nothing
Epistaksis mimisan pengobatan dan pencegahan medicastore.com
nothing
Medicastore
Epistaksis

Epistaksis.jpg

Sumber : www.klikharry.com

 
DEFINISI

Epistaksis adalah perdarahan dari hidung yang dapat terjadi akibat sebab lokal atau sebab umum (kelainan sistemik/pembuluh darah). Epistaksis bukan suatu penyakit, melainkan gejala suatu kelainan.

 

Jenis Epistaksis

Ada dua jenis pendarahan pada hidung:

  1. Jenis anterior (bagian depan). Merupakan jenis yang lazim terjadi.
  2. Jenis posterior (bagian belakang).
PENYEBAB

Secara umum, penyebab mimisan dapat digolongkan menjadi penyebab lokal dan sistemik. Penyebab lokal berarti kondisi yang menyebabkan mimisan adalah dari dalam rongga hidung, sedangkan penyebab sistemik berarti terdapat kondisi penyakit umum yang salah satu gejalanya adalah perdarahan pada rongga hidung.

Beberapa penyebab mimisan yang bersifat lokal diantaranya adalah:
  1. Trauma lokal, misalnya setelah membuang ingus dengan keras, mengorek hidung, fraktur/patah tulang hidung, dll.
  2. Tumor, yang paling sering adalah tumor pembuluh darah yang timbul di rongga hidung yang biasanya ditandai dengan perdarahan yang hebat, atau tumor nasofaring dengan ciri perdarahan berulang ringan bercampur lendir.
  3. Idiopatik (tidak jelas), yang jumlahnya mencapai 85% dari kasus. Biasanya mimisan jenis ini bersifat ringan dan berulang pada anak dan remaja.
  4. Iritasi gas atau zat kimia atau udara panas.
  5. Keadaan lingkungan yang sangat dingin.
  6. Tinggal di daerah yang tinggi atau perubahan tekanan atmosfir.
  7. Benda asing.
Sedangkan beberapa penyebab mimisan yang bersifat sistemik diantaranya adalah:
  1. Hipertensi dan penyakit kardiovaskuler lainnya yang disinyalir merupakan penyebab tersering pada usia 60-70 tahun.
  2. Kelainan perdarahan seperti leukemia, hemofilia (kelainan faktor pembekuan darah), trombositopenia (kekurangan sel keping darah), dll.
  3. Infeksi, seperti demam berdarah, morbili, demam tifoid, dll.
  4. Gangguan keseimbangan hormon seperti kehamilan, menarche, dan menopause.
  5. Kelainan bawaan.
  6. Akibat konsumsi obat-obatan tertentu yang mengencerkan darah dan menghambat pembekuan darah seperti obat antikoagulan dan aspirin.
GEJALA

Gejala mimisan yakni keluarnya darah dari lubang hidung, Terdapat dua sumber perdarahan yaitu bagian anterior dan posterior.

  • Pada epistaksis anterior, perdarahan berasal dari pleksus kiesselbach (yang paling sering terjadi dan biasanya pada anak-anak) yang merupakan anastomosis cabang arteri ethmoidakis anterior, arteri sfeno-palatina, arteri palatine ascendens dan arteri labialis superior.
  • Pada epistaksis posterior, perdarahan berasal dari arteri sfenopalatina dan arteri ethmoidalis posterior. Epistaksis posterior sering terjadi pada pasien usia lanjut yang menderita hipertensi, arteriosclerosis, atau penyakit kardiovaskuler. Perdarahan biasanya hebat dan jarang berhenti spontan.

Anatomi pembuluh darah hidung

Gambar Anatomi Pembuluh Darah Hidung

Sumber : http://ashshihhahcorner.blogspot.com

Perdarahan yang hebat dapat menimbulkan syok dan anemia, akibatnya dapat timbul iskemia serebri, insufisiensi koroner dan infark miokard, sehingga dapat menimbulkan kematian. Oleh karena itu pemberian infuse dan tranfusi darah harus cepat dilakukan.

DIAGNOSA

Diagnosa dinilai dari pemeriksaan fisik serta anamnesa pasien, Pemeriksaan penunjang bertujuan untuk menilai keadaan umum penderita, sehingga pengobatan dapat cepat dan untuk mencari penyebab,

Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan adalah pemeriksaan darah tepi lengkap, fungsi hemostatis, uji faal hati dan faal ginjal.

Jika diperlukan pemeriksaan radiologik hidung, sinus paranasal dan nasofaring dapat dilakukan setelah keadaan akut dapat diatasi.

PENGOBATAN

Tiga prinsip utama dalam menanggulangi epistaksis, yaitu menghentikan perdarahan, mencegah komplikasi dan mencegah berulangnya epistaksis

- Menghentikan perdarahan secara aktif, seperti pemasangan tampon dan kaustik lebih baik daripada memberikan obat-obatan hemostatik sambil menunggu epistaksis berhenti.

Pasien diminta duduk tegak (agar tekanan vaskular berkurang dan mudah membatukkan darah di faring). Bila dalam keadaan lemah atau syok, pasien dibaringkan dengan bantal di belakang punggung. Sumber perdarahan dicari dengan bantuan alat hisap agar hidung bersih dari bekuan darah. Kemudian, pasang tampon anterior yang telah dibasahi dengan adrenalin dan lidokain atau pantokain untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi rasa nyeri untuk tindakan selanjutnya. Biarkan 3-5 menit dan tentukan apakah sumber perdarahan di bagian anterior atau posterior.

Pada anak yang sering mengalami epistaksis ringan, perdarahan dihentikan dengan cara menekan kedua cuping hidung ke arah dalam septum/pembatas hidung kanan dan kiri selama beberapa menit.

Tempat penekanan hidung saat mimisan

 

Gambar Cara menghentikan

epistaksis dengan menekan cuping kearah dalam septum

Sumber : www.google.com

- Perdarahan Anterior

Jika terlihat, sumber perdarahan ditetesi dengan larutan nitras argenti 20-30% (atau asam triklorasetat 10%) atau dipanasi dengan elektrokauter. Sebelumnya diberikan analgesik topikal. Bila dengan cara ini perdarahan masih terus berlangsung, maka diperlukan pemasangan tampon anterior, yaitu kapas atau kasa menyerupai pita dengan lebar kurang lebih ½ cm, yang diberi vaselin atau salep antibiotik agar tidak melekat sehingga tidak terjadi perdarahan ulang saat pencabutan. Tampon anterior dimasukkan melalui nares anterior/lubang hidung, diletakkan berlapis mulai dari dasar sampai puncak rongga hidung, dan harus menekan tempat asal pendarahan. Tampon dipertahankan 1-2 hari.

cara atasi mimisan denga pemasangan tampon

cara pasang tampon anterior untuk atasi hidung mimisan

Gambar Pemasangan Tampon Anterior

Sumber : www.seg-social.es

Jika tidak ada penyakit yang mendasarinya, pasien diperbolehkan rawat jalan, dan diminta lebih banyak duduk serta mengangkat kepalanya sedikit pada malam hari. Pasien lanjut usia harus dirawat.

- Pendarahan Posterior

Terjadi bila sebagian besar darah yang keluar masuk ke dalam faring/tenggorokan, tampon anterior tidak dapat menghentikan perdarahan, dan pada pemeriksaan hidung tampak perdarahan di posterior superior/bagian atas belakang rongga mulut.

Perdarahan posterior lebih sukar diatasi karena perdarahan biasanya hebat dan sukar melihat bagian posterior dari kavum nasi/lubang hidung. Dilakukan pemasangan tampon posterior (tam
pon Bellocq). Pasien dengan tampon posterior harus dirawat dan tampon dikeluarkan dalam waktu 2-3 hari setelah pemasangan.

tampon untuk hidung mimisan

Gambar Cara Pemasangan Tampon Bellocq(Tampon Posterior)

Sumber : http://desugy.files.wordpress.com

- Selain itu dapat pula dipakai obat-obatan hemostatik/pemberhenti perdarahan seperti vitamin K atau karbazokrom.

PENCEGAHAN

Beberapa saran untuk mencegah mimisan antara lain:

  • Tidak mengorek hidung terutama bila kuku panjang.
  • Jangan membuang ingus terlalu keras.
  • Menggunakan semprot hidung berisi larutan garam normal sebelum tidur untuk menjaga kelembaban rongga hidung.
  • Menggunakan masker bila bekerja di ruang yang banyak zat kimia yang dapat mengiritasi seperti di laboratorium.
  • Tidak merokok, karena asap rokok juga bersifat iritatif terhadap lapisan rongga hidung.
REFERENSI

- Kapita Selekta Kedokteran Jilid Ketiga,Epistaksis,2001

- Mayo-Clinic, Epistaksis,2012

 

 

 

Obat Terkait :

- Transamin

- Vitamin K

Nutracare

Info Penyakit

Impotensi
Impotensi

Deskripsi : Impotensi (Disfungsi Ereksi) adalah ketidakmampuan
Baca selengkapnya »

Paronikia
Paronikia

Deskripsi : Paronikia atau yang lebih
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

EVER C EFFERVESCENT TABLET

Tablet Effervecent 1.000 mg x 10's

SANMOL ORAL DROPS

Tetes 60 mg/0.6 mL x 20 mL.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com