nothing
Transient ischemic attack (TIA) - medicastore.com
nothing
Medicastore
Transient Ischemic Attacks (TIA)

Transient_Ischemic_Attacks_(TIA).jpg

Sumber : www.health.harvard.edu

 
DEFINISI

Transient Ischemic Attacks, (TIA) adalah gangguan fungsi otak yang terjadi akibat dari berkurangnya aliran darah ke otak untuk sementara waktu. Serangan ini umumnya berlangsung lebih singkat dari stroke, yaitu selama beberapa menit hingga beberapa jam, dan penderita akan pulih dalam waktu satu hari.

Meski hanya sesaat, TIA merupakan peringatan akan datangnya serangan yang lebih parah. Pernah mengalami TIA berarti Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena stroke dan serangan jantung.

stroke ringan

Sumber : http://medicastore.com

PENYEBAB

Penyebab transient ischemic attack sama dengan penyebab stroke iskemik. Pada stroke iskemik, bekuan menyumbat aliran darah ke bagian otak, pada transient ischemic attack, berbeda dengan stroke, sumbatannya singkat, sehingga biasanya tidak ada kerusakan permanen.

Penyebab yang mendasari dari TIA adalah penumpukan deposit lemak yang mengandung kolesterol yang disebut dengan plak (aterosklerosis) di pembuluh darah arteri atau salah satu cabangnya yang menyuplai oksigen dan nutrisi ke otak.

Plak dapat menurunkan aliran darah di arteri atau menyebabkan terbentuknya bekuan. Bekuan darah yang terbawa ke pembuluh darah arteri yang menyuplai otak dari bagian tubuh lainnya (biasanya dari jantung) juga dapat menyebabkan TIA.

Beda stroke ringan dan stroke

Mini Stroke/TIA

Sumber : http://medicastore.com

Faktor risiko terjadinya TIA ada dua jenis, yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah.

Faktor risiko yang tidak dapat diubah:

- Riwayat keluarga

- Usia yang semakin tua (umumnya di atas 55 tahun)

- Jenis kelamin. Pria sedikit lebih tinggi berisiko mengalami TIA dibandingkan dengan wanita

- Serangan TIA sebelumnya

- Ras. Orang kulit hitam cenderung lebih berisiko

- Penyakit anemia sel sabit.

Faktor risiko yang dapat diubah antara lain:

- Tekanan darah tinggi

- Kolesterol tinggi

- Penyakit jantung

- Diabetes

- Penyakit arteri perifer

- Penyakit arteri karotis

- Kadar homosistein yang tinggi

- Kelebihan berat badan

GEJALA

TIA terjadi secara tiba-tiba dan biasanya berlangsung singkat, sebagian besar tanda dan gejala hilang setelah satu jam. Gejala yang bisa ditemukan antara lain :

  • Hilangnya rasa atau kelainan sensasi pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh
  • Kelemahan atau kelumpuhan pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh
  • Gangguan penglihatan
  • Bicara tidak jelas
  • Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
  • Tidak mampu mengenali bagian tubuh
  • Gerakan yang tidak biasa
  • Ketidakseimbangan dan terjatuh

Gejala-gejala yang sama dapat ditemukan pada stroke, tetapi pada TIA gejala ini bersifat sementara. TIA cenderung kambuh/berulang. Sekitar sepertiga kasus TIA berakhir menjadi stroke.

DIAGNOSA

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik, pemeriksaan lainnya yang lebih mendetail, seperti :

  • Pemeriksaan neurologi, seperti kemampuan koordinasi serta respons tubuh.
  • Tes darah. Tes ini memungkinkan dokter untuk memeriksa faktor risiko di balik TIA, misalnya kadar kolesterol dan gula dalam darah.
  • USG karotis. Jenis USG ini digunakan untuk memeriksa ada atau tidaknya penyempitan atau penyumbatan pada arteri karotis di bagian leher.
  • Pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG). Tes ini dapat mendeteksi ritme jantung abnormal yang menjadi salah satu faktor risiko TIA.
  • MRI dan CT scan otak.
  • Computerized tomography angiography (CTA) scanning.
  • Magnetic resonance angiography (MRA). Metode ini mengevaluasi pembuluh darah arteri di leher dan otak.
  • Arteriografi.
  • Echokardiografi.

Jenis-jenis pemeriksaan tersebut juga berguna untuk menemukan penyebab di balik serangan TIA yang dialami, sekaligus mengetahui tingkat risiko stroke yang dimiliki.

PENGOBATAN

Pengobatan yang tepat berdasarkan beberapa faktor, antara lain usia, kondisi kesehatan, serta penyebab TIA.

Penanganan TIA bertujuan untuk mengobati atau memperbaiki keabnormalan dan mencegah risiko stroke. Langkah ini dilakukan melalui obat-obatan dan operasi.

Obat-obatan digunakan untuk mencegah risiko stroke. Lokasi, penyebab, tingkat keparahan, dan jenis TIA yang dialami akan jadi faktor penentu dalam memilih jenis obat. Berikut ini beberapa jenis obat yang biasa diberikan oleh dokter.

  • Antiplatelet dan antikoagulan. Kedua obat ini berfungsi mencegah pembekuan dan penggumpalan darah. Aspirin, clopidogrel, dan dipyridamole merupakan contoh antiplatelet. Sedangkan obat-obatan antikoagulan meliputi warfarin, dabigatran, dan heparin.
  • Agen thrombolitik. Pada kasus-kasus tertentu, terapi thrombolitik digunakan untuk menangani stroke yang sedang berlangsung, dengan melarutkan bekuan darah yang menyumbat aliran darah ke otak. Pada situasi ini, gejala neurologis berlangsung lebih dari beberapa menit dan tidak membaik. Agen thrombolitik alteplase, juga dikenal sebagai recombinant tissue palsminogen activator, pertama kali disetujui oleh FDA untuk menangani stroke dengan onset beberapa jam.
  • Antihipertensi. Sesuai namanya, obat ini digunakan untuk menangani hipertensi. Contohnya adalah beta-blockers, penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), serta penghambat kanal kalsium (calcium channel blockers).
  • Statin. Manfaat statin adalah untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Beberapa jenis statin yang sering diberikan dokter adalah simvastatin, rosuvastatin, dan atorvastatin.

Dalam kasus-kasus tertentu, operasi terkadang dibutuhkan oleh pasien. Langkah ini dilakukan ketika terjadi penyempitan atau penggumpalan tingkat menengah hingga tingkat parah dalam arteri karotis. Jenis prosedur yang mungkin dianjurkan adalah endarterektomi karotis dan angioplasti.

Operasi Endaterektomi

Operasi Endaterektomi 2

Operasi Endaterektomi

Sumber : http://medicastore.com

 

Operasi Angioplasty

Operasi Angioplasty

Sumber : http://medicastore.com

Di samping obat dan operasi, perubahan gaya hidup juga akan berperan penting dalam proses pengobatan. Cara ini dapat menurunkan risiko stroke dan serangan jantung bagi pengidap TIA, sekaligus mencegah serangan TIA berulang.

PENCEGAHAN

Pencegahan ini sangat bermanfaat bagi semua orang, terutama mereka yang memiliki risiko tinggi. Beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan meliputi:

  • Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang. Batasilah asupan garam serta lemak dan tingkatkan konsumsi makanan yang kaya akan serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran segar.
  • Rajin berolahraga. Lakukan aktivitas fisik yang cukup, setidaknya 2,5 jam dalam seminggu.
  • Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi minuman keras. Kedua langkah ini tidak hanya akan menurunkan risiko TIA serta stroke, tapi juga penyakit-penyakit lain.
  • Menjaga berat badan yang sehat. Langkah ini akan menghindarkan Anda dari obesitas yang menjadi faktor pemicu TIA.
  • Menangani kondisi-kondisi yang mungkin menyebabkan TIA dengan seksama, misalnya hipertensi, kolesterol tinggi, serta diabetes, dengan cara mengendalikan tekanan darah dan menjaga gula darah di angka normal.
REFERENSI
  • http://www.betterhealth.vic.gov.au/bhcv2/bhcarticles.nsf/pages/Transient_ischaemic_attack

  • http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/transient-ischemic-attack/basics/tests-diagnosis

  • http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/transient-ischemic-attack/symptoms-causes/syc-20355679
  • http://www.ncbi.nlm.nih.gov

  • http://www.nhs.uk/Conditions/Transient-ischaemic-attack
  • Price, Sylvia A,2006, Patofisiologi Ed 6 Vol 2, Pendit, Brahm U dkk (alih bahasa), Hartanto, Hguriawati dkk (Ed), EGC, Jakarta.

Nutracare

Info Penyakit

Stenosis Katup Trikuspidalis
Stenosis Katup Trikuspidalis

Deskripsi : Stenosis katup trikuspidalis merupakan penyempitan
Baca selengkapnya »

Sindroma Shy-Drager
Sindroma Shy-Drager

Deskripsi : Sindroma Shy-Drager (Multiple System Atrophy,
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

LIPOVAS TABLET

Tablet 20 mg x 10 x 3's

DEXTROSIN TABLET

box isi 100tab

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com