nothing
Informasi jenis infeksi parasit/cacing dalam tubuh manusia
nothing
Medicastore
Infeksi Cacing Secara Umum

Infeksi_Cacing_Secara_Umum.jpg

Sumber : www.google.com

 
DEFINISI

Infeksi cacing dapat ditularkan lewat makanan, air, udara, feses, hewan peliharaan, dudukan toilet dan pegangan pintu yang terkontaminasi oleh telur cacing. Telur cacing ini dapat memasuki tubuh manusia melalui mulut, hidung, dan anus. Di dalam tubuh, telur cacing ini tinggal di usus, lalu menetas, tumbuh, dan berkembang biak. Bagian tubuh yang lainnya juga dapat terinfeksi.

Infeksi cacing merupakan salah satu penyakit paling umum tersebar dan mengjangkiti  lebih dari 2 miliar manusia di seluruh dunia. Walaupun tersedia obat -obat baru yang lebih  spesifik dengan kerja lebih efektif, pembasmian penyakit cacing masih tetap merupakan masalah  disebabkan oleh kondisi sosial-ekonomi di beberapa bagian dunia

 Alur infeksi cacing

Gambar siklus masuknya parasit/cacing ke dalam tubuh manusia

Sumber : http://www.farmamedia.net

PENYEBAB

Jenis Infeksi Cacing Yang Umum

Cacing gelang (Ascaris Lumbricoides)
Menetas dan hidup di dalam usus. Telurnya biasanya masuk ke dalam tubuh melalui air atau makanan yang terkontaminasi. Gejala: lelah, berat badan menurun, iritabilitas, nafsu makan menurun, nyeri abdomen dan diare. Tanpa pengobatan, dapat terjadi anemia dan malnutrisi.

Cacing kremi (Oxyuris vermicularis)
Menetas dan hidup terutama pada usus. Telurnya umumnya memasuki tubuh melalui anus, hidung atau mulut melalui udara yang dihirup, atau melalui kontak dengan obyek ayng terkontaminasi. Gatal pada anus, wajah pucat, dan ketidaknyamanan pada perut merupakan gejala yang umum dari infeksi cacing kremi.

Cacing Cambuk (Trichina spiralis)
Hidup di dalam usus dan menyebabkan penyakit serius bernama trichinosis. Telur cacing ini biasanya memasuki tubuh lewat daging babi atau sosis yang masih mentah, atau dimasak setengah matang. Di dalam usus, telur cacing ini menetas, tumbuh, dan bermigrasi ke bagian tubuh lainnya melalui aliran darah dan sistem limfatik. Gejala awalnya berupa muntah, diare, dan kram abdominal. Selanjutnya, dapat terjadi demam tinggi, pembengkakan wajah, dan nyeri otot. Akhirnya, cacing dapat berpenetrasi ke otot, jantung, dan otak dan dapat menyebabkan kematian.

Cacing pita (Taeniasis)
Hidup di dalam usus. Telurnya biasanya masuk ke dalam tubuh melalui makanan berupa daging mentah atau daging yang tidak dimasak. Gejala: pasien mengalami nyeri abdomen, lelah, menurunnya berat badan, dan diare.

Cacing pipih (Platyhelminthes)
Dapat hidup di dalam usus, kandung kemih, rektum, hati, limfa, paru-paru, dan vena. Cacing pipih ini dada awalnya hidup di dalam tubuh siput air tawar. Cacing ini masuk ke dalam tubuh manusia dengan berpenetrasi melalui kulit orang yang berenang, mandi, atau mencuci di air tempat cacing ini hidup. Beberapa orang yang terinfeksi mengalami ruam, gatal, nyeri pada otot, batuk, menggigil, dan demam. Infeksi yang berulang dapat merusak hati, kandung kemih, usus, dan paru-paru. Pada kasus yang jarang, cacing pipih dapat memasuki tulang belakang atau otak dan menyebabkan kejang dan paralisis.
GEJALA

Gejala Cacingan Pada Umumnya

  • Gatal pada anus (infeksi cacing keremi atau tambang)
  • Demam, batuk, abdominal distress (perut kram)
  • Anemia (pucat pada membran mukosa),
  • Hilang nafsu makan

Gejala cacingan pada orang dewasa

Gambar Sakit Perut Akibat Parasit/Cacing Dalam tubuh

Sumber : http://obatcacinguntukdewasa.files.wordpress.com

DIAGNOSA

Cara menegakkan diagnosis  adalah dengan pemeriksaan feses secara langsung atau dengan mikroskopis. Adanya telur dalam feses dapat memastikan diagnosis infeksi cacing. Selain itu diagnosis dibuat bila cacing dewasa keluar sendiri baik melalui mulut atau hidung maupun melalui feses

telur cacing secara mikroskopis

Gambar  telur Ascaris lumbricoides pada pemeriksaan mikroskopis

sumber : http://jurnalaakmal.blogspot.com

 

PENGOBATAN
Obat antihelmintik digunakan untuk mengurangi atau membasmi infeksi cacing pada usus atau jaringan tubuh. Infeksi harus diidentifikasi sebelum memulai pengobatan.

• Mebendazole
merupakan obat pilihan melawan infeksi cacing tambang, cacing kremi, cacing gelang, dan cacing cambuk. Obat ini bekerja dengan cara mencegah cacing mengabsorpsi glukosa. Hal ini perlahan mengakibatkan cacing kehabisan energi dan akhirnya mati. Wanita hamil dan anak-anak usia < 1 tahun sebaiknya tidak menggunakan obat ini. Diare ringan dan nyeri abdomen dapat terjadi.

• Albendazole
merupakan obat pilihan untuk infeksi cacing pita babi dan digunakan sebagai obat alternatif untuk infeksi cacing tambang, cacing gelang, cacing kremi, dan cacing cambuk. Obat ini mempengaruhi pengambilan gula pada parasit di usus. Jangan gunakan obat ini pada pasien yang hamil dan menderita sirosis. Dapat terjadi nyeri abdomen, diare, sakit kepala, dan insomnia.

• Pyrantel
bekerja dengan cara melumpuhkan cacing, yang dikeluarkan dengan pergerakan normal dari usus. Obat ini merupakan obat pilihan untuk infeksi cacing gelang, cacing tambang, dan cacing kremi, namun tidak efektif terhadap cacing tambang dan cacing benang. Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan hati, anemia, dan malnutrisi berat. Dapat terjadi sakit kepala, diare, ruam, dan demam.

• Piperazine
digunakan sebagai obat alternatif untuk infeksi ascariasis atau cacing gelang. Obat ini bekerja dengan melumpuhkan cacing, yang kemudian dibuang bersama feses. Jangan gunakan obat ini jika terdapat penyakit ginjal atau hati dan epilepsi. Reaksi alergi, nyeri abdomen, sakit kepala, dan diare dapat terjadi.

• Niclosamide
digunakan sebagai obat pilihan untuk infeksi cacing pita pada daging sapi, ikan, dan daging babi. Obat ini harus dikunyah dan diminum bersama air. Laksatif diberikan dua jam setelah pemberian dosis untuk membantu mengeluarkan cacing yang sudah mati. Gangguan pencernaan, pruritus dan ruam kulit dapat terjadi.

• Praziquantel
juga efektif terhadap infeksi cacing pita. Obat ini dapat menyebabkan kerusakan berat pada mata. Hindari mengemudi kendaraan atau mengoperasikan mesin selama 24 jam setelah menggunakan obat ini karena obat ini dapat menyebabkan kantuk. Ibu yang menyusui harus menghentikan menyusui selama 72 jam setelah penggunaan. Dapat terjadi sakit kepala, pusing, kelemahan dan nyeri perut.

Obat lain: Oxantel embonate.

Jika gejala masih timbul walaupun sudah diobati dengan pengobatan non resep, konsultasikanlah kepada dokter

PENCEGAHAN
  • Cuci tangan secara teratur.
  • Bersihkan kamar mandi dan dapur secara teratur.
  • Hindari memakan makanan yang tidak dicuci atau dimasak dengan baik.
  • Gunakan sepatu tertutup ketika bepergian ke daerah endemik.
  • Untuk mencegah infeksi, ganti pakaian setiap hari. Bersihkan area perianal setiap hari.

Cuci tangan mencegah cacingan

Gambar jaga kebersihan dengan mencuci tangan

Sumber : http://tipskesehatanlengkap.com

REFERENSI

- Kapita Selekta kedokteran Jilid Pertrama, Infeksi Tropik,2001

- http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tapeworm/basics/symptoms,2014

-  Tinjauan Pustaka Soil transmitted helminths Bab II, Universitas Sumatera Utara

(http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/38023/4/chapter%20II.pdf)

 

 

Obat Terkait ;

- Pyrantel

- Albendazole

- Mebendazole

Nutracare

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com