nothing
Informasi penyakit polio - medicastore.com
nothing
Medicastore
Polio

Polio.JPG

Sumber : www.en.wikipedia.org

 
DEFINISI

Polio (Poliomielitis) adalah infeksi virus yang sangat menular dan kadang berakibat fatal. Infeksi virus ini mempengaruhi saraf dan bisa menyebabkan kelemahan otot yang menetap, kelumpuhan, dan gejala-gejala lainnya.

PENYEBAB

Penyebabnya adalah virus polio. Virus ini menular akibat menelan bahan-bahan yang terkontaminasi virus. Penularan virus terjadi melalui beberapa cara:

- Melalui percikan ludah penderita saat batuk atau bersin
- Kontak dengan tinja penderita atau barang-barang yang terkena tinja penderita
Virus masuk melalui mulut dan hidung, berkembangbiak di dalam tenggorokan dan saluran pencernaan, lalu diserap dan disebarkan melalui sistem pembuluh darah dan pembuluh getah bening.

Beberapa faktor berikut bisa meningkatkan risiko terkena polio:

  • Belum mendapatkan imunisasi polio
  • Bepergian ke daerah yang masih sering ditemukan polio
  • Usia sangat lanjut atau sangat muda
  • Luka di mulut/hidung/tenggorokan (misalnya baru menjalani pengangkatan amandel atau pencabutan gigi)
  • Stres atau kelelahan fisik yang luar biasa (karena stres emosi dan fisik dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh)
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh, misalnya penderita HIV
  • GEJALA

    Terdapat 3 pola dasar infeksi polio :

    • Infeksi subklinis, meliputi sekitar 95% kasus, dimana tidak ditemukan adanya gejala atau gejala berlangsung kurang dari 72 jam, berupa demam ringan, sakit kepala, rasa tidak enak badan, nyeri tenggorokan, dan muntah.
    • Infeksi non-paralitik, dimana gejala berlangsung selama 1-2 minggu berupa demam, sakit kepala, muntah, diare, kaku kuduk, kelelahan yang luar biasa; nyeri pada punggung, leher, lengan, dan tungkai; kekakuan dan nyeri otot; serta ruam atau lesi pada kulit.
    • Infeksi paralitik, dimana demam muncul 5-7 hari sebelum gejala lainnya. Anak kemudian mengalami sakit kepala, kekakuan pada leher dan punggung, kelemahan otot asimetrik yang segera berkembang menjadi kelumpuhan, adanya sensasi ganjil pada daerah yang terkena, serta peka terhadap sentuhan (sentuhan ringan pun bisa menimbulkan rasa nyeri). Anak juga bisa mengalami konstipasi, perut kembung, sulit menelan, nyeri atau spasme otot (terutama otot betis, leher, atau punggung), sulit berkemih, gangguan bernafas, rewel atau tidak dapat mengendalikan emosi.

    Poliomielitis klinis menyerang sistem saraf pusat (otak dan korda spinalis) serta terbagi menjadi non-paralitik serta paralitik. Infeksi klinis bisa terjadi setelah penderita sembuh dari suatu infeksi subklinis.

     

    KOMPLIKASI

    Komplikasi yang paling berat adalah kelumpuhan yang menetap. Kelumpuhan terjadi pada kurang dari 1 per 100 kasus, tetapi kelemahan satu atau beberapa otot sering ditemukan. Kadang bagian otak yang berfungsi mengatur pernafasan terserang polio, sehingga terjadi kelemahan atau kelumpuhan pada otot dada.

    Beberapa penderita mengalami komplikasi 20-30 tahun setelah terserang polio. Keadaan ini disebut sindroma post-poliomielitis, yang terdiri dari kelemahan otot yang progresif, yang seringkali menyebabkan kelumpuhan.

    DIAGNOSA

    Diagnosis didasarkan dari gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan terhadap contoh tinja untuk melihat adanya virus polio dan pemeriksaan terhadap darah untuk menentukan titer antibodi. Biakan virus diambil dari lendir tenggorokan, tinja atau cairan serebrospinal.

    PENGOBATAN

    Polio tidak dapat disembuhkan dan obat anti-virus tidak mempengaruhi perjalanan penyakit ini. Jika otot-otot pernafasan menjadi lemah, maka bisa digunakan ventilator.

    Tujuan utama pengobatan adalah mengendalikan gejala saat infeksi berlangsung. Perlengkapan medis vital, terutama untuk membantu pernafasan, mungkin diperlukan pada kasus yang berat. Untuk mengurangi sakit kepala dan nyeri otot bisa diberikan obat pereda nyeri. Kejang dan nyeri otot juga bisa dikurangi dengan pemberian kompres hangat. Untuk memaksimalkan pemulihan kekuatan dan fungsi otot mungkin perlu dilakukan terapi fisik, pemakaian sepatu korektif atau penyangga maupun pembedahan ortopedik.

    PROGNOSIS

    Prognosis tergantung dari jenis polio (subklinis, non-paralitik atau paralitik) dan bagian tubuh yang terkena. Jika tidak menyerang otak dan korda spinalis, maka mungkin akan terjadi pemulihan total. Jika menyerang otak atau korda spinalis, maka bisa menyebabkan kelumpuhan atau kematian (biasanya akibat gangguan pernafasan).

    PENCEGAHAN

    Vaksin polio merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak.
    Terdapat 2 jenis vaksin polio:

  • Vaksin Salk, merupakan vaksin virus polio yang tidak aktif
  • Vaksin Sabin, merupakan vaksin virus polio hidup
  • Yang memberikan kekebalan yang lebih baik (sampai lebih dari 90%) dan yang lebih disukai adalah vaksin Sabin per-oral (melalui mulut). Tetapi pada penderita gangguan sistem kekebalan, vaksin polio hidup bisa menyebabkan polio. Karena itu vaksin ini tidak diberikan kepada penderita gangguan sistem kekebalan atau orang yang berhubungan dekat dengan penderita gangguan sistem kekebalan karena virus yang hidup dikeluarkan melalui tinja.

    Orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi polio dan hendak mengadakan perjalanan ke daerah yang masih sering terjadi polio, sebaiknya menjalani vaksinasi terlebih dahulu.

    REFERENSI

    - C, Mary T. Polio. Merck Manual Home Health Handbook. 2007.

    - Mayo Clinic. Polio. 2011.

    Gluco DR Activa

    Obat Terkait
     
    Dokter Terkait
    DR ANAK SUBSPESIALIS INFEKSI
    DOKTER SPESIALIS ANAK
     
     
    Artikel Terkait

    Info Penyakit

    Keratitis Ulseratif Perifer
    Keratitis Ulseratif Perifer

    Deskripsi : Keratitis Ulseratif Perifer adalah suatu
    Baca selengkapnya »

    Miastenia Gravis
    Miastenia Gravis

    Deskripsi : Miastenia Gravis menyebabkan terjadinya kelemahan
    Baca selengkapnya »

    Tentang Produk

    LEVITRA TABLET 20 MG

    Tablet salut selaput 20 mg x 4 biji.

    CENDO XITROL TETES MATA 5 ML

    Tetes mata 5 ml