nothing
Masalah Janin dan Bayi Baru Lahir - medicastore.com
nothing
Medicastore
Masalah Janin dan Bayi Baru Lahir

Masalah_Janin_dan_Bayi_Baru_Lahir.JPG

Sumber : http://www.telegraph.co.uk

 
DEFINISI

Jika persalinan tidak berlangsung dengan normal, maka janin atau bayi baru lahir dapat mengalami masalah. Berbagai masalah yang dapat terjadi antara lain gawat janin, adanya posisi atau presentasi janin yang abnormal, atau bayi lambat untuk bernafas setelah dilahirkan. 

PENYEBAB

Penyebab terjadinya persalinan yang tidak lancar dapat berupa bahu janin yang terperangkap (distosia bahu), kehamilan kembar (ada lebih dari satu janin di dalam rahim), atau lilitan tali pusat pada leher janin.

GEJALA

Gawat Janin mengarah pada tanda-tanda sebelum atau saat bayi dilahirkan yang menunjukkan bahwa janin dalam keadaan yang tidak baik. Gawat janin biasanya terjadi akibat janin tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Gawat janin dapat terjadi ketika kehamilan sudah terlalu lama (post matur) atau jika terjadi komplikasi pada kehamilan atau persalinan.

Biasanya gawat janin ditentukan dari pola detak jantung janin yang abnormal. Sepanjang proses persalinan, detak jantung janin terus dimonitor. Selain itu, jika cairan ketuban tampak berwarna hijau setelah selaput ketuban pecah, maka janin mungkin juga berada dalam bahaya (tetapi tidak selalu). Perubahan warna ini disebabkan oleh kotoran janin yang pertama (mekonium). Terkadang bayi menghirup mekoniumnya sebelum persalinan atau saat dilahirkan, menyebabkan bayi mengalami kesulitan untuk bernafas segera setelah dilahirkan.

- Gangguan Pernafasan Pada Bayi. Pada kasus yang jarang, bayi tidak mulai bernafas saat lahir, meskipun tidak ada masalah yang terdeteksi sebelum dilahirkan. Untuk itu, bayi membutuhkan resusitasi yang dilakukan oleh dokter ahli.

- Kelainan Posisi dan Presentasi Janin

Kombinasi posisi dan presentasi janin yang paling sering ditemukan dan paling aman adalah janin menghadap ke punggung ibu dengan presentasi kepala, dimana leher tertekuk ke depan, dagu menempel di dada dan kedua lengan melipat di dada. Jika janin tidak berada dalam posisi atau letak tersebut, maka persalinan bisa menjadi sulit dan mungkin persalinan tidak dapat dilakukan melalui vagina.

Ada beberapa presentasi abnormal pada janin :

  • Presentasi Sungsang, dimana bagian paling rendah janin adalah bokong, sehingga bokong tampak lebih dulu saat dilahirkan. Kerusakan otak akibat kekurangan oksigen adalah komplikasi yang paling sering terjadi pada bayi-bayi yang dilahirkan dengan presentasi bokong. Karena risiko cedera dan kematian pada bayi, maka operasi cesar lebih dipilih untuk janin dengan presentasi sungsang.
  • Presentasi Lain. Pada presentasi wajah, leher janin mendangak sehingga saat dilahirkan bagian wajah keluar lebih dulu. Biasanya, janin tidak tetap berada pada presentasi wajah atau dahi, tetapi seringkali berubah presentasi menjadi yang seharusnya. Tetap jika tidak, maka persalinan dapat dibantu dengan menggunakan forsep, ekstraktor vakum, atau operasi cesar. Adakalanya, janin berada pada posisi mendatar (transversal) dari jalan lahir, sehingga bahu lahir lebih dulu. Pada kasus ini, juga perlu dilakukan operasi cesar.
Sumber : www.merckmanuals.com

- Kehamilan Kembar adalah kehamilan dengan adanya lebih dari satu janin pada rahim. Ada beberapa hal yang membuat seorang wanita lebih mungkin mengalami kehamilan kembar :

  • Menggunakan teknik reproduksi dibantu (ART-Assisted Reproductive Technique)
  • Memiliki riwayat kehamilan kembar sebelumnya
  • Usia lebih tua

Kehamilan kembar membuat rahim sangat teregang, sehingga rahim cenderung untuk berkontraksi sebelum kehamilan mencapai usia cukup bulan. Akibatnya, biasanya bayi-bayi yang dikandung dilahirkan prematur dan kecil. Pada beberapa kasus, rahim yang sangat teregang tidak dapat berkontraksi dengan baik setelah melahirkan, sehingga menyebabkan terjadinya perdarahan.

Posisi dan presentasi janin di dalam rahim bisa berlainan, sehingga persalinan bisa menjadi sulit. Kontraksi rahim setelah lahirnya bayi pertama cenderung menyebabkan terlepasnya plasenta dari bayi kedua. Akibatnya, bayi kedua cenderung mengalami masalah selama persalinan dan memiliki resiko mengalami kelainan dan kematian yang lebih tinggi.

Kehamilan kembar juga meningkatkan risiko terjadinya masalah pada ibu, misalnya pre-eklampsia, diabetes gestasional, perdarahan hebat pasca melahirkan, kebutuhkan untuk dilakukan operasi cesar, dan persalinan prematur.

Saat hamil, pemeriksaan ultrasonografi dilakukan untuk memastikan jumlah janin dalam kandungan.

Karena berbagai masalah dapat terjadi pada persalinan kembar, maka dokter harus mempertimbangkan dengan baik apakah persalinan dapat dilakukan melalui vagina atau harus melalui operasi cesar. Jika bayi yang akan lahir pertama berada pada posisi yang abnormal (bukan kepala lebih dulu), maka dilakukan operasi cesar. Adakalanya, bayi kembar yang pertama dilahirkan secara normal, tetapi operasi cesar lebih aman untuk bayi kembar kedua. Untuk kembar tiga atau lebih, biasanya dilakukan operasi cesar.

- Distosia Bahu

Distosia bahu terjadi jika satu bahu janin tersangkut pada jalan lahir. Janin berada pada posisi normal (kepala lebih dulu) untuk persalinan, tetapi bahu janin terjepit di antara tulang pubis wanita saat kepala keluar. Akibatnya, kepala tertarik kembali ke bukaan vagina. Bayi tidak dapat bernafas karena dada dan tali pusar terjepit jalan lahir. Akibatnya, kadar oksigen di dalam darah bayi menjadi berkurang.

Sumber : www.shoulderdystociainfo.com

Distosia bahu lebih sering terjadi pada janin yang berukuran besar, terutama jika proses persalinan sulit dan lama. Distosia bahu juga lebih sering terjadi pada wanita yang obesitas, memiliki diabetes, atau memiliki riwayat melahirkan bahi dengan distosia bahu.

Prolaps Tali Pusat adalah tali pusat yang mendahului bayi keluar melalui vagina. Ketika tali pusat keluar lebih dulu dari jalan lahir, tubuh janin dapat menekan tali pusat sehingga menghentikan suplai darah janin.

- Lilitan Tali Pusat, yaitu tali pusat yang melilit, melingkari leher janin. Sebelum bayi dilahirkan, terkadang adanya lilitan tali pusat bisa dideteksi dengan pemeriksaan ultrasonografi. Dokter secara rutin akan memeriksa lilitan tali pusat hingga bayi dilahirkan. Jika memungkinkan, tali pusat bisa dilepaskan keluar kepala bayi. Terkadang, jika tali pusat sangat erat melingkari leher bayi, tali pusat kemudian dijepit dan dipotong sebelum bahu dilahirkan.

REFERENSI

- M, Julie S. Fetal Distress. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

- M, Julie S. Abnormal Position and Presentation of The Fetus. Merck Manual. 2013.

- M, Julie S. Multiple Births. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

- M, Julie S. Shoulder Dystocia. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

- M, Julie S. Prolapsed Umbilical Cord. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

- M, Julie S. Nuchal Cord. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

Gluco DR Activa

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
DR ANAK SUBSPESIALIS PERINATALOGI
DOKTER SPESIALIS KEBIDANAN DAN KANDUNGAN
 
 
Artikel Terkait

Info Penyakit

Bayi Besar untuk Masa Kehamilan (BMK)
Bayi Besar untuk Masa Kehamilan (BMK)

Deskripsi : Seorang bayi baru lahir yang
Baca selengkapnya »

Kuru
Kuru

Deskripsi : Kuru adalah penyakit prion
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

SPASMO-CIBALGIN TABLET

Tablet 500 biji.

MILOZ AMPUL 5 MG ASKES (P)

Ampul 5 mg/5 mL x 10 biji.