nothing
Penyakit : Bell's Palsy - medicastore.com
nothing
Medicastore
Bell's Palsy

Bell's_Palsy 1.JPG

Sumber : http://www.yalemedicalgroup.org

 
DEFINISI

Bell's Palsy adalah suatu kelainan pada saraf wajah (Nervus Facialis / N. VII) yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan tiba-tiba pada otot di satu sisi wajah.
Saraf wajah adalah saraf kranial yang merangsang otot-otot wajah. Nervus Facialis berperan dalam menggerakan otot-otot wajah, menstimulasi kelenjar air liur dan juga kelenjar air mata, serta membuat lidah bagian depan dapat merasakan berbagai rasa. 

PENYEBAB

Penyebab Bell's Palsy terkadang tidak diketahui, tetapi diduga terjadi pembengkakan pada saraf wajah sebagai reaksi terhadap infeksi virus, penekanan atau berkurangnya aliran darah. 

GEJALA

Gejala awal dapat berupa timbulnya rasa nyeri di belakang telinga. Rasa nyeri tersebut dapat berkembang beberapa jam atau beberapa hari kemudian menjadi kelemahan pada otot-otot wajah. Kelemahan wajah terjadi secara tiba-tiba, dapat ringan atau sampai menyebabkan kelumpuhan total. Gangguan ini hanya mengenai satu sisi wajah, yang menyebabkan wajah menjadi datar dan tanpa ekspresi. Penderita seringkali merasa wajahnya seperti terpuntir karena otot-otot wajah pada sisi yang normal cenderung untuk menarik wajah ke sisi tersebut setiap kali penderita membuat ekspresi wajah. Sudut mulut pada sisi yang terkena tampak turun. Penderita juga mengalami kesulitan untuk berkedip, mengerutkan dahi, dan menyeringai. Pada sebagian besar penderita, wajah juga terasa baal atau berat.

Jika bagian atas wajah juga terkena, maka penderita akan mengalami kesulitan untuk menutup mata pada sisi yang terkena. Penderita bisa tidak mampu untuk menutup matanya dengan sempurna, dan mereka lebih jarang berkedip. Saat mencoba untuk menutup mata tersebut, mata akan berputar ke atas (disebut fenomena Bell).

Bell's Palsy dapat mengganggu produksi air liur dan air mata, sehingga mata atau mulut dapat menjadi kering. Gangguan ini juga dapat menyebabkan produksi air liur atau air mata yang belebihan. Jika air mata yang dihasilkan lebih sedikit dan mata menjadi lebih jarang berkedip (berkedip membantu untuk melembabkan permukaan mata), maka mata menjadi kering, sehingga dapat timbul rasa nyeri dan kerusakan pada mata. Kerusakan mata biasanya ringan tetapi dapat menjadi serius jika mata tidak dilembabkan dan dilindungi.

Lidah bagian depan sisi yang terkena dapat tidak mampu merasakan rasa, dan telinga pada sisi yang terkena dapat menerima suara menjadi lebih keras (hyperacusis) karena otot yang meregangkan gendang telinga mengalami kelumpuhan. 

Terkadang, dengan menyembuhnya nervus facialis, dapat terjadi gerakan-gerakan wajah yang tidak diharapkan. Hal ini disebabkan otot-otot wajah tersebut tidak digunakan untuk waktu yang lama sehingga terjadi kontraktur pada otot-otot tersebut.

DIAGNOSA

Tidak ada pemeriksaan spesifik untuk Bell's Palsy. Gangguan ini biasanya dapat didiagnosa berdasarkan gejala-gejalanya. Bell's palsy selalu mengenai satu sisi wajah; kelemahannya terjadi secara tiba-tiba dan dapat mengenai wajah bagian atas atau bagian bawah. 

Bell's Palsy dapat dibedakan dari stroke karena stroke biasanya hanya menyebabkan kelemahan pada bagian bawah wajah daripada keseluruhan wajah. Penderita stroke dapat menutup mata dengan rapat dan mengerutkan alis. Selain itu, stroke juga menyebabkan kelemahan pada tangan dan kaki.

Bell's Palsy juga dapat dibedakan dengan gangguan-gangguan lain yang menyebabkan kelumpuhan saraf wajah, misalnya : 

- Tumor otak yang menekan saraf 
- Kerusakan saraf wajah karena infeksi virus (misalnya sindroma Ramsay Hunt
- Infeksi telinga tengah atau sinus mastoideus 
- Penyakit Lyme 
- Patah tulang di dasar tengkorak.

Gangguan-gangguan ini menimbulkan gejala-gejala yang berbeda dan biasanya berkembang dengan lambat. Untuk membedakan Bell's palsy dengan gangguan-gangguan tersebut, bisa dilihat dari riwayat penyakit, hasil pemeriksaan rontgen, CT scan atau MRI. Pada penyakit Lyme perlu dilakukan pemeriksaan darah. 

Diagnosa Bell's Palsy didasarkan dari presentasi klinis penampilan wajah yang terganggu, misalnya ketidakmampuan untuk menaikkan alis, menutup kelopak mata, tersenyum, menunjukkan gigi, atau menggembungkan pipi.

PENGOBATAN

Tidak ada pengobatan khusus untuk Bell's palsy. Beberapa ahli percaya bahwa kortikoteroid harus diberikan dalam waktu tidak lebih dari 2 hari setelah timbulnya gejala untuk mengurangi pembengkakan saraf dan dilanjutkan sampai 1-2 minggu.

Jika kelumpuhan otot wajah menyebabkan mata tidak dapat ditutup rapat, maka mata harus dilindungi dari kekeringan. Pemberian tetes mata yang mengandung air mata buatan dapat digunakan setiap beberapa jam, sampai mata dapat menutup sempurna. Penderita juga dapat menggunakan penutup mata untuk waktu tertentu, khususnya saat tidur.

Jika terjadi kelumpuhan wajah sebagian, kebanyakan penderita dapat sembuh sempurna dalam waktu beberapa bulan, baik dengan pengobatan ataupun tidak. Jika kelumpuhan bersifat total, maka hasilnya akan bervariasi. Pemeriksaan elektromiografi dapat dilakukan untuk membantu memprediksi kemungkinan penyembuhannya. Banyak penderita tidak dapat sembuh sempurna. Otot-otot wajah menjadi tetap lemah, sehingga menyebabkan wajah turun pada sisi yang terkena.

Pada kelumpuhan yang berat, pemijatan pada otot yang lemah dan perangasangan saraf bisa membantu untuk mencegah terjadinya kekakuan otot wajah. Jika kelumpuhan menetap sampai 6-12 bulan atau lebih, bisa dilakukan pembedahan untuk mencangkokkan saraf yang sehat (biasanya diambil dari lidah) ke dalam otot wajah yang lumpuh.

REFERENSI

- R, Michael. Bell's Palsy. Merck Manual Home Health Handbook. 2007.

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
DOKTER SPESIALIS BEDAH SARAF
DOKTER SPESIALIS REHABILITASI MEDIK
DOKTER SPESIALIS SARAF
 
 
Artikel Terkait

Info Penyakit

Syok (Shock)
Syok (Shock)

Deskripsi : Syok adalah suatu keadaan serius
Baca selengkapnya »

Pielonefritis
Pielonefritis

Deskripsi : Pielonefritis adalah infeksi bakteri pada
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

MOXALAS SUSPENSI

Suspensi 60 mL.

LASIX TABLET

Tablet 40 mg x 100 biji.