nothing
informasi maloklusi peneybab,penanganan-medicastore.com
nothing
Medicastore
Maloklusi (Malocclusion)

Malocclusion 1.jpg

Sumber : www.google.com

 
DEFINISI

Maloklusi (Malocclusion) adalah kelainan susunan bagian atas dan bawah rahang yang mencegah gigi bertemu dengan semestinya atau bentuk hubungan rahang atas dan rahang bawah yang menyimpang dari bentuk standar yang diterima sebagai bentuk yang normal.

Gigi tidak rapi (maloklusi)

Gambar Gigi Normal Dan Maloklusi

Sumber : www.doereport.com


Penyumbatan merujuk pada susunan pada gigi dan tempat dimana gigi atas dan bawah bertemu dengan sesuai. Idealnya, gigi bagian atas sedikit melebihi gigi bagian atas. Susunan yang semestinya pada gigi mencegah kekuatan yang tidak semestinya terdapat hanya pada beberapa gigi dan menjaga bibir, pipi, dan lidah terhindar dari permukaan tajam. Jika gigi maloccluded (keluar dari susunan), ketegangan yang tidak semestinya yang terdapat pada beberapa gigi, yang bisa mematahkan bagian pada mahkota gigi atau melonggarkan gigi.

 

PENYEBAB

Penyebab umum pada malocclusion adalah ketidakseimbangan antara ukuran rahang dan ukuran gigi atau antara ukuran rahang bagian atas dan bawah.   Peneliti telah membagi factor penyebab terjadinya maloklusi yaitu factor yang spesifik, pengaruh genetika, dan pengaruh lingkungan.

1. Faktor spesifik

Gangguan-gangguan yang terjadi pada masa pertumbuhan dan perkembangan yaitu :

a   Gangguan pertumbuhan tulang

Cedera pada lahir dibagi menjadi dua kategori yaitu

(1) intrauterine molding

(2) trauma pada mandibula selama proses kelahiran berlangsung

Hal ini dapat terjadi karena adanya tekanan yang diberikan pada bayi saat proses kelahiran berlangsung. 

b  Disfungsi otot

Otot-otot wajah dapat mempengaruhi pertumbuhan rahang dalam dua cara. Pertama pembentukan tulang pada titik otot yang tergantung pada aktivitas otot. Kedua otot merupakan bagian penting dari seluruh jaringan matriks lunak yang pertumbuhannya biasanya mengakibatkan rahang bawah ke depan.

c   Gangguan perkembangan gigi

Gangguan perkembangan gigi biasanya disertai dengan cacat bawaan. Misalnya hilangnya gigi secara congenital yaitu gangguan yang terjadi pada tahap awal pembentukan gigi (inisiasi dan proliferasi). Hal ini biasanya dikenal dengan nama anadontia dan oligodontia. Contoh lain adalah cacat dan supernumery teeth yaitu kelainan pada ukuran gigi yang terjadi pada tahap morphodifferensiasi dan histodifferensiasi (tahap pengembangan).

d   Gigi sulung tanggal prematur

Gigi sulung yang tanggal prematur dapat berdampak pada susunan gigi permanen. Semakin mudah umur pasien pada saat tanggal ,akibatnya akan semakin besar terhadap susunan gigi permanen. Misalnya jika molar kedua sulung tanggal secara prematur karena karies , kemidian gigi permanen akan bergeser ketempat diastema sehingga tempat untuk premolar kedua permanen berkurang dan premolar kedua akan tumbuh diluar dari tempatnya.

e   Persistensi gigi

Persistensi gigi sulung (over retained deciduous teeth) yaitu gigi sulung yang sudah melewati waktunya tanggal tetapi tidak tanggal.

Gigi sulung tidak tanggal

Gambar Gigi Sulung Yang Harusnya Sudah Lepas/Tanggal

Sumber : www.ijdr.in

f   Trauma

Jika terjadi trauma pada gigi sulung akan mengakibatkan benih gigi permanen bergeser sehingga akan mengakibatkan kelainan pertumbuhan pada gigi permanen contohnya akar gigi yang mengalami distorsi atau bengkok. Hal ini dapat mempengaruhi gigi permanen yang berada didekatnya sehingga erupsi di luar lengkung gigi.

g   Pengaruh jaringan lunak

Tekanan dari jaringan lunak akan memeberi pengaruh yang besar terhadap letak gigi. Meskipun tekanannya kecil tetapi berlangsung lebih lama akan tetap menghasilkan dampak. Misalnya lidah yang makroglosia akan mengakibatkan terjadinya maloklusi.

h   Kebiasaan buruk

kebiasaan buruk berfrekuensi cukup tinggi dengan intensitas yang cukup dapat menyebabkan terjadinya maloklusi. Contohnya kebiasaan mengisap jari atau benda-benda lain dalam waktu yang berkepanjangan dapat menyebabkan maloklusi.

Penyebab maloklusi menghisap jari tangan

Gambar Menhisap Ibu Jari dapat Menyebabkan Maloklusi

Sumber : www.google.com

2. Pengaruh genetika

Pengaruh genetika sangat kuat pada pembentukan wajah yaitu pembentukan hidung, rahang, dan tampilan senyum. Hal ini dapat dilihat dari beberapa keluarga yang terjadi maloklusi.

a. Terjadinya disharmoni antar ukuran rahang dengan ukuran gigi yang menghasilkan crowded (gigi padat) atau Diastema (Gigi renggang)

b.  Terjadinya disharmoni antar ukuran rahang atas dengan ukuran rahang bawah yang menyebabkan tidak adanya hubungan oklusi.

3. Pengaruh lingkungan

Pengaruh lingkungan selama pertumbuhan dan perkembangan pada wajah, rahang, dan gigi sebagian besar terdiri dari tekanan dan kekuatan terkait dengan aktivitas fisiologis. Fungsi harus beradaptasi dengan lingkungan. Misalnya, bagaimana Anda mengunyah dan menelan akan ditentukan oleh apa yang Anda harus makan, tekanan terhadap rahang dan gigi akan mempengaruhi pertumbuhan rahang dan erupsi gigi.

 

GEJALA

Malocclusion biasanya tidak menyebabkan gejala pada awalnya. Segera, meskipun demikian, bisa mengakibatkan pengenduran atau patahan pada kelainan baris gigi pada ketegangan yang terdapat pada mereka. Malocclusion berat bisa juga menyebabkan kesulitan atau rasa tidak nyaman ketika menggigit atau mengunyah, sama seperti kesulitan berbicara. Malocclusion yang mencegah akses penuh untuk kesehatan mulut yang semestinya bisa meningkatkan resiko penyakit gusi dan rongga gigi.

 
DIAGNOSA

Malocclusion bisa didiagnosa oleh seorang dokter gigi selama pemeriksaan gigi.

 

PENGOBATAN

Malocclusion bisa diperbaiki dalam beberapa cara. Gigi bisa disusun ulang dengan menggunakan kekuatan ringan secara terus menerus melalui penggunaan alat gigi. Secara garis besar, alat orthodontik dapat dibagi dua, yaitu

  • Alat orthodontik lepasan (removable orthodontic appliances)
  • Alat orthodontik cekat (fixed orthodontic appliances)

Biasanya pada kasus maloklusi ringan yang tidak memerlukan pencabutan, yang digunakan adalah alat orthodontik lepasan. Alat ini dapat dilepas sewaktu-waktu oleh pasien, oleh karena itu tingkat keberhasilan perawatan sangat bergantung pada kedisiplinan pasien itu sendiri.

Penangan maloklusi dengan orthodontik lepasan

Gambar alat orthodontik lepasan (removable orthodontic appliances)

Sumber : www.klikdokter.com

Pada kasus yang lebih berat, digunakan alat orthodontik cekat yang pemasangan maupun pelepasannya harus dilakukan oleh dokter gigi spesialis orthodontik.

Penanganan maloklusi dengan orthodontik cekat

Gambar alat orthodontik cekat (fixed orthodontic appliances)

Sumber : www.klikdokter.com

Ada juga alat orthodontik cekat yang dipasang pada permukaan dalam gigi sehingga pada saat tersenyum pasien tidak terlihat menggunakan kawat gigi, biasanya terkait dengan alasan estetis.


Penangan maloklusi dengan pemasangan orthodontik di gigi dalam atas

Gambar Alat orthodontik dipasang didalam gigi atas (bagian palatal)

Sumber : www.klikdokter.com


Pada kasus maloklusi yang melibatkan kelainan skeletal (tulang tengkorak kepala), ada kasus yang diindikasikan untuk penggunaan head gear untuk mengendalikan pertumbuhan tulang rahang.

Penanganan maloklusi dengan orthodontik bersama head gear

Gambar Pasien mengenakan alat orthodontik cekat dengan bantuan head gear.

Sumber : www.klikdokter.com

Kadangkala, ketika alat gigi tunggal tidak cukup, operasi rahang kemungkinan diperlukan. Metode lain pada pengobatan malocclusion termasuk pilihan menggerinda pada beberapa gigi atau pembuatan gigi dengan menggunakan mahkota gigi atau perbaikan gigi lainnya.

 

PENCEGAHAN

Setelah hilang atau perpindahan pada gigi (misal, untuk membuat jalan untuk gigi permanen lain), pemindahan sisa gigi bisa dicegah dengan bingkai penahan gigi atau alat gigi lainnya. Ketika gigi disusun dengan semestinya dan bingkai penyangga gigi dipindah, orang tersebut biasanya perlu melanjutkan pemakaian penyangga di malam hari untuk 2 sampai 3 tahun untuk menjaga posisi gigi.

 

REFERENSI

- MaryBeth Balogh, Margaret J.F. Dental Embryology, Histology, and Anatomy. 2nd Ed. USA:Elsevier. 2006. P. 336

- Bhalajhi Sundaresa Iyyer. Orthodontics the Art and Science. 3rd Ed. New Delhi : Arya (MEDI) Publishing House. 2006. P. 59-62

- http://www.drchetan.com/orthodontics-treatment-of-malocclusion.html

Info Penyakit

Fraktur Tulang Kepala
Fraktur Tulang Kepala

Deskripsi : Fraktur tulang kepala merupakan retak
Baca selengkapnya »

Kelainan Jantung Bawaan
Kelainan Jantung Bawaan

Deskripsi : 1 dari 120 bayi terlahir
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

FORTEN TABLET 12,5 MG

Tablet 12.5 mg x 5 x 10's

ANEROCID CAPSULE 150 MG

Kapsul 150 mg x 50's

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com