nothing
Prosedur persalinan dan melahirkan - medicastore.com
nothing
Medicastore
Prosedur Persalinan dan Melahirkan

Prosedur_Persalinan_dan_Melahirkan.JPG

Sumber : http://commons.wikimedia.org

 
DEFINISI

Tindakan-tindakan untuk membantu persalinan dan kelahiran dapat diperlukan, terutama jika terjadi masalah-masalah tertentu saat kehamilan atau saat persalinan dan kelahiran. Tindakan-tindakan ini dapat berupa :

  • Induksi persalinan
  • Mempercepat atau memperlambat persalinan
  • Persalinan dari vagina dengan alat bantu, seperti ekstraktor vakum atau forsep
  • Operasi cesar

Induksi Persalinan 

Induksi persalinan adalah dimulainya persalinan secara buatan. 

Biasanya persalinan diinduksi dengan memberikan oxytocin, yaitu hormon yang membuat rahim berkontraksi lebih sering dan lebih kuat. Oxytocin yang diberikan identik dengan oxytocin alami yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari. Oxytocin diberikan melalui infus sehingga jumlah obat yang diberikan dapat diatur dengan tepat.

Sebelum kontraksi rahim dapat diinduksi, leher rahim harus menipis dan sudah siap untuk membuka (dilatasi) sehingga bayi dapat dilahirkan. Terkadang diberikan prostaglandin untuk membantu penipisan dan pembukaan leher rahim. Selain itu, dapat juga dimasukkan selang (kateter) dengan balon ke dalam leher rahim. Balon kemudian dikembangkan untuk melebarkan leher rahim.

Masalah-masalah pada kehamilan yang biasanya membutuhkan induksi persalinan antara lain tekanan darah tinggi dengan adanya protein pada air kemih (pre-eklampsia) pada ibu hamil atau adanya tanda-tanda bahwa kondisi janin tidak baik.

Persalinan tidak diinduksi jika wanita memiliki riwayat pembedahan pada rahim, riwayat operasi cesar, atau memiliki herpes genitalia aktif. Persalinan juga tidak diinduksi jika janin tidak berada dalam posisi yang normal, janin berukuran terlalu besar, atau jika plasenta melekat pada posisi yang tidak benar.

Selama proses induksi dan persalinan, detak jantung janin akan dipantau. Jika proses induksi persalinan tidak berhasil, maka bayi akan dilahirkan melalui operasi cesar.

Augmentasi Persalinan 

Augmentasi persalinan dilakukan jika proses persalinan terlalu lambat atau jika kontraksi rahim tidak efektif untuk membuat janin keluar melalui jalan lahir. Augmentasi persalinan dilakukan dengan memberikan oxytocin untuk menstimulasi kontraksi rahim sehingga lebih kuat.

Melambatkan Persalinan

Persalinan dapat diperlambat secara buatan. Tindakan ini biasanya dilakukan jika kontraksi rahim terlalu kuat dan atau terjadi terlalu dekat. Kontraksi rahim seperti itu dapat membahayakan janin dan juga meningkatkan rasa nyeri pada ibu yang melahirkan. Jika oxytocin sebelumnya digunakan untuk menstimulasi kontraksi, maka oxytocin harus segera dihentikan. Ibu akan diposisikan kembali dan diberikan obat pereda nyeri. Tetapi jika tidak ada obat yang digunakan untuk menstimulasi kontraksi, maka ibu dapat diberikan obat untuk memperlambat persalinan untuk menghentikan atau memperlambat kontraksi rahim.

Persalinan Melalui Vagina dengan Bantuan Alat

Persalinan melalui vagina dapat dibantu dengan menggunakan alat, yaitu ekstraktor vakum atau forsep.

Ekstraktor vakum terdiri dari mangkuk kecil yang terbuat dari bahan seperti karet yang terhubung dengan sebuah vakum. Alat ini dimasukkan ke vagina dan dilekatkan ke kepala janin dengan menggunakan hisapan vakum. Saat rahim berkontraksi dan ibu mengedan, dokter atau bidan akan menarik dengan perlahan untuk membantu melahirkan bayi. Jika persalinan dengan ekstraksi vakum telah dicoba dan tidak berhasil, maka biasanya akan dilakukan operasi cesar. Ekstrasi vakum bisa membuat pembengkakan kecil pada kepala bayi, yang akan menghilang dengan cepat. Mangkok penghisap juga dapat membuat memar pada kulit kepala bayi atau menyebabkan perdarahan pada mata bayi (perdarahan retina). Selain itu, risiko terjadinya distosia bahu dan jaundice juga meningkat. Tindakan ini tidak dilakukan jika usia kehamilan kurang dari 34 minggu, karena kepala bayi masih terlalu lunak.

Forsep adalah alat yang terbuat dari besi dan berbentuk seperti sendok besar dengan bagian tepi yang bulat dan pas untuk mengelilingi kepala janin. Forsep diletakkan hati-hati di kepala bayi dan disatukan pada bagian pegangannya. Saat rahim berkontraksi dan ibu mengedan, dokter akan menarik bayi secara perlahan-lahan untuk membantu melahirkan bayi.

Forsep dapat meninggalkan sedikit jejas pada wajah bayi, tetapi jejas ini akan menghilang dengan sendirinya. Pada kasus yang jarang, pemakaian forsep dapat membuat bayi memar atau dapat juga membuat robekan pada daerah antara vagina dengan anus (perineum).

Melahirkan dengan ekstraksi vakum atau forsep dapat dilakukan pada situasi-situasi berikut :

  • Ketika janin dalam bahaya dan harus segera dilahirkan
  • Ketika ibu mengalami kesulitan dalam mengedan
  • Ketika persalinan berlangsung lama
  • Ketika ibu memiliki gangguan (misalnya gangguan jantung) yang membuat ibu tidak disarankan untuk mengedan terlalu kuat

Operasi Cesar

Operasi cesar adalah tindakan pembedahan untuk melahirkan bayi dengan membuat sayatan pada perut dan rahim ibu.

Operasi cesar dilakukan jika dipertimbangkan lebih aman untuk ibu, bayi, atau keduanya jika bayi dilahirkan dengan operasi cesar dibandingkan dengan persalinan melalui vagina, misalnya pada situasi-situasi berikut :

  • Ketika proses persalinan berlangsung lama
  • Ketika janin berada dalam posisi yang abnormal, misalnya sungsang
  • Ketika detak jantung janin tidak normal, menandakan adanya gawat janin
  • Ketika terjadi perdarahan vagina yang berlebihan, menandakan bahwa plasenta mungkin telah terlepas dari rahim lebih cepat
  • Ketika ibu memiliki riwayat lebih dari satu kali operasi cesar sebelumnya

Di masa lalu, seorang wanita yang sekali menjalani operasi cesar akan dianjurkan untuk menjalani operasi cesar kembali pada kehamilan-kehamilan berikutnya. Hal ini disebabkan oleh pertimbangan akan kemungkinan jaringan parut pada rahim, bekas operasi cesar sebelumnya, dapat terbuka (robek) saat persalinan. Namun, saat ini risiko robekan setelah operasi cesar telah berkurang, yaitu jika sayatan saat operasi cesar dibuat pada bagian bawah rahim. Untuk itu, jika seorang wanita pernah menjalani hanya satu kali operasi cesar dan sayatan dibuat pada bagian bawah rahim, maka ia dapat memilih untuk melahirkan secara normal (melalui vagina). Namun, jika seorang wanita telah menjalani lebih dari satu kali operasi cesar, maka dianjutkan untuk dilakukan operasi cesar pada kehamilan-kehamilan selanjutnya.

Jika seorang wanita memilih untuk melahirkan secara normal (melalui vagina) setelah dulunya pernah sekali menjalani operasi cesar, maka ia harus tetap merencanakan persalinan dilakukan di rumah sakit yang dilengkapi dengan peralatan untuk operasi cesar, karena hanya sekitar 60-80% persalinan normal yang berhasil dilakukan oleh wanita yang pernah sekali menjalani operasi cesar. Selain itu, masih terdapat risiko yang sangat kecil untuk terjadinya robekan pada rahim.

REFERENSI

- M, Julie S. Labor and Delivery Procedures. Merck Manual Handbook. 2013. 

- M, Julie S. Induction of Labor. Merck Manual Handbook. 2013. 

- M, Julie S. Augmentation or Slowing of Labor. Merck Manual Handbook. 2013. 

- M, Julie S. Operative Vaginal Delivery. Merck Manual Handbook. 2013. 

- M, Julie S. Cesarean Delivery. Merck Manual Handbook. 2013. 

- Mayo Clinic. Forceps Delivery. 2012. 

- Mayo Clinic. Vacuum Extraction. 2012. 

- NHS. Forceps or Vacuum Delivery. 2013. 

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
DOKTER SPESIALIS KEBIDANAN DAN KANDUNGAN
 
 
Artikel Terkait

Info Penyakit

Sindroma Sakit Eutiroid
Sindroma Sakit Eutiroid

Deskripsi : Sindroma sakit eutiroid (Euthyroid sick
Baca selengkapnya »

Kram
Kram

Deskripsi : Saat kita menggerakan tubuh, otot-otot
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

PULMODEX TABLET 500 MG

Tablet 500 mg x 100 biji.

NATURICA SHARK CARTILAGE CAPSULE

Kapsul 750 mg x 60'S