nothing
Keratoconus - medicastore.com
nothing
Medicastore
Keratoconus

Keratoconus.jpg

Sumber : www.medicastore.com

 
DEFINISI

Kornea merupakan "jendela" mata yang berbentuk seperti kubah yang terletak di bagian depan mata. Fungsi kornea adalah untuk memfokuskan cahaya ke dalam mata. Keratoconus adalah kondisi di mana kornea menipis dan menonjol sehingga berbentuk seperti kerucut. Perubahan bentuk kornea ini dapat menyebabkan fungsi memfokuskan cahaya menjadi terganggu, sehingga penglihatan menjadi buram dan terdistorsi.

Mata dengan Kornea Normal dan dengan Keratoconus

Sumber: http://medicastore.com

PENYEBAB

Penyebabnya tidak diketahui. Keratoconus lebih sering ditemukan pada pemakai lensa kontak dan penderita rabun dekat. Beberapa faktor risiko terbentuknya keratoconus:

  • Riwayat keluarga dengan keratoconus. Keratoconus tampaknya diturunkan dalam keluarga.
  • Penyakit alergi. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dengan masalah medis tertentu, termasuk kondisi alergi.
  • Cedera mata (misalnya menggosok-gosok mata atau memakai lensa kontak yang keras selama bertahun-tahun). Namun seringkali, tidak ada riwayat cedera mata atau penyakit yang dapat menjelaskan mengapa bentuk mata mulai berubah.
  • Penyakit mata tertentu (misalnya retinitis pigmentosa, retinopati, konjungtivitis vernal).
  • Beberapa kelainan jaringan ikat, seperti sindroma Ehlers-Danlos, sindroma Marfan, dan osteogenesis imperfecta
  • Penyakit sistemik (misalnya amorosis kongenitalis Leber, sindroma Ehlers-Danlos, sindroma Down dan osteogenesis imperfekta).
  • Kelainan bawaan (kongenital) dengan gangguan penglihatan, misalnya neuropati optik kongenital, ROP-Retinopathy of Prematurity, dan aniridia

Serat protein di dalam mata, yang disebut kolagen, berperan menjaga kornea pada tempatnya dan agar kornea tidak menonjol. Ketika serat ini melemah, maka serat tidak dapat menjaga bentuk kubah kornea dan menyebabkan kornea menjadi semakin mengerucut.

GEJALA

Gejala-gejala yang bisa disebabkan oleh keratoconus, antara lain:

  • Perubahan penglihatan yang tiba-tiba pada satu mata.
  • Penglihatan ganda ketika melihat dengan satu mata saja.
  • Benda yang dekat dan jauh terlihat seperti terdistorsi.

Pantulan Gambar yang Diterima Terdistorsi

Sumber : http://medicastore.com 

  • Cahaya yang terang tampak seperti memiliki lingkaran di sekitarnya.
  • Sinar/cahaya tampak bergaris-garis.
  • Penglihatan berbayang (1 benda terlihat menjadi banyak /triple ghost image).

Gambaran Penglihatan pada Mata yang Mengalami Keratoconus

Sumber : http://medicastore.com

Kebanyakan penderita keratoconus mengalami kondisi ini pada kedua matanya dan dapat dengan tingkat yang berbeda. Biasanya terjadi pada satu mata dan kemudian ke mata lainnya.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kornea dengan

  • Slit lamp  
  • Pengukur kelengkungan kornea. Ada beberapa cara pengukuran yang dapat dilakukan antara lain:
  1. Instrumen keratometer, yaitu kornea disinari cahaya dan pantulan sinar memberitahu dokter bagaimana kelengkungan kornea mata.
  2. Instrumen komputerisasi yang membuat peta tiga-dimensi dari kornea.
  • Pachymetry. Dengan menggunakan pachymetry, pada keratoconus stadium lanjut, penipisan kornea bisa diukur.

 

PENGOBATAN

Perubahan pada kornea menyebabkan mata tidak bisa fokus sehingga perlu menggunakan kacamata atau lensa kontak lunak. Kacamata atau lensa kontak lunak dapat digunakan pada tahap awal untuk mengoreksi astigmatisme ringan dan rabun dekat yang disebabkan oleh keratoconus.

Sebuah transplantasi kornea mungkin diperlukan dalam kasus di mana kornea menjadi sangat tipis dan tampak nyaris robek. Dalam operasi, bagian tengah kornea diangkat dan diganti dengan kornea donor yang dijahit pada tempatnya. Pemulihan dari transplantasi kornea biasanya sangat lama, diukur dalam bulan dan tahun. Dalam beberapa kasus terjadi penolakan jaringan sehingga operasi mungkin perlu diulang.

Transplantasi/Pencangkokan Kornea

Sumber : http://medicastore.com

REFERENSI
  • Davies PD, Lobascher D, Menon JA, Rahi AHS, Ruben M. Immunological studies in keratoconus. Trans Ophthalmol Soc UK 1976;9:173-8.
  • Marechal-Courtois C. Topographic study of the cornea at different stages of  the development of keratoconus. Bull Soc Belge Ophtalmol 1967;147: 495-505.
  • Galin MA, Berger R(1958) Atopy and keratoconus. Am J Ophthalmol 45:904–906.[Medline]
  • Spencer WH, Fisher JJ. (1959) The association of keratoconus with atopic dermatitis. Am J Ophthalmol 47:332–334.[Medline]
  • R, Melvin. Keratoconus. The Merck Manual. 2012.
  • Mayo Foundation for Medical Education and Research. Keratoconus. 2013.

  • www.aao.org/eye-health/diseases/keratoconus-symptoms
Saras Subur Ayoe

Info Penyakit

Toksokariasis
Toksokariasis

Deskripsi : Toksokariasis adalah suatu infeksi yang
Baca selengkapnya »

Duodenografi Hipotonik
Duodenografi Hipotonik

Deskripsi : Duodenografi hipotonik merupakan pemeriksaan foto
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

TRIAMINIC EKSPEKTORAN & PILEK SYRUP

Syrup 60 mL x 1's

CRAVIT INFUS

Larutan Infus IV 750 mg/150 mL x 1

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com