nothing
Informasi Mengenal Karang Gigi - medicastore.com
nothing
Medicastore
Mengenal Karang Gigi

Mengenal_Karang_Gigi 3.jpg

Sumber : www.dentalchoice.ca

 
DEFINISI

Bakteri di dalam mulut, bersama dengan protein-protein dan bahan makanan, bisa membentuk lapisan yang melekat kuat pada gigi, yang disebut sebagai plak. Plak pada gigi biasanya terbentuk di daerah yang sulit dibersihkan. Jika plak ini dibiarkan, maka plak akan mengeras dan disebut sebagai karang gigi. Karang gigi akan jauh lebih sulit untuk dibersihkan dibandingkan dengan plak.

Plak pada gigi merupakan suatu keadaan yang tidak baik, karena bakteri yang terdapat didalamnya akan menghasilkan asam yang bisa merusak lapisan gigi dan membuat gigi berlubang. Asam ini juga bisa menyebabkan terjadinya peradangan dan infeksi pada gusi.

PENYEBAB

Ada beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan terbentuknya plak, sehingga berisiko untuk terbentuk karang gigi, antara lain :

  • Tidak menggosok gigi secara teratur. Menyikat gigi secara teratur dan benar sebanyak dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride akan membantu menghilangkan plak pada gigi, sehingga mencegah terbentuknya karang gigi.
  • Tidak membersihkan sela-sela gigi dengan baik (menggunakan benang gigi). Menyikat gigi seringkali tidak dapat membersihkan sela-sela gigi, dimana bisa terdapat plak. Untuk itu, pemakaian benang gigi bisa dilakukan untuk membantu membersihkan sela-sela gigi.
Sumber : www.myteethforever.com
  • Tidak memeriksakan diri ke dokter gigi secara teratur. Meskipun seseorang telah menyikat gigi gigi secara teratur, tetapi plak pada gigi masih bisa tersisa. Dengan berjalannya waktu, plak ini bisa mengeras menjadi karang gigi yang sulit untuk dibersihkan. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang mengabaikan pemeriksaan rutin ke dokter gigi biasanya memiliki gigi berlubang yang lebih banyak dan berisiko lebih besar untuk menjalani pencabutan gigi.
  • Suka mengkonsumsi makanan manis. Bakteri sangat suka akan gula. Dengan mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis, bakteri akan tumbuh lebih banyak dan membentuk plak pada gigi. Semua makanan yang manis berperan dalam terbentuknya plak pada gigi, sehingga berisiko untuk terbentuknya karang gigi, serta lubang pada gigi.
Sumber : www.salon.com
  • Tidak mengkonsumsi makanan yang bisa membantu membersihkan gigi. Ada makanan tertentu yang bisa membantu membersihkan plak dari gigi, misalnya sayur atau buah yang keras seperti apel atau timun.
GEJALA

Setelah karang gigi terbentuk, penyikatan dan pemakaian benang gigi akan lebih sulit untuk membersihkan gigi secara efektif. Akibatnya gigi akan lebih rentan untuk menjadi berlubang. Selain itu, karang gigi yang terbentuk di bagian atas gusi bisa menyebabkan iritasi dan kerusakan pada gusi.

Sumber : www.harmoniadental.hu

Jika karang gigi tidak dibersihkan dan peradangan gusi tidak diatasi, maka bisa terjadi gangguan gusi yang lebih berat. Pada akhirnya, gigi bisa menjadi goyah dan terjadi degradasi tulang. Selain itu, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa bakteri yang terdapat pada penyakit gusi juga bisa berperan dalam terjadinya penyakit jantung atau masalah lainnya.

DIAGNOSA

Diagnosa karang gigi terutama didasarkan dari hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN

Setelah terbentuk karang gigi, maka penting untuk disadari bahwa karang gigi hanya bisa dihilangkan oleh dokter gigi. Untuk itu, pastikan memeriksakan diri ke dokter gigi secara teratur, setidaknya 6 bulan sekali, untuk melihat dan membersihkan plak serta karang gigi yang mungkin terbentuk, sehingga mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.

PENCEGAHAN

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terbentuknya plak, sehingga mengurangi risiko terbentuknya karang gigi, antara lain :

  • Mengunyah permen karet bebas gula setelah makan. Cara ini bisa membuat mulut menghasilkan air ludah yang lebih banyak dan membantu menetralkan asam di dalam mulut. Namun, perlu diperhatikan untuk tidak mengunyah permen karet secara berlebihan karena bisa menimbulkan masalah lain, seperti gangguan pada sendi rahang atau memicu pengausan gigi.
  • Menyikat gigi secara teratur, setidaknya dua kali sehari. Gunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak bersih dengan penyikatan.
Sumber : www.uskidsmags.com
  • Memeriksakan diri ke dokter gigi secara teratur setidaknya enam bulan sekali.
  • Minum air yang cukup saat dan setelah makan untuk membantu meminimalkan plak pada gigi.
  • Tidak merokok. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang merokok atau menggunakan produk tembakau lebih cenderung memiliki karang gigi.
REFERENSI

- D, Steve. An Overview of Tartar. Web MD. 2013.

- H, Rob. Tartar (Dental Calculus) Overview. Web MD. 2012.

- H. Rob. 5 Bad Habits That Leads to Plaque on Your Teeth. Web MD. 2013.

Nutracare

Info Penyakit

Neuralgia Trigeminal (Tic Douloureux)
Neuralgia Trigeminal (Tic Douloureux)

Deskripsi : Neuralgia Trigeminal (tic douloureux) merupakan
Baca selengkapnya »

Gangguan Kecemasan Berpisah
Gangguan Kecemasan Berpisah

Deskripsi : Kecemasan untuk berpisah (Separation Anxiety)
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

CIPROXIN TABLET 500 MG

Tablet 500 mg x 20's.

KEMOTASON TABLET

Tablet 0,5 mg x 100 butir.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com