nothing
Hematuria - medicastore.com
nothing
Medicastore
Hematuria

Hematuria_(darah_dalam_urin) 1.jpg

Sumber : www.medicastore.com

 
DEFINISI

Hematuria adalah ditemukannya sel-sel darah merah (eritrosit) dalam urin. Penyebabnya mungkin idiopatik dan/atau jinak, atau dapat menjadi tanda bahwa ada batu ginjal atau tumor dalam saluran kemih (ginjal, ureter, kandung kemih, prostat, dan uretra) Jika sel-sel darah putih ditemukan di samping sel darah merah, maka itu adalah sinyal dari infeksi saluran kemih.

Darah yang ada dalam urin umumnya berasal dari sistem saluran kemih, seperti:

Anatomi ginjal

1. Ginjal. Organ yang berfungsi menyaring darah.

2. Ureter. Saluran dari ginjal menuju ke kandung kemih.

3. Kandung kemih. Tempat menyimpan urine.

4. Uretra. Saluran yang dilewati urine dari kandung kemih menuju ke luar tubuh

Hematuria ini dapat disebut sebagai "gross" (terlihat dengan mata telanjang) atau "mikroskopis" (hanya terlihat di bawah mikroskop). Hematuria mikroskopik merupakan temuan insidental yang sering ditemukan pada tes urin sebagai bagian dari evaluasi medis rutin, sedangkan gross hematuria biasanya disarankan untuk mengunjungi dokter.

jenis hematuria

Sumber: http://csobatherbal.com

Terdapat berbagai penyebab warna merah dalam urin:
  • Sel darah merah, hal ini dapat mengacu pada: Hematuria mikroskopik (sejumlah kecil darah, dapat dilihat hanya pada urin atau mikroskop cahaya), dan hematuria makroskopik
  • Hemoglobin (hanya pigmen merah, bukan sel-sel darah merah)
  • Zat pigmen lainnya; Mioglobin dalam urin disebut myoglobinuria. Porfirin dalam urin disebut porfiria. Betanin, setelah makan bit (sejenis sayuran atau herbal dari akar tanaman). Obat-obatan seperti klorokuin (obat malaria), nitrofurantoin, sefalosporin, kotrimoksazol (antibiotik), phenazopyridine (anti nyeri untuk saluran kemih), rifampisin (obat TBC), obat NSAID dan captopril (anti hipertensi).
PENYEBAB
Penyebab paling umum dari hematuria adalah:
  • Infeksi saluran kemih dengan virus, penyakit menular seksual (terutama pada wanita) atau beberapa spesies bakteri termasuk strain EPEC dan Staphylococcus saprophyticus
  • Batu kandung kemih
  • Batu ginjal atau batu ureter
  • Prostat hiperplasia jinak, pada pria yang lebih tua, terutama yang lebih dari 50
Penyebab lain dari hematuria (jarang terjadi) meliputi
  • IgA nefropati ("penyakit Berger"), terjadi selama infeksi virus 
  • Trauma (misalnya, sebuah pukulan ke ginjal)
  • Tumor dan/atau kanker dalam sistem kemih, misalnya kanker kandung kemih atau karsinoma sel ginjal
  • Penyakit-penyakit ginjal
  • Urinary Schistosomiasis (yang disebabkan oleh Schistosoma haematobium), penyebab utama hematuria di negara-negara Afrika dan Timur Tengah
  • Infeksi prostat atau peradangan (prostatitis)
  • Olahraga secara berlebihan. Kondisi ini mungkin jarang sekali terjadi dan tidak diketahui dengan pasti kenapa bisa menyebabkan terjadinya hematuria, tapi salah satu keterkaitannya adalah karena terjadi trauma pada kandung kemih yang mengalami dehidrasi akibat aktivitas fisik yang berlebihan.

Faktor risiko untuk penyakit yang mendasari secara signifikan meliputi: merokok, radiasi, terlalu sering menggunakan beberapa obat nyeri dan paparan bahan kimia tertentu.

GEJALA

Tanda-tanda yang jelas terlihat dari hematuria adalah berubahnya warna urin menjadi merah muda, kemerahan, atau kecokelatan karena mengandung sel darah merah. Umumnya hematuria tidak terasa sakit, tetapi jika muncul darah yang menggumpal bersama dengan urin, kondisi ini akan menjadi menyakitkan.

Beberapa kasus hematuria tidak disertai gejala lain sama sekali. Gejala-gejala yang menyertai hematuria akan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Berikut adalah gejala-gejala lain yang mungkin ada:

  • Perih saat buang air kecil
  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat
  • Sakit pada perut bagian bawah
  • Kesulitan buang air kecil
  • Rasa sakit di punggung bagian bawah
DIAGNOSA

Hematuria didiagnosis dengan urin, yang pengujiannya dari sampel urin. Untuk tes, biasanya petugas laboratorium menempatkan kertas kimia (yang disebut dipstick) ke dalam urin. Perubahan warna pada dipstick ketika sel darah merah hadir dalam urin. Bila darah terlihat dalam urin atau tes dipstick urin menunjukkan adanya sel darah merah, penyedia layanan kesehatan memeriksa urin dengan mikroskop untuk membuat diagnosis awal hematuria.

Pemeriksaan hematuria

Pemeriksaan Urine dengan Dipstick

Sumber : www.healthwatchcenter.com

Langkah berikutnya adalah untuk mendiagnosis penyebab hematuria tersebut, penyebab yang lebih serius harus dieksplorasi diantaranya sebagai berikut:

  • Pengujian urinalisis lebih lanjut. Dari urin dapat dilakukan untuk memeriksa masalah yang dapat menyebabkan hematuria, seperti infeksi, penyakit ginjal, dan kanker. Kehadiran sel darah putih merupakan sinyal infeksi saluran kemih.

Pemeriksaan hematuria mikroskopik

Pemeriksaan Lanjut dengan Mikroskopik

Sumber: https://s-media-cache-ak0.pinimg.com

  • Tes darah. Sebuah tes darah dapat menunjukkan adanya tingkat kreatinin, produk limbah dari kerusakan otot yang normal, yang mungkin mengindikasikan penyakit ginjal
  • Biopsi. Biopsi adalah prosedur yang melibatkan mengambil sepotong jaringan ginjal untuk diperiksa dengan mikroskop. Tes ini membantu mendiagnosa jenis penyakit ginjal yang menyebabkan hematuria
  • Sistoskopi. Sistoskopi adalah prosedur yang menggunakan instrumen seperti tabung untuk melihat ke dalam uretra dan kandung kemih. Sistoskopi dapat digunakan untuk mencari sel-sel kanker di kandung kemih, terutama jika sel-sel kanker ditemukan dengan urinalisis.
  • Tes pencitraan ginjal. Pyelogram intravena (IVP) adalah sinar x dari saluran kemih. Sebuah pewarna khusus, disebut media kontras, disuntikkan ke pembuluh darah di lengan orang, perjalanan melalui tubuh ke ginjal, dan membuat urin terlihat pada sinar x. Media kontras juga menunjukkan setiap penyumbatan dalam saluran kemih.
  • Tes lain pencitraan, seperti USG, CT scan, atau Magnetic Resonance Imaging (MRI), dapat digunakan untuk lebih mempelajari massa/tumor.
PENGOBATAN

Penanganan hematuria dilakukan berdasarkan penyebabnya, sehingga diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab hematuria. Bila penyebab hematuria tidak serius, umumnya tidak dilakukan pengobatan hanya dianjurkan untuk banyak minum air putih.

Karena beberapa penyebab hematuria adalah suatu penyakit yang serius, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Bahkan, walaupun hanya sedikit darah yang terdapat dalam urin dan itu pun hanya terjadi satu kali, maka tidak boleh diabaikan mengingat penyebabnya bisa saja penyakit yang serius. Jika di dalam urin tidak didapati darah, namun sering kesulitan atau nyeri saat buang air kecil, nyeri perut, atau sakit pada bagian ginjal, segera periksakan ke dokter, karena dapat mengindikasikan hematuria mikroskopik.

 

PENCEGAHAN

Untuk mencegah hematuria berarti harus mencegah penyebabnya. Untuk mencegah infeksi, minum cukup cairan, segera buang air kecil setelah berhubungan badan, dan terapkan pola dan gaya hidup sehat. Untuk mencegah batu ginjal, minum banyak cairan dan hindari diet tinggi garam dan makanan tertentu seperti bayam dan kelembak (hanya bagi mereka yang berisiko tinggi). Untuk mencegah kanker kandung kemih, hindari merokok, dan hindari paparan bahan kimia dan radiasi.

REFERENSI
  1. http://kidney.niddk.nih.gov/kudiseases/pubs/hematuria/
  2. http://www.medicinenet.com/blood_in_urine/article.htm
  3. http://www.urologyhealth.org/urology/index.cfm?article=113
  4. http://www.emedicinehealth.com/blood_in_the_urine/article_em.htm
  5. http://www.aafp.org/afp/2001/0315/p1145.html
  6. Blood in Urine. Mayo Clinic. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/blood-in-urine/basics/causes/con-20032338
  7. Hematuria. National Kidney and Urologic Diseases Information Clearinghouse (NKUDIC). http://kidney.niddk.nih.gov/kudiseases/pubs/hematuria/
  8. Urine—Bloody. Medline Plus. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003138.htm
Saras Subur Ayoe

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
- DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI
- DOKTER SPESIALIS BEDAH UROLOGI
- DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM
- DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM GINJAL
 
Artikel Terkait
- Infeksi Saluran Kemih pada Wanita
- Sering Mengalami Sakit Pinggang?...Waspada Batu Ginjal
- Mewaspadai Bahaya Pembesaran Prostat Jinak
- Pria dan Ancaman Kanker Prostat
- Kenali Prostat Lebih Dekat
- Kemoterapi: Menggunakan zat kimia untuk mengatasi kanker
- Terapi Baru Ubah Harapan Penderita Kanker
 
Penyakit Terkait
- Gagal Ginjal Akut
- Gagal Ginjal Kronis
- Sindroma Goodpasture (Sindroma Ginjal Paru)
- Kanker Ginjal
- Anatomi Ginjal & Saluran Kemih
- Penyakit Ginjal Ateroembolik
- Nekrosis Korteks Ginjal
- Penyakit Ginjal Polikistik
- Kelainan Ginjal & Saluran Kemih Bawaan
- Trauma Ginjal
- Foto Sinar-X Ginjal, Ureter dan Kandung Kemih
- Angiografi Ginjal
- Venogram Ginjal
- Skintigrafi Ginjal
- CT Scan Ginjal
- Nyeri Pinggang Akibat Batu Ginjal
- Kanker Uretra
- Kanker Uretra
- Penyempitan Uretra
- Trauma Pada Uretra
- Ureteritis Cystica
- Kanker Pelvis Renalis dan Ureter
- Kanker Pelvis Renalis & Ureter
- Trauma Ureter
- Ureteropyelography Retrograde
- Overactive bladder (OAB)
- Kanker Kandung Kemih
- Kandung Kemih Neurogenik
- Kanker Kandung Kemih
- Infeksi Saluran Kemih Anak
- Trauma Kandung Kemih
- Pemeriksaan Kandung Kemih (Sistografi Retrograd)
- Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada orang dewasa
- Pembesaran Prostat Jinak
- Kanker Prostat
- Radang Kelenjar Prostat
- Kanker Prostat
- Pembesaran Prostat Jinak pada Orang Tua
- Trauma Traktus Urinarius
- Hematuria
 

Info Penyakit

Bronkiolitis
Bronkiolitis

Deskripsi : Bronkiolitis adalah penyakit
Baca selengkapnya »

CT Scan Pankreas
CT Scan Pankreas

Deskripsi : Selama pemeriksaan CT Scan, serangkaian
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

ALINAMIN-F AMPUL

Ampul 25 mg/10 ml x 10 ml x 5

SULFAS CHINIDIN TABLET

Tablet 100 mg x 100 biji.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com