nothing
Buta warna - medicastore.com
nothing
Medicastore
Buta Warna

Buta_Warna.jpg

Sumber : www.medicastore.com

 
DEFINISI

Buta warna adalah suatu kondisi ketika sel-sel retina tidak mampu merespon warna dengan semestinya. Sehingga terjadi gangguan persepsi warna pada daya penglihatan. Penderita buta warna biasanya mengalami kesulitan dalam memaknai warna merah, hijau, biru dan warna-warna yang merupakan turunan dari ketiga warna dasar tersebut.

Saraf sel di retina terdiri atas:

  1. sel batang (rod) yang peka terhadap hitam dan putih,
  2. sel kerucut (cone) yang peka terhadap warna lainnya. Buta warna terjadi ketika syaraf reseptor cahaya di retina mengalami perubahan, terutama sel kerucut.

Normalnya, sel kerucut (cone) di retina mata mempunyai spektrum terhadap tiga warna dasar, yaitu merah, hijau dan biru. Orang yang sel-sel kerucutnya sensitif untuk tiga jenis warna ini dikatakan normal. Pada orang tertentu, mungkin hanya ada dua atau bahkan satu atau tidak ada sel kerucut yang sensitif terhadap warna-warna tersebut. Pada kasus ini orang tersebut mengalami buta warna. Jadi buta warna biasanya menyangkut warna merah, biru atau hijau.

buta warna

Anatomi Retina, Sel Batang dan Sel Kerucut

Sumber: www.cudo.jp

Buta warna dapat berpengaruh besar pada penderitanya, karena pekerjaan tertentu mengharuskan seseorang untuk dapat membedakan warna dengan baik atau tidak mengalami buta warna.

PENYEBAB

Jika ada reseptor penglihatan warna yang tidak berfungsi secara normal, maka mata tidak bisa melihat spektrum warna-warna sepenuhnya.

Kebanyakan penderita buta warna mengalaminya sejak lahir dan merupakan faktor genetika yang diturunkan oleh orang tua. Penderita buta warna akibat faktor genetika jauh lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Faktor buta warna dibawa oleh kromosom X pada perempuan, sehingga anak laki-laki (kromosom XY) akan menderita buta warna, sedangkan anak perempuan (XX) hanya menjadi pembawa gen (carrier) buta warna, atau bisa menderita buta warna bila kedua orang tuanya merupakan penderita buta warna. Ketika seseorang mengalami buta warna, mata mereka tidak mampu menghasilkan keseluruhan pigmen yang dibutuhkan untuk mata berfungsi dengan normal.

Ada beberapa penyebab lain seseorang mengalami buta warna, di antaranya adalah:

  • Penyakit. Terdapat sejumlah penyakit yang bisa menyebabkan buta warna, seperti penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, glaukoma, neuritis optik, leukemia, diabetes, pecandu alkohol kronis, macular degeneration, dan anemia sel sabit.
  • Usia. Kemampuan seseorang untuk membedakan warna perlahan-lahan akan berkurang seiring bertambahnya usia. Ini adalah hal yang alami dalam proses penuaan dan tidak perlu dicemaskan secara berlebihan.
  • Bahan kimia. Seseorang bisa mengalami buta warna jika terpapar bahan kimia beracun misalnya di tempat kerja, seperti karbon disulfida dan pupuk.
  • Efek samping pengobatan tertentu. Beberapa pengobatan berpotensi menyebabkan buta warna, seperti digoxin, pheytoin, chloroquine dan sildenafil yang juga dikenal sebagai Viagra. Jika gangguan disebabkan oleh pengobatan, biasanya pandangan akan kembali normal setelah berhenti mengonsumsi obat.
GEJALA

Gejala umumnya adalah kesulitan membedakan warna merah dan hijau (yang paling sering terjadi), atau kesulitan membedakan warna biru dan hijau (jarang ditemukan).

Tanda dan gejala buta warna

Gangguan Persepsi Warna Merah dan Hijau

Sumber : www.colorblindnessfacts.com

Gejala untuk kasus yang lebih serius berupa : objek terlihat dalam bentuk bayangan abu-abu (Achromatopsia) kondisi ini sangat jarang ditemukan, dan penglihatan berkurang.

Klasifikasi buta warna:

Buta Warna Merah-Hijau

Merupakan buta warna turunan yang paling sering terjadi akibat hilangnya atau terbatasnya fungsi sel kerucut merah (disebut dengan protan) atau hijau (disebut dengan deutran). Buta warna ini sering disebut dengan buta warna merah-hijau.

  • Protanomaly. Pada pria dengan protanomaly, sel kerucut merah mengalami kelaianan. Warna merah, oranye, dan kuning tampak lebih hijau dan warnanya tidak terang. Kondisi ini ringan dan biasanya tidak mengganggu kehidupan sehari-hari. Protanomaly adalah gangguan berkaitan dengan kromosom X yang diperkirakan diderita 1 persen pria.
  • Protanopia. Pada pria dengan protanopia, tidak ada sel kerucut merah yang bekerja. Warna merah akan tampak hitam. Beberapa warna oranye, kuning dan hijau akan tampak kuning. Protanopia diperkirakan juga dialami 1 persen pria.
  • Deuteranomaly. Pada pria dengan deuteranomaly, sel kerucut hijau mengalami kelaianan. Warna kuning dan hijau tampak lebih merah dan sulit membedakan warna ungu dengan warna biru. Kondisi ini ringan dan tidak menggangu aktivitas sehari-hari. Deuteranomaly merupakan buta warna yang paling sering dan merupakan gangguan yang berkaitan dengan kromosom X yang diderita 5 persen pria.
  • Deuteranopia. Pada pria dengan deuteranopia, tidak ada sel kerucut hijau yang bekerja. Penderitanya cenderung melihat warna merah sebagai warna kecoklatan-kuning dan melihat warna hijau sebagai warna krem (atau coklat yang sangat muda). Deuteranopia adalah gangguan yang berkaitan dengan kromosom X yang diderita 1 persen pria.

Sumber gambar: www.providr.com

Buta Warna Biru-Kuning

Buta warna biru-kuning lebih jarang dibandingkan buta warna merah-hijau. sel pigmen kerucut biru (tritan) mengalami gangguan fungsi (terbatas) atau tidak ditemukan.

  • Tritanomaly. Penderita tritanomaly memiliki sel kerucut biru dengan fungsi yang terbatas. Warna biru tampak lebih hijau dan dapat sulit membedakan warna kuning dan merah dari warna merah muda (pink). Tritanomaly sangat jarang. Gangguan ini adalah kelainan autosom dominan yang diderita oleh pria dan wanita.
  • Tritanopia. Penderita tritanopia (juga disebut dengan buta warna biru-kuning) tidak memiliki sel kerucut biru. Warna biru akan tampak hijau, dan warna kuning terlihat ungu atau abu-abu muda. Tritanopia adalah gangguan autosomal resesif yang sangat jarang yang mengenai pria dan wanita.

Buta Warna Lengkap

Penderita buta warna lengkap (monokromasi) tidak dapat melihat warna sama sekali dan kejernihan penglihatan juga dapat terpengaruh.

Ada dua jenis monokromasi:

  • Monokromasi kerucut. Buta warna yang jarang ini terjadi karena kegagalan dua dari tiga sel kerucut. Ada monokromasi kerucut merah, monokromasi kerucut hijau, dan monokromasi kerucut biru. Penderita monokromasi kerucut mengalami kesulitan membedakan warna karena otak perlu membandingkan sinyal dari jenis kerucut yang berbeda untuk melihat warna. Ketika hanya ada satu jenis kerucut yang bekerja, perbandingan tidak akan terjadi. Penderita monokromasi kerucut biru juga mengalami penuruan ketajaman penglihatan, rabun jauh dan pergerakan mata yang tidak terkontrol, sebuah kondisi yang disebut dengan nistagmus. Monokromasi kerucut adalah penyakit autosomal resesif.

 

Sumber gambar: www.colourblindawareness.org/colour-blindness/types-of-colour-blindness/

  • Monokromasi batang atau akromatopsia. Monokromasi jenis ini jarang dan merupakan bentuk buta warna yang paling berat. Gangguan ini dialami sejak lahir. Tidak ada sel kerucut yang berfungsi. Karena hal itu, penderita monokromasi batang melihat dunia dalam warna hitam, putih dan abu-abu. Dan karena sel batang bertanggung jawab untuk meredupkan cahaya, penderita monokromasi batang cenderung fotofobia. Penderita monokromasi batang juga mengalami nistagmus. Monokromasi batang merupakan gangguan autosomal resesif.

DIAGNOSA

Ada beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis buta warna, di antaranya adalah:

Diagnosa buta warna

Tes Ishihara

Sumber : www.alodokter.com

  • Tes Ishihara. Tes ini yang paling umum digunakan untuk mendiagnosis buta warna dan hanya bisa mendiagnosis kondisi buta warna merah/hijau. Untuk mendiagnosis buta warna biru/kuning, dibutuhkan tes lain.
  • Tes penyusunan. Tes ini dilakukan dengan cara menyusun objek warna dalam susunan gradasi warna yang berbeda lalu pasien akan diminta untuk menyusun benda sesuai dengan gradasi warna yang dilihatnya.
  • Uji pencocokan benang. Pasien diberi sebuah gelendong benang dan diminta untuk mengambil gelendong yang warnanya cocok dari setumpuk gelendong yang berwarna-warni.

PENGOBATAN

Tidak ada pengobatan atau tindakan yang dapat dilakukan untuk mengobati masalah gangguan persepsi warna. Namun penderita buta warna ringan dapat belajar mengasosiasikan warna dengan objek tertentu.

Untuk mengurangi gejala dapat digunakan kacamata berlensa dengan filter warna khusus yang memungkinkan pasien melakukan interpretasi warna.

 

 

REFERENSI
  1. Color vision deficiency. American Optometric Association. http://www.aoa.org/patients-and-public/eye-and-vision-problems/glossary-of-eye-and-vision-conditions/color-deficiency. Accessed Sept. 17, 2013.

  2. http://nei.nih.gov/health/color_blindness/facts_about

  3. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/poor-color-vision/basics/definition/con-20022091

  4. http://www.webmd.com/eye-health/tc/color-blindness-topic-overview

  5. Komaromy AM, et al. Gene therapy rescues cone function in congenital achromaptopsia. Human Molecular Genetics. 2010;19:2581.

Saras Subur Ayoe

Info Penyakit

Penyakit Kawasaki
Penyakit Kawasaki

Deskripsi : Penyakit Kawasaki, atau
Baca selengkapnya »

Neutropenia
Neutropenia

Deskripsi :  adalah suatu keadaan dimana jumlah
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

TRIAMINIC PILEK SYRUP

Syrup 60 mL x 1's

ACETAZOLAMIDE TABLET 250 MG

Tablet 250 mg x 100 biji.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com