nothing
Ketergantungan Halusinogen - medicastore
nothing
Medicastore
Ketergantungan Halusinogen

Ketergantungan_Halusinogen.jpg

Sumber : www.intotreatment.com

 
DEFINISI

Halusinogen adalah kelompok obat yang menyebabkan gangguan pada persepsi, pemikiran, atau mood. Halusinogen merupakan kelompok yang heterogen, yang memiliki struktur kimia, mekanisme aksi, dan efek samping yang berbeda-beda. Meskipun disebut sebagai halusinogen, sebagian besar obat dalam kelompok ini tidak secara konsisten menyebabkan halusinasi. Seringkali obat-obat tersebut lebih cenderung menyebabkan perubahan mood atau pemikiran dibandingkan dengan halusinasi sebenarnya.

Halusinogen misalnya:

- LSD (Lysergic Acid Diethylamide)

- Psilocybin

- Meskalin (peyote)

- 2,5-dimetoksi-4-metilamfetamin (DOM, STP), turunan amfetamin

 

PENYEBAB



 

 

GEJALA

Halusinogen bersifat mengubah sensasi pendengaran dan penglihatan. Selain itu, kedua sensasi tersebut bisa saling bersilangan; misalnya mendengarkan musik bisa menyebabkan munculnya warna-warna, yang akan bergerak seiring dengan irama musik.

Bahaya terbesar dari pemakaian obat ini adalah efek psikis dan gangguan penilaian, yang bisa menyebabkan kecelakaan atau pengambilan keputusan yang salah. Sebagai contoh, seorang pemakai halusinogen bisa berpikir bahwa ia dapat terbang, bahkan sampai melompat dari jendela untuk membuktikannya, sehingga terjadilah cedera berat atau kematian.

Halusinogen merangsang otak. Efeknya bisa tergantung pada suasana hati dan tempat pemakai mengkonsumsi halusinogen. Misalnya, pemakai yang telah mengalami depresi sebelum menelan obat cenderung untuk merasa lebih sedih setelah menelan halusinogen.

Seseorang yang berada di bawah pengaruh halusinogen (biasanya LSD), bisa mengalami kecemasan yang luar biasa dan mulai panik, sehingga "perjalanan halusinasinya" menjadi tidak menyenangkan. Ia ingin menghentikan "perjalanannya" tetapi tidak mampu. "Perjalanan halusinasi" lebih buruk daripada mimpi buruk karena seseorang yang bermimpi bisa terbangun dan mimpi buruk berakhir, sedangkan halusinasi tidak dapat berakhir secepat itu.

Dengan berlanjutnya halusinasi, pemakai halusinogen mulai kehilangan kendali dan dapat mengalami psikosis sementara. Kadang halusinasi dapat menjadi sangat berat atau dapat memicu terjadinya psikosis, sehingga penderita akan mengalami psikosis selama beberapa hari atau setelah efek obat hilang. Psikosis yang menetap lebih sering terjadi pada pemakai halusinogen yang sebelumnya sudah memiliki kelainan psikologis.

Efek toleransi terhadap LSD bisa terjadi dan dapat muncul setelah sekitar 72 jam pemakaian yang berkelanjutan. Pemakai LSD juga bisa mengalami toleransi terhadap halusinogen lain. Biasanya pemakai yang menjadi toleran terhadap halusinogen dan secara tiba-tiba mengentikan pemakaiannya, tidak akan mengalami gejala putus obat.

Beberapa pemakai (terutama pemakai LSD menahun atau berulang-ulang), bisa mengalami kilas balik setelah mereka menghentikan pemakaian obat tersebut. Kilas baliknya mirip dengan pengalaman asli, tetapi biasanya tidak sekuat pengalaman aslinya.

Kilas balik ini bisa dipicu oleh marijuana atau mungkin obat lainnya (misalnya alkohol) atau oleh stress maupun kelelahan. Kilas balik juga bisa terjadi tanpa alasan yang jelas. Biasanya kilas balik akan menghilang setelah 6-12 bulan, tetapi bisa timbul lagi hingga 5 tahun setelah pemakaian LSD yang terakhir, terutama jika masih ditemukan kecemasan atau kelainan psikis lainnya.

DIAGNOSA

Adanya episode panik dan perubahan penglihatan, yang disertai oleh berbagai jenis delusi yang aneh merupakan ciri dari penggunaan halusinogen akut. Pupil melebar, tetapi denyut jantung tidak meningkat. Keterangan dari teman atau saudara merupakan tambahan yang penting dalam menegakkan diagnosis.

 

PENGOBATAN

Sebagian besar pemakai halusinogen tidak pernah mencari pengobatan. Pemakai halusinogen biasanya akan merasa aman bila berada dalam ruangan yang tenang dan gelap.

Berbagai jenis penanganan untuk ketergantungan dan penyalahgunaan halusinogen tersedia untuk membantu mendukung penyembuhan pemakai untuk mendetoksifikasi obat secara aman, dan untuk memperbaiki kesehatan fisik, emosi, dan mental, mecegah kekambuhan, dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik dan produktif.

Selain detoksifikasi, terdapat terapi konseling, terapi perilaku, terapi perilaku kognitif, terapi motivasi, dan terapi keluarga multidimensional.

 

PENCEGAHAN

Cara yang paling baik untuk mencegah ketergantungan dan efek buruk obat-obat terlarang adalah dengan tidak menggunakan obat-obat tersebut sama sekali.

 

REFERENSI

- https://emedicine.medscape.com/article/293752-clinical#showall

- http://hallucinogens.com/hallucinogen-addiction-treatment/types-of-treatment-for-hallucinogens-abuse-and-addiction/

- O, Patrick G. Hallucinogens. Merck Manual Home Health Handbook. 2009.

 

 

 

Saras Subur Ayoe

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
- DOKTER SPESIALIS KESEHATAN JIWA (PSIKIATER)
 
Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 

Tentang Produk

TETRA CAPSUL 250 MG SANBE

Kapsul 250 mg x 10 x 10's

ARAVA TABLET 10 MG

Tablet salut selaput 10 mg x 30's

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com