nothing
Varises vena - medicastore.com
nothing
Medicastore
Varises Vena

Varises.jpg

Sumber : www.medicastore.com

 
DEFINISI

Varises adalah keadaan di mana vena mengalami pelebaran akibat pengaruh peningkatan tekanan vena. Varises merupakan suatu manifestasi dari sindrom insufiensi vena di mana pada sindrom ini aliran darah vena mengalami arah aliran retrograde atau aliran balik menuju tungkai yang kemudian mengalami pembendungan darah (kongesti).

Gangguan aliran vena

Sumber: http://medicastore.com

Pembuluh darah vena berfungsi mengangkut darah, sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh dan kembali ke jantung. Varises dapat terjadi di mana saja pada bagian tubuh, misalnya pada kaki, tangan, esofagus, skrotum, dan vulva, namun yang paling sering yaitu pada bagian betis.

Varises merupakan salah satu penyakit umum yang diderita orang, namun umumnya  dialami oleh wanita karena wanita memiliki kulit yang lunak dan mengalami perubahan hormonal terutama saat pubertas dan hamil.

PENYEBAB

Faktor-faktor yang mempercepat munculnya varises, meliputi:

  • Gen/keturunan: penyakit varises dapat diturunkan dari orang tua, dan biasanya terjadi saat usia dewasa akibat perubahan hormon, dan bertambahnya berat badan.
  • Perokok: merokok mempengaruhi aliran darah dengan pengaturan fibrin (protein penggumpalan darah), karena kandungan zat dalam rokok dapat membuat pembuluh darah menjadi kaku.
  • Obesitas: jika kelebihan 20 persen dari berat badan ideal, peluang terkena varises akan lebih besar. Karena tekanan berat tubuh dan gravitasi membuat pembuluh-pembuluh darah di betis memikul tugas lebih berat dalam mengalirkan darah kembali ke jantung.
  • Kehamilan: meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil membuat kaki semakin terbebani, akibatnya alian darah dari kaki, tungkai, pangkal paha terhambat.
  • Makanan: pola makan yang kurang serat dapat menyebabkan sembelit atau sulit buang air besar yang mempengaruhi kesehatan vena pada kaki.
  • Terlalu banyak berdiri: berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan badan.
  • Memakai sepatu hak tinggi: memakai sepatu hak tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah menjadi tidak maksimal.
  • Olahraga: olahraga dengan mengangkat beban berat membuat pembuluh vena anda menjadi melebar.
  • Usia Lanjut: sifat elastisitas vena berkurang
GEJALA

Varises vena umumnya menimbulkan rasa tidak nyaman, pegal, atau nyeri pada tungkai. Namun, banyak orang, bahkan dengan varises yang besar, tidak mengalami rasa nyeri. Tanda-tanda yang bisa ditemukan pada varises vena antara lain:

  1. Terlihat tonjolan pembuluh darah/vena pada kaki
  2. Vena tampak berwarna biru atau ungu gelap
  3. Vena tampak menonjol dan berlekuk-lekuk, seringkali tampak seperti kabel pada tungkai bawah
  4. Kaki terasa berat
  5. Gatal di daerah varises vena, terutama jika tungkai menjadi hangat setelah menggunakan kaus kaki atau stocking.
  6. Terasa nyeri, rasa terbakar
  7. Gejala bertambah hebat setelah duduk atau berdiri untuk waktu lama
  8. Keram pada malam hari
  9. Perubahan kulit dan kesemutan

Tonjolan pembuluh darah di kaki

Sumber: http://medicastore.com 

DIAGNOSA

Diagnosis dapat ditegakkan dengan pemeriksaan fisik, di mana terlihat atau dengan perabaan dapat disimpulkan adanya varises. Selain itu diagnosis juga dapat dinilai dengan:

Manuver Perthes. Manuver Perthes adalah sebuah teknik untuk membedakan antara aliran darah retrograde dengan aliran darah antegrade.

Tes Trendelenburg. Tes Trendelenburg sering dapat membedakan antara pasien dengan refluks vena superfisial dengan pasien dengan inkompetensi katup vena profunda.

Auskultasi menggunakan Doppler. Pemeriksaan menggunakan Doppler digunakan untuk mengetahui arah aliran darah vena yang mengalmi varises, baik itu aliran retrograde, antegrade, atau aliran dari mana atau ke mana.

Pemeriksaan pencitraan. Tujuan dilakukannya pemeriksaan ini adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan seluruh area yang mengalami obstruksi dan refluks dalam sistem vena superfisial dan sistem vena profunda. Pemeriksaan yang dapat dilakukan yaitu venografi dengan kontras, MRI, dan USG color-flow dupleks

PENGOBATAN

Terdapat banyak pilihan untuk penanganan varises. Beberapa diantaranya dapat dimulai segera tanpa harus menunggu banyak pemeriksaan. 

Terapi Non Operatif

1. Kaus Kaki Kompresi (Stocking)

Kaus kaki kompresi membantu memperbaiki gejala dan keadaan hemodinamik pasien dengan varises vena dan mengilangkan edema. Kekurangan menggunakan kaos kaki ini adalah dari segi harga yang relatif mahal, dan kosmetik yang kurang baik. Kunci dari penggunaan stocking adalah memakainya di pagi hari, sebelum berjalan dan sebelum vena mulai membengkak. Bila setelah menggunakan stocking ada rasa nyeri yang bertambah, terutama setelah berjalan, segera buka stocking, dan segera konsultasikan dengan dokter. Gejala ini mungkin menandakan adanya masalah suplai darah ke tungkai (suplai darah arteri, yang memberikan oksigen).

Stocking Komperesi

Sumber: http://medicastore.com

Stocking TED (thromboembolism-deterrent) merupakan penanganan non pembedahan yang terbaik untuk varises vena. Stocking mencegah pecahnya kulit dan perburukan varises.

2. Skleroterapi

Skleroterapi dilakukan dengan menyuntikkan substansi sklerotan kedalam pembuluh darah yang abnormal sehingga terjadi destruksi endotel yang diikuti dengan pembentukan jaringan fibrotik. Penyuntikan bahan sklerotik dianjurkan bila penderita tidak mau dioperasi atau bila varisesnya masih sedikit dengan diameter kurang dari 1 mm.

Skleroterapi

sumber: http://medicastore.com

Terapi Invasif Minimal

1.Radiofrekuensi ablasi (RF)

Radiofrekuensi adalah teknik ablasi vena menggunakan kateter radiofrekuensi yang diletakkan di dalam vena untuk menghangatkan dinding pembuluh darah dan jaringan sekitar pembuluh darah. Pemanasan ini menyebakan denaturasi protein, kontraksi kolagen dan penutupan vena.

Radiofrekuensi ablasi

Sumber: http://medicastore.com

2.      Endovenous Laser Therapy (EVLT)

Salah satu pilihan terapi varises vena yang minimal invasif adalah dengan Endovenous laser therapy (EVLT). Keuntungan yang didapat menggunakan pilihan terapi ini adalah dapat dilakukan pada pasien poliklinik di bawah anestesi lokal.

Endovenous Laser Therapy (EVLT)

Sumber: http://medicastore.com

Terapi Pembedahan

1.    Ambulatory Phlebectomy (Stab Avulsion),
Teknik yang digunakan adalah teknik Stab-avulsion dengan menghilangkan segmen varises yang pendek dan vena retikular (lebih besar dan sedikit lebih dalam) dengan jalan melakukan insisi/sayatan ukuran kecil dan menggunakan kaitan khusus yang dibuat untuk tujuan ini, prosedur ini dapat digunakan untuk menghilangkan kelompok varises residual/berulang setelah dilakukan sphenectomy.

 

Sumber: http://medicastore.com

2.    Saphenectomy,
Teknik saphenektomi yang paling popular saat ini adalah teknik menggunakan peralatan stripping internal dan teknik invaginasi dengan jalan membalik pembuluh darah dan menariknya menggunakan traksi endovena, teknik tersebut dapat menurunkan terjadinya cedera pada struktur di sekitarnya.

Teknik Saphenektomi

Sumber: http://medicastore.com

PENCEGAHAN

Tidak ada cara yang benar-benar dapat mencegah terjadinya varises vena berkaitan dengan gen, tetapi risiko terjadinya varises bisa diturunkan dengan cara memperbaiki sirkulasi darah dan tonus otot. Langkah-langkah yang sama untuk mengatasi rasa tidak nyaman akibat varises dapat Anda lakukan untuk pencegahan, antara lain:

  • Setelah beraktivitas seharian, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari jantung selama 20 menit. Bagi yang sudah terkena varises usahakan tidur dengan posisi seperti ini untuk melancarkan peredaran darah ke jantung.
  • Lakukan olahraga secara rutin. Berjalan merupakan latihan yang baik karena dapat membantu otot untuk mengeluarkan darah dari sistem vena yang lebih dalam.
  • Usahakan agar tidak berdiri terlalu lama.
  • Jangan memijat terlalu keras daerah varises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah vena.
  • Perbanyak makan yang berserat tinggi, kurangi lemak dan garam. Turunkan berat badan bila kegemukan.
  • Hindari konsumsi alkohol, alkohol dapat menyebabkan pelebaran vena.
  • Jangan menyilangkan kaki ketika duduk.
  • Bila memiliki masalah kesehatan kronis yang menyebabkan tekanan (mengedan), misalnya batuk, atau konstipasi kronis, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan agar terhindar dari mengedan yang dapat memberikan tekanan lebih besar ke vena di tungkai.
  • Bila harus duduk dalam waktu yang lama (misalnya karena pekerjaan, dalam perjalanan, dll), cobalah untuk berdiri dan berjalan setiap jam atau lebih, agar otot dapat memompa darah keluar dari vena

 

REFERENSI
  • Baughman, Diane C. Keperawatan Medikal bedah Buku saku Dari Brunner&Suddarth, Jakarta:EGC, 2000

  • Bhimji, Shabir. Varicose Veins. Emedicine Health.
  • D, James D. Varicose Veins. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

  • Mayo Clinic. Varicose Veins. 2013.

  • P, Anne C. Varicose Veins. Web MD. 2010.

  • Puruhito, Pengantar Bedah Vaskulus, Universitas Airlangga,Surabaya,1987.

Nutracare

Info Penyakit

Kanker Vulva
Kanker Vulva

Deskripsi : Kanker vulva biasanya merupakan suatu
Baca selengkapnya »

Penyakit Pada Bibir
Penyakit Pada Bibir

Deskripsi : Penyakit pada bibir adalah
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

TARIVID TABLET 200 MG

Tablet 200 mg x 30's

BRAINACT TABLET 500 MG

Brainact Tab 500 mg 3 x 10 's.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com