nothing
rinitis alergika- medicastore.com
nothing
Medicastore
Rinitis Alergika

Rinitis_Alergika.jpg

Sumber : www.medicastore.com

 
DEFINISI

Rinitis alergi adalah penyakit inflamasi yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atopi yang sebelumnya sudah tersensitisasi dengan alergen yang sama serta dilepaskannya suatu mediator kimia.

Rinitis alergika

Sumber : www.google.com

Jenis Rinitis Alergika :

menurut lama atau tidaknya Rhinitis Alergi dapat di bagi menjadi 2 macam, yaitu :
  1. rhinitis alergi intermiten, yang biasanya akan berlangsung sekitar 2 - 3 hari dalam satu minggu, atau kurang dari 4 minggu.
  2. rhinitis alergi persisten, yaitu rhinitis yang akan berlanjut sampai terus - menerus ( lebih dari 4 hari dalam satu minggu atau lebih dari 4 minggu ). seperti rhinitis alergi yang dialami pada orang yang alergi dengan cuaca dingin dan berada di daerah pegunungan.  
Sedangkan untuk tingkat berat ringannya penyakit,  rinitis alergi dibagi menjadi:
  1. Ringan, bila  tidak ditemukan gangguan tidur, gangguan aktifitas harian, bersantai, berolahraga, belajar, bekerja dan hal-hal lain yang mengganggu.
  2. Sedang atau berat bila terdapat  satu atau lebih dari gangguan tersebut  diatas.
PENYEBAB

Penyebab terjadinya rhinitis alergi adalah alergen, bisa berupa makanan seperti kacang - kacangan, protein seperti telur, udang, ikan, bulu - bulu hewan seperti kucing, debu, suhu cuaca dingin atau panas, dll. Alergi biasanya bersifat genetik yang di turunkan dari riwayat kekeluargaannya.

Berdasarkan cara masuknya alergen kedalam tubuh dibedakan dalam beberapa cara yaitu :

  1. Alergen Inhalan, yang masuk bersama dengan udara pernafasan, misalnya debu rumah, tungau, serpihan epitel dari bulu binatang serta jamur.

  2. Alergen Ingestan,  yang masuk ke saluran cerna, berupa makanan, misalnya susu, telur, coklat, ikan dan udang.

  3. Alergen Injektan,  yang masuk melalui suntikan atau tusukan,  misalnya penisilin atau sengatan lebah.

  4. Alergen Kontaktan, yang masuk melalui kontak dengan kulit atau jaringan mukosa, misalnya bahan kosmetik atau perhiasan.

GEJALA
  • Bersin-bersin berulang, namun hal ini bisa merupakan mekanisme fisiologik / normal, yaitu proses membersihkan sendiri (self cleaning process) dari kotorang atau juga bisa bersifat bersin patologik / penyakit, bila terjadinya lebih dari 5 kali setiap serangan, sebagai akibat dilepaskannya histamin. Disebut juga sebagai bersin patologis.
  • Keluar ingus (rinore) yang encer  dan banyak, hidung tersumbat, hidung gatal, lubang hidung bengkak.
  • Tanda gejala di mata gatal, yang kadang-kadang disertai dengan banyak air mata keluar (lakrimasi), edema/bengkak kelopak mata, kongesti konjungtiva, lingkar hitam dibawah mata (allergic shiner)
  • Mukosa hidung yang dapat muncul kebiruan.
  • Tanda pada telinga termasuk retraksi membran timpani atau otitis media serosa sebagai hasil dari hambatan tuba eustachii.
  • Tanda faringeal termasuk faringitis granuler akibat hiperplasia submukosa jaringan limfoid. Tanda laringeal termasuk suara serak dan edema pita suara. 
  • Gejala lain yang tidak khas dapat berupa: batuk, sakit kepala, gangguan dalam penciuman, mengi, penekanan pada sinus dan nyeri wajah. Beberapa orang juga mengalami lemah dan lesu, mudah marah, kehilangan nafsu makan dan sulit tidur.

Gejala rinitis alergika

Sumber : https://nonaalkana.files.wordpress.com

DIAGNOSA
Untuk menegakkan diagnosa rinitis alergika diperlukan anamnesa serta pemeriksaan fisik, dan juga pemeriksaan lain diantaranya :
  • Tes alergi : tes tususk, dll
  • Naso endoskopi
  • Pemeriksaan  IgE spesifik

Tes alergi dengan tes tusuk dan hasilnya

Sumber : http://www.medicinesia.com

PENGOBATAN
  1. Obat Antihistamin H-1, yang bekerja secara inhibitor kompetitif pada reseptor H-1 sel target, obat ini merupakan obat yang di pakai dalam lini pertama pengobatan rhinitis alergik,  seperti : Hydroxyzine, Diphenhydramine , Chlorphenarimine <CTM>

  2. Obat Antihistamin H-2,  seperti : Cetirizine, Loratadine, Fexofenadine, Desloratadine.

  3. Dekongestan.

  4. Kortikostiroid, diberikan bila sumbatan hidung tidak bisa di atasi dengan obat lain.

  5. Operatif, jika terjadi hipertropi berat pada concha inferior.

  6. Imunoterapi, jika gejala rhinitis alergi sudah sangat memberat dan berlangsung lamadan cara lain tidak menunjukkan perbaikan.

PENCEGAHAN

Menghindari kontak langsung dengan alergen penyebabnya.

REFERENSI
  1. prof. Dr. Eflaty Arsyad soepardy, Sp.THT ( KL ).dkk. 2012.buku ajar ilmu kesehatan telinga,hidung,tenggorokan kepala dan leher ed. VII .jakarta. penerbit : Badan Penerbit FKUI.  

  2. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21493/4/Chapter%20II.pdf

  3. Bahan Ajar Rhinitis Alergi Universitas Malahayati Bandar lampung. ( oleh : dr. Lukman Rivai Sp.THT-KL )
Nutracare

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
- DOKTER SPESIALIS THT
 
Artikel Terkait
- Penyakit Autoimun
 
Penyakit Terkait
 

Info Penyakit

Adenokarsinoma Pankreas
Adenokarsinoma Pankreas

Deskripsi : Kanker pada pankreas bisa dibedakan
Baca selengkapnya »

Kekurangan & Kelebihan Vitamin B6
Kekurangan & Kelebihan Vitamin B6

Deskripsi : Vitamin B6 (Pyridoxine) penting untuk
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

NAZOVEL TABLET 100 MG

Tablet salut selaput 100 mg x 3 x 10.

OXORIL SYRUP

Sirup 60 ml.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com