nothing
Cedera Akibat Olahraga - medicastore.com
nothing
Medicastore
Cedera Akibat Olahraga

cedera_karena_olahraga.jpg

Sumber : www.medicastore.com

 
DEFINISI

Cedera olahraga adalah segala bentuk ruda paksa/trauma sebagai akibat berolahraga. Cedera olahraga terjadi karena ketidakmampuan jaringan (otot, persendian, tendon, kulit) dan organ tubuh lainnya dalam menerima beban latihan pada saat berolahraga.

Cedera olahraga

Pemain Basket yang Mengalami cedera

Sumber : http://basket.sportku.com

Cedera karena olahraga mencakup seperempat dari semua cedera yang terkait pada anak-anak dan remaja, dan insiden ini meningkat karena meningkatnya partisipasi olahraga oleh orang dari berbagai rentang umur. Pencegahan cedera olahraga dapat terwujud dengan adanya peningkatan penyuluhan untuk para olahragawan tentang kebutuhan spesifik dari olahraga tertentu dan risikonya.

PENYEBAB

Menurut penyebabnya:

1. Overuse injury

Overuse injury disebabkan oleh gerakan berulang yang terlalu banyak dan terlalu cepat.

2. Traumatic injury

Traumatic injury disebabkan adanya benturan atau gerak melebihi kemampuan

Faktor yang mempengaruhi terjadinya cedera

 a. Kondisi individu/perorangan

  • Umur. Kemampuan fungsi tubuh akan menurun setelah usia 30 tahun sehingga lebih berisiko mengalami cedera.

  • Jenis Kelamin. Perempuan lebih rentan terhadap cedera dibandingkan laki-laki karena perbedaan struktur anatomi dan kemampuan fisiologi.

  • Karakter. Tipe kepribadian yang temperamental/emosional akan meningkatkan risiko terjadinya  cedera.

  • Pemanasan. Pemanasan yang kurang baik akan mempengaruhi kesiapan tubuh dalam menerima beban saat berolahraga.

  • Kelainan postur. Tubuh yang kelelahan dan berat badan berlebih akan memudahkan terjadinya cedera olahraga 

b. Sarana olahraga

  • Peralatan yang bentuk dan ukurannya tidak sesuai dengan masing-masing individu akan memudahkan terjadinya cedera

c. Karakteristik olahraga

  • Jenis olahraga akan mempengaruhi bagian tubuh yang rentan cedera, olah karena itu bila diperlukan dapat menggunakan pelindung tubuh sesuai kebutuhan

Cedera pada beberapa bidang olahraga

Cabang Olahraga yang Mengakibatkan Cedera

Sumber : http://medicastore.com

d. Lingkungan fisik

  • Suhu dan kelembaban udara yang ekstrim mempengaruhi tubuh saat berolahraga

GEJALA

Bentuk bentuk cedera olahraga

Otot-otot Yang Sering Mengalami Strain

Otot-otot yang Sering Mengalami Strain

  Sumber: www.medicastore.com

  1. Strain. Merupakan kerusakan yang terjadi pada saat otot dan atau tendon karena penggunaan atau peregangan yang berlebihan. Jenis cedera ini terjadi akibat otot tertarik pada arah yang salah, kontraksi otot yang berlebihan atau ketika terjadi kontraksi, otot belum siap. Strain sering terjadi pada bagian selangkangan (otot pada kunci paha), otot hamstrings (otot paha bagian bawah/belakang), dan otot quadriceps (otot bagian depan paha).
  2. Sprain (keseleo). Sprain adalah bentuk cedera berupa penguluran atau robekan pada ligamen (jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang) atau kapsul sendi, yang memberikan stabilitas sendi. Kerusakan yang parah pada ligamen atau kapsul sendi dapat menyebabkan ketidakstabilan pada sendi.

  3. Contusio (benturan). Merupakan kerusakan yang terjadi pada jaringan lunak karena benturan langsung pada otot atau ligamen. Bila disertai dengan perdarahan disebut hematom (memar).

  4. Dislokasi. Merupakan pergeseran letak sendi dari tempat yang seharusnya disertai dengan kerusakan kapsul sendi dan ligamen yang mengelilinginya

  5.  Fraktur/patah tulang. Merupakan terputusnya kontinuitas tulang dan atau tulang rawan baik komplit maupun tidak komplit.

    Macam-macam patah tulang:

    Patah tulang terbuka dimana fragmen (pecahan) tulang melukai kulit di atasnya dan tulang keluar.

    Patah tulang tertutup dimana fragmen (pecahan) tulang tidak menembus permukaan kulit.

  6. Heat exhaustion (sengatan panas). Merupakan kelelahan akibat sengatan panas. Bila tidak segera ditangani dapat menimbulkan gangguan pembuluh darah otak (heat stroke). 

  7. Luka. Merupakan hilangnya/diskontinuitas jaringan yang menyebabkan terpaparnya jaringan dengan dunia luar, misalnya laserasi, maserasi, ekskoriasi (lecet).

Posisi Trauma Cedera sprain (Keseleo)

Posisi Trauma Cedera Sprain (Keseleo)

Sumber : http://medicastore.com

 Gejala yang muncul:

  • Nyeri pada persendian tulang, nyeri bila anggota badan digerakkan khususnya dilokasi cedera,
  • Nyeri tekan,
  • Inflamasi/peradangan,
  • ketidakmampuan menggerakkan tungkai,
  • Spasme otot, 
  • kehilangan kekuatan, 
  • Memar dan bengkak disekitar persendian tulang yang terkena cedera,
  • Perubahan warna kulit terjadi hemarthrosis atau pendarahan sendi. persendian terganggu, dll,
  • ROM (range of movement/keterbatasan lingkup gerak sendi) menurun
  • Kekuatan organ yang cedera melemah dibanding dengan organ yang tidak mengalami cedera.

Gejala di atas tidak semua terjadi, tergantung jenis, lokasi dan trauma/proses cedera yang dialami.

 

 Nyeri Akibat Cedera

Nyeri Akibat Cedera

Sumber: http://medicastore.com

 

 Cedera pada hamstring

Memar Paha Belakang Akibat Cedera

Sumber : http://chronoraith.blogspot.com

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, keterangan dari penderita mengenai aktivitas yang dilakukannya dan hasil pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan diagnostik yang dilakukan meliputi:

- Rontgen

- CT scan

- MRI

- Artroskopi

- Elektromiografi

- Pemeriksaan dengan bantuan komputer lainnya untuk menilai fungsi otot dan sendi.

 

PENGOBATAN

PENANGANAN DASAR CEDERA

Penanganan Pertama Setelah Cedera : RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation)

RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation)

Penanganan Pertama Setelah Cedera

Sumber: http://medicastore.com

1. Rest: istirahatkan bagian yang cedera.

2. Ice: kompres es segera setelah trauma, selama 48 jam pertama (2 hari), kompres selama 10-15 menit diulangi tiap 2-4 jam 

3. Compression: tekan dengan pembalutan. 

4. Elevation: naikkan bagian cedera lebih tinggi dari jantung.

5. Kompres panas: boleh dilakukan setelah pembengkakan jenuh,biasanya 72 jam stealah cedera.

6. Hidroterapi/elektroterapi (Fisioterapi).

7. Massage (pijat) dilakukan setelah 72 jam setelah cedera, namun masih jadi perdebatan karena hal ini dapat memperburuk kondisi cedera.

8. Obat anti sakit dan anti radang.

9. Penanganan patah tulang dilakukan sebagai berikut:

Olahragawan tidak boleh melanjutkan pertandingan, pertolongan pertama dilakukan oleh dokter secepat mungkin dalam waktu kurang dari lima belas menit, karena pada waktu itu olahragawan tidak merasa nyeri bila dilakukan reposisi, kemudian dipasang spalk balut tekan untuk mempertahankan kedudukan yang baru, serta menghentikan perdarahan. 

Hal-hal yang harus diperhatikan pada penanganan cedera

1. Bila terjadi cedera, segera diobati sampai sembuh sempurna

2.  Lakukan latihan pasca cedera, yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi seperti sebelum cedera. Latihan dapat berupa latihan peregangan, latihan kekuatan, dan latihan daya tahan.

Yang harus dihindari saat terjadi cedera adalah HARM, yaitu:

H: Heat (panas), akan melebarkan pembuluh darah sehingga bisa terjadi perdarahan/bleeding.

A:    Alkohol, akan meningkatkan/memperbesar bengkak.

R:    Running (lari/olahraga), akan memperburuk cedera.

M:  Massage (pijat), tidak boleh dilkukan pada 3 hari pertama cedera karena akan memperburuk cedera dan bengkak akan bertambah.

Hindari Heat, Alkohol, Run, Massage (HARM) 

Hindari HARM

Sumber : http://medicastore.com

PENCEGAHAN
  • Pemanasan sebelum melakukan latihan yang berat dapat membantu mencegah terjadinya cedera.

Latihan ringan selama 3-10 menit akan menghangatkan otot sehingga otot lebih lentur dan tahan terhadap cedera.
Metode pemanasan yang aktif lebih efektif daripada metode pasif seperti air hangat, bantalan pemanas, ultrasonik atau lampu infra merah. Metode pasif tidak menyebabkan bertambahnya sirkulasi darah secara berarti.

  • Pendinginan adalah mengurangi latihan secara bertahap sebelum latihan dihentikan.

Pendinginan mencegah terjadinya pusing dengan menjaga aliran darah. Jika latihan yang berat dihentikan secara tiba-tiba, darah akan terkumpul di dalam vena tungkai dan untuk sementara waktu menyebabkan berkurangnya aliran darah ke kepala.
Pendinginan juga membantu membuang limbah metabolik (misalnya asam laktat dari otot), tetapi pendinginan tampaknya tidak mencegah sakit otot pada hari berikutnya, yang disebabkan oleh kerusakan serat-serat otot.

  • Latihan peregangan tampaknya tidak mencegah cedera, tetapi berfungsi memperpanjang otot sehingga otot bisa berkontraksi lebih efektif dan bekerja lebih baik.

Untuk menghindari kerusakan otot karena peregangan, hendaknya peregangan dilakukan setelah pemanasan atau setelah berolah raga, dan setiap gerakan peregangan ditahan selama 10 hitungan.

Berikut Gambar-Gambar Cara Pemanasan (Stretching):

stretching

pemanasan

Sumber : http://medicastore.com

REFERENSI
  • Hardianto Wibowo, dr. 1995. Pencegahan dan Petatalaksanaan Cedera Olahraga. Cetakan 1. EGC.
  • Peterson, L, Renstrom, P. 1996. Sport Injuries. CIBA.
  • Santosa, Andy, A. 1994. Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia. Jakarta: Akper Sint Carolus
  • Sobotta. 2000. Atlas Anatomi Manusia. Jakarta: EGC
    Sutarmo, Setiaji. V. D. 1990. Buku Kuliah Anatomi Fisiologi. Jakarta: FKUI
  • Knight KL. Cryotherapy in Sport Injury  Management.1995

Saras Subur Ayoe

Obat Terkait
- VALTO FORTE TABLET 50 MG
- VALTO GEL
- VALTO TABLET 25 MG
- VOLTADEX TABLET 25 MG
- VOLTAREN EMULGEL 20 G
- VOLTAREN EMULGEL 50 G
- VOLTAREN SR TABLET
- VOLTAREN TABLET 25 MG
- VOLTAREN TABLET 50 MG
 
Dokter Terkait
- DOKTER SPESIALIS BEDAH ORTHOPEDI
 
Artikel Terkait
- Cedera pada Olah Raga Futsal
- Olahraga dapat menyembuhkan nyeri otot kronis
- Olahraga Cara Ampuh Pertajam Ingatan
- Olahraga bagi Penderita Diabetes
- Olahraga pada Masa Kehamilan
- Olahraga dan Dehidrasi
- Terapi Akupuntur dalam Olahraga
- Pemeriksaan C-reactive protein (CRP) : Sebagai Indikator penyakit
- Pemeriksaan C-reactive protein (CRP) : Sebagai Indikator penyakit
- Pemeriksaan C-reactive protein (CRP) : Sebagai Indikator penyakit
 
Penyakit Terkait
- Cedera Kepala
- Cedera Pada Limpa
- Cedera Lahir
- Cedera Hamstring
- Cedera Pinggang (Lumbar Strain)
- Cedera Medulla Spinalis Akibat Kecelakaan
- Cedera Kepala
- Cedera Mata
- Cedera Akibat Listrik
- Cedera Karena Radiasi
- Cedera Bola Mata
- Cedera Telinga
- Cedera Akibat Olahraga
- Patah Tulang Kaki Karena Tekanan (Stress Fracture)
- Patah Tulang Kaki
- Patah Tulang Hidung
- Patah Tulang Orbita
- Gigi yang Retak, Patah, atau Lepas (Avulsi)
- Foto Sinar-X Pada Tulang Belakang
- MRI Otak dan Tulang Belakang
- MRI Tulang Belakang
- CT Scan Dada
- CT Scan Tulang Belakang
- CT Scan Otak
- CT Scan Tulang
- CT Scan Struktur-Struktur di Sekitar Mata (Orbita)
- Pergelangan Kaki Terkilir
- Fraktur Tulang Temporal
- Fraktur Tulang Kepala
- Fraktur Tulang
- Kram Otot
 

Info Penyakit

Mukormikosis (Zygomikosis)
Mukormikosis (Zygomikosis)

Deskripsi : Mukormikosis (Zygomikosis) adalah suatu infeksi
Baca selengkapnya »

Kandidiasis Mukokutaneus Kronis
Kandidiasis Mukokutaneus Kronis

Deskripsi : Kandidiasis mukokutaneus kronis
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

LAPICEF CAPSUL 500 MG

Kapsul 500 mg x 10 x 10.

ULCUSAN CAPSULE 400 MG

Kapsul 400 mg x 50 biji.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com