nothing
Stroke - medicastore.com
nothing
Medicastore
Stroke

Stroke.jpg

Sumber : www.healthscopemag.com

 
DEFINISI

Stroke adalah suatu penyakit gangguan fungsi anatomi otak yang terjadi secara tiba-tiba dan cepat, disebabkan karena gangguan perdarahan otak. Stroke atau Cerebro Vasculer Accident (CVA) adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak. Stroke adalah cedera otak yang berkaitan dengan obstruksi/hambatan aliran darah otak.

Menurut WHO, stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral/otak, baik fokal (sebagian) maupun menyeluruh yang berlangsung dengan cepat. Berlangsung lebih dari 24 jam atau berakhir dengan kematian tanpa ditemukannya penyebab selain daripada gangguan vaskuler. Persoalan pokok pada stroke adalah gangguan peredaran darah pada daerah otak tertentu yang menyatakan bahwa stroke adalah gangguan darah di pembuluh arteri yang menuju ke otak.

PENYEBAB

Stroke dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu:

1. Infark Iskemik (Stroke non Hemoragik).

Hal ini terjadi karena adanya  penyumbatan pembuluh darah otak.
stroke non haemoragik berdasarkan bentuk klinisnya antara lain :

a.   Serangan Iskemia sepintas atau transient ischemic Attack (TIA).

    Pada bentuk ini gejala neurologik yang timbul akibat gangguan   peredaran darah di otak akan menghilang dalam waktu 24 jam.

b.  Defisit Neurologik Iskemia Sepintas/Reversible Ischemic Neurologik Defisit (RIND).

Gejala neurologik timbul ± 24 jam, tidak lebih dari seminggu.

c.    Stroke Progresif (Progresive Stroke/ Stroke in evolution).

       Gejala makin berkembang ke otak lebih berat.

d.    Completed Stroke

        Kelainan saraf yang sifatnya sudah menetap, tidak berkembang lagi.

2. Perdarahan (Stroke Hemoragik)

Terjadi pecahnya pembuluh darah otak.

Stroke iskemik dan stroke hemoragik

Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik

Sumber : www.medkes.com

Stroke non haemoragik merupakan penyakit yang mendominasi kelompok usia pertengahan dan dewasa tua karena adanya penyempitan atau sumbatan vaskuler otak yang berkaitan erat dengan kejadian.

Faktor-faktor penyebab stroke

 Faktor Risiko utama:

a. Hipertensi

Hipertensi dapat mengakibatkan pecahnya maupun menyempitnya pembuluh darah otak. Apabila pembuluh darah otak menyempit maka aliran darah ke otak akan terganggu dan sel-sel otak akan mengalami kematian.

b. Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus dapat menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah otak yang berukuran besar. Menebalnya pembuluh darah otak akan menyempitkan diameter pembuluh darah yang akan menggangu kelancaran aliran darah ke otak, pada akhirnya akan menyebabkan kematian sel-sel otak.

c. Penyakit Jantung

Beberapa penyakit jantung berpotensi menimbulkan stroke. Dikemudian hari seperti Penyakit jantung reumatik, Penyakit jantung koroner dengan infark. Faktor risiko ini pada umumnya akan menimbulkan hambatan atau sumbatan aliran darah ke otak karena jantung melepaskan sel-sel/jaringan-jaringan yang telah mati ke aliran darah.

d. Transient Ischemic Attack (TIA)

TIA dapat terjadi beberapa kali dalan 24 jam atau terjadi berkali-kali dalam seminggu. Makin sering seseorang mengalami TIA maka kemungkinan untuk mengalami stroke semakin besar.

Faktor Risiko Tambahan

  1. Kadar lemak darah yang tinggi termasuk kolesterol dan trigliserida.  Meningginya kadar kolesterol merupakan faktor penting untuk terjadinya asterosklerosis atau menebalnya dinding pembuluh darah yang diikuti penurunan elastisitas pembuluh darah.
  2. Kegemukan atau obesitas
  3. Merokok. Merokok dapat meningkatkan konsentrasi fibrinogen yang akan mempermudah terjadinya penebalan dinding pembuluh darah dan peningkatan kekentalan darah.
  4. Riwayat keluarga dengan stroke
  5. Lanjut usia
  6. Penyakit darah tertentu seperti polisitemia dan leukemia. Polisitemia dapat menghambat kelancaran aliran darah ke otak. Sementara leukemia atau kanker darah dapat menyebabkan terjadinya perdarahan otak.
  7. Kadar asam urat darah tinggi
  8. Penyakit paru- paru menahun.

 Faktor resiko stroke

Faktor-faktor Risiko Terjadinya Stroke

GEJALA

Stroke menyebabkan berbagai defisit neurologis, bergantung pada lokasi lesi (pembuluh darah mana yang tersumbat), ukuran area yang perfusinya/suplai oksigen tidak adekuat/mencukupi, dan jumlah aliran darah kolateral/cabang.

 Gejala-gejala stroke:

  1. Kehilangan kemampuan motorik: hemiplegia (paralisis/lumpuh pada salah satu sisi) karena lesi/kerusakan pada sisi otak yang  berlawanan, hemiparesis atau kelemahan salah satu sisi tubuh.
  2. Kehilangan kemampuan komunikasi: disartria (kesulitan bicara), disfasia atau afasia (bicara defektif atau kehilangan bicara), apraksia (ketidakmampuan untuk melakukan tindakan yang dipelajari sebelumnya)
  3. Gangguan persepsi: disfungsi persepsi visual (penglihatan), gangguan hubungan visual-spasial, kehilangan sensori (sensasi panas,dingin,sentuh)
  4. Kerusakan fungsi kognitif dan efek psikologis
  5. Disfungsi kandung kemih

Mengenal Gejala Stroke

Gejala-gejala Stroke

Sumber : goldcoastpropertyinfo.com.au 

Gejala-gejala tersebut dapat bersifat:

a. Sementara
Timbul hanya sebentar selama beberapa menit sampai beberapa jam dan hilang sendiri dengan atau tanpa pengobatan. Hal ini disebut Transient ischemic attack (TIA). Serangan bisa muncul lagi dalam wujud sama, memperberat atau malah menetap.

b. Sementara,namun lebih dari 24 jam
Gejala timbul lebih dari 24 jam dan ini dissebut reversible ischemic neurologic defisit (RIND)

c. Gejala makin lama makin berat (progresif)
Hal ini disebabkan gangguan aliran darah makin lama makin berat yang disebut progressing stroke atau stroke inevolution

d. Sudah menetap/permanen

DIAGNOSA

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis stroke antara lain adalah:

1.  Angiografi

Arteriografi dilakukan untuk memperlihatkan penyebab dan letak gangguan. Suatu kateter dimasukkan dengan  tuntunan fluoroskopi dari arteria femoralis di daerah inguinal (daerah paha bagian dalam) menuju arterial, yang sesuai kemudian zat warna disuntikkan.

Angiografi kepala untuk diagnosa stroke

Arteri Leher dan Otak pada Angografi

Sumber : www.med.umich.edu

 

2. CT-Scan
    CT-scan dapat menunjukkan adanya hematoma, infark dan perdarahan.

 CT scan pada stroke iskemik

Gambaran CT Scan otak Normal (Kiri) dan Stroke Hemoragik(kanan)

Sumber : www.studyblue.com


3. EEG (Elektro Encephalogram)
     Dapat menunjukkan lokasi perdarahan, gelombang delta lebih lambat di daerah yang mengalami gangguan.


4. Pungsi Lumbal
     - menunjukan adanya tekanan normal
     - tekanan meningkat dan cairan yang mengandung darah menunjukan adanya perdarahan


5. MRI : Menunjukan daerah yang mengalami infark, hemoragik.


6. Ultrasonografi Doppler : Mengidentifikasi penyakit arteriovena


7. Rontgen Tengkorak

PENGOBATAN

- Stroke Iskemik

Penderita harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan, seperti:

  • Perbaikan aliran darah ke otak. Pada completed stroke, sebagian jaringan otak telah mati, maka perbaikan aliran darah ke daerah tersebut tidak akan dapat mengembalikan fungsinya. Tetapi pada stroke ringan, perbaikan aliran darah bisa mengurangi risiko terjadinya stroke di masa yang akan datang.
  • Mungkin diperlukan alat bantu nafas untuk mempertahankan pernafasan yang adekuat.
  • Penanganan untuk membantu penderita agar bisa berkemih dan mendapatkan asupan makanan.
  • Penanganan untuk mengatasi kelainan yang menyertai, misalnya gagal jantung, gangguan irama jantung, tekanan darah tinggi, atau infeksi paru-paru.
  • Rehabilitasi bisa dilakukan untuk membantu penderita belajar mengatasi kelumpuhan/kecacatan karena kelainan fungsi sebagian jaringan otak. Rehabilitasi segera dimulai kondisi penderita stabil. Dilakukan latihan untuk mempertahankan kekuatan otot, serta latihan berjalan dan berbicara.

- Stroke Hemoragik

Penderita dengan perdarahan subarachnoid harus segera dirawat di rumah sakit dan harus istirahat total. Tekanan darah dijaga untuk mencegah terjadinya perdarahan lebih lanjut dan menjaga aliran darah ke area otak yang mengalami kerusakan.

Pada penderita perdarahan dengan aneurisma, tindakan pembedahan dilakukan untuk menyumbat perdarahan dan memperkuat dinding pembuluh darah yang lemah, sehingga mengurangi risiko untuk terjadinya perdarahan yang fatal. Prosedur ini sulit, sehingga baik dilakukan ataupun tidak, risiko terjadinya kematian sama-sama tinggi, terutama pada penderita perdarahan yang dalam keadaan penurunan kesadaran atau koma.

PENCEGAHAN

Adapun, untuk menghindari stroke seseorang bisa melakukan tindakan pencegahan termasuk membiasakan diri menjalani gaya hidup sehat. Berikut adalah 10 langkah yang dapat dilakukan guna menghindarkan diri dari serangan stroke.

1. Hindari dan hentikan kebiasaan merokok
Kebiasaan ini dapat menyebabkan aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah) dan membuat darah menjadi mudah menggumpal.

2. Periksakan tekanan darah secara rutin
Tekanan darah yang tinggi bisa membuat pembuluh darah anda mengalami tekanan ekstra. Walaupun tidak menunjukkan gejala, ceklah tensi darah secara teratur.

Cegah stroke denga periksa tekanan darah teratur

Periksakan tekanan darah secara rutin

Sumber : www.medicalnewstoday.com

3. Kendalikan penyakit jantung
Kalau anda memiliki gejala atau gangguan jantung seperti detak yang tidak teratur atau kadar kolesterol tinggi, berhati-hatilah karena hal itu akan meningkatkan risiko terjadinya stroke. Mintalah saran dokter untuk langkah terbaik.

4. Atasi dan kendalikan stres dan depresi
Stres dan depresi dapat menggangu bahkan menimbulkan korban fisik. Jika tidak teratasi, dua hal ini pun dapat menimbulkan problem jangka panjang.

5. Makanlah dengan sehat
Anda mungkin sudah mendengarnya ribuan kali, namun penting artinya bila anda disiplin memakan sedikitnya lima porsi buah dan sayuran setiap hari. Hindari makan daging merah terlalu banyak karena lemak jenuhnya bisa membuat pembuluh darah mengeras. Konsumsi makanan berserat dapat mengendalikan lemak dalam darah.

6. Kurangi garam
Karena garam akan mengikatkan tekanan darah.

7. Pantau berat badan
Memiliki badan gemuk atau obes akan meningkatkan risiko mengalami tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes, dan semuanya dapat memicu terjadinya stroke.

8. Berolahraga dan aktif
Melakukan aktivitas fisik secara teratur membantu menurunkan tensi darah dan menciptakan keseimbangan lemak yang sehat dalam darah.

9. Kurangi alkohol
Meminum alkohol dapat menaikkan tensi darah, oleh karena itu menguranginya berarti menghindari dari tekanan darah tinggi.

10. Mencari Informasi
Dengan mengikuti perkembangan informasi tentang kesehatan, banyak hal penting yang diperoleh guna menghindari kemungkinan atau menekan risiko stroke.

REFERENSI

- G, Elias A. Hemorrhagic Stroke. Merck Manual Home Health Handbook. 2007.

- Gejala Stroke, Penyebab dan Cara Pencegahan Writed by Dr. Dadan Harjana,2013

- Lumbantobing. 2001. Neurogeriatri. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.

- Ancowitz, A. 1993. The Stroke Book. New York : William Morrow and Company, inc.

- http://cholate-gustiar.blogspot.com/2012/03/asuhan-keperawatan-klien-dengan-stroke.html

Nutracare

Info Penyakit

Miopati Kongenital (Congenital Myopathy)
Miopati Kongenital (Congenital Myopathy)

Deskripsi : Miopati kongenital (Congenital
Baca selengkapnya »

Komplikasi Kehamilan
Komplikasi Kehamilan

Deskripsi : Komplikasi kehamilan adalah masalah-masalah yang
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

FARMADOL TABLET

Tablet 500 mg x 10 x 10 biji.

KLODERMA SALEP KULIT 5 G

Salep 0,05 % x 5 gram.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com