nothing
Pemeriksaan Pap Smear-medicastore.com
nothing
Medicastore
Pemeriksaan Pap Smear

Pemeriksaan_Pap_Smear.jpg

Sumber : www.medicastore.com

 
DEFINISI

Pap Smear adalah sebuah langkah pengujian medis untuk mendeteksi ada tidaknya gangguan pada leher rahim, biasa berkaitan perihal kanker serviks pada wanita. Adapun wilayah kewanitaan yang diperiksa meliputi sel-sel dari leher rahim hingga panggul.

Kanker Leher Rahim (Serviks) adalah keganasan yang terjadi pada leher rahim (serviks) yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang senggama (vagina). Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi 95% kasus ditemukan HPV (Human Pappiloma Virus) positif. Kanker Leher Rahim merupakan penyebab terbanyak dari semua jenis kanker.

Kriteria wanita yang perlu melakukan pap smear

Pada umumnya seorang wanita disarankan untuk melakukan pap smear untuk pertama kali kira-kira 3 tahun setelah melakukan hubungan seksual yang pertama kali. American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) merekomendasikan pap smear dilakukan setiap tahun bagi wanita yang berumur 21-29 tahun, dan setiap 2-3 tahun sekali bagi wanita yang berumur lebih dari 30 tahun dengan catatan hasil pap testnya negatif 3 kali berturut-turut. Namun apabila seorang wanita mempunyai faktor resiko terkena kanker leher rahim (misalnya : hasil pap smear menunjukkan prekanker,terkena infeksi HIV, atau pada saat hamil ibu mengkonsumsi diethylstilbestrol (DES)) maka pap smear dilakukan setiap tahun tanpa memandang umur. Batasan seorang wanita untuk berhenti melakukan pap smear menurut American Cancer Society (ACS) adalah apabila sudah berumur 70 tahun dan hasil pap smear negatif 3 kali berturut-turut selama 10 tahun.

Para dokter menyarankan para wanita yang setidaknya berusia 21 tahun, yang sudah menikah atau sudah aktif berhubungan seksual untuk melakukan tes pap smear, karena biasanya pada usia tersebut alat reproduksi pada wanita telah berkembang sempurna.

Hal ini boleh dilakukan lebih awal jika ada riwayat kanker serviks dari ibu, seusai menjalani transplansi organ, kemoterapi dan/atau bila memiliki gaya hidup sering berganti pasangan.

PENYEBAB

Penularan virus HPV yang diklaim sebagai penyebab utama kanker serviks bisa disebabkan faktor hubungan seksual dengan banyak pasangan. Untuk itu, wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual secara aktif meskipun tengah berada di usia lebih dari 21 tahun sebenarnya tidak perlu untuk melakukan tes pap smear.

Faktor risiko penyebab Kanker Leher Rahim antara lain :

  • Wanita yang sudah melakukan hubungan seksual pada usia muda (< 17 tahun)
  • Sering berganti-ganti pasangan seksual dan berhubungan seksual dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan seksual
  • Riwayat infeksi berulang di daerah kelamin
  • Wanita yang sering melahirkan
  • Wanita perokok memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan wanita bukan perokok

 

GEJALA

Pada kanker serviks stadium dini biasanya belum timbul gejala. Kalaupun timbul, biasanya berupa keluar keputihan yang tidak khas. Pada tahap selanjutnya dapat ditemukan gejala seperti :

  • Perdarahan sesudah senggama
  • Keputihan/cairan encer berbau
  • Perdarahan di luar siklus haid
  • Perdarahan sesudah menopause
  • Nyeri daerah panggul
DIAGNOSA

Pemeriksaan ini dapat dilakukan kapan saja, kecuali sedang haid atau sesuai petunjuk dokter. Papsmear sebaiknya dilakukan 1 kali setahun oleh setiap wanita yang sudah melakukan hubungan seksual.

Persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan pap smear antara lain :

  • Hindari melakukan hubungan seksual, gurah vagina, penggunaan kream dan jelly 2 hari sebelum pap smear karena dapat menyamarkan hasil pemeriksaan.
  • Meskipun pap smear ini dapat dilakukan pada saat menstruasi, namun disarankan untuk melakukannya pada saat tidak menstruasi, karena akan menyulitkan pameriksaan.

Proses pap smear

Gambaran Pengambilan Sampel Pap Smear

Sumber : http://meetdoctor.com

Pemeriksaan ini dilakukan di atas kursi pemeriksaan khusus ginekologis, Anda akan diminta berbaring dengan posisi membuka kedua lutut dan paha. Sampel sel-sel diambil dari luar serviks dan dari liang serviks dengan melakukan usapan dengan spatula yang terbuat dari bahan kayu atau plastik. Setelah usapan dilakukan, sebuah cytobrush (sikat kecil berbulu halus, untuk mengambil sel-sel serviks) dimasukkan untuk melakukan usapan dalam kanal serviks. Setelah itu, sel-sel diletakkan dalam object glass (kaca objek) dan disemprot dengan zat untuk memfiksasi, atau diletakkan dalam botol yang mengandung zat pengawet, kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

 

Perlengkapan pemeriksaan pap smear

Alat-Alat Yang di Gunakan

Sumber : www.sklarcorp.com

PENGOBATAN

Hasil Pemeriksaan pap smear

Hasil pap smear normal menunjukkan hasil negatif, yaitu tidak adanya sel-sel serviks yang abnormal. maka tidak diperlukan terapi sampai jadwal pap smear yang berikutnya

Sedangkan hasil pap smear abnormal dibagi menjadi 3 hasil utama :

1. Bukan kanker .

Kebanyakan hasilnya adalah infeksi kemudian  pasien diminta untuk berobat dan melakukan kontrol ulang dalam 4-6 bulan untuk mengulang pap smear.

2. Prekanker

Menunjukkan beberapa perubahan sel abnormal, biasanya dilaporkan sebagai “sel atipik” atau displasia serviks. Apabila ditemukan displasia atau prekanker dokter akan melakukan kolposkopi menggunakan mikroskop untuk memeriksa area leher rahim dan melakukan biopsi. Apabila hasil biopsi juga menunjukkan displasia maka dokter kandungan akan melakukan cryosurgery atau cone biopsi sebagai terapi terhadap displasia tersebut.

3. Ganas ( kanker)

Pasien langsung diminta berobat ke dokter untuk di lakukan pemeriksaan tambahan untuk menentukan stadium dari keganasan tersebut dan akan melakukan terapi sesuai stadium yang ditemukan.

PENCEGAHAN
  • Vaksin HPV

Melakukan vaksin HPV adalah salah satu cara untuk menghindari terkena virus tersebut. Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui dua jenis vaksin HPV yaitu Cervarix dan Gardasil untuk melindungi wanita terhadap jenis HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks. Sedangkan Gardasil dapat melindungi dari penyakit kutil kelamin. Ada baiknya Anda segera melakukan vaksin sebelum aktif berhubungan intim.

  • Setia pada satu pasangan

Strategi lain untuk mencegah virus HPV adalah setia pada satu pasangan saja. Pasalnya, jika Anda memiliki pasangan lebih dari satu atau banyak, maka risiko terkena HPV pun semakin besar.

  • Gunakan alat kontrasepsi

Jika Anda aktif berhubungan intim, gunakan ‘pengaman’ pada saat berhubungan intim. Hal tersebut dapat menurunkan risiko penularan HPV. Anda pun harus memakai ‘pengaman’ dari awal hingga selesai berhubungan intim, pasalnya virus HPV dapat menular dengan cara oral, maupun kontak kulit.

  • Sunat

Penelitian menunjukan bahwa risiko tertular virus HPV bisa menurun jika disunat.

  • Pap smear

Pap smear adalah tes yang memeriksa kelainan pada sel-sel yang melapisi leher rahim. Pap smear merupakan cara terbaik mendeteksi kanker leher rahim sebab pap smear yang dilakukan secara rutin dapat mencari dan menemukan sel kanker serviks lebih awal, sehingga memudahkan saat melakukan pengobatan terhadap kanker.

  • Tidak melakukan hubungan intim di usia muda

Risiko terinfeksi virus HPV akan semakin tinggi jika Anda melakukan hubungan intim lebih awal atau terlalu muda.

  • Gaya hidup sehat

Cara ini merupakan cara yang paling handal untuk menghindari tertular atau terkena HPV. Pasalnya, melakukan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan rendah lemak, olahraga secara teratur, tidak merokok, dan tidak minum alkohol secara berlebihan akan menghindari anda terkena HPV.
Gaya hidup sehat juga akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh di mana tubuh yang sehat mampu melawan infeksi dan virus dalam tubuh.

REFERENSI
  1. Costa S, Sideri M, Syrjänen K et al (2000) Combined Pap smear, cervicography and HPV DNA testing in the detection of cervical intraepithelial neoplasia and cancer. Acta Cytol 44(3):310-318.

  2. Stoler MH (2005) Cervical Cancer Screening in the Molecular Era: Change Is in the Air. Medscape


Saras Subur Ayoe

Info Penyakit

Sindroma Guillain Barre
Sindroma Guillain Barre

Deskripsi : Sindroma Guillain Barre
Baca selengkapnya »

Limfoma Burkitt
Limfoma Burkitt

Deskripsi : Limfoma Burkitt adalah limfoma non-Hodgkin
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

LYTACUR SYRUP

Syrup 60 ml.

MAXPRO TABLET 100 MG

Tablet salut selaput 100 mg x 3 x 10's.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com