nothing
Perubahan Fisik Wanita Hamil - meicastore.com
nothing
Medicastore
Perubahan Fisik Wanita Hamil

Perubahan_Fisik_Wanita_Hamil.jpg

Sumber : http://www.thehealthyindia.com

 
DEFINISI

Kehamilan menyebabkan banyak perubahan pada tubuh seorang wanita. Sebagian besar perubahan ini akan menghilang setelah melahirkan. Perubahan-perubahan ini menimbulkan berbagai gejala yang normal terjadi saat kehamilan. Namun, gangguan tertentu, misalnya diabetes gestasional, juga dapat terjadi saat kehamilan, dan adanya gejala-gejala tertentu dapat menunjukkan adanya suatu gangguan.

Gejala-gejala yang harus segera dilaporkan ke dokter jika terjadi saat kehamilan, antara lain :

  • Sakit kepala yang tidak biasa atau menetap
  • Mual dan muntah yang terus terjadi
  • Pusing 
  • Gangguan penglihatan
  • Nyeri atau kram di perut bagian bawah
  • Kontraksi rahim
  • Perdarahan dari vagina
  • Rembesan cairan ketuban
  • Pembengkakan tangan atau kaki
  • Berkurangnya produksi air kencing
  • Segala sakit atau infeksi
  • Tremor (gemetar pada tangan, kaki, atau keduanya)
  • Kejang
  • Detak jantung yang cepat
  • Gerakan janin yang berkurang

Kesehatan Secara Umum

Saat hamil, rasa lelah adalah hal yang umum terjadi, terutama saat usia kehamilan 12 minggu pertama dan saat akhir kehamilan. Wanita hamil dapat membutuhkan lebih banyak waktu istirahat dibandingkan biasanya.

Saluran Reproduksi

Saat usia kehamilan 12 minggu, rahim yang membesar dapat menyebabkan perut wanita agak menonjol. Rahim kemudian akan terus membesar sepanjang kehamilan. Rahim yang membesar akan melampaui batas pusar pada usia kehamilan 20 minggu, dan sampai ke batas bawah tulang rusuk pada usia kehamilan 36 minggu.

Jumlah cairan vagina yang normal biasanya meningkat (berwarna bening atau agak putih). Peningkatan sekret vagina ini biasanya normal terjadi. Namun, jika cairan vagina berubah warna, berbau tidak enak atau disertai dengan rasa gatal atau terbakar, maka wanita hamil harus memeriksakan diri ke dokter. Gejala-gejala tersebut dapat menandakan adanya infeksi vagina, misalnya trikomoniasis dan kandidiasis, yang sering terjadi saat kehamilan dan dapat diobati.

Payudara

Payudara wanita hamil cenderung membesar karena pengaruh hormon (terutama estrogen) yang menyiapkan payudara untuk memproduksi susu. Kelenjar payudara yang menghasilkan susu perlahan-lahan bertambah dan menjadi mampu untuk menghasilkan susu. Payudara dapat terasa kencang dan agak nyeri. Untuk itu, gunakan bra yang pas dan dapat menyokong payudara dengan baik.

Saat minggu terakhir kehamilan, payudara dapat menghasilkan sedikit cairan, kekuningan, seperti susu (kolostrum). Kolostrum juga dihasilkan pada beberapa hari pertama setelah melahirkan, sebelum air susu dihasilkan. Kolostrum kaya akan mineral dan antibodi, sangat baik untuk makanan bayi pertama.

Jantung dan Aliran Darah

Saat hamil, jantung wanita bekerja lebih keras karena adanya pertumbuhan janin. Jantung harus memompa darah lebih banyak ke rahim. Saat akhir kehamilan, rahim mendapat suplai darah sekitar 20% dari aliran darah wanita saat sebelum hamil. Saat hamil, curah jantung meningkat 30-50%. Dengan meningkatnya jumlah darah yang dipompa oleh jantung ini, kecepatan detak jantung juga meningkat, dari detak jantung normal saat sebelum hamil yaitu sekitar 70x/menit menjadi 80-90x/menit. Dengan berolahraga, peningkatan kecepatan detak jantung dan pompa darah juga lebih tinggi saat hamil dibandingkan dengan sebelum hamil.

Setelah melahirkan, awalnya curah jantung menurun dengan cepat, kemudian mulai menurun dengan perlahan. Curah jantung mulai kembali ke keadaan semula sebelum hamil sekitar 6 minggu setelah melahirkan.

Beberapa gangguan bunyi jantung berupa murmur dan detak jantung yang tidak teratur dapat terjadi karena jantung yang bekerja lebih keras. Terkadang, wanita hamil dapat merasakan ketidakteraturan ini. Beberapa perubahan pada jantung ini normal terjadi saat hamil. Namun, kelainan suara dan ritme jantung lannya, misalnya takiaritmia dan murmur diastolik, yang terjadi lebih sering pada wanita hamil, dapat membutuhkan terapi.

Tekanan darah biasanya menurun saat trimester kedua kehamilan, tetapi dapat kembali ke kondisi normal saat sebelum hamil pada trimester ketiga.

Volume darah meningkat hingga 50% saat hamil. Jumlah cairan di dalam darah meningkat lebih banyak dibandingkan dengan jumlah sel-sel darah merah. Dengan demikian, meskipun terdapat sel-sel darah merah yang lebih banyak, pemeriksaan darah tetap mendapatkan adanya anemia ringan, yang adalah normal. Selain itu, jumlah sel-sel darah putih juga agak meningkat saat hamil. Penyebabnya belum jelas diketahui. Jumlah sel-sel darah putih ini menjadi sangat meningkat saat persalinan dan beberapa hari setelah persalinan.

Rahim yang membesar mengganggu aliran darah balik dari tungkai dan daerah panggul ke jantung. Akibatnya, sering terjadi pembengkakan (edema), terutama di tungkai. Varises juga sering terjadi di kaki dan di daerah sekitar vagina (vulva). Kondisi ini terkadang menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman, pembengkakan dan juga mungkin dapat membuat varises menghilang setelah persalinan, antara lain :

  • Menggunakan pakaian yang longgar dari pinggang ke bawah agar lebih nyaman dan tidak menekan aliran darah
  • Menggunakan kaus kaki penyangga elastik
  • Sering beristirahat dengan kaki diangkat 
  • Berbaring miring pada sisi kiri

Saluran Kemih

Seperti jantung, ginjal juga bekerja lebih keras saat kehamilan. Ginjal menyaring volume darah yang meningkat. Volume darah yang disaring ginjal mencapai puncaknya saat usia kehamilan 16-24 minggu dan tetap tinggi sampai sesaat sebelum persalinan. Kemudian, tekanan dari rahim yang membesar dapat sedikit mengurangi suplai darah ke ginjal.

Aktivitas ginjal normalnya meningkat ketika wanita hamil berbaring dan menurun ketika ia berdiri. Perbedaan ini semakin meningkat selama kehamilan dan menjadi salah satu alasan mengapa wanita hamil menjadi sering berkemih saat akan tidur. Pada akhir kehamilan, berbaring miring, terutama miring ke kiri, dapat meningkatkan aktivitas ginjal lebih besar dibandingkan berbaring terlentang. Berbaring miring ke kiri menghilangkan tekanan dari rahim yang membesar ke pembuluh balik (vena) utama yang membawa darah dari kaki. Akibatnya, aliran darah membaik dan aktivitas ginjal meningkat.

Rahim yang membesar menekan kandung kemih sehingga ukurannya berkurang dan lebih cepat penuh dengan air kemih dibandingkan biasanya. Tekanan ini juga membuat wanita hamil ingin berkemih lebih sering dan lebih mendesak.

Saluran Pernafasan

Tingginya kadar progesteron, hormon yang dihasilkan saat hamil, memberi sinyal ke otak untuk menurunkan kadar karbon dioksida di dalam darah. Akibatnya, wanita hamil bernafas sedikit lebih cepat dan lebih dalam untuk membuang lebih banyak karbon dioksida, serta menjaga kadar karbon dioksida di dalam darah tetap rendah.

Wanita hamil juga dapat bernafas lebih cepat dan lebih dalam akibat rahim yang membesar, sehingga membatasi pengembangan paru-paru ketika menarik nafas.

Karena lebih banyak darah yang dipompa saat sedang hamil, maka permukaan jalan nafas mendapatkan lebih banyak darah dan agak membengkak, sehingga menyempitkan jalan nafas. Akibatnya, hidung wanita hamil adakalanya terasa tersumbat, dan tuba eustachius (yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung) juga dapat tersumbat. Keadaan ini dapat sedikit mengubah suara wanita hamil.

Saluran Pencernaan

Mual dan muntah, terutama saat pagi hari (morning sickness) adalah keadaan yang sering terjadi pada wanita hamil. Keadaan ini dapat disebabkan oleh kadar hormon estrogen dan hCG (Human Chorionic Gonadotropin) yang tinggi, yaitu dua hormon yang membantu mempertahankan kehamilan.

Rasa mual dan muntah dapat diatasi dengan mengganti asupan makan atau pola makan, misalnya :

  • minum dan makan dalam porsi kecil secara sering
  • makan sebelum merasa lapar
  • makan makanan yang lunak

Makan satu atau dua biskuit sebelum bangun tidur dapat membantu meredakan morning sickness. Saat ini belum ada obat yang secara spesifik dibuat untuk mengatasi morning sickness. Jika mual dan muntah yang terjadi sangat hebat atau menetap sehingga menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan, atau masalah lainnya, maka wanita hamil perlu diberikan obat untuk mengatasi rasa mual, atau bahkan perlu dirawat untuk sementara dan diberikan cairan melalui pembuluh darah.

Rasa panas di dada (heartburn) dan sendawa sering terjadi pada wanita hamil, mungkin karena makanan tinggal lebih lama di dalam lambung dan karena sfingter di esofagus bagian bawah cenderung untuk relaksasi, sehingga membuat isi lambung dapat naik lagi ke atas (ke dalam esofagus).

Heartburn saat malam hari dapat diatasi dengan beberapa cara berikut :

  • Berhenti makan beberapa jam sebelum tidur
  • Tinggikan bagian kepala tempat tidur atau gunakan beberapa bantal untuk mengganjal kepala dan bahu sehingga lebih tinggi

Asam lambung dihasilkan lebih sedikit saat hamil, sehingga ulkus lambung jarang terbentuk saat kehamilan dan ulkus yang telah ada seringkali mulai menyembuh.

Dengan berkembangnya kehamilan, rahim yang membesar menekan rektum dan usus bagian bawah sehingga dapat menyebabkan konstipasi (sembelit). Konstipasi dapat semakin berat karena kadar hormon progesteron yang tinggi saat hamil memperlambat kontraksi otot polos pada usus yang normalnya mendorong gerakan makanan di dalam usus. Makan makanan tinggi serat, minum air yang cukup, dan latihan secara teratur dapat membantu mencegah konstipasi.

Kulit

Melasma adalah noda, pigmen kecoklatan, yang bisa tampak pada kulit dahi dan pipi wanita hamil. Kulit di sekitar puting susu (areola) juga dapat lebih gelap. Garis gelap biasanya tampak di bawah bagian tengah perut. Perubahan ini dapat terjadi akibat plasenta menghasilkan hormon yang menstimulasi melanosit, yaitu sel-sel yang membuat pigmen kulit coklat tua (melanin).

Garis-garis regangan pada kulit (Stretch mark) terkadang tampak pada perut. Perubahan ini timbul akibat cepatnya rahim membesar, serta peningkatan kadar hormon adrenal.

Pembuluh darah-pembuluh darah kecil terlihat membentuk pola seperti laba-laba kecil di kulit, biasanya muncul di daerah di atas pinggang. Bentukan ini disebut spider angioma. Pembuluh darah kapiler yang melebar juga dapat terlihat, terutama di tungkai bawah.

Hormon

Kehamilan mempengaruhi hampir semua hormon di tubuh, terutama karena efek hormon yang dihasilkan oleh plasenta. Misalnya, plasenta menghasilkan hormon yang menstimulasi kelenjar tiroid sehingga lebih aktif dan menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang lebih banyak. Ketika kelenjar tiroid menjadi lebih aktif, maka jantung berdetak lebih cepat, lebih berkeringat, suasana hati berubah-ubah, dan kelenjar tiroid dapat membesar. Namun, gangguan hipertiroidisme hanya terjadi kurang dari 0.1% kehamilan.

Kadar hormon estrogen dan progesteron juga meningkat saat kehamilan karena stimulasi dari hormon hCG (human chorionic gonadotropin) yang dihasilkan oleh pasenta. Setelah usia kehamilan 9-10 minggu, plasenta menghasilkan estrogen dan progesteron dalam jumlah besar. Kedua hormon ini membantu mempertahankan kehamilan.

Plasenta menstimulasi kelenjar adrenal untuk menghasilkan hormon aldosteron dan kortisol lebih banyak. Kedua hormon ini membantu mengatur ekskresi cairan oleh ginjal. Akibatnya, lebih banyak cairan yang ditahan di dalam tubuh.

Saat kehamilan, perubahan kadar hormon mempengaruhi bagaimana respon tubuh terhadap gula. Pada awal kehamilan, kadar gula darah dapat agak turun. Tetapi pada akhir kehamilan, kadar gula darah dapat meningkat. Lebih banyak insulin (yang mengatur kadar gula darah) yang diperlukan dan dihasilkan oleh pankreas. Akibatnya, diabetes yang sudah ada dapat memburuk saat kehamilan. Diabetes juga dapat muncul saat kehamilan, yang disebut dengan diabetes gestasional.

Sendi dan Otot

Sendi dan ligamen pada panggul wanita menjadi lebih longgar dan fleksibel. Perubahan ini membantu menyediakan ruang untuk rahim yang membesar dan menyiapkan wanita untuk melahirkan bayi.

Nyeri punggung sering terjadi pada wanita hamil karena tulang belakang lebih melengkung untuk menyeimbangkan beban dari rahim yang membesar. Hindari mengangkat benda berat, jongkoklah terlebih dahulu untuk mengambil benda di bawah, dan jagalah postur tubuh yang baik. Gunakan sepatu yang datar dengan alas yang baik atau korset khusus kehamilan untuk mengurangi ketegangan pada punggung.

Ruam Kulit Selama Kehamilan

Dua ruam kulit gatal yang terjadi hanya saat kehamilan :

Plak dan Papul Urtikaria Pruritik Pada Kehamilan (Urtikaria pada Kehamilan)

Ruam ini sering terjadi. Penyebabnya tidak diketahui.

Ruam kulit berwarna merah, berbentuk tidak rata, datar atau agak menonjol pada perut. Bercak kulit terkadang memiliki lepuhan berisi cairan pada bagian tengahnya. Seringkali kulit di sekitarnya tampak pucat. Ruam menyebar ke paha, bokong, dan adakalanya ke lengan. Ratusan bercak yang gatal dapat muncul. Rasa gatal ini dapat cukup mengganggu hingga membuat wanita hamil tidak dapat tidur pada malam hari.

Ruam kulit biasanya muncul saat 2-3 minggu terakhir kehamilan dan adakalanya beberapa hari terakhir menjelang persalinan. Namun, ruam kulit ini dapat terjadi kapan saja setelah usia kehamilan 24 minggu. Biasanya ruam kulit menghilang dengan cepat setelah persalinan dan tidak muncul kembali pada kehamilan berikutnya.

Herpes Gestasional

Herpes gestasional diperkirakan terjadi akibat adanya antibodi abnormal yang menyerang jaringan tubuh sendiri (reaksi autoimun).

Ruam kulit dapat dimulai sebagai bintik-bintik merah datar atau menonjol yang seringkali awalnya terbentuk di daerah perut. Kemudian terbentuk lepuhan-lepuhan dan ruam kulit menyebar. Lepuhan dapat berukuran kecil atau besar, berbentuk tidak teratur, dan berisi cairan.

Ruam dapat timbul kapan saja setelah usia kehamilan 12 minggu atau segera setelah melahirkan. Biasanya, ruam semakin parah segera setelah melahirkan dan menghilang dalam waktu beberapa minggu atau bulan. Ruam kulit seringkali muncul kembali saat kehamilan berikutnya dan terkadang juga muncul jika kemudian menggunakan pil KB. Bayi dapat dilahirkan dengan ruam kulit yang serupa, yang biasanya akan hilang dalam waktu beberapa minggu tanpa terapi.

Ruam ini didiagnosa dengan mengambil sedikit bagian kulit yang terkena dan diperiksa akan adanya antibodi yang abnormal.

PENGOBATAN

Beberapa cara yang dapat membantu mengatasi heartburn :

  • makan makanan dalam porsi yang lebih kecil
  • jangan membungkuk atau berbaring datar untuk beberapa jam setelah makan
  • hindari kafein, tembakau, alkohol, dan Aspirin serta obat-obat yang berhubungan (Salisilat)
  • minum Antasida.cair, tetapi jangan minum antasida yang mengandung natrium bikarbonat karena kandungan garam (natrium) yang sangat banyak
  •  

    Wasir, masalah yang sering terjadi pada wanita hamil, dapat timbul akibat tekanan rahim yang membesar atau akibat konstipasi. Obat pelunak feses seperti misalnya Laktulosa, gel anti-nyeri, atau berendam air hangat dapat digunakan jika wasir terasa nyeri.

    Untuk mengatasi ruam pada kulit, pemakaian krim kortikosteroid seringkali membantu. Untuk ruam kulit yang lebih luas, diberikan kortikosteroid secara oral (diminum). Contoh obat kortikosteroid yang terdapat dalam bentuk krim atau lotion adalah Hydrocortisone , Betamethasone dan Flucinolone . Sedangkan untuk obat kortikosteroid yang dikonsumsi secara oral, contohnya adalah : Prednisolone dan Dexamethasone.

    Untuk pemilihan jenis obat serta aturan pakainya tergantung dari keputusan dokter berdasarkan kondisi penyakit yang dialami.

     

    REFERENSI

    - B, Haywood L. Physical Changes During Pregnancy. Merck Manual Handbook. 2007.

    Obat Terkait
     
    Dokter Terkait
    DOKTER SPESIALIS KEBIDANAN DAN KANDUNGAN
     
     
    Artikel Terkait

    Info Penyakit

    Diseksi Aorta
    Diseksi Aorta

    Deskripsi : Aorta merupakan pembuluh darah besar
    Baca selengkapnya »

    Sindroma Defisiensi Poliglanduler
    Sindroma Defisiensi Poliglanduler

    Deskripsi : Sindroma Defisiensi Poliglanduler adalah keadaan
    Baca selengkapnya »

    Tentang Produk

    VOMETA SYRUP

    Sirup 1 mg/ml x 60 ml.

    REMICADE VIAL 100 MG

    Vial 100 mg x 1 biji