sistem konduksi listrik jantung, misalnya :

  • Adanya impuls listrik tambahan
  • Hambatan atau perlambatan hantaran listrik jantung
  • Aktivitas listrik jantung berjalan pada jalur baru atau jalur lain yang berbeda

Beberapa penyebab gangguan irama jantung yang sering terjadi :

  • Kadar kalium atau zat lain yang abnormal
  • Serangan jantung, atau kerusakan otot jantung akibat serangan jantung sebelumnya
  • Kelainan jantung yang telah ada sejak lahir (kongenital)
  • Gagal jantung atau pembesaran jantung
  • Hipertiroidisme atau hipotiroidisme
  • Pemakaian obat atau bahan tertentu, misalnya :
    • Alkohol, kafein, atau stimulan lain seperti amfetamin
    • Merokok (nikotin)
    • Obat jantung tertentu, misalnya obat golongan beta blocker
    • Obat-obat yang mirip dengan aktivitas sistem saraf
    • Obat depresi atau psikosis
GEJALA

Aritmia bisa bersifat hilang timbul atau terus terjadi sepanjang waktu. Gejala-gejala mungkin tidak dirasakan saat aritmia terjadi. Atau, gejala mungkin hanya dirasakan saat seseorang sedang beraktivitas.

Gejala-gejala yang bisa terjadi saat aritmia muncul antara lain berupa :

  • Nyeri dada
  • Pingsan
  • Pusing atau seperti melayang
  • Pucat
  • Sesak nafas
  • Berkeringat
  • Terasa adanya debaran di dada
  • Detak jantung bisa cepat (takikardi) atau lambat (bradikardi)

Beberapa jenis aritmia juga bisa meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi, seperti stroke dan gagal jantung.

DIAGNOSA

Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memastikan adanya gangguan irama jantung (aritmia) antara lain :

  • Elektrokardiografi (EKG), merupakan pemeriksaan diagnostik utama yang digunakan untuk mendeteksi aritmia dan menentukan penyebabnya. Pemeriksaan ini menghasilkan grafik yang menggambarkan aktivitas listrik jantung pada setiap detaknya.
  • Monitor holter, merupakan EKG portable yang bisa dipakai sepanjang hari untuk merekam aktivitas listrik jantung selama melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Ekokardiografi. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran jantung (ukuran, struktur, dan pergerakan), sehingga bisa diketahui jika terdapat kelainan anatomi jantung.

Holter - Sumber : www.healthandcare.co.uk

Jika tidak ditemukan adanya aritmia setelah melakukan pemeriksaan tersebut di atas, maka bisa dilakukan pemeriksaan lain untuk mencoba memicu timbulnya aritmia, misalnya :

  • Stress test. Beberapa aritmia bisa dipicu atau diperberat dengan melakukan olahraga. Pada stress test, Anda bisa diminta untuk melakukan treadmill atau menggunakan sepeda statis. Jika Anda memiliki kesulitan untuk berolahraga, maka Anda bisa diberikan obat tertentu untuk menstimulasi jantung seolah-olah sedang berolahraga. Aktivitas listrik jantung akan dipantau selama pemeriksaan.
  • Electrophysiologic testing. Pada pemeriksaan ini, sebuah kateter dengan elektroda kecil di ujungnya dimasukkan melalui pembuluh darah vena dan diarahkan ke jantung. Elektroda digunakan untuk menstimulasi jantung dan respon jantung akan dimonitor, sehingga bisa diketahui jenis aritmia dan pilihan penanganan yang mungkin perlu dilakukan.

Sumber : http://lungcancer.ucla.edu/

PENGOBATAN

Gangguan irama jantung (aritmia) bisa memerlukan atau tidak memerlukan penanganan. Biasanya penanganan hanya perlu diberikan jika aritmia menimbulkan gejala-gejala yang signifikan atau memiliki risiko terjadinya komplikasi atau aritmia yang lebih berat.

- Penanganan Detak Jantung yang Lambat (Bradikardi)

Jika bradikardi tidak memiliki penyebab yang bisa ditangani, misalnya kadar hormon tiroid yang rendah (hipotiroidisme) atau efek obat tertentu, maka seringkali bisa dilakukan pemasangan alat pacu jantung (pacemaker), karena belum ada obat yang bisa benar-benar bisa mempercepat detak jantung. Jika detak jantung terlalu lambat atau berhenti, maka alat pacu jantung akan mengirim impuls listrik yang menstimulasi jantung untuk berdetak dengan kecepatan yang tepat dan terus menerus.

- Penanganan Detak Jantung yang Cepat (Takikardi)

Beberapa penanganan yang bisa dilakukan antara lain :

  • Vagal maneuver. Cara ini mungkin bisa dilakukan untuk menghentikan aritmia jenis tertentu (SVT - Supraventricular Tachycardia), yaitu dengan cara menahan nafas dan mengedan, batuk, atau mencelupkan wajah ke air dingin. Cara ini seringkali bisa memperlambat detak jantung.
  • Obat-obatan, misalnya :
    • Obat untuk mengurangi timbulnya serangan takikardi atau memperlambat detak jantung saat serangan terjadi.
    • Obat pengencer darah, bisa diberikan pada kasus fibrilasi atrium, untuk mencegah terbentuknya bekuan darah.
  • Kardioversi atau defibrilasi, yaitu dengan cara memberikan kejutan listrik untuk mengembalikan irama jantung kembali ke irama yang teratur. Tindakan ini hanya dilakukan untuk aritmia jenis tertentu dan harus dimonitor secara ketat.
  • Terapi ablasi, yaitu dengan memasang kateter ke melalui pembuluh darah ke dalam jantung untuk menghancurkan bagian kecil pada jantung yang menyebabkan aritmia.

Sumber : http://www.equippingourheroesfoundation.org/

Terapi Pembedahan

Pada beberapa kasus, bisa dilakukan tindakan bedah untuk mengatasi aritmia jantung, misalnya :

  • Prosedur Maze. Tindakan ini biasanya hanya dilakukan untuk orang-orang yang tidak berespon dengan terapi lainnya atau menjalani operasi jantung untuk alasan lain. Prosedur Maze dilakukan dengan cara membuat sayatan pada jantung bagian atas (atrium) dan membentuk jaringan parut pada atrium dengan cara pendinginan atau pemanasan. Jaringan parut yang terbentuk akan membuat impuls listrik jantung berjalan pada jalur yang tepat, sehingga jantung dapat berdenyut secara efisien.
  • Pembedahan Bypass Koroner, bisa dilakukan pada orang-orang dengan penyakit arteri koroner berat. Tindakan ini bisa memperbaiki suplai aliran darah ke jantung dan mengurangi frekuensi terjadinya takikardi ventrikel.
PENCEGAHAN

Melakukan cara-cara pencegahan terhadap penyakit arteri koroner bisa mengurangi risiko terjadinya aritmia. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain :

  • Tidak merokok, atau berhenti merokok
  • Mengendalikan kadar kolesterol, tekanan darah yang tinggi, dan kadar gula darah (pada diabetes), dengan cara menjaga asupan makan, olahraga, dan menggunakan obat-obatan sesuai petunjuk dokter
  • Olahraga minimal 30 menit setiap hari
  • Menjaga berat badan ideal, misalnya dengan makan makanan bergizi, mengurangi jumlah makan, dan olahraga
  • Belajar cara menangani stress, misalnya dengan meditasi atau yoga
  • Batasi asupan alkohol
REFERENSI

- D, David C. Arrhytmias. Medline Plus. 2012.

- D, David C. Heart Disease - Risk Factors. Medline Plus. 2012.

- M, L. Brent. Overview of Abnormal Heart Rhytms. Merck Manual Handbook. 2013.

- Mayo Clinic. Heart Arrhytmia. 2013.

Info Penyakit

Botulisme
Botulisme

Deskripsi : Botulisme merupakan suatu gangguan yang
Baca selengkapnya »

Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE)
Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE)

Deskripsi : Slipped capital femoral epiphysis (SCFE)
Baca selengkapnya »