nothing
Drug Rashes (ruam karena alergi obat) - medicastore.com
nothing
Medicastore
Drug Rashes (Ruam Karena Alergi Obat)

Drug_Rashes 2.jpg

Sumber : www.google.com

 
DEFINISI

Drug Rashes adalah ruam-ruam kulit yang merupakan efek alergi dari obat-obatan.

Ruam alergi obat

Sumber : http://medicastore.com

PENYEBAB

Obat-obatan menyebabkan timbulnya ruam melalui beberapa cara:

1. Reaksi alergi.
Setelah minum obat tertentu untuk pertama kalinya, seseorang bisa mengalami sensitisasi (menjadi peka). Pemakaian berikutnya bisa memicu terjadinya suatu reaksi alergi. Biasanya dalam beberapa menit (kadang sampati beberapa jam atau beberapa hari kemudian), timbul ruam-ruam di kulit. Gejala alergi lainnya yang bisa timbul bersamaan dengan munculnya ruam di kulit adalah hidung meler, mata berair atau suatu serangan asma.

2. Secara langsung.

Obat-obatan juga bisa menyebabkan timbulnya ruam kulit secara langsung, tanpa melalui suatu reaksi alergi.
Contohnya:
- kortikosteroid bisa menyebabkan timbulnya jerawat dan menyebabkan penipisan kulit
- antikoagulan bisa menyebabkan memar-memar jika darah meresap ke bawah kulit.

3. Fotosensitivitas.
Obat-obat tertentu menyebabkan kulit sangat peka terhadap efek sinar matahari.
Obat-obat tersebut adalah:
- obat anti-psikosa
- tetrasiklin
- antibiotik yang mengandung sulfa
- klorotiazid
- beberapa pemanis buatan.
Pada saat obat diminum tidak langsung timbul ruam di kulit, tetapi jika terpapar oleh sinar matahari akan muncul daerah kemerahan atau abu-biru di kulit yang kadang terasa gatal.

FAKTOR RISIKO ALERGI OBAT

  • Jenis Kelamin Wanita mempunyai risiko untuk mengalami gangguan ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan pria.
  • Sistem Imunitas
    Erupsi alergi obat lebih mudah terjadi pada seseorang yang mengalami penurunan sistem imun.
  • Usia Alergi obat dapat terjadi pada semua golongan umur terutama anak – anak dan orang dewasa. Pada anak – anak disebabkan perkembangan sistem imunologi yang belum sempurna. Sebaliknya, pada orang dewasa disebabkan karena lebih seringnya berkontak dengan bahan antigenetik.
  • Dosis Pemberian obat yang intermitten dengan dosis tinggi akan memudahkan timbulnya sensitisasi. Tetapi, jika sudah melalui fase induksi, dosis yang sangat kecil sekalipun sudah dapat menimbulkan reaksi alergi.
  • Infeksi dan Keganasan Mortalitas tinggi lainnya juga ditemukan pada penderita erupsi obat berat yang disertai dengan keganasan.
  • Atopik Faktor risiko yang bersifat atopik ini masih dalam perdebatan.
GEJALA

Gejala drug rashes beratnya bervariasi,

  • Mulai dari kemerahan yang ringan di daerah kulit tertentu disertai beruntus-beruntus kecil,
  • Pengelupasan seluruh kulit,
  • Bercak kemerahan,
  • Demam,
  • Limfadenopati/pembesaran kelenjar limfe,
  • Nyeri pada mulut.


Ruam bisa timbul segera setelah penderita minum obat tertentu (misalnya kaligata bisa terjadi setelah minum penisilin) atau baru muncul beberapa jam bahkan beberapa hari kemudian. Kadang ruam baru timbul beberapa tahun kemudian. Arsen bisa menyebabkan pengelupasan dan perubahan warna kulit, bahkan menyebabkan keganasan beberapa tahun setelah diminum.

Gejala alergi obat

Bentuk-bentuk Ruam Drug Rashes

Sumber : http://blogs.nejm.org

Ruam kulit yang bisa disebabkan oleh obat-obatan

Ruam kulit Uraian Contoh obat yg dapat menyebabkan ruam kulit
Fixed drug eruption Ruam berwarna merah gelap atau ungu, yg kembali muncul pada titik yg sama setiap kali obat yg sama diminum
Ruam paling sering ditemukan di mulut atau alat kelamin
  • Antibiotik (tetrasiklin dan antibiotik yg mengandung sulfa)
  • Fenolftalein (digunakan pada beberapa pencahar)
  • Purpura
  • Bintik-bintik keunguan di kulit
  • Paling sering ditemukan di tungkai
  • Diuretik
  • Beberapa antikoagulan
  • Jerawat Jerawat kecil & bintik-bintikmerah tersebar, terutama di wajah, bahu & dada bagian atas
  • Kortikosteroid
  • Yodium
  • Bromida
  • Fenitoin
  • Steroid anabolik
  • Kaligata Bentol-bentol berwarna merah & putih, menandakan suatu reaksi alergi
  • Penisilin
  • Aspirin
  • Pewarna tertentu yg digunakan dalam pembuatan obat
  • Morbiliformis atau ruam makulopapular Ruam mendatar berwarna merah, kadang juga disertai bentol-bentol atau jerawat kecil, menyerupai campak Hampir semua obat, terutama barbiturat, ampisilin, golongan sulfa, antibiotik lainnya
    Sindroma Steven-Johnson atau ruam yg tidak terlalu berat yg menyerang selaput lendir Lepuhan-lepuhan kecil atau ruam seperti kaligata pada selaput mulut atau vagina atau ujung penis Penisilin
  • Antibiotik yg mengandung sulfa
  • Barbiturat
  • Beberapa obat untuk tekanan darah tinggi dan kencing manis
  • Dermatitis eksfoliativa Kulit di seluruh tubuh menebal, berwarna merah & bersisik Penisilin
  • Antibiotik yg mengandung sulfa

  • DIAGNOSA

    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala, hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti :

    • Uji Tempel (patch test) Uji tempel sering dipakai untuk membuktikan dermatitis kontak. Suatu seri sediaan uji tempel yang mengandung berbagai obat ditempelkan pada kulit (biasanya daerah punggung) untuk dinilai 48 – 72 jam kemudian. Uji tempel dikatakan positif bila terjadi erupsi pruritus, eritema dan vesikular yang serupa dengan reaksi. Klinis alergi sebelumnya, tetapi dengan intensitas dan skala lebih ringan.

    Uji tempel pada alergi

    Sumber : www.medicinesia.com

    • Uji Tusuk (prick/scratch test) Uji tusuk dapat digunakan untuk mengkonfirmasi adanya reaksi tipe I, dengan adanya deteksi kompleks antigen IgE spesifik. Uji kulit dapat dilakukan dengan memakai bahan yang bersifat imunogenik yaitu determinan antigen dari obat atau metabolitnya. Bahan untuk uji kulit harus bersifat non iritatif untuk menghindarkan positif palsu. Uji kulit sebetulnya merupakan cara yang efektif untuk diagnosis penyakit atopik, tetapi manfaatnya terbatas untuk alergi obat karena pada saat ini baru sedikit sekali determinan antigen obat yang sudah diketahui. Dengan uji kulit hanya dapat diidentifikasi alergi terhadap makromolekul (insulin, antisera, ekstrak organ), sedangkan untuk mikromolekul sejauh ini hanya dapat mengidentifikasi alergi terhadap penisilin saja. Hasil negatif hanya berarti pada uji kulit penisilin.

    Tes alergi dengan tes tusuk dan hasilnya

    Sumber : www.medicinesia.com

    • Uji Provokasi (exposure test) Uji provokasi dapat memastikan diagnosis alergi obat, tetapi merupakan prosedur diagnostik terbatas karena mengandung resiko yang berbahaya yaitu terjadinya anafilaksis sehingga hanya dianjurkan dilakukan ditempat yang memiliki fasilitas dan tenaga yang memadai. Karena itu maka uji provokasi merupakan kontra indikasi untuk alergi obat yang berat misalnya anafilaksis, sindroma Steven Johnson, dermatitis eksfoliatif, kelainan hematologi, eritema vesiko bulosa. Uji provokasi dilakukan setelah eliminasi yang lamanya tergantung dari masa paruh setiap obat.
    PENGOBATAN

    Kebanyakan reaksi obat menghilang bila pemakaian obat penyebab timbulnya ruam kulit dihentikan. Untuk meringankan gatal dan kulit kering bisa diberikan salep corticosteroid seperti :

    Pemberian Antihistamin antara lain :

     

    Jika kelainan kulit yang terjadi sangat serius, diberikan suntikan epinephrine atau corticosteroid.

    REFERENSI
    • Sara Fazio, Exanthematous Reactions. 2012, diakses dari http://blogs.nejm.org/now/index.php/exanthematous-reactions/2012/06/29/
    • Iannini P, Mandell L, Felmingham J, Patou G, Tillotson GS. Adverse cutaneous reactions and drugs: a focus on antimicrobials. J Chemother. Apr 2006;18(2):127-39.
    • Bork K. Adverse drug reactions. In: Demis DJ, ed. Clinical Dermatology. Vol 3. Philadelphia, Pa: Lippincott-Raven; 1998.
    • Breathnach SM, Hintner H. Adverse Drug Reactions and the Skin. London, England: Blackwell Scientific; 1992.
    • Coombs RRA, Gell PGH. Classification of allergic reactions responsible for clinical hypersensitivity and disease. Clin Aspects Immunol. 1968;575-96.
    • Daoud MS, Schanbacher CF, Dicken CH. Recognizing cutaneous drug eruptions. Reaction patterns provide clues to causes. Postgrad Med. Jul 1998;104(1):101-4, 107-8, 114-5.
    • Fitzpatrick JE. New histopathologic findings in drug eruptions. Dermatol Clin. Jan 1992;10(1):19-36.
    Sara Fazio
    Sara Fazio
    Saras Subur Ayoe

    Info Penyakit

    Penyakit Hodgkin
    Penyakit Hodgkin

    Deskripsi : Limfoma adalah suatu kanker (keganasan)
    Baca selengkapnya »

    Herpes Simpleks
    Herpes Simpleks

    Deskripsi : Infeksi herpes simpleks
    Baca selengkapnya »

    Tentang Produk

    SALONPAS PAIN RELIEF PATCH

    Sacchet isi 3 lembar (7x10 cm)

    PHARMATON FORMULA CAPSULE

    Box 4 strip @ 5 kapsul lunak.

    Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
    Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
    ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
    All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com