nothing
Infeksi Amuba yang Hidup Bebas - medicastore.com
nothing
Medicastore
Infeksi Amuba yang Hidup Bebas

Infeksi_Amuba_yang_Hidup_Bebas.JPG

Sumber : http://people.tribe.net

 
DEFINISI

Amuba yang hidup bebas adalah protozoa yang hidup di tanah atau air dan tidak perlu hidup pada manusia atau hewan. Meskipun amuba ini jarang menyebabkan infeksi pada manusia, jenis amuba tertentu dapat menyebabkan penyakit yang serius dan mengancam nyawa. Penyakit yang paling sering disebabkan oleh amuba yang hidup bebas adalah meningoensefalitis amuba, ensefalitis amuba granulomatosa, dan keratitis amuba.

PENYEBAB

Meningoensefalitis Amuba Primer

Penyakit ini disebabkan oleh parasit Naegleria fowleri. Amuba ini hidup di air tawar, seringkali pada air yang tergenang, dan terdapat di seluruh dunia. Ketika manusia berenang di air yang terkontaminasi, amuba ini dapat masuk ke dalam sistem saraf pusat melalui membran mukosa hidung. Ketika amuba mencapai otak, maka akan terjadi peradangan, kematian jaringan, dan perdarahan.

Sumber : www.medicaldaily.com

Ensefalitis Amuba Granulomatosa

Infeksi ini disebabkan oleh spesies Acanthamoeba atau Balamuthia mandrillaris. Amuba penyebabnya hidup di air, tanah, dan debu di seluruh dunia. Banyak orang yang terpapar, tetapi hanya sedikit yang terinfeksi. Penyakit ini biasanya terjadi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau memiliki kesehatan umum yang buruk. Amuba kemungkinan masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau paru-paru dan menyebar ke otak melalui aliran darah.

Keratitis Amuba

Keratitis amuba merupakan infeksi pada kornea yang disebabkan oleh spesies Acanthamoeba. Infeksi ini biasanya terjadi pada orang-orang yang menggunakan lensa kontak. Infeksi lebih mungkin terjadi jika lensa kontak digunakan saat berenang atau jika cairan pembersih lensa kontak yang digunakan tidak steril.

GEJALA

Meningoensefalitis Amuba Primer

Infeksi ini jarang terjadi, tetapi biasanya bersifat fatal karena mengenai sistem saraf pusat. Gejala awal biasanya berupa perubahan pada indra penciuman atau indra perasa. Penderita kemudian bisa mengalami sakit kepala, kaku kuduk, mual, muntah, dan sensitif terhadap cahaya. Selanjutnya, bisa terjadi kebingungan, mengantuk, dan kejang. Infeksi ini berkembang dengan cepat dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu 10 hari.

Ensefalitis Amuba Granulomatosa

Infeksi biasanya bersifat fatal karena mengenai sistem saraf pusat. Gejala muncul secara bertahap. Penderita bisa mengalami demam ringan, penglihatan kabur, perubahan kepribadian, gangguan dalam berbicara, koordinasi, atau penglihatan, serta kelumpuhan satu sisi tubuh atau wajah. Selain itu, bisa terbentuk luka-luka terbuka pada kulit. Sakit kepala dan kejang juga sering terjadi. Kebanyakan orang yang terinfeksi meninggal, biasanya dalam waktu 7-120 hari setelah gejala-gejala dimulai.

Keratitis Amuba

Biasanya terbentuk luka terbuka yang nyeri pada kornea. Gejala-gejala yang muncul berupa mata merah, berair, terasa seperti ada benda asing pada mata, dan nyeri saat terpapar cahaya yang terang. Penglihatan biasanya terganggu.

DIAGNOSA

Dugaan meningoensefalitis amuba primer didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan riwayat berenang di air tawar, tetapi diagnosis biasanya sulit untuk dikonfirmasi. Pemeriksaan cairan serebrospinal dilakukan untuk menyingkirkan penyebab lain terjadinya infeksi otak dan infeksi selaput otak. Namun, amuba belum tentu dapat ditemukan pada contoh cairan serebrospinal.

Pada ensefalitis amuba granulomatosa, biasanya dilakukan pemeriksaan CT scan dan punksi spinal. Pemeriksaan ini dapat membantu menyingkirkan kemungkinan penyebab yang lain, tetapi biasanya tidak dapat memastikan diagnosa. Luka terbuka biasanya mengandung amuba, sehingga bisa dilakukan biopsi pada luka.

Untuk mendiagnosa keratitis amuba, bisa dilakukan pemeriksaan contoh jaringan kornea.

PENGOBATAN

Pada meningoensefalitis amuba primer, sulit untuk menentukan terapi yang terbaik, karena hanya sedikit orang yang dapat bertahan hidup. Hanya sedikit obat anti-jamur dan antibiotik yang dapat mengatasinya. Namun, beberapa obat anti-jamur dan antibiotik dapat digunakan untuk mengatasi ensefalitis amuba granulomatosa.

Pada keratitis amuba, jika luka yang terbentuk berada di permukaan kornea, maka dapat digunakan aplikator khusus untuk mengangkat sel-sel yang rusak dan terinfeksi. Kombinasi dari dua atau lebih obat antimikroba dapat digunakan untuk mengatasi infeksi. Namun, jika terapi dihentikan terlalu cepat, maka infeksi lebih mungkin untuk kambuh kembali. Pembedahan untuk memperbaiki kornea (keratoplasty) jarang dilakukan kecuali jika diagnosis dan pengobatan terlambat.

REFERENSI

- P, Richard D. Amebic Infections Due to Free Living Amebas. Merck Manual. 2007.

Nutracare

Info Penyakit

Kompres Hangat dan Dingin
Kompres Hangat dan Dingin

Deskripsi : Kompres Hangat Kompres hangat
Baca selengkapnya »

Poliarteritis Nodosa
Poliarteritis Nodosa

Deskripsi : Poliarteritis nodosa merupakan
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

VENOSMIL TOPICAL GEL

Gel 2 % x 60 g x 1's.

MUCOPECT ORAL DROPS

Tetes 15 mg/ml x 20 ml.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com