nothing
Gangguan Kecemasan Berpisah (Separation Anxiety Disorder)
nothing
Medicastore
Gangguan Kecemasan Berpisah

Gangguan_Kecemasan_Berpisah_(Separation_Anxiety_Disorder).JPG

Sumber : http://www.childanxietyfindings.com

 
DEFINISI

Kecemasan untuk berpisah (Separation Anxiety) adalah rasa takut yang dialami oleh anak kecil bahwa orang tuanya akan meninggalkan mereka. Rasa cemas atau takut ini normal dialami oleh anak-anak yang masih kecil (sekitar usia 8-14 bulan). Anak biasanya akan masuk dalam tahap dimana mereka sangat melekat dengan orang tuanya dan takut terhadap orang atau tempat lain yang baru. Rasa cemas ini biasanya akan mulai hilang setelah anak berusia 2 tahun. Ketika rasa takut ini terjadi pada anak yang berusia di atas 6 tahun, dimana rasa takut itu berlebihan dan berlangsung selama lebih dari 4 minggu, maka anak mungkin mengalami gangguan kecemasan berpisah (separation anxiety disorder).

Adanya rasa cemas normal terjadi saat anak meninggalkan orang tua atau rumah, misalnya saat mulai sekolah. Tetapi rasa cemas ini seharusnya akan menghilang seiring dengan berjalannya waktu. Jika rasa cemas yang terjadi sangat berlebihan, sampai membuat anak tidak mau pergi sekolah atau tidak mau bermain dengan anak-anak seusianya, maka kecemasan ini kemungkinan sudah tidak normal (gangguan kecemasan untuk berpisah).

Gangguan kecemasan berpisah merupakan suatu keadaan dimana anak menjadi takut dan cemas saat berada jauh dari rumah atau terpisah dari orang yang disayangi (biasanya orang tua atau pengasuhnya). Beberapa anak juga mengalami adanya gejala-gejala fisik, seperti sakit kepala atau sakit perut, saat memikirkan bahwa dirinya akan berpisah. Rasa takut untuk berpisah ini menyebabkan tekanan yang besar pada anak dan dapat mengganggu aktivitas normal anak, misalnya pergi ke sekolah atau bermain dengan anak-anak lainnya.

PENYEBAB

Gangguan kecemasan untuk berpisah kemungkinan disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan, ketimbang oleh hanya satu faktor.

Gangguan ini seringkali terjadi setelah adanya suatu kejadian traumatik atau yang sangat menekan kehidupan anak, misalnya dirawat inap di rumah sakit, kematian orang yang disayangi atau hewan peliharaan, atau pindah ke lingkungan yang lain (pindah rumah atau pindah sekolah).

Anak-anak yang memiliki orang tua yang sangat protektif bisa lebih rentan untuk mengalami gangguan kecemasan berpisah. Selain itu, bukti bahwa anak-anak dengan gangguan kecemasan untuk berpisah seringkali memiliki anggota keluarga dengan gangguan cemas atau gangguan mental lainnya menunjukkan bahwa ada kemungkinan gangguan tersebut bisa diturunkan.

GEJALA

Pada gangguan kecemasan untuk berpisah, kecemasan yang terjadi jauh lebih besar dan melebihi yang seharusnya terjadi pada anak-anak seusianya dan pada tahap perkembangan yang dialami. Gangguan kecemasan untuk berpisah umumnya terjadi pada anak kecil dan jarang terjadi terjadi setelah masa pubertas.

Anak-anak mengalami tekanan yang besar saat dipisahkan dari rumah atau dari orang yang sangat melekat padanya. Peristiwa dramatis umumnya terjadi saat melakukan perpisahan. Peristiwa perpisahan biasanya menyakitkan baik untuk orang tua maupun anak. Anak seringkali menangis dan memohon dengan putus asa agar orang tuanya tidak pergi meninggalkannya. Jika peristiwa tersebut bertambah lama, maka perpisahan akan menjadi semakin sulit. Jika orang tua juga pencemas, maka anak akan menjadi semakin cemas, demikian seterusnya.

Setelah orang tua pergi, anak ingin dipersatukan kembali dengan orang tuanya. Anak biasanya ingin tahu dimana orang tuanya berada dan merasa takut bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk pada dirinya atau orang tuanya.

Pergi sendirian tanpa orang tua membuat anak merasa tidak nyaman. Anak bisa menolak untuk pergi sekolah, berkemah, atau menginap di rumah teman. Beberapa anak tidak bisa berada sendirian di dalam suatu ruangan, mereka biasanya melekat pada orang tua, atau membuntuti orang tua mereka di sekeliling rumah.

Kesulitan seringkali terjadi saat waktu tidur. Anak dengan gangguan kecemasan berpisah bisa memaksa orang tua atau pengasuhnya untuk tetap berada bersamanya sampai ia tidur. Mimpi buruk bisa menunjukkan adanya ketakutan pada anak. Anak seringkali juga mengalami gejala-gejala fisik.

Anak biasanya tampak normal saat ada orang tuanya. Akibatnya, gangguan bisa tampak lebih ringan dibanding sebenarnya. Semakin lama gangguan berlangsung, maka semakin berat gangguan yang terjadi.

DIAGNOSA

Diganosa didasarkan pada deskripsi mengenai perilaku anak di masa lalu dan terkadang pengamatan pada peristiwa perpisahan yang dialami anak. Gangguan baru didiagnosa jika gejala berlangsung setidaknya selama satu bulan dan menyebabkan tekanan yang besar atau sangat mengganggu anak dalam beraktivitas.

PENGOBATAN

Diperlukan terapi perilaku. Terapi ini melibatkan orang tua dan pengasuhnya untuk membuat saat perpisahan menjadi sesingkat mungkin dan mengajarkan mereka bagaimana bereaksi terhadap protes yang diberikan oleh anak. Psikoterapi individu dan keluarga juga dapat membantu.

Tujuan terapi adalah membuat anak untuk bisa kembali sekolah. Dengan membuat anak memiliki keterikatan pada salah satu orang dewasa di sekolah juga mungkin bisa membantu. Namun jika gangguan yang terjadi bersifat berat, maka bisa digunakan obat-obat untuk mengurangi rasa cemas.

Anak-anak bisa mengalami kekambuhan setelah masa liburan. Untuk itu, orang tua seringkali disarankan untuk mengatur agar ada waktu-waktu berpisah dengan anak selama masa ini sehingga membantu anak tetap terbiasa berada jauh dari mereka.

PENCEGAHAN

Tidak ada cara yang diketahui dapat mencegah terjadinya gangguan kecemasan untuk berpisah, tetapi dengan mengenali dan menindaklanjuti adanya gejala-gejala yang muncul bisa meminimalkan tekanan pada anak dan mencegah gangguan yang membuat anak tidak mau berpisah (misalnya untuk pergi sekolah). Selain itu, anak juga perlu diberikan dukungan agar bisa mandiri dan percaya diri, sehingga dapat membantu mencegah terjadinya kecemasan di kemudian hari.

REFERENSI

- E, Roxanne D. Separation Anxiety Disorder. Medicine Net. 2010.

- G, Joseph. Separation Anxiety in Children. Web MD. 2012.

- J, Hugh F. Anxiety Disorders in Children. Merck Manual Home Health Handbook. 2009.

- P, Elizabeth J. Separation Anxiety. Merck Manual Home Health Handbook. 2009.

Nutracare

Info Penyakit

Familial Adenomatous Polyposis
Familial Adenomatous Polyposis

Deskripsi : Familial adenomatous polyposis merupakan suatu
Baca selengkapnya »

Sakit Kepala Tension atau Tension Type Headache (TTH)
Sakit Kepala Tension atau Tension Type Headache (TTH)

Deskripsi : Tension Headache atau Tension Type
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

ALLOHEX TABLET

Tablet 10 mg x 5 x 10's.

PEDAB TABLET

Tablet 80 mg x 10 x 10's

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com