nothing
Mata Merah Karena Alergi (Konjungtivitis Alergika)
nothing
Medicastore
Konjungtivitis Alergika

Mata_Merah_Karena_Alergi_(Konjungtivitis_Alergika) 1.jpg

Sumber : http://allergydiagnosis.in

 
DEFINISI

Konjungtivitis Alergika adalah suatu peradangan pada konjungtiva (selaput yang menutupi kelopak mata bagian dalam dan permukaan luar mata) karena reaksi alergi.

PENYEBAB

Pada sebagian besar penderita, konjungtivitis alergika merupakan bagian dari sindroma alergi yang lebih luas, misalnya rinitis alergika musiman. Tetapi konjungtivitis alergika bisa juga terjadi pada seseorang yang mengalami kontak langsung dengan zat-zat di dalam udara, seperti serbuk sari, spora jamur, debu dan bulu binatang.

Allergen yang menyebabkan konjungtivitis alergika bisa terdapat di udara, misalnya serbuk sari atau asap. Atau terdapat pada tangan dan masuk mengenai mata saat sedang mengusap mata. Ketika mata terpapar oleh suatu alergen secara berulang, maka tubuh akan bereaksi dan menghasilkan antibodi. Ketika berikutnya mata terpapar kembali oleh alergen-alergen ini, maka akan terjadi reaksi alergi pada mata yang disebut konjungtivitis alergika.

Bentuk konjungtivitis alergika yang lebih berat adalah keratokonjungtivitis vernal. Stimulan (alergen) penyebabnya tidak diketahui. Keadaan ini paling sering terjadi pada anak laki-laki, terutama pada usia 5-20 tahun, yang juga memiliki asma, eksim, atau alergi musiman. Keratokonjungtivitis biasanya kambuh setiap musim semi dan mereda pada musim gugur dan musim dingin. Keratokonjungtivitis biasanya tidak kambuh lagi setelah anak memasuki masa dewasa muda.

GEJALA

Bagian putih mata menjadi merah dan bengkak, mata terasa gatal, panas, dan berair. Selain itu juga dapat ditemukan kelopak mata yang membengkak dan merah. Konjungtivitis alergika biasanya terjadi pada kedua mata, tetapi adakalanya mata yang satu dapat lebih terkena dibandingkan mata yang lain.

Pada keratokonjungtivitis vernal, sekret mata tebal dan lebih kental. Selain itu, keratojonjungtivitis vernal seringkali mengenai kornea dan dapat terbentuk ulkus (luka) yang nyeri pada kornea, sehingga menyebabkan menurunnya penglihatan yang menetap.

DIAGNOSA

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Pada cairan hidung ditemukan banyak eosinofil (salah satu jenis sel darah putih). Tes kulit terhadap alergen yang diduga menjadi penyebab terjadinya reaksi alergi menunjukkan hasil positif.

PENGOBATAN

Setelah diagnosa dipastikan, dokter bisa memberikan obat tetes mata yang mengandung antihistamin untuk kasus-kasus yang ringan, biasanya dikombinasi dengan vasokonstriktor untuk mengurangi kemerahan pada mata. Tetapi antihistamin maupun kandungan lain di dalam larutan tetes mata sendiri terkadang bisa memperburuk reaksi alergi yang terjadi, sehingga biasanya lebih disukai pemberian antihistamin per-oral (diminum).

Tetes mata yang mengandung kortikosteroid bisa digunakan pada kasus yang berat, tetapi pemakaiannya harus hati-hati dan sesuai dengan petunjuk dokter, karena bisa menyebabkan berbagai komplikasi, seperti glaukoma, katarak, atau risiko terkena infeksi lainnya.

PENCEGAHAN

Mencuci mata dengan cairan pencuci mata bisa membantu mengurangi iritasi. Penderita sebaiknya menghindari bahan yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Selama terjadi konjungtivitis, sebaiknya lensa kontak tidak dipasang.

REFERENSI

- North Texas Allergy and Asthma Associates. Allergic Conjungtivitis.

- R, Melvin. Allergic Conjunctivitis. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

Family Dr Corine de farme

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
DOKTER SPESIALIS MATA
 
 
Artikel Terkait

Info Penyakit

Keseimbangan Cairan
Keseimbangan Cairan

Deskripsi : Duapertiga dari berat badan adalah
Baca selengkapnya »

Dermatitis Kontak
Dermatitis Kontak

Deskripsi : Dermatitis Kontak adalah peradangan yang
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

EXAFLAM TABLET 50 MG

Tablet 50 mg x 5 x 10 biji.

CALSIVAS TABLET 10 MG

Tablet 10 mg x 3 x 10 biji