nothing
Tinnitus (telinga berdenging) - medicastore.com
nothing
Medicastore
Tinnitus

Tinnitus.jpg

Sumber : www.amazine.co

 
DEFINISI

Tinnitus adalah sensasi mendengar suara berdenging, mendesis, seperti bersiul, atau lainnya. Suara dapat terdengar hilang timbul atau terus menerus dan bervariasi kekerasannya. Suara tersebut hanya didengar oleh penderitanya.

PENYEBAB

Ada banyak penyebab tinnitus subjektif, hanya kebisingan yang Anda dapat dengar.

Beberapa penyebab yang tidak kecil seperti lilin/kotoran telinga. Tinnitus juga bisa menjadi gejala dari masalah yang lebih serius pada telinga tengah seperti infeksi, lubang di gendang telinga, dan cairan telinga tengahpun terjadi, atau pengkakuan (otosklerosis) di tulang telinga tengah.

Kondisi medis yang dapat menyebabkan tinnitus seperti

  1. alergi,
  2. tinggi atau rendah tekanan darah (darah masalah sirkulasi),
  3. tumor,
  4. diabetes,
  5. masalah tiroid,
  6. cedera pada kepala dan leher,
  7. dan obat-obatan seperti anti-inflamasi, antibiotik, obat penenang / antidepresan, dan aspirin dapat menyebabkan tinnitus .
GEJALA

Gejalanya dapat berupa suara-suara murni atau gabungan:

  • Berdenging
  • Berdesis
  • Bergemuruh
  • Bunyi klik
  • Bunyi kasar
  • Berdenyut atau menetap

Gejala tinnitus telinga berdenging

sumber : http://tipskesehatanlengkap.com

DIAGNOSA

1. Anamnesis

melalui anamnesis ditanyakan waktu permulaan munculnya gejala, lokasi bunyi apakah uni atau bilateral, durasi, jenis bunyi, keluhan yang menyertai, riwayat penyakit sebelumnya, dan riwayat penyakit yang lain yang mungkin dapat berhubungan.

2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis tinnitus dapat dilakukan dengan tes-tes antara lain

pemeriksaan dengan otoskop untuk tinnitus telinga berdenging

Pemeriksaan dengan Otoskop

Sumber : http://www.dw.de

1. Baer Test/ uji Baer

Uji ini dilakukan untuk mencatat respon gelombang elektroda di tulang kepala pada 0-10 msec (potensial awal), 10-50 msec (potensial tengah), dan 50-500 msec( potensial akhir). Uji pada akhirnya dapat untuk menentukan adanya gangguan pendengaran sensorineural dan penyebabnya, apakah akibat kelainan koklea, N.VIII (saraf VIII), atau lesi di susunan saraf pusat.

2. Bedside Test.

Bedside test digunakan untuk analisis awal suatu gangguan pada telinga, yang terdiri dari 4 jenis tes, antara lain

a. Tes menggunakan suara dari pemeriksa sendiri dengan menggunakan intensitas yang berbeda-beda (misalnya berbisik, berbicara biasa, berbicara keras dan berteriak).

b. Tes schwabach: dengan membandingkan hantaran suara dari penala di tulang mastoideus dan dibandingkan antara penderita dan pemeriksa.

c. Tes Rinne: saraf konduksi dibandingkan antara hantaran udara dan hantaran tulang mastoideus(tulang dibelakan telinga). Tes ini digunakan untuk membandingkan antara hantaran melalui udara dan melalui tulang. Normalnya hantaran udara dua kali lebih lama daripada hantaran tulang

d. Tes Weber: penala diletakkan di garis tengah kepala (dahi, pangkal hidung, ditengah-tengah gigi seri atau di dagu). Tes ini digunakan untuk membandingkan hantaran tulang telinga kiri dan telinga kanan.

 Tes Weber dan Rinne untuk tinnitus telinga berdenging

Tes Webber dan Rinne

Sumber : https://www.google.com

3. Audiometri

Semua pasien dengan tinnitus dianjurkan untuk diperiksa dengan audiometri karena keluhan yang subjektif biasanya berhubungan dengan alat-alat pendengaran.

tes audiometri tinnitus telinga berdenging

Tes Audiometri

Sumber : www.tinnitus-vertigo-clinic.com

PENGOBATAN

Pengobatan tinnitus merupakan masalah yang kompleks dan merupakan fenomena psiko-akustik murni (psikis/pikiran), sehingga tidak dapat diukur. 

1. Terapi Penyamaran

Terapi penyamaran merupakan pilihan praktis untuk menghilangkan gangguan tinnitus, diantaranya dengan cara menyamarkan suara menggunakan kipas angin dan atau radio.

 2. Terapi Farmakologi Kausatif

a. Alprazolam

b. Klonopin

Obat penenang sejenis alprazolam, tetpi tidak sekuat alprazolam, 

c. Antikonvulsan

Obat seperti carbamazepin, fenitoin (Dilantin), Primidon, asam Valproat, dapat mengurangi tinnitus, tetapi tidak ada dosis standar untuk terapi tinnitus. 

d. Vasodilator (melebarkan pembuluh darah)

Secara teori, dilatasi dapat mengalirkan darah lebih banyak ke daerah yang kekurangan, tetapi penelitian terakhir menyatakan bahwa pada banyak kasus, vasodilator menyebabkan kondisi lebih parah. Sehingga dapat disimpulkan tinnitus dengan gangguan vaskuler (pembuluh darah) akan bertambah parah jika diberikan vasodilator.

e. Diuretik (seperti HCT,Furosemid,dll)

Dilaporkan dengan pemberian diuretik tinnitus dapat dikurangi. Tetapi perlu diingat bahwa beberapa diuretik merupakan obat ototoksik (merusak telinga) dan dapat memperburuk tinnitus.

f. Betahistine hydrochloride

Obat ini diyakini dapat mengurangi tekanan di dalam telinga dan meningkatkan aliran darah menuju ke pembuluh darah kecil. Obat ini dapat mengurangi tinnitus selama 6-12 jam dengan dosis 24-48 mg per hari.

g. Lidokain

Injeksi/suntik intravena lidokain diikuti dengan IV drip dapat mengurangi kesakitan akibat tinnitus.

h. Tocainide Hydrochloride

Obat untuk antiaritmia ini diberikan per oral dan mempunyai efek seperti lidokain, tetapi obat ini mempunyai efek samping yang berat.  sehingga pemberiannya hanya diberikan pada pasien yang sangat menderita akibat tinnitus.

i. Histamin

Efek yang diambil dari histamine adalah sebagai vasodilator, hampir 70% pasien dengan pengobatan histamin mendapatkan perbaikan sempurna ataupun setengah dari keluhan tinnitus.

j. AntiHistamin

Secara teori, antihistamin mempunyai efek sedative ringan yang dapat menghilangkan kecemasan, mengurangi sekresi mukus sehingga rongga telinga tetap kering, dan ini akan mengurangi tekanan koklear.

h. Zinc

Konsentrasi zinc di dalam koklea merupakan konsentrasi terbesar di dalam tubuh, sehingga pemberian zinc 90-150 mg per hari dapat bermanfaat. Tetapi zinc dosis tinggi lebih dari 150 mg dapat menyebabkan anemia dan keracunan.

i. Magnesium

Magnesium dapat bermanfaat untuk mencegah terjadinya kehilangan pendengaran.

 3. Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)

Alat Bantu dengar dapat diberikan untuk pasien dengan gangguan pendengaran disertai dengan tinnitus yang berat. Karena dapat membantu menormalkan kecepatan suara, juga berguna untuk mencegah suara bising dari luar yang tidak diinginkan.

4. Electrical Stimulation

Penempatan berbagai elektroda dengan berbagai volume frekuensi sudah terbukti dapat mengurangi tinnitus. Penempatan elektroda si luar, liang telinga, telinga tengah, dan koklea. Efek samping yang terjadi adalah rasa sakit, perubahan sensasi bau. 

5. Terapi oksigen hiperbarik/terapi ozonisasi

Terapi ini dapat bermafaat jika dicurigai adanya kekurangan oksigen pada mekanisme pendengaran. Terapi ini bermanfaat pada kasus akut daripada kasus kronis.

PENCEGAHAN

Daftar berikut ini dapat dilakukan untuk membantu mengurangi keparahan tinnitus :

1.Hindari paparan suara keras dan bising.
2.Periksa dan mengontrol tekanan darah.
3.Kurangi asupan garam.
4.Hindari stimulan seperti kopi, cola, teh dan tembakau.
5.Berolahraga untuk meningkatkan sirkulasi.
6.Beristirahat yang cukup. Menghindari kelelahan.
7.Hindari stress.

REFERENSI

- http://www.tht-dokter.com/faq/tinitus/

- http://www.santosa-hospital.com/document/tinnitus_drlisa_5_page_8.pdf

- Mayo-clinic, Tinnitus,2013

Nutracare

Info Penyakit

Hipotermia
Hipotermia

Deskripsi : Hipotermia adalah suatu keadaan dimana
Baca selengkapnya »

Impetigo
Impetigo

Deskripsi : Impetigo adalah infeksi kulit yang
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

RENACARDON TABLET 10 MG

Tablet salut film 10 mg x 30 biji.

ERPHAMOXY DRY SYRUP

Sirup Kering 125 mg/5 ml x 60 ml.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com