nothing
Informasi Jari Pelatuk, (Trigger Finger) - medicastore.com
nothing
Medicastore
Jari Pistol (Trigger Finger)

Jari_Pelatuk_(Trigger_Finger).JPG

Sumber : http://www.merckmanuals.com

 
DEFINISI

'Trigger finger' atau sering dikenal dengan istilah Jari Pelatuk/Pistol, adalah suatu kondisi peradangan pada selaput sendi (synovial) pada jari tangan.

Kelainan ini ditandai dengan keluhan jari yang tidak dapat diluruskan atau salah satu jari tersangkut (terjepit) dalam posisi menekuk dan pada saat akan diluruskan, akan terdengar bunyi yang keras (bunyi click) seperti pelatuk pistol yang telah ditarik. Setelah itu posisi jari akan kembali ke asalnya (sehingga kelainan ini disebut 'trigger finger'.

Pembentukan nodul pada tendon dan penebalan pembungkus tendon

Sumber : www.mychhs.colostate.edu

'Trigger finger' biasanya mengenai jari-jari dari lengan yang sering digunakan (lengan yang aktif untuk beraktifitas) dan paling sering mengenai ibu jari (trigger thumb), jari ketiga dan jari manis. Lebih dari satu jari dapat terkena dalam waktu yang bersamaan dan dapat mengenai kedua lengan juga.

Kelainan  'Trigger finger’ terjadi pada pada tendon di jari-jari dan ibu jari. Tendon adalah jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang, jadi tendon adalah ujung dari otot.

Kelainan yang terjadi pada 'Trigger Finger' berupa penebalan pada tendon  jari-jari dan penebalan serta penyempitan pada terowongan pembungkus tendon. Kedua hal ini diakibatkan karena pemakaian berlebih/ terus menerus dari jari-jari,  sehingga memicu  terjadinya iritasi dan peradangan yang akan berakhir dengan penebalan. Penebalan pada tendon akan membentuk semacam benjolan yang disebut nodul.

Nodul yang tersangkut pada mulut terowongan pembungkus tendon

Sumber : www.medguidance.com

Pembengkakan tendon dan pembentukan nodul

Sumber : www.paramusmedicalandsports.com

Hal inilah yang menyebabkan tendon yang menebal (nodul) sulit masuk ke dalam terowongan tendon yang menyempit. Tendon dapat masuk ke dalam terowongan tendon, namun tendon akan sulit keluar. Akibatnya kita dapat menekuk jari-jari kita, tetapi pada saat akan diluruskan akan terasa sulit, terasa ada yang menyangkut dan harus dibantu dengan tangan sebelahnya hingga terdengar bunyi click saat kita meluruskan kembali.

 

 

PENYEBAB

Penyebab pasti terjadinya jari pistol (trigger finger) tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu seseorang menderita 'trigger finger' :

  • Wanita lebih banyak terkena dibandingkan pria, biasanya mengenai usia 40-60 tahun. Aktifitas  rumah tangga seperti memasak, mencuci, menggunting rumput sering disebut sebagai pemicunya.

  • Sering didapatkan pada individu dengan penyakit tertentu seperti diabetes, rheumatoid arthritis, amyloidosis, infeksi tertentu seperti TBC dan hypothiroid. Yang paling sering adalah pada penderita diabetes dan rheumatoid arthritis.

  • Pada individu yang sering melakukan aktivitas yang membuat tangan berulang kali menggenggam, misalnya menggunakan gunting rumput, menggenggam pena atau memainkan alat musik tertentu (piano, gitar, memegang stik drum, dll), untuk waktu lama.

Beberapa aktifitas yang dapat memicu terjadinya Trigger Finger

Sumber : http://painfreehands.com

Sumber : http://pianotuningtucson.com

GEJALA

Gejala umumnya terjadi secara tiba-tiba tanpa pencetus. Keluhan dapat terjadi ketika bangun tidur, tiba-tiba ruas jari-jari kaku dan sulit diluruskan (tertekuk) atau gejala dapat timbul setelah pemakaian jari-jari berlebih dalam aktifitas sehari-hari.

Gerakan jari menggenggam berulang-ulang dapat menimbulkan gesekan antara otot-otot jari tangan, yang akan mengakibatkan peradangan dan pembengkakan pada tendon jari tangan tersebut.

Gejala lainnya :

  • Pada kondisi akut akan terjadi bengkak menyeluruh pada jari-jari yang terkena, disertai kesulitan untuk menekuk jari-jari dan nyeri.
  • Nyeri saat ditekan dan bengkak juga dapat terjadi pada bagian tengah telapak tangan dekat dengan jari-jari yang terkena.
  • Terdengar bunyi click, dan sensasi menyangkut pada jari-jari yang terkena pada saat kita hendak meluruskan jari-jari, kadang untuk meluruskannya harus dibantu oleh tangan sebelahnya. Pada saat jari-jari berhasil diluruskan akan terasa seperti tulang yang lepas.
  • Pada keadaan yang berat, jari-jari akan terlihat selalu tertekuk pada keadaan istirahat dan akan mengganggu gerakan normal pada tangan yang terkena. 

  • Gejala-gejala tersebut di atas akan dirasakan terutama pada saat kita tidak beraktifitas, pada pagi hari bangun tidur atau pada malam hari setelah kita beraktifitas seharian
DIAGNOSA

Untuk mendiagnosis Trigger finger’ tidak diperlukan pemeriksaan X-ray atau Rontgen. Dokter cukup melakukan wawancara dan pemeriksaan jari-jari.

Gejala berupa kesulitan meluruskan jari tangan yang kadang disertai nyeri dan bengkak, dan sering terdengar bunyi klik saat pasien meluruskan jari setelah menggenggam lama atau melakukan gerakan berlebihan dan berulang-ulang pada jemari tangan merupakan kunci utama.

Untuk konfirmasi diagnosis dapat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi atau USG oleh seorang dokter yang sudah terlatih untuk melakukan pemeriksaan USG muskuloskeletal ( otot, tulang dan sendi ). Pemeriksaan USG juga dapat membantu dokter menentukan lokasi kelainan dengan tepat pada saat akan memberikan terapi injeksi. Namun kadang diperlukan pemeriksaan Rontgen untuk membedakan kelainan Trigger Finger ini dengan kelainan yang lain.

PENGOBATAN

Terapi Trigger finger’ meliputi tindakan non operasi untuk kasus yang ringan dan tindakan operasi untuk kasus yang berat.

1. Terapi non operasi

-        Istirahat

Istirahatkan jari-jari yang terkena dari aktifitas yang banyak menggunakan jari-jari dalam jangka waktu lama, misal : gerakan menggenggam atau menekuk jari-jari berulang, menggunakan jari-jari dengan mesin yang mempunyai getaran tinggi dsb. Istirahatkan jari-jari selama 4-6 minggu untuk membiarkan terjadinya pemulihan atau hilangnya peradangan.

 

-        Hand splint :

Hand splint adalah alat bantu yang berfungsi untuk menahan jari-jari pada posisi lurus,  dengan tujuan  mengistirahatkan jari-jari, dan juga berfungsi untuk menghindari posisi jari-jari menekuk yang tidak disadari terutama pada saat tidur.

 

Hand splint diberikan pada keadaan akut dimana terdapat nyeri dan bengkak yang hebat dan pada penderita yang sangat aktif,  yang tidak dapat mengistirahatkan jari-jarinya.

Penggunaan hand splint untuk mengistirahatkan jari-jari tangan

Sumber : www.3pointproducts.com

 

 

-    Obat anti inflamasi atau peradangan ( NSAIDs = Non Steroid Anti- Inflammatory Drugs ), seperti aspirin, ibuprofen, naprosin atau ketoprofen   

Obat ini untuk mengurangi peradangan yang terjadi, dan bukan merupakan pereda nyeri. Dengan berkurangnya peradangan, secara tidak langsung nyeri akan berkurang dan hilang. Obat ini tidak boleh diberikan jangka panjang karena memiliki banyak efek samping dan penggunaannya harus dalam pengawasan dokter. Maksimal penggunaannya adalah 3 minggu.

 

-        Injeksi Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah obat anti peradangan yang poten. Tujuan terapi injeksi dengan Cortison hanya untuk menghilangkan peradangan dan pembengkakan yang terjadi serta dapat mengurangi nyeri. Injeksi kortikosteroid harus dilakukan oleh seorang dokter yang kompeten dalam hal injeksi muskuloskeletal ( otot, tulang, sendi ) karena injeksi ini juga mempunyai banyak efek samping bila tidak dipergunakan dengan benar.

 

Injeksi maksimal hanya boleh dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun dengan interval minimal 1 bulan.

 

Terapi injeksi Kortikosteroid

Sumber : http://charmssingapore.com

 

Pada keadaan Trigger finger’ yang berat atau sudah lama, injeksi ini hanya bersifat sementara dalam menghilangkan peradangan dan nyeri, dan  tidak dapat menghilangkan kelainan mekanik akibat adanya nodul pada tendon yang sudah terbentuk, sehingga bunyi click dan terasa menyangkut pada saat meluruskan jari tetap ada meskipun nyerinya sudah berkurang atau hilang.

 

Bila dengan 2 kali injeksi tetap tidak ada perubahan maka harus dilakukan terapi operasi.

 

-     Kompres hangat

     Kompres hangat dengan cara merendam tangan ke dalam air hangat pada pagi hari dan malam sebelum tidur akan membantu mengurangi kekakuan.

 

-     Program Rehabilitasi Medik 

o  Fisioterapi dengan menggunakan ultrasound, laser, terapi dingin, stimulasi listrik, serta massage dan latihan jari-jari bertujuan untuk menghilangkan peradangan, pembengkakan, nyeri dan memperbaiki kelenturan tendon dan jaringan sekitarnya.

o    Terapi okupasi bertujuan untuk melatih penderita agar melakukan aktifitas sehari-hari dengan tidak membebani jari-jari dan tangan, dan latihan untuk menguatkan jari-jari dalam aktifitas sehari-hari.

o       Terapi ortosis-prostesis untuk pembuatan hand splint yang sesuai.

 

2. Terapi operasi

Trigger Finger’ bukan merupakan suatu kondisi yang berbahaya sehingga keputusan untuk terapi operasi bersifat individual, tidak perlu tergesa-gesa, tergantung beratnya gejala dan bila sangat mengganggu aktifitas fungsional seseorang.

Operasi dilakukan bila sudah terjadi kekakuan yang hebat sehingga jari-jari tetap menekuk meski dalam keadaan istirahat / kekakuan permanen  dan bila terapi non operatif dalam waktu 3 bulan tidak berhasil.

Terapi operasi untuk melepas atau merobek selubung tendon

Sumber : http://samimimd.com

Tujuan dari operasi adalah membuka terowongan pembungkus tendon yang sempit sehingga tendon dapat bergerak keluar masuk tanpa hambatan.

Operasi ini dapat dilakukan dengan bius lokal, tidak perlu rawat inap, dapat hanya dengan menggunakan jarum. ( teknik ini disebut percutaneous release ).

Operasi pelepasan pembungkus tendon

Sumber : http://www.hand-arm.com

 

PENCEGAHAN

Sesuai dengan pemicunya, tindakan pencegahan dilakukan dengan membatasi semua aktifitas yang menggunakan tangan, agar tidak berlebihan.

Berikan waktu istirahat yang cukup setiap melakukan aktifitas berulang menggunakan tangan, agar otot-otot di tangan tidak mengalami peradangan dan pembengkakan.

 

 

REFERENSI

- Trigger Finger. Mayo Clinic. 2011.

- Zairin Noor Helmi. Trigger Finger. Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. 2012

- S, David R. Trigger Finger. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

Nutracare

Info Penyakit

Angigrafi Kelenjar Limfa (Lymphangiography)
Angigrafi Kelenjar Limfa (Lymphangiography)

Deskripsi : Angiografi kelenjar limfa merupakan pemeriksaan
Baca selengkapnya »

Dakriostenosis
Dakriostenosis

Deskripsi : Dakriostenosis adalah penyempitan duktus nasolakrimal (saluran
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

SILDENAFIL TABLET 100 MG OGB NOVELL

Sildenafil tablet 100 mg x 1 x 4's

XYZAL TABLET

Tablet 5 mg x 5 x 10's

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com