nothing
Informasi penyakit sifilis - medicastore.com
nothing
Medicastore
Sifilis

Sifilis 1.JPG

Sumber : www.riversideonline.com

 
DEFINISI

Sifilis adalah penyakit kelamin menular, bersifat kronis dan menahun walaupun frekuensi penyakit ini mulai menurun. Sifilis sering disebut dengan penyakit “Lues" atau "Raja Singa”.

PENYEBAB

Penyebabnya adalah bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini masuk kedalam tubuh manusia melalui kontak seksual (melalui selaput lendir, misalnya di vagina atau mulut), transfusi, atau ibu hamil kepada bayinya yang dapat menyebabkan cacat bawaan. Dalam beberapa jam, bakteri akan sampai ke kelenjar getah bening terdekat, kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Sifilis juga bisa menginfeksi janin selama dalam kandungan dan  Seseorang yang pernah terinfeksi oleh sifilis tidak akan menjadi kebal dan bisa terinfeksi kembali.

Sifilis pada mulut

Sifilis pada lidah dan daerah mulut
Sumber: www.netterimages.com
GEJALA

Gejala biasanya mulai muncul dalam waktu 1-13 minggu setelah terinfeksi; rata-rata 3-4 minggu. Infeksi bisa menetap selama bertahun-tahun.

Gejala sifilis

Luka kemerahan/chancre pada penis

Sumber: www.nlm.nih.gov

Penyakit ini pada laki-laki lebih terlihat gejalanya dibandingkan dengan perempuan. Biasanya penderita perempuan tidak mengetahui gejalanya. Gejala terbagi menjadi empat stadium berbeda sebagai berikut:

1.Stadium 1


Stadium ini ditandai dengan munculnya luka kemerahan dan basah di alat kelamin, poros usus atau mulut yang tidak nyeri. Luka ini disebut dengan chancre, dan muncul di tempat bakteri masuk ke tubuh seseorang untuk pertama kalinya. Pembengkakan kelenjar getah bening juga ditemukan selama stadium ini. Setelah beberapa minggu, chancre tersebut akan menghilang. Stadium ini merupakan stadium yang berbahaya karena stadium ini merupakan stadium yang sangat menular.

2.Stadium 2

Jika sifilis stadium satu tidak diobati, biasanya para penderita akan mengalami ruam, khususnya di telapak kaki dan tangan. Mereka juga dapat menemukan adanya luka-luka di bibir, mulut, tenggorokan, vagina dan dubur. Gejala-gejala yang mirip dengan flu, seperti demam dan pegal-pegal, mungkin juga dialami pada stadium ini. Stadium ini biasanya berlangsung selama satu sampai dua minggu.

Sifilis di tubuh

Lokasi lesi/luka muncul menyebar ditubuh

sumber: www.mahederetena.com

3.Stadium 3

Jika sifilis stadium dua masih juga belum diobati, para penderitanya akan mengalami apa yang disebut dengan sifilis laten. Hal ini berarti bahwa semua gejala penyakit akan menghilang, namun penyakit tersebut sesungguhnya masih bersarang dalam tubuh, dan bakteri penyebabnya pun masih bergerak di seluruh tubuh. Sifilis laten ini dapat berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya.

4.Stadium 4

Penyakit ini dikenal sebagai sifilis tersier. Pada stadium ini, bakteri penyebab sifilis telah menyebar ke seluruh tubuh dan dapat merusak otak, jantung, batang otak dan tulang.

 

DIAGNOSA

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada. Diagnosis pasti ditegakkan berdasarkan hasil pemeriskaan laboratorium dan pemeriksaan fisik.

Pada fase primer atau sekunder, diagnosis sifilis dapat ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopis terhadap cairan dari luka di kulit atau mulut. Bisa juga digunakan pemeriksaan antibodi pada contoh darah.

PENGOBATAN

Pengobatan sifilis dalam kehamilan yaitu dengan penisilin. 1 kali penyuntikan penisilin dirasa telah cukup adekuat, meski beberapa penderita memerlukan 1-3 kali injeksi penisilin. Dokter akan meminta penderita yang telah menjalani medikasi untuk melakukan tes darah setahun kedepan, dimaksudkan untuk memastikan bakteri telah hilang dari tubuh penderita. Menerapkan pola hubungan seksual yang sehat dan aman. Bila penderita alergi dengan penisilin, dokter akan menggantinya dengan antibiotik jenis lainnya.

Penderita bisa menularkan penyakitnya, karena itu penderita sebaiknya menghindari hubungan seksual sampai penderita dan pasangan seksualnya telah selesai diobati.

PENCEGAHAN

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terinfeksi sifilis: 

  • Tidak berganti-ganti pasangan
  • Ketahui apakah pasangan Anda berisiko terkena penyakit menular seksual
  • Bertanggung jawab, yaitu dengan tidak berhubungan intim jika terkena penyakit menular seksual
  • Gunakan alat proteksi (kondom) untuk mengurangi risiko terkena penyakit menular seksual. Kondom harus dipasang dengan baik sebelum memulai hubungan seksual.
  • Hindari kontak seksual dengan beberapa orang yang berisiko memiliki penyakit seksual menular (seperti pekerja seks komersil)
  • Obati sedini mungkin pasangan yang terkena infeksi atau pastikan pasangan seksual bebas dari penyakit sebelum berhubungan seksual
REFERENSI

- M, J. Allen. Syphilis. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

- Prof. R. Suleman Sastrawinata, 1981. Obstetri Patologi Bagian Obstetri dan Ginekologi. Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung.

- Prof. R. Rusram Mochtar, MPH, Sinopsis Obtetri, Penerbit buku kedokteran, EGC

- http://doktersehat.com/seputar-sifilis-si-raja-singa/
Saras Subur Ayoe

Info Penyakit

Infeksi Pneumokokus
Infeksi Pneumokokus

Deskripsi : Infeksi Pneumokokus adalah infeksi yang
Baca selengkapnya »

Gigi yang Retak, Patah, atau Lepas (Avulsi)
Gigi yang Retak, Patah, atau Lepas (Avulsi)

Deskripsi : Seseorang yang mengalami nyeri
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

BACTODERM CREAM 5 G

Cream 2 % x 5 gram.

PROSOGAN FD TABLET 30 MG

Tablet 30 mg x 2 x 14

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com