nothing
Sindroma Pernapasan Timur Tengah - medicastore.com
nothing
Medicastore
Sindroma Pernapasan Timur Tengah

Sindroma_Pernafasan_Timur_Tengah.JPG

Sumber : www.abcnews.go.com

 
DEFINISI

Sindroma Pernapasan Timur Tengah, atau disebut juga MERS (Middle East Respiratory Syndrome), merupakan infeksi saluran napas berat yang disebabkan oleh virus, dimana infeksi ini pertama kali ditemukan di Arab Saudi pada tahun 2012.

PENYEBAB

Penyakit ini disebabkan oleh coronavirus jenis tertentu, yang disebut MERS-Cov.

Belum diketahui darimana virus MERS berasal. Namun, ada kemungkinan bisa didapat dari hewan. Selain manusia, virus ini juga ditemukan di unta dan kelelawar di Arab Saudi. Ditemukan kadar virus yang tinggi pada mukosa hidung dan mata unta.

Infeksi virus MERS pada manusia bisa menimbulkan infeksi pernapasan berat, tetapi tidak demikian dengan unta. Hewan ini mungkin hanya mengalami sedikit gejala (misalnya sekret hidung) atau bahkan tidak sama sekali.

Camel

Sumber: www.businessinsider.com

GEJALA

Sebagian besar orang yang terinfeksi virus MERS mengalami gangguan pernapasan akut yang berat, dimana timbul gejala-gejala berupa demam, batuk, dan sesak napas. Infeksi juga bisa menyebabkan terjadinya gagal ginjal dan kematian pada sekitar setengah dari penderita. Virus MERS bisa menyebar dari orang ke orang melalui kontak dekat, termasuk dengan merawat atau tinggal bersama orang yang terinfeksi.

Sejauh ini, Sindroma Pernapasan Timur Tengah telah ditemukan pada beberapa negara, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Oman, Yordania, dan Kuwait. Selain itu, ada beberapa negara (seperti Inggris, Perancis, Tunisia, Itali, Malaysia, dan Amerika) yang mendapatkan kasus MERS dari orang-orang yang memiliki riwayat bepergian ke negara-negara di Timur Tengah. Ada juga infeksi yang terjadi pada orang-orang yang tidak pernah bepergian, tetapi memiliki riwayat kontak dengan orang yang terinfeksi. Di Indonesia sendiri telah dilaporkan adanya kasus infeksi serupa yang dialami oleh mereka yang baru pulang dari ibadah haji di tanah suci, dimana mereka mengalami demam, batuk, dan sesak napas.

DIAGNOSA

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Namun, orang-orang yang terinfeksi virus MERS tidak selalu bisa dideteksi sejak dini karena sebagian penderita mungkin hanya mengalami gejala-gejala yang ringan dan tidak khas. Selain itu, pemeriksaan untuk MERS-CoV tidak selalu tersedia. Pemeriksaan penunjang seperti PCR - polymerase chain reaction hanya terdapat pada sarana kesehatan tertentu.

PENGOBATAN

Belum ada terapi spesifik yang direkomendasikan untuk mengatasi infeksi virus ini (MERS-CoV). Pengobatan medis hanya bersifat suportif dan membantu mengatasi gejala-gejala yang ada.

PENCEGAHAN

Tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi sangat penting untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus MERS. Ada beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan, terutama untuk orang-orang yang hendak bepergian ke Timur Tengah, misalnya mereka yang hendak pergi umroh atau ibadah haji, antara lain:

  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air, meskipun tangan tidak terlihat kotor. Cuci tangan sedikitnya selama 20 detik dan bantu anak-anak untuk melakukannya juga. Namun, jika tidak ada air dan sabun, bisa digunakan pembersih tangan berbahan alkohol.
Sumber: www.host.madison.com
  • Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut, karena infeksi bisa menyebar melalui cara ini.
  • Menggunakan masker penutup hidung dan mulut, khususnya jika berada di kerumunan orang, hendak mengunjungi orang yang sakit, atau sedang sakit.
Sumber: www.moh.gov.sa
  • Jagalah kesehatan tubuh, misalnya dengan makan makanan bergizi, olahraga teratur, dan tidur yang cukup.
  • Hindari kontak dekat dengan orang-orang yang sedang sakit, termasuk dengan tidak menggunakan peralatan makan bersama.
  • Perhatikan keamanan makanan, misalnya tidak mengkonsumsi daging yang belum matang atau makanan yang disajikan dengan tidak bersih.
  • Hindari kontak dengan hewan, khususnya unta.
Sumber: ww.sciencedaily.com
  • Orang-orang yang memiliki penyakit kronis, seperti diabetes, gangguan ginjal, penyakit paru kronis, atau gangguan kekebalan tubuh, lebih berisiko untuk terinfeksi. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum bepergian dan lakukan pengobatan dengan baik.
  • Jika saat bepergian atau setelah pulang seseorang mengalami gejala-gejala infeksi saluran napas berat, seperti demam, batuk yang sangat mengganggu, dan sesak napas dalam kurun waktu sampai 14 hari setelah bepergian, maka ia harus segera memeriksakan dirinya. Katakan pada dokter mengenai adanya riwayat bepergian. Selain itu, hindari kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan.
  • Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dan cucilah tangan sesudahnya.
  • Orang-orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan mereka yang berisiko (riwayat bepergian) juga harus memeriksakan diri jika mengalami infeksi saluran nafas berat akut yang disertai demam dan batuk yang sangat mengganggu.
  • Penyelidikan terhadap sumber penularan perlu dilakukan, sehingga bisa dicegah penularan lebih lanjut.
REFERENSI

- Centers for Disease Control&Prevention. Middle East Respiratory Synd. Atlanta. 2014.

- Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Berencana Umroh atau Berkunjung ke

Jazirah Arab? Perhatikan Anjuran Berikut. 2014. www.depkes.go.id

- Ministry of Health Saudi Arabia. Ways of Protection Against the The Middle East

Respiratory Syndrome – Coronavirus. 2014.

- Science Daily. MERS Coronavirus Can Be Transmitted From Camel to Humans.

Veterinarmedizinische Universitat Wien. 2014.

- WHO. World – Travel Advice on MERS-CoV for Pilgrimages. 2013.

Saras Subur Ayoe

Info Penyakit

Kanker Laring
Kanker Laring

Deskripsi : Kanker Laring adalah keganasan pada
Baca selengkapnya »

Pembesaran Tonsil (Amandel) dan Adenoid
Pembesaran Tonsil (Amandel) dan Adenoid

Deskripsi : Tonsil (amandel) dan adenoid adalah
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

CALOS CHEWABLE TABLET

Botol isi 60 tablet kunyah.

FUROSEMIDE TABLET KIMIA FARMA

40 mg x 200 tablet.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com