nothing
Sindroma Frozen Shoulder - medicastore.com
nothing
Medicastore
Sindroma Frozen Shoulder

Sindroma_Frozen_Shoulder 1.jpg

Sumber :

 
DEFINISI

Sindrom frozen shoulder atau nyeri bahu adalah penyakit kronis dengan gejala khas berupa keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS) bahu ke segala arah, baik secara aktif maupun pasif oleh karena rasa nyeri yang dapat mengakibatkan gangguan aktivitas kerja sehari-hari.

Anatomi pundak

Anatomi Bahu

 Sumber: http://sotemassage.com

Biasanya nyeri ini akan timbul saat melakukan aktivitas, seperti: mengangkat tangan ke atas waktu menyisir rambut, menggosok punggung sewaktu mandi, menulis di papan tulis, mengambil sesuatu dari saku belakang celana, mengambil atau menaruh sesuatu di atas, dan kesulitan saat memakai atau melepas baju. Hal ini akan menyebabkan pasien enggan menggerakkan sendi bahunya yang akhirnya dapat memperberat kondisi yang ada sehingga dapat menimbulkan gangguan dalam gerak dan aktivitas fungsional keseharian.

 Tanda frozen shoulder sulit membuka baju

Penderita Frozen Shoulder Kesulitan Melepas Pakaian

Sumber: http://i.ytimg.com

PENYEBAB

Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko frozen shoulder.

1. Usia dan jenis kelamin

Orang-orang berusia 40 tahun atau lebih memiliki risiko lebih besar untuk mengalami frozen shoulder. Frozen shoulders lebih sering (60%) terjadi pada wanita bersamaan dengan datangnya menopause.

2. Imobilitas atau pengurangan mobilitas

Orang-orang yang mengalami imobilitas berkepanjangan (berlarut-larut) atau pengurangan mobilitas pada bahu mereka sehingga terbentuk jaringan fibrosa yang memicu terjadinya perlengketan pada daerah bahu, memiliki risiko lebih untuk terkena. Imobilitas dihasilkan dari banyak faktor, diantaranya:
  • Trauma atau Cedera pada rotator cuff (sendi putar)

Masalah pada rotator cuff

 Masalah-Masalah pada Rotator Cuff

http://medicastore.com

tendon otot mengalami peradangan

Tendon Mengalami Peradangan (Rotator Cuff Tendonitis)

Sumber: www.foundrysportsmedicine.com

  • Adhesive Capsulitis, merupakan kelanjutan dari lesi rotator cuff, karena terjadi peradangan atau degenerasi yang meluas ke sekitar dan ke dalam kapsul sendi dan mengakibatkan terjadinya reaksi fibrosa.

Adhesiva Capsulitis

Adhesivr Capsulitis

Sumber: www.google.com

  • Patah lengan
  • Stroke
  • Pemulihan pasca operasi
3. Penyakit sistemik

Orang-orang yang memiliki masalah medis tertentu tampaknya cenderung akan mengalami frozen shoulder. Contohnya:
  • Diabetes
  • Tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)
  • Tiroid yang kurang aktif (hipotiroid)
  •  Penyakit Kardiovaskular
  • Tuberkulosis
  • Penyakit Parkinson

4. Respon autoimun

Diduga juga disebabkan respon sel-sel antibodi dalam tubuh yang merusak jaringan lokal.

GEJALA

Ada 3 stadium frozen shoulder, setiap stadium berlangsung sekitar 4-6 bulan, yang ditandai dengan gejala klinis.

1. Pada tingkat pertama "freeze", bahu dengan terus menerus kehilangan gerakan pasif dan menyebabkan nyeri yang memburuk.

2. Untuk stage kedua "frozen" ditandai dengan kekakuan yang berlanjut dan adanya perbaikan dari nyeri dan peradangan.

3. Pada stadium ketiga "thawing" dengan tanda adanya keterbatasan gerak sendi yang mulai berkurang, dan lingkup gerak sendi yang bertambah. Biasanya pada stadium ke tiga terapi lebih intensif.

Adanya peradangan sendi bahu (arthritis) atau otot disekitar bahu dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri atau kekakuan sendi sehingga berakibat terjadinya keterbatasan gerak dari bahu.

Berikut gejala pada frozen shoulder:

  • Nyeri

Sakit/nyeri pada bahu dan lengan secara  berangsur-angsur bertambah berat dan pasien sering tidak dapat tidur pada sisi yang terkena. Setelah beberapa lama nyeri berkurang, tetapi sementara itu kekakuan semakin terjadi, berlanjut terus selama 6-12 bulan setelah nyeri menghilang. Secara berangsur-angsur pasien dapat  bergerak kembali, tetapi tidak lagi normal.

  • Keterbatasan Lingkup gerak sendi (LGS)

Adanya keterbatasan luas gerak sendi yang nyata, baik gerakan aktif maupun pasif. Keadaan ini biasanya unilateral/satu sisi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya kesukaran penderita dalam mengangkat lengannya (abduksi), sehingga penderita akan melakukan dengan mengangkat  bahunya.

  • Penurunan kekuatan otot dan atropi otot

Pada pemeriksaan fisik didapat adanya kesukaran penderita dalam mengangkat lengan (abduksi) karena penurunan kekuatan otot, juga dapat dijumpai adanya atropi (mengecilnya otot) bahu.

  • Gangguan aktivitas fungsional

Dengan adanya beberapa tanda dan gejala klinis yang ditemukan pada penderita frozen shoulder seperti nyeri, keterbatasan LGS, penurunan kekuatan otot dan atropi, maka secara langsung akan mempengaruhi (mengganggu) aktivitas fungsional.

DIAGNOSA

Dikatakan frozen shoulder apabila selama pemeriksaan menunjukkan bahwa terdapat keterbatasan gerak yang cukup signifikan baik oleh pasien sendiri atau oleh pemeriksa yang menggerakkannya.

- Tes Appley scratch merupakan tes yang berguna untuk mengevaluasi lingkup gerak sendi aktif pasien, pada penderita frozen shoulder, pasien tidak dapat melakukan gerakan berikut ini.

Diagnosa pada frozen shoulder

Appley Scratch Test

Sumber: www.academia.edu

- Untuk mengetahui penyakit penyakit yang berkaitan dengan bahu dapat di diagnosis melalui riwayat penyakit, pemeriksaan, test darah dan pemeriksaan rontgen bahu.

- Jika perlu, untuk mengetahui diagnosis lebih pasti dapat dilakukan pemeriksan rontgen dengan menggunakan kontras yang disuntikkan ke sendi bahu sebagai tanda pengerutan atau penyusutan kapsul sendi bahu. Jenis tindakan ini dinamakan dengan arthrography. Jaringan disekitar sendi juga dapat dilihat dan dievaluasi dengan menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging)

PENGOBATAN

Terapi dari frozen shoulder biasanya memerlukan beberapa kombinasi yaitu: obat-obatan anti inflamasi, fisioterapi, dan suntikan steroid/kortikosteroid di sendi bahu. Tanpa terapi tersebut kondisi frozen shoulder akan bisa menjadi menetap atau permanen.

  • Obat-obatan. Obat penghilang rasa sakit seperti aspirin dan ibuprofen (Advil, Motrin) dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan terkait dengan frozen shoulder. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat penghilang rasa sakit dan anti-inflamasi dosis tinggi.
  • Fisioterapi. Melakukan fisioterapi mungkin merupakan hal utama, untuk fisioterapi dapat dilakukan dengan tindakan meliputi short wave diathermi (SWD), stimulasi elektrik atau TENS (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation), manual terapi, ice pack, dan kadang dilakukan latihan latihan penguatan dari otot bahu. Waktu untuk fisioterapi dapat mencapai hitungan minggu atau bulan untuk dapat pulih total, tergantung dari keparahan jaringan di sekitar sendi bahu.
  • Suntikan steroid. Penyuntikan kortikosteroid ke dalam sendi bahu anda dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan mobilitas bahu.
  • Manipulasi bahu. Pada prosedur ini, pasien biasanya diberi anestesi umum sehingga tidak sadar dan tidak merasakan sakit. Dokter kemudian akan menggerakkan sendi bahu ke arah yang berbeda, untuk membantu melonggarkan jaringan yang telah diperketat. Prosedur ini dapat menyebabkan patah tulang, tergantung pada banyak tenaga yang diberikan. Hal yang sangat penting bagi pasien yang menjalani manipulasi bahu untuk melakukan latihan aktif sendi bahu setelah dilakukan prosedur tersebut. Hanya oleh latihan yang terus menerus pada sendi bahu yang membuat fungsi gerakan dan mobilitas dapat tercapai optimal.
  • Pembedahan. Jika tidak pengobatan lain yang dapat membantu, tindakan selanjutnya adalah untuk menghilangkan jaringan parut dan perlengketan dari dalam sendi bahu. Dokter biasanya melakukan operasi ini secara arthroscopy, dengan menggunakan instrumen tabung yang memiliki cahaya dan dimasukkan melalui sayatan kecil di sekitar sendi.

Pembedahan pundak atasi frozen shoulder

 Operasi Arthroscopy

Sumber: www.healthpages.org

Hal yang sangat penting bagi pasien dengan frozen shoulder adalah menghindari terjadinya cedera kembali pada jaringan sendi bahu selama proses ini. Pasien harus menghindari gerakan gerakan yang sifatnya mendadak, gerakan menyentak, dan mengangkat beban berat dengan menggunakan anggota badan yang terkena.

PENCEGAHAN

Salah satu penyebab paling umum dari frozen shoulder adalah imobilitas yang biasanya diakibatkan selama proses pemulihan dari cedera bahu, luka atau stroke pada lengan. Jika Anda pernah memiliki cedera yang membuat bahu anda sulit bergerak, berbicaralah dengan dokter tentang latihan/olahraga apa yang lebih baik untuk mempertahankan jangkauan gerak sendi bahu.

Terapi Latihan

Terapi latihan yang dimaksudkan adalah latihan khas (specific exercises). Tujuan pokok terapi latihan pada nyeri bahu adalah:

a. Mengurangi sakit dan spasme/kaku otot

b. Memelihara fungsi sendi bahu

c. Menghilangkan gangguan fungsi sendi bahu yang terjadi atau meningkatkan fungsi sendi semaksimal mungkin

Berikut jenis latihan khas (specific exercises) yang dianjurkan:

1. Latihan Codman (Pendulum)

Pada gerakan pendulum penderita membungkuk kedepan, lengan yang terkena tergantung bebas tanpa atau dengan beban. Tubuh dapat ditopang dengan meletakkan lengan satunya diatas meja atau bangku, lengan digerakkan ke depan dan ke belakang (fleksi–ekstensi), makin lama makin jauh gerakannya, kemudian gerakan kesamping, dilanjutkan gerakan melingkar searah maupun berlawanan arah dengan jarum jam.

Latihan pendulum untuk atasi frozen shoulder

Latihan Codman (Pendulum)

Sumber: http://abet-physicaltherapy.blogspot.com

2. Latihan Finger Ladder

Penderita berdiri menghadap dinding dengan ujung jari–jari tangan sisi yang terkena menyentuh dinding. Lengan bergerak keatas dengan menggerakkan jari–jari tersebut.

Latihan finger ladder untuk atasi frozen shoulder

Latihan Finger Ladder

Sumber: www.pinterest.com

3. Latihan dengan Over Head Pulleys (Katrol)

Bila diajarkan dengan benar, sistem katrol sangat efektif untuk membantu mencapai lingkup gerak sendi bahu dengan penuh. Peralatan dua buah katrol digantungkan pada tiang dengan seutas tali dihubungkan dengan kedua katrol tersebut. Kedua ujung tali diberi alat agar tangan dapat menggenggam dengan baik. Posisi penderita bisa duduk, berdiri atau berbaring telentang dengan bahu terletak dibawah katrol tersebut, penderita tidak  boleh mengangkat bahu maupun mengangkat tubuh, gerakan dilakukan  perlahan-lahan.

Latihan pulley atau katrol untuk atasi frozen shoulder

Latihan dengan Over Head Pulleys (Katrol)

Sumber: www.thera-bandacademy.com

4. Latihan dengan Shoulder Wheel

Dengan instruksi yang benar shoulder wheel dapat dipergunakan untuk memberi motivasi pada penderita untuk melakukan latihan lingkup gerak sendi bahu secara aktif. Cara penggunaan alat: penderita berdiri sedemikian rupa sehingga aksis dari sendi bahu sama dengan aksis roda pemutar sehingga gerak lengan sesuai dengan gerak putaran roda. Penderita tidak diharuskan menggerakkan roda secara penuh, tetapi gerakan hanya dilakukan sebesar kemampuan gerakan sendi bahunya.

Latihan shoulder wheel untuk atasi frozen shoulder

Latihan dengan Shoulder Wheel

Sumber: http://i.ytimg.com

5. Latihan dengan Menggunakan Tongkat.

Latihan dengan tongkat dapat berupa gerakan fleksi, abduksi, adduksi, dan rotasi. Gerakan dapat dilakukan dalam posisi berdiri, duduk ataupun berbaring. Pada saat terasa peregangan, posisi dipertahankan selama 3 hitungan, dan peregangan dapat diulang 3 sampai 5 kali

Latihan untuk atasi frozen shoulder

Latihan dengan Menggunakan Tongkat

Sumber: http://medicastore.com

REFERENSI
  • Skinner HB. Current Diagnosis & Treatment in Orthopedics. 5th ed. New York, N.Y.: The McGraw-Hill Companies; 2014. http://accessmedicine.mhmedical.com
  • Frozen shoulder. American Academy of Orthopaedic Surgeons. http://orthoinfo.aaos.org
  • Prestgaard TA. Frozen shoulder (adhesive capsulitis). http://www.uptodate.com/home.
  • http://www.mayoclinic.org

 

 

 

 

Saras Subur Ayoe

Info Penyakit

Gangguan Identitas Jenis Kelamin
Gangguan Identitas Jenis Kelamin

Deskripsi : Gangguan Identitas Jenis Kelamin adalah
Baca selengkapnya »

Mastositosis
Mastositosis

Deskripsi : Mastositosis (Penyakit Sel
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

CELLCEPT TABLET 500 MG

Tablet 500 mg x 50's

HUSTAB TABLET

Tablet 300 biji.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com