nothing
Kelainan buang air besar Inersia Kolon - medicastore.com
nothing
Medicastore
Inersia Kolon

Inersia_Kolon 1.JPG

Sumber : http://www.foxnews.com

 
DEFINISI

Inersia Kolon adalah suatu keadaan dimana saraf atau otot di usus besar tidak dapat bekerja dengan normal. Akibatnya, kontraksi usus besar berkurang atau kepekaan rektum terhadap adanya tinja menghilang. Isi usus besar tidak dapat bergerak keluar secara normal dan terjadi konstipasi menahun (kronik).

Inersia kolon sering terjadi pada orang tua dan orang yang berada dalam keadaan lemah atau berbaring terus di tempat tidur; tetapi bisa juga terjadi pada wanita muda yang sehat.

Usus besar tidak memberikan respon terhadap berbagai rangsangan untuk melakukan defekasi (buang air besar), seperti makan, perut yang penuh, usus besar yang penuh dan adanya tinja di dalam rektum.

PENYEBAB

Penyebabnya bisa berupa :

  • Pemakaian obat tertentu, seringkali bisa menyebabkan terjadinya gangguan ini atau bahkan memperburuk keadaannya, misalnya obat golongan narkotik (seperti kodein) dan obat antikolinergik.
  • Inersia kolon kadang bisa terjadi pada orang yang menunda defekasinya atau yang menggunakan pencahar atau enema untuk jangka panjang.
GEJALA

Gejala yang dialami bisa berupa konstipasi untuk waktu lama, bisa disertai rasa tidak enak di perut. Penderita bisa mengalami impaksi tinja, dimana tinja di ujung usus besar dan rektum mengeras dan menghalangi jalan keluarnya. Sumbatan ini bisa menyebabkan timbulnya kram, rasa nyeri, dan susah buang air besar. Di sekeliling daerah penyumbatan sering keluar lendir atau kotoran cair, yang kadang-kadang diartikan sebagai diare.

DIAGNOSA

Diagnosis didasarkan dari gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan colok dubur, rektum terasa penuh dengan tinja lunak, tapi penderita tidak ada rasa ingin buang air besar, atau ada keinginan tetapi mengalami kesulitan untuk melakukannya.

PENGOBATAN

Penanganan yang dilakukan bisa berupa :

  • Pemberian obat supositoria (obat yang dimasukkan melalui lubang dubur) atau enema (larutan yang dimasukkan melalui lubang dubur) untuk mengeluarkan kotoran yang ada.
  • Pada impaksi tinja, bisa digunakan pencahar yang biasanya mengandung bahan-bahan osmotik. Kadang tinja yang keras perlu dikeluarkan dengan bantuan tangan atau alat.
  • Penderita harus berusaha untuk bisa buang air besar setiap hari, disarankan 15-45 menit setelah makan, karena makan akan merangsang kontraksi usus. Selain itu, juga bisa dibantu dengan olah raga secara teratur.
PENCEGAHAN

Olah raga yang teratur, makan makanan yang kaya akan serat (sayuran dan buah-buahan), serta minum yang cukup akan membantu mencegah terjadinya kelainan ini.

Nutracare

Info Penyakit

Leukoensefalopati Multifokal Progresif
Leukoensefalopati Multifokal Progresif

Deskripsi : Leukoensefalopati Multifokal Progresif merupakan penyakit
Baca selengkapnya »

Kelumpuhan Saraf Kranial Ke-3 (N. Okulomotorius)
Kelumpuhan Saraf Kranial Ke-3 (N. Okulomotorius)

Deskripsi : Kelumpuhan Saraf Kranial Ke-3 merupakan
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

ENERVON-C PLUS SYRUP 120 ML

Sirup 120 mL x 1's

VASVITA CAPLET

Kaplet salut selaput 50's.

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com