nothing
Sindrom Blind Loop - medicastore.com
nothing
Medicastore
Sindrom Blind Loop (Gangguan Mencerna Pada Usus Halus)

Sindrom_Blind_Loop_(Gangguan_Mencerna_Pada_Usus_Halus) 4.jpg

Sumber : hubpages.com

 
DEFINISI

Blind Loop Syndrome (BLS) merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul ketika bagian dari usus halus tersumbat sehingga makanan yang dicerna berjalan lebih lambat atau bahkan berhenti bergerak di sepanjang usus halus.

Sumbatan pada usus halus menyebabkan pertumbuhan bakteri menjadi sangat pesat dan menimbulkan masalah penyerapan nutrisi. BLS juga dikenal dengan stasis syndrome atau stagnant loop syndrome atau small bowel bacterial overgrowth syndrome, sindrom ini sering menyebabkan diare, penurunan berat badan dan kekurangan gizi.

PENYEBAB

Sindrom blind loop dapat disebabkan oleh:

  1. Komplikasi pembedahan perut. Prosedur yang mungkin secara tidak sengaja menyebabkan blind loop antara lain; operasi bypass lambung untuk obesitas dan bedah gastrektomi untuk mengobati maag dan kanker perut.

  2. Kelainan struktur usus kecil. Masalah struktural di sekitar usus kecil dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri yang berlebihan. Kerusakan tersebut mungkin keturunan, diakibatkan operasi, infeksi atau cedera.

  3. Bakteri yang berlebihan terkait dengan kondisi medis tertentu. Masalah kesehatan yang dapat memperlambat pergerakan makanan melalui usus antara lain; penyakit Crohn, skleroderma dan diabetes.

GEJALA

Tanda dan gejala gangguan yang terjadi seringkali berupa;

  1. Kehilangan nafsu makan
  2. Nyeri perut
  3. Mual
  4. Lemak tinja (steatorrhea), tinja berbusa atau berbau busuk tinja yang menunjukkan kurangnya penyerapan lemak
  5. Kembung
  6. Perasaan tidak nyaman setelah kenyang makan
  7. Diare
  8. Penurunan berat badan yang tidak disengaja
DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang berikut ini :

Laboratorium

  • Pemeriksaan feses dapat membantu menegakkan diagnosa. pH mungkin bertambah asam, dan substansi yang berkurang juga bisa tampak.
  • Pengukuran asam laktat. Sindrom asidosis laktat-D dapat berkembang dari fermentasi karbohidrat. Asam laktat perlu diukur, dan jika meningkat sebaiknya dimonitoring.
  • Tampak terlihat asam lemak rantai pendek dapat meningkat dalam cairan duodenum, tetapi tidak pada feses.
  • Tes Schilling juga dapat dilakukan untuk melihat pola ekskresi vitamin B12.
  • Dianjurkan untuk melakukan satu dari tiga jenis pemeriksaan breath test, Tes ini mengukur ekskresi karbondioksida atau hydrogen pada pernapasan yang diproduksi oleh metabolisme bakteri intralumen/dalam usus setelah pemberian substrat tertentu, yaitu:

1. Bile acid test.

Asam empedu atau 14C-Cholyglisine breath test, dulu merupakan tes pernapasan test yang pertama kali berkembang, oleh karena sensitivitas dan spesifisitas yang rendah, tes ini sudah lama ditinggalkan.

2. Xylose breath test

Pentose berlabel radioaktif yaitu 14C-D-Xylose adalah substrat yang lebih ideal untuk tes pernapasan karena dimetabolisme dengan minimal oleh tubuh setelah absorpsi. Xylose diabsorpsi di usus proksimal/bagian atas, sementara asam empedu diabsorpsi di ileum, sehingga peluang untuk mendapatkan hasil positif palsu sebagai hasil metabolisme kolon dapat berkurang. Sensitivitas tes ini jika dibandingkan dengan kultur mikrobiologik berkisar antara 30%-100%. Spesifisitas tes ini  cukup tinggi berkisar 89%-100% dan dapat ditoleransi dengan baik.

3. Hydrogen breath test.

Tes ini juga bermanfaat sebab tidak menggunakan substrat radioaktif. Laktulosa dan glukosa adalah dua substrat yang sering digunakan untuk mendapatkan diagnosis pertumbuhan berlebihan bakteri.

Pemeriksaan radiologi

Striktur, malrotasi usus, divertikel, fistula, dan pseudo obstruksi lainnya dapat dilihat dengan pemeriksaan ini. Pemeriksaan endoskopi gastrointestinal atas secara rutin dengan biopsi/pengambilan jaringan dan kultur aspirat yang didapatkan dengan alat overtube yang steril mungkin menjadi alat yang cukup efisien untuk mengkonfirmasikan diagnosa dan menyingkirkan penyebab malabsorpsi lainnya.

PENGOBATAN

Terapi utama jika memungkinkan untuk dilakukan adalah dengan bedah ekstirpasi dari usus/jaringan penyebab terjadinya sumbatan yang mengakibatkan terhentinya pergerakan/stasis dari usus halus tersebut.

http://medicastore.com

Pengobatan lain berfokus dengan memperbaiki kekurangan nutrisi dan menghilangkan pertumbuhan bakteri yang berlebihan, yaitu dengan :

1. Terapi Antibiotik

Bagi banyak orang, cara terbaik mengobati pertumbuhan bakteri yang berlebihan adalah dengan terapi antibiotik. Terapi antibiotik biasanya secara signifikan mampu mengurangi jumlah bakteri abnormal.

Karena bakteri dapat aktif kembali ketika antibiotik dihentikan, terapi mungkin perlu dilakukan untuk jangka panjang. Namun banyak juga pasien sindrom blind loop yang kemudian dapat sembuh untuk waktu yang lama tanpa memerlukan antibiotik lagi.

Ironisnya, antibiotik membasmi sebagian besar bakteri usus, baik yang normal dan abnormal. Akibatnya, terapi ini justru dapat menyebabkan beberapa masalah yang awalnya ingin disembuhkan, yaitu diare dan ketidakseimbangan bakteri dalam saluran pencernaan.

Banyak pasien yang keadaannya membaik dengan pemberian antibiotik. Namun jika terapi pembedahan dapat dilakukan, maka hasilnya pun sangat baik.

2. Dukungan gizi


Mengatasi kekurangan nutrisi adalah bagian penting pengobatan sindrom blind loop, terutama pada orang dengan berat badan yang kurang. Meskipun kekurangan gizi dapat diobati, penyebab kerusakan tidak selalu dapat diperbaiki.

Langkah-langkah berikut dapat meningkatkan kekurangan vitamin, mengurangi tekanan usus dan membantu dengan berat badan:

  • Suplemen nutrisi.

Penderita sindrom blind loop mungkin perlu mendapat suntikan vitamin B-12 serta vitamin oral dan suplemen zat besi.

  • Diet bebas laktosa.

Kerusakan pada usus dapat menyebabkan beberapa pasien kehilangan kemampuan mencerna gula susu (laktosa). Dalam kasus tersebut, penting untuk menghindari sebagian laktosa yang mengandung produk susu dan keju, atau menggunakan preparat laktase yang membantu pencernaan gula susu. Beberapa orang mungkin dapat mentolerir yoghurt karena bakteri yang digunakan dalam proses kultur secara alami memecah laktosa.

  • Rantai trigliserida medium.

Trigliserida adalah jenis lemak yang terdiri dari sebuah molekul gliserol yang terpasang dengan tiga rantai hidrokarbon. Panjangnya rantai bervariasi dan cara tubuh memproses trigliserida tergantung pada panjang rantai. Kebanyakan lemak berbentuk trigliserida rantai panjang. Makanan yang banyak mengandung trigleserida adalah minyak nabati dan lemak hewani, semuanya mudah diserap oleh usus kecil. Trigliserida rantai sedang ditemukan dalam minyak kelapa dan dapat diserap tanpa bantuan enzim pencernaan sehingga lebih mudah dicerna oleh penderita sindrom blind loop.

REFERENSI
  1. Dugdale DC, Longstreth GF, Zieve D. Blind Loop Syndrome. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001146.htm

  2. Mayoclinic. Blind Loop Syndrome. http://www.mayoclinic.com/health/blind-loop-syndrome/DS00629

  3. Syed SZ, Bronze MS, et al. Bacterial Overgrowth Syndrome.http://emedicine.medscape.com/article/188275-overview#showall

  4. Patient UK. Blind Loop Syndrome. http://www.patient.co.uk/doctor/Blind-Loop-Syndrome.htm 
Nutracare

Info Penyakit

Limfoma Burkitt
Limfoma Burkitt

Deskripsi : Limfoma Burkitt adalah limfoma non-Hodgkin
Baca selengkapnya »

Penyalahgunaan Obat dan Penggunaan Zat Terlarang
Penyalahgunaan Obat dan Penggunaan Zat Terlarang

Deskripsi : Penggunaan zat-zat terlarang pada anak
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

NEUROHAX 5000 TABLET

Neurohax 5000 tablet 5 x 10's

REGASEC CAPSULE

Kapsul 20 mg x 10 biji.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com