nothing
Informasi Pusing (Pening) - medicastore.com
nothing
Medicastore
Pusing (Pening)

Pusing_(Pening).JPG

Sumber : http://www.whatcausesthis.com

 
DEFINISI

Pusing bisa terjadi pada usia berapapun tetapi menjadi lebih sering dengan bertambahnya usia. Gangguan ini terjadi pada sekitar 40% penderita berusia diatas 40 tahun. Pusing bisa mengganggu, terutama saat sedang beraktivitas, misalnya saat sedang berkendara atau mengoperasikan mesin berat. Seseorang yang mengalami pusing menetap atau jika sampai mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya memeriksakan dirinya ke dokter.

Dokter biasanya menggolongkan pusing sebagai :

  • Perasaan lemah, seperti melayang, atau kepala terasa ringan
  • Kehilangan keseimbangan
  • Vertigo
  • Campuran jenis di atas
  • Bukan jenis di atas
Tahukah Anda
  • Sekitar 95% pusing tidak disebabkan oleh gangguan yang serius.
  • Pada orang yang lebih tua, pusing seringkali terjadi, tetapi tidak memiliki penyebab yang jelas.

Pusing bisa bersifat sementara atau kronis. Pusing dikatakan kronis jika berlangsung lebih dari sebulan. Pusing kronis lebih sering terjadi pada orang yang lebih tua. Pusing kronis seringkali sulit untuk dikelompokkan karena seringkali melibatkan lebih dari satu sebab dan karena hal ini terlihat berbeda pada waktu yang berbeda-misal, seperti seperti sakit kepala ringan suatu waktu dan seperti vertigo kemudian.

PENYEBAB

Meskipun pusing bisa mengganggu dan membuat seseorang tidak dapat beraktivitas, tetapi hanya sekitar 5% kasus yang disebabkan oleh kelainan yang serius. Pusing memiliki banyak sebab, karena banyak bagian tubuh yang bekerja bersama untuk menjaga keseimbangan, yaitu :

  • telinga bagian dalam
  • mata (menyediakan penglihatan yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan)
  • otot dan persendian
  • otak (terutama batang otak dan cerebelum)
  • saraf yang menghubungkan semua bagian

Setiap jenis pusing cenderung memiliki penyebab yang khas, misalnya rasa lemah dan melayang dapat terjadi akibat penurunan tekanan darah yang tiba-tiba atau dari gangguan lain yang menyebabkan kurangnya suplai darah ke otak. Pada gangguan ini, jantung tidak mampu untuk memompa darah dengan cukup ke otak atau terjadi sumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah ke otak.

Hilangnya keseimbangan dapat disebabkan oleh gangguan penglihatan, karena tubuh bergantung pada penglihatan untuk menjaga keseimbangan. Hilangnya keseimbangan juga dapat disebabkan oleh gangguan pada sistem tulang dan otot, misalnya kelemahan otot sehingga terjadi gangguan dalam berjalan. Penyebab lainnya meliputi pemakaian obat-obat tertentu, misalnya sedatif dan obat anti kejang, dan gangguan pada telinga bagian dalam.

GEJALA
Penggolongan Pusing/Pening
Jenis
Uraian
Beberapa Penyebab yang Mungkin
Rasa ringan, melayang, seperti mau pingsan Seseorang merasa gelap ketika berdiri. Tekanan darah turun ketika berdiri (orthostatic hypotension) Dehidrasi
Kehilangan darah yang banyak
Sumbatan aliran darah dari jantung (aortic valve stenosis)
Ritme jantung tidak normal
Kelebihan pengobatan (khususnya obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah).
Gangguan sistem saraf (diabetic auronomic neuropathy, multisystem atrophy)
Hilangnya keseimbangan Seseorang merasa goyah dan hampir jatuh bahkan ketika kekuatan ototnya normal. Gangguan telinga bagian dalam (vertigo).
Gangguan cerebellar (ataksia yang berhubungan dengan stroke, alcoholism kronis).
Gangguan basal ganglia (penyakit Parkinson, demensia tubuh Lewy, kelumpuhan supranuclear progresif).
Hilangnya sensasi posisi pada kaki.
(Pada penyakit neuropati atau korda spinalis)
Gangguan penglihatan, misalnya pada pemakaian kacamata baru, penglihatan ganda, operasi katarak.
Pengobatan berlebihan dengan obat penenang, anticonsulvant, atau obat-obatan lain.
Keracunan alkohol.
Vertigo Seseorang atau orang di sekitarnya merasa bergerak atau berputar. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)
Vestibular neuritis
Penyakit Meniere
Infeksi telinga bagian tengah
Migren
Mabuk perjalanan
Suplai darah yang berkurang menuju batang otak dan cerebellum (vertebrobasilar insufficiency), seperti yang terjadi pada stroke atau serangan ischemic transient (TIA transient ischemic attack).
Pengaruh obat pada telinga bagian dalam, misalnya aminoglycoside, aspirin, cisplatin (obat kemoterapi), furosemide (diuretik), dan kuinin.
Vaguely “lightheaded” Pusing, lepas dari dunia atau berada dalam serangan panik. Bernafas cepat dan dalam (hyperventilation dengan serangan panik
Gangguan gelisah.
Depresi dengan perasaan disasosiasi dari dunia.
DIAGNOSA

Sebelum pusing diobati, pertama-tama perlu dipastikan dulu penyebab terjadinya pusing. Penderita perlu menjelaskan secara rinci sensasi yang dirasakan : apakah perasaan selama gangguan tersebut adalah pusing, kepala terasa ringan, hilang keseimbangan, perasaan berputar atau bergerak sendiri atau sekitarnya (vertigo), atau rasa lainnya. Selain itu juga perlu diketahui durasi dan apakah ada sesuatu yang memicu atau menghilangkannya, dan apakah terdapat gejala-gejala lainnya, seperti sakit kepala, tuli, suara berdenging pada telinga (tinnitus), gangguan penglihatan, kelemahan, atau kesulitan berjalan. Penjelasan yang rinci membantu untuk menentukan dengan tepat sifat pusingnya dan bisa memberi perkiraan penyebabnya.

Pemeriksaan fisik dapat dilakukan untuk mereproduksi (menimbulkan) kembali gejala-gejala tersebut. Penurunan tekanan darah pada saat berdiri (hipotensi orthostatic) adalah salah satu penyebab paling umum pada pusing/pening. Oleh karena itu, dokter berusaha untuk menimbulkan penurunan tekanan darah dengan mengubah posisi orang tersebut dan melihat apakah gejala-gejala tersebut terjadi ketika tekanan darah diubah. Dokter akan mengukur tekanan darah dan denyut ketika orang tersebut berbaring setelah 5 sampai 10 menit, kemudian saat duduk, dan lagi saat berdiri. Perubahan pada tekanan darah dapat disebabkan oleh dehidrasi. Untuk itu perlu dilihat apakah terdapat tanda-tanda dehidrasi. Selain itu juga dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Penderita dapat diminta untuk melakukan manuver valsalva (yaitu dengan mengeluarkan nafas dengan kuat bersamaan mulut tertutup seperti jika bersusah payah ketika buang air besar). Tindakan tersebut dapat memperlambat denyut jantung sementara, sehingga bisa menimbulkan pusing. Electrocardiography (ECG), Holter monitoring untuk kelainan irama jantung, echocardiography, dan olahraga uji stress juga bisa dilakukan untuk menilai fungsi jantung.

Beberapa tes bisa digunakan untuk menilai keseimbangan dan gaya berjalan, seperti tes Romberg. Tes keseimbangan lain dilakukan dengan cara penderita berjalan menapaki garis lurus dengan satu kaki di belakang yang lain.

Tes penglihatan dilakukan, dan pemeriksaan apakah terdapat gerakan mata yang tidak normal (seperti nystagmus). Jika gangguan dicurigai merupakan vertigo, dokter dapat melakukan tes khusus untuk memunculkan kembali gejala-gejala. Sebagai tambahan, tes pendengaran bisa digunakan untuk mendeteksi gangguan telinga bagian dalam yang mempengaruhi baik keseimbangan dan pendengaran.

Pemeriksaan tambahan bisa meliputi computed tomography (CT) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) kepala. Pemeriksaan ini sangat berguna jika ada dugaan bahwa terdapat gangguan suplai darah menuju otak yang menyebabkan munculnya gejala-gejala yang mirip dengan stroke. Sebagai tambahan, CT angiography, magnetic resonance angiographyv (MRA), atau cerebral angiography bisa memperlihatkan apakah pembuluh darah yang menuju otak menyempit atau tersumbat. CT angiography dan MRA tidak menyakitkan dan biasanya lebih dianjurkan daripada cerebral angiography.

Jika penyebab pusing tidak ditemukan, maka dapat dipikirkan apakah kemungkinan diakibatkan oleh penyebab psikologis. Beberapa pemeriksaan dapat membantu untuk mengidentifikasi adanya depresi, gangguan somatisasi, dan masalah psikologi lainnya yang bisa menimbulkan rasa pusing atau rasa tidak menyatu dengan dunia. Jika tidak ada penyebab yang teridentifikasi, maka perlu dilakukan pemeriksaan ulang secara periodik.

PENGOBATAN

Pengobatan spesifik diberikan berdasarkan penyebab yang dikenali. Pemberian cairan yang cukup biasanya akan memperbaiki hipotensi ortostatik yang disebabkan oleh dehidrasi. Obat-obatan, seperti mineralokortikoid, dapat diberikan pada orang dengan hipotensi ortostatik akibat disfungsi sistem saraf otonom. Jika penyebab pusing adalah obat-obatan tertentu, maka perlu dilakukan pengurangan dosis obat atau penghentian pemakaian obat tersebut. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) seringkali dapat dihilangkan dengan gerakan memutar kepala yang sederhana (manuver Epley) oleh dokter. Jika diduga gejala-gejala tersebut seperti stroke, maka juga harus diatasi faktor-faktor risikonya, misalnya dengan pemberian obat antiplatelet atau pemasangan stent pada arteri yang tersumbat. 

Tanpa melihat penyebabnya, obat-obat dapat diberikan untuk mengatasi gejala-gejala yang menyertai (misalnya mual) atau untuk mencegah turunnya tekanan darah.

Pengaruh Usia

Dengan bertambahnya usia, tubuh mendapat pengaruh pada keseimbangan beberapa fungsi tubuh, misalnya seseorang menjadi lebih sulit untuk melihat pada cahaya yang redup, dan adanya gangguan pada struktur telinga bagian dalam. Mekanisme pengendalian tekanan darah menjadi kurang responsif terhadap perubahan-perubahan tubuh dalam kebutuhan suplai darah, akibatnya tekanan darah dapat turun ketika seseorang berdiri (hipotensi ortostatik) atau setelah makan (hipotensi postprandial), bahkan orang tersebut dapat merasa lemah seperti akan pingsan. Biasanya, pusing tidak hanya disebabkan oleh perubahan usia saja. Pusing lebih sering terjadi pada seseorang yang memiliki gangguan tertentu atau memakai obat-obat tertentu yang ikut menyebabkan terjadinya pusing. 

Gangguan-gangguan tertentu dapat berkontribusi pada timbulnya rasa pusing, misalnya gangguan jantung dan stroke. Gangguan-gangguan ini lebih sering terjadi pada orang-orang tua. Begitu juga nyeri akibat arthritis yang membatasi seseorang untuk berjalan. Orang-orang tua juga dapat merasa atau takut diabaikan ketika mereka mulai tidak dapat hidup mandiri lagi. Depresi dapat menyebabkan seseorang menjadi apatis dan merasa terbuang dari dunia. Selain itu, seseorang yang mengalami depresi biasanya kehilangan minat pada berbagai aktivitas. Menjadi tidak aktif dapat mempercepat terjadinya osteoporosis dan kelemahan otot akibat tidak digunakan. Dengan demikian, seseorang dapat merasa lemas, goyah, seperti mau jatuh, dan gelisah jika akan berjalan karena takut jatuh dan patah tulang. 

Orang tua juga lebih sering mengkonsumsi obat-obat yang dapat berkontribusi pada timbulnya rasa pusing. Obat-obat ini meliputi obat-obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi, nyeri dada, gagal jantung, kejang, atau kecemasan, dan juga obat antibiotika, antihistamin, dan obat tidur tertentu. 

Dua gangguan pada telinga bagian dalam yang sering menyebabkan timbulnya pusing pada orang tua, yaitu benign paroxysmal positional vertigo dan penyakit Meniere.

Pada orang tua, pusing kronis meningkatkan risiko untuk jatuh dan patah tulang serta menurunkan kemampuan mereka dalam beraktivitas. Pusing kronis biasanya memiliki banyak penyebab sehingga menjadi sulit untuk diatasi. Pengobatan sedapat mungkin diberikan untuk memperbaiki faktor-faktor yang bisa menyebabkan pusing.

Jika pusing tidak hilang meskipun sudah diobati, seseorang dapat mempelajari beberapa cara untuk membantu meringankannya, misalnya dengan :

  • Menghindari gerakan-gerakan yang dapat memicu timbulnya rasa pusing, misalnya melihat ke atas atau membungkuk
  • Menyimpan benda-benda pada tempat-tempat dengan ketinggian yang mudah diraih
  • Bangun perlahan-lahan setelah duduk atau berbaring
  • Mengepalkan tangan dan menekuk kaki sebelum berdiri
  • Melakukan olahraga yang membutuhkan kombinasi gerakan mata, kepala, dan tubuh untuk mencegah terjadinya pusing
  • Melakukan terapi fisik dan olahraga untuk memperkuat otot-otot dan menjaga kemampuan berjalan selama mungkin  

REFERENSI

- J, Michael. Dizziness. Merck Manual Home Health Handbook. 2007.

Info Penyakit

Leukoensefalopati Multifokal Progresif
Leukoensefalopati Multifokal Progresif

Deskripsi : Leukoensefalopati Multifokal Progresif merupakan penyakit
Baca selengkapnya »

Penyakit Granulomatous Kronis
Penyakit Granulomatous Kronis

Deskripsi : Penyakit granulomatosa
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

ZUMABLOK TABLET 100 MG

Tablet 100 mg x 3 x 10 biji.

NICHOVITON CAPLET

Kaplet Salut Selaput 5 x 10's.