nothing
Serangan Iskemik Sesaat (Transient Ischemic Attack, TIA)
nothing
Medicastore
Serangan Iskemik Sesaat (Transient Ischemic Attacks, TIA)

Serangan_Iskemik_Sesaat 3.jpg

Sumber : www.medicastore.com

 
DEFINISI

Serangan Iskemik Sesaat / stroke ringan (Transient Ischemic Attacks, TIA) adalah gangguan fungsi otak yang terjadi akibat dari berkurangnya aliran darah ke otak untuk sementara waktu. Serangan ini umumnya berlangsung lebih singkat dari stroke, yaitu selama beberapa menit hingga beberapa jam, dan penderita akan pulih dalam waktu satu hari.

Meski hanya sesaat, TIA merupakan peringatan akan datangnya serangan yang lebih parah. Pernah mengalami TIA berarti Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena stroke dan serangan jantung.

stroke ringan

Sumber : http://medicastore.com

PENYEBAB

Endapan lemak dan kalsium yang kecil pada dinding pembuluh darah (ateroma) bisa lepas, mengikuti aliran darah dan menyumbat pembuluh darah kecil yang menuju ke otak, sehingga untuk sementara waktu menyumbat aliran darah ke otak dan menyebabkan terjadinya TIA.

Beda stroke ringan dan stroke

Mini Stroke / TIA

Sumber : http://medicastore.com

Risiko terjadinya TIA meningkat pada:
- tekanan darah tinggi
- aterosklerosis
- penyakit jantung (terutama pada kelainan katup atau irama jantung)
- diabetes
- sel-sel darah merah yang berlebihan (polisitemia)

GEJALA

TIA terjadi secara tiba-tiba dan biasanya berlangsung singkat, jarang sampai lebih dari 1-2 jam. Gejala yang bisa ditemukan antara lain :

  • Hilangnya rasa atau kelainan sensasi pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh
  • Kelemahan atau kelumpuhan pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh
  • Gangguan penglihatan
  • Bicara tidak jelas
  • Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
  • Tidak mampu mengenali bagian tubuh
  • Gerakan yang tidak biasa
  • Ketidakseimbangan dan terjatuh

Gejala-gejala yang sama dapat ditemukan pada stroke, tetapi pada TIA gejala ini bersifat sementara. TIA cenderung kambuh/berulang. Sekitar sepertiga kasus TIA berakhir menjadi stroke.

DIAGNOSA

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik, serta dokter akan menganjurkan serangkaian pemeriksaan dan tes yang lebih mendetail, seperti :

  • Pemeriksaan neurologi, seperti kemampuan koordinasi serta respons tubuh.
  • Tes darah. Tes ini memungkinkan dokter untuk memeriksa faktor risiko di balik TIA, misalnya kadar kolesterol dan gula dalam darah.
  • USG karotis. Jenis USG ini digunakan untuk memeriksa ada atau tidaknya penyempitan atau penyumbatan pada arteri karotis di bagian leher.
  • Pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG). Tes ini dapat mendeteksi ritme jantung abnormal yang menjadi salah satu faktor risiko TIA.
  • MRI dan CT scan untuk otak. Langkah ini ditempuh jika letak TIA pada otak tidak diketahui.

Jenis-jenis pemeriksaan tersebut juga berguna untuk menemukan penyebab di balik serangan TIA yang Anda alami, sekaligus meneliti tingkat risiko stroke yang Anda miliki.

PENGOBATAN

Pengobatan yang tepat berdasarkan beberapa faktor, antara lain usia, kondisi kesehatan, serta penyebab TIA.

Penanganan TIA bertujuan untuk mengobati atau memperbaiki keabnormalan dan mencegah risiko stroke. Langkah ini dilakukan melalui obat-obatan dan operasi.

Obat-obatan digunakan untuk mencegah risiko stroke. Lokasi, penyebab, tingkat keparahan, dan jenis TIA yang dialami akan jadi faktor penentu dalam memilih jenis obat. Berikut ini beberapa jenis obat yang biasa diberikan oleh dokter.

  • Antiplatelet dan antikoagulan. Kedua obat ini berfungsi mencegah pembekuan dan penggumpalan darah. Aspirin, clopidogrel, dan dipyridamole merupakan contoh antiplatelet. Sedangkan obat-obatan antikoagulan meliputi warfarin, dabigatran, dan heparin.
  • Antihipertensi. Sesuai namanya, obat ini digunakan untuk menangani hipertensi. Contohnya adalah beta-blockers, penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), serta penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers).
  • Statin. Manfaat statin adalah untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Beberapa jenis statin yang sering diberikan dokter adalah simvastatin, rosuvastatin, dan atorvastatin.

Dalam kasus-kasus tertentu, operasi terkadang dibutuhkan oleh pasien. Langkah ini dilakukan ketika terjadi penyempitan atau penggumpalan tingkat menengah hingga tingkat parah dalam arteri karotis. Jenis prosedur yang mungkin dianjurkan adalah endarterektomi karotis dan angioplasti.

Operasi Endaterektomi

Operasi Endaterektomi 2

Operasi Endaterektomi

Sumber : http://medicastore.com

 

Operasi Angioplasty

Operasi Angioplasty

Sumber : http://medicastore.com

Di samping obat dan operasi, perubahan gaya hidup juga akan berperan penting dalam proses pengobatan. Cara ini dapat menurunkan risiko stroke dan serangan jantung bagi pengidap TIA, sekaligus mencegah serangan TIA lagi.

PENCEGAHAN

Pencegahan ini sangat bermanfaat bagi semua orang, terutama mereka yang memiliki risiko tinggi. Beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan meliputi:

  • Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang. Batasilah asupan garam serta lemak dan tingkatkan konsumsi makanan yang kaya akan serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran segar.
  • Rajin berolahraga. Anda dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik yang cukup menguras tenaga, setidaknya 2,5 jam dalam seminggu.
  • Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi minuman keras. Kedua langkah ini tidak hanya akan menurunkan risiko TIA serta stroke, tapi juga penyakit-penyakit lain.
  • Menjaga berat badan yang sehat. Langkah ini akan menghindarkan Anda dari obesitas yang menjadi faktor pemicu TIA.
  • Menangani kondisi-kondisi yang mungkin menyebabkan TIA dengan seksama, misalnya hipertensi, kolesterol tinggi, serta diabetes, dengan cara mengendalikan tekanan darah dan menjaga gula darah di angka normal.
REFERENSI
  • http://www.nhs.uk/Conditions/Transient-ischaemic-attack

  • http://www.betterhealth.vic.gov.au/bhcv2/bhcarticles.nsf/pages/Transient_ischaemic_attack

  • http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/transient-ischemic-attack/basics/tests-diagnosis

  • http://www.ncbi.nlm.nih.gov

  • Price, Sylvia A,2006, Patofisiologi Ed 6 Vol 2, Pendit, Brahm U dkk (alih bahasa), Hartanto, Hguriawati dkk (Ed), EGC, Jakarta.

Info Penyakit

Melasma (Chloasma, Topeng Kehamilan)
Melasma (Chloasma, Topeng Kehamilan)

Deskripsi : Melasma (Kloasma, Topeng Kehamilan) adalah
Baca selengkapnya »

Sindroma Levator
Sindroma Levator

Deskripsi : Sindroma levator (Levator Syndrome) merupakan
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

DAKTARIN DIAPER 10 G

Salep 10 gram.

NORVASK TABLET 5 MG

Tablet 5 mg x 30 biji.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com