nothing
Informasi mengenai vaksinasi - medicastore.com
nothing
Medicastore
Vaksinasi

Vaksinasi...jpg

Sumber : http://www.abc.net.au/news/2017-03-15/pro-vaccination-campaigners-concerned-david-wolfe-mullumbimby/8355664

 
DEFINISI

Vaksin merupakan suatu bahan yang mengandung fragmen bakteri atau virus yang tidak bersifat infeksius atau bisa juga mengandung organisme utuh yang telah dilemahkan sehingga tidak menyebabkan timbulnya penyakit. Anak-anak harus mendapatkan vaksinasi agar memiliki perlindungan terhadap penyakit-penyakit infeksius.

Vaksinasi merupakan proses pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut. Vaksin akan menstimulasi sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit yang disebabkan oleh organisme yang terdapat pada vaksin tersebut.

Tidak ada vaksin yang 100% efektif dan 100% aman. Ada beberapa anak yang tidak berhasil mendapatkan kekebalan, dan ada juga anak yang mengalami efek samping. Efek samping vaksinasi yang paling sering terjadi bersifat ringan, misalnya rasa nyeri pada tempat bekas suntikan, ruam kulit yang gatal, atau demam ringan.

Masalah yang lebih serius akibat vaksinasi sangat jarang terjadi. Kejang demam (kejang yang dipicu oleh adanya demam) bisa terjadi pada sekitar 3 dari 10.000 anak setelah mendapatkan vaksin MMR (Measles-Mumps-Rubella). Oleh karena itu, vaksin terus disempurnakan untuk menjamin keamanan dan efektivitasnya.

Selain perlu mengetahui risiko yang ada dari pemberian vaksinasi, orang tua juga harus mengetahui bahwa keuntungan yang didapat jauh lebih besar dari risiko yang ada. Vaksin telah menghilangkan penyakit cacar dan hampir menghilangkan penyakit infeksi lainnya, seperti polio.

Penyakit-penyakit infeksi bisa menyebar dengan cepat pada anak-anak yang tidak divaksinasi. Untuk itu, vaksinasi sangat penting untuk terus diberikan agar bisa memberi kekebalan pada anak.

 

PENGOBATAN

PENCEGAHAN

Vaksin bekerja dengan sangat baik jika diberikan pada usia-usia tertentu. Jika vaksin diberikan lebih awal, maka vaksin mungkin tidak akan bekerja dengan baik. Selain itu, ada juga vaksin-vaksin yang harus diberikan dalam periode waktu tertentu secara serial.

Berikut ini adalah jadwal pemberian vaksinasi untuk anak yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2017:

Sumber: IDAI

(Klik gambar untuk melihat gambar yang lebih besar)

Vaksin Hepatitis B

Infeksi hepatitis B menyebabkan terjadinya peradangan pada hati, dimana pada penyakit ini tubuh penderita menjadi kuning (jaundice). Infeksi hepatitis B menyebabkan hati tidak dapat bekerja dengan baik dan berhubungan dengan infeksi jangka panjang, kegagalan hati, kanker hati, dan bahkan kematian.

Jadwal pemberian vaksin hepatitis B:

  • dosis pertama diberikan dalam waktu 12 jam setelah bayi dilahirkan (sebelum bayi dibawa pulang ke rumah)
  • dosis kedua diberikan saat usia 2 bulan
  • dosis ketiga diberikan saat usia 3 bulan
  • dosis keempat diberikan saat usia 4 bulan

Vaksin Polio

Polio disebabkan oleh virus polio. Infeksi virus ini bisa menyebabkan kelumpuhan pada tungkai atau bahkan otot dada, sehingga membuat anak kesulitan/tidak dapat berjalan atau bahkan bernapas. Tanda-tanda awal infeksi polio adalah demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan kekakuan pada leher.

Terdapat dua jenis vaksin polio, yaitu IPV (Inactivated Polio Vaccine) dan OPV (Oral Polio Vaccine). IPV diberikan melalui suntikan di lengan atau tungkai, tergantung dari usia pasien. IPV sudah digunakan di Amerika sejak tahun 2000.

Vaksin polio oral (OPV), yang diteteskan di mulut, diberikan saat bayi baru lahir hendak dibawa pulang dari rumah sakit. Hal ini untuk mencegah transmisi virus dari vaksin kepada bayi yang lain. Sesudah itu, bayi dapat diberikan OPV atau IPV, dengan jadwal pemberian :

  • dosis pertama (ke nol) diberikan ketika bayi baru lahir atau berusia 1 bulan
  • dosis kedua (polio 1) diberikan saat usia 2 bulan
  • dosis ketiga (polio 2) diberikan saat usia 3 bulan
  • dosis keempat (polio 3) diberikan saat usia 4 bulan
  • dosis kelima (polio 4) diberikan saat usia 18 bulan

Vaksin BCG

Vaksin BCG optimal diberikan saat bayi berusia 0 – 2 bulan. Bila vaksin ini diberikan saat bayi berusia lebih dari 3 bulan, maka perlu dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Namun, jika uji tuberkulin tidak memungkinkan untuk dilakukan, maka vaksin BCG tetap dapat diberikan, tetapi anak harus diobeservasi selama 7 hari. Jika selama observasi mucul reaksi lokal yang cepat di tempat suntikan, maka anak perlu diperiksa lebih lanjut untuk melihat apakah terdapat infeksi tuberkulosis atau tidak.

Vaksin DPT

Vaksin DPT merupakan vaksin kombinasi yang berguna untuk melindungi terhadap 3 penyakit serius, yaitu difteri, pertusis, dan tetanus.

- Difteri. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Bakteri ini menyerang tenggorokan, mulut, dan hidung, serta bersifat sangat menular. Pada infeksi ini bisa terbentuk lapisan yang dapat menyumbat saluran nafas, sehingga menyebabkan penderita tidak dapat bernafas. Jika tidak segera diobati, maka penyakit ini juga bisa menyebabkan terjadinya pneumonia, gagal jantung, atau kelumpuhan.

- Tetanus, merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini bisa ditemukan di tanah atau besi yang berkarat. Bakteri biasanya masuk melalui luka di tubuh.

Tetanus menyebabkan terjadinya spasme otot. Jika tetanus mengenai otot rahang, maka penderita tidak dapat membuka mulutnya. Tetanus juga bisa menyebabkan spasme pada otot-otot pernafasan sehingga bisa berakibat fatal.

- Pertusis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Bakteri ini menginfeksi saluran nafas dan menghancurkan sel-sel yang berperan dalam pembersihan lendir dan debris. Pertusis ditandai dengan adanya batuk yang hebat dan lama, bisa sampai lebih dari 2 bulan.

Vaksin DPT dibuat dari bakteri yang telah mati (tidak aktif), yang menyebabkan penyakit tersebut di atas. Setelah vaksin diberikan, tubuh anak belajar untuk melawan ketiga bakteri tersebut. Dengan terciptanya kekebalan tubuh, maka anak memiliki perlindungan jika terpapar oleh ketiga bakteri tersebut.

Vaksin DPT diberikan saat anak berusia lebih dari 6 minggu. Jadwal pemberian vaksin DPT :

  • dosis pertama saat anak berusia 2 bulan
  • dosis kedua saat anak berusia 3 bulan
  • dosis ketiga saat anak berusia 4 bulan
  • dosis keempat saat anak berusia 18 bulan
  • dosis kelima saat anak berusia 5 tahun

Vaksin Campak

Vaksin campak diberikan saat anak berusia 9 bulan. Vaksin ini bertujuan untuk menghasilkan kekebalan terhadap virus campak. Vaksin ulangan dapat diberikan saat anak berusia 18 bulan dan saat berusia 6-7 tahun.

Vaksin Hib

Vaksin Hib memberikan perlindungan terhadap infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe B. Infeksi bakteri ini bisa menyebabkan peradangan pada selaput otak (meningitis) dan kerusakan pada otak. Selain itu, infeksi juga bisa menyerang sendi, tulang, otot, tenggorokan, dan selaput yang melapisi jantung. Infeksi ini sangat berbahaya pada bayi.

Jadwal pemberian vaksin Hib :

  • dosis pertama saat usia 2 bulan
  • dosis kedua saat usia 3 bulan
  • dosis ketiga saat usia 4 bulan
  • dosis keempat saat usia 15-18 bulan

Vaksin Pneumokokus

Vaksin pneumokokus berguna untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae ke paru-paru. Infeksi bakteri ini juga bisa menyebabkan sepsis.

Jadwal pemberian vaksin pneumokokus :

  • dosis pertama saat usia 2 bulan
  • dosis kedua saat usia 4 bulan
  • dosis ketiga saat usia 6 bulan
  • dosis keempat saat usia 12-15 bulan

Untuk anak-anak yang berusia 7-12 bulan, vaksin pneumokokus perlu diberikan sebanyak 2 kali, dengan interval 2 bulan. Pada anak yang berusia di atas 1 tahun, vaksin pneumokokus diberikan sebanyak 1 kali. Namun, keduanya perlu mendapatkan dosis ulangan sebanyak 1 kali saat anak berusia di atas 12 bulan, atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir. Pada anak yang berusia di atas 2 tahun, vaksin pneumokokus cukup diberikan sebanyak 1 kali.

Vaksin Rotavirus

Rotavirus merupakan virus yang dapat menyebabkan diare berat pada bayi-bayi yang masih kecil. Selain diare cair, bayi yang terinfeksi juga mengalami muntah-muntah, sehingga berisiko untuk terjadi dehidrasi.

Dosis pertama vaksin rotavirus diberikan saat anak berusia 2 bulan, dosis kedua saat usia 4 bulan, dan dosis ketiga saat usia 6 bulan (tergantung dari jenis vaksin rotavirus yang diberikan).

Vaksin rotavirus monovalen diberikan sebanyak 2 kali. Vaksinasi dosis pertama diberikan saat anak berusia 6-14 minggu dan dosis kedua diberikan dengan interval minimal 4 minggu. Vaksin rotavirus monovalen sebaiknya sudah selesai diberikan sebelum anak berusia 16 minggu, dan tidak melampaui usia 24 minggu.

Vaksin rotavirus pentavalen diberikan sebanyak 3 kali. Dosis pertama diberikan saat anak berusia 6-12 minggu, dosis ke-2 dan dosis ke-3 diberikan dengan interval 4-10 minggu. Dosis ketiga sudah harus diberikan saat anak berusia kurang dari 32 minggu (interval pemberian vaksin minimal 4 minggu).

Vaksin Influenza

Influenza merupakan virus yang menyebabkan infeksi saluran nafas yang berat, terutama pada anak-anak yang masih kecil dan orang tua. Karena virus ini cenderung bermutasi, maka diperlukan vaksin influenza baru setiap tahunnya.

Vaksin influenza mulai diberikan saat anak berusia lebih dari 6 bulan. Pada anak yang berusia di atas 6 bulan tetapi kurang dari 9 tahun, imunisasi primer perlu diberikan sebanyak 2 kali dengan interval minimal 4 minggu (booster diberikan 1 bulan sesudah vaksinasi inisial). Vaksin influenza kemudian diulang sekali setiap tahun.

Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

Measles merupakan infeksi virus yang sangat menular. Measles menyebabkan timbulnya demam tinggi, batuk, dan ruam di seluruh tubuh. Measles juga bisa menyebabkan timbulnya infeksi pada telinga dan pneumonia.

Mumps merupakan infeksi virus yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar air yang terasa nyeri. Infeksi ini juga menimbulkan demam dan sakit kepala. Pada pria, mumps bisa menyebabkan peradangan pada testis (orkitis).

Rubella, atau disebut juga Campak Jerman, disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi virus rubella paling berbahaya jika mengenai wanita hamil, karena bisa menyebabkan keguguran atau cacat pada bayi yang dikandungnya.

Vaksin MMR pertama kali diberikan saat anak berusia 15 bulan, dan dosis kedua diberikan saat anak berusia 5-7 tahun.

Vaksin Tifoid

Vaksin tifoid bisa diberikan setelah anak berusia 24 bulan, dan bisa diulang setiap 3 tahun.

Vaksin Cacar Air (Varicella)

Vaksin cacar air bisa diberikan setelah anak berusia 12 bulan, dan paling baik sebelum anak mulai masuk sekolah. Bila vaksin ini diberikan saat anak berusia lebih dari 12 tahun, maka perlu dilakukan dosis ulangan dengan interval waktu minimal 4 minggu.

Orang tua harus mencoba agar anaknya mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal, tetapi jika terdapat sedikit keterlambatan dalam memberikan vaksinasi serial, hal ini pada akhirnya tidak mengganggu tercapainya kekebalan tubuh yang diinginkan. Oleh karena itu, vaksinasi serial juga tidak perlu diulang dari awal lagi.

Saras Subur Ayoe

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
 
Artikel Terkait
- Vaksinasi pada Wanita Hamil
 
Penyakit Terkait
 

Info Penyakit

Kanker Kandung Kemih
Kanker Kandung Kemih

Deskripsi : Kanker kandung kemih
Baca selengkapnya »

Tumor Tulang Non-Kanker
Tumor Tulang Non-Kanker

Deskripsi : Tumor Tulang Non-kanker adalah suatu
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

NEO ENTROSTOP TABLET STRIP

Tablet 12 x 1's

SCAVEN CAPLET

Kaplet salut film 50 biji.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com