nothing
Penyakit pembengkakan usus besar (IBD) : Penyakit Crohn
nothing
Medicastore
Penyakit Crohn

Penyakit_Crohn.JPG

Sumber : http://www.medicinenet.com

 
DEFINISI

Penyakit Crohn (Enteritis Regionalis, Ileitis Granulomatosa, Ileokolitis) adalah peradangan menahun pada dinding usus yang biasanya mengenai usus halus bagian bawah, usus besar bagian atas, atau keduanya, tetapi bisa juga terjadi pada bagian manapun di saluran cerna (dari mulut sampai anus), atau bahkan di kulit sekitar anus.

Penyakit Crohn bisa terjadi pada pria maupun wanita. Sebagian besar penderita mengalami penyakit sebelum usia 30 tahun, yaitu biasanya antara usia 14-24 tahun.

Tidak seperti kolitis ulseratif, penyakit Crohn jarang terjadi pada rektum. Namun, infeksi dan komplikasi di sekitar anus cukup sering terjadi. Penyakit ini bisa mengenai beberapa segmen usus, sehingga terdapat segmen-segmen yang normal di antaranya. Selain itu, penyakit Crohn biasanya mengenai seluruh ketebalan dinding usus.

PENYEBAB

Penyebab penyakit Crohn belum diketahui secara pasti, tetapi banyak penelitian berpendapat bahwa penyakit ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti :

  • Gangguan sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan usus terlalu responsif terhadap agen-agen infeksius, makanan, dan lingkungan. Infeksi virus atau bakteri mungkin bisa menjadi pemicu terjadinya penyakit Crohn. Pada kelainan respon imun, sistem kekebalan tubuh tidak hanya menyerang virus atau bakteri, tetapi juga menyerang sel-sel di saluran cerna.
  • Faktor herediter. Penyakit Crohn lebih sering terjadi pada orang-orang yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit ini, sehingga diduga terdapat gen yang membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit Crohn. Namun, sebagian besar orang dengan penyakit Crohn tidak memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sama.
GEJALA

Tanda dan gejala penyakit Crohn bisa bervariasi, mulai dari yang ringan sampai yang berat, dan bisa terjadi secara perlahan-lahan atau tiba-tiba, tanpa peringatan. Penderita bisa mengalami masa remisi, dimana tidak terdapat tanda atau gejala apapun. Pada saat serangan, tanda dan gejala yang bisa terjadi antara lain :

  • Diare. Peradangan yang terjadi menyebabkan sel-sel di daerah usus yang terkena mengeluarkan air dan garam dalam jumlah besar. Karena usus besar tidak dapat menyerap seluruh cairan yang berlebihan ini, maka timbul diare.
  • Nyeri dan kram perut. Peradangan dan ulserasi pada usus bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan pada bagian usus yang terkena dan pada akhirnya terjadi penebalan disertai pembentukan jaringan parut. Kondisi ini mempengaruhi pergerakan normal isi usus, sehingga bisa menimbulkan rasa nyeri dan kram. Jika timbul nyeri yang hebat, penderita juga bisa mengalami mual dan muntah.
  • Adanya darah di dalam tinja. Adanya pergerakan makanan di dalam saluran cerna bisa membuat jaringan yang meradang menjadi berdarah. Namun, perdarahan juga bisa terjadi dengan sendirinya. Perdarahan yang terjadi bisa jelas terlihat, tetapi bisa juga tidak tampak (darah samar).
  • Terbentuknya ulkus. Penyakit Crohn bisa menyebabkan terbentuknya luka-luka kecil di permukaan usus yang pada akhirnya menjadi ulkus besar yang bisa sampai menembus dinding usus. Penderita juga bisa memiliki ulkus di mulut.
  • Penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan. Nyeri dan kram perut, serta reaksi peradangan di dinding usus bisa mempengaruhi nafsu makan dan juga kemampuan usus untuk mencerna dan menyerap makanan.

Tanda dan gejala lainnya yang bisa ditemukan pada orang-orang dengan penyakit Crohn berat : demam, kelelahan, radang sendi (artritis), peradangan pada mata, luka di mulut, kelainan kulit, peradangan hati atau saluran empedu, serta hambatan pertumbuhan atau perkembangan seksual pada anak-anak.

Beberapa komplikasi yang bisa terjadi antara lain :

  • Sumbatan usus
  • Terbentuknya abses (kantong infeksi berisi nanah) di dalam perut
  • Terbentuknya fistula (saluran abnormal yang menghubungkan usus dengan kulit atau organ lainnya)
  • Terbentuknya fisura ani (robekan kulit anus), abses, dan fistula pada anus
  • Komplikasi di bagian tubuh lainnya, seperti : batu empedu, gangguan penyerapan nutrisi, infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan terbentuknya endapan protein amiloid pada beberapa organ (amiloidosis).

Jika penyakit Crohn menimbulkan gejala-gejala pada saluran cerna, penderita juga bisa mengalami :

  • peradangan sendi (artritis)
  • peradangan pada bagian putih mata (episkleritis)
  • sariawan di mulut (stomatitis aftosa)
  • nodul-nodul kulit yang meradang di tangan dan kaki (eritema nodosum)
  • luka kulit yang mengandung nanah (pioderma gangrenosum)

Jika penyakit Crohn tidak menimbulkan gejala-gejala pada saluran cerna, penderita juga masih bisa mengalami peradangan pada tulang belakang, sendi panggul, bagian dalam mata, atau saluran empedu.

DIAGNOSA

Dugaan penyakit Crohn didasarkan dari gejala-gejala yang ada, yaitu dimana seseorang bisa mengalami kram perut berulang yang terasa nyeri dan diare, terutama jika ia memiliki anggota keluarga dengan penyakit Crohn atau riwayat adanya gangguan di sekitar anus. Petunjuk lainnya adalah jika terdapat peradangan pada sendi, mata, kulit, atau hambatan pertumbuhan (pada anak).

Pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain :

  • Pemeriksaan laboratorium. Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang secara spesifik bisa memastikan penyakit Crohn. Namun, pemeriksaan darah bisa menunjukan adanya anemia, peningkatan sel-sel darah putih, atau tanda-tanda peradangan lainnya.
  • Pemeriksaan pencitraan, seperti CT Scan, MRI atau foto rontgen perut dengan barium. Pemeriksaan pencitraan bisa dilakukan untuk menunjukkan adanya sumbatan, abses, atau fistula, serta penyebab peradangan lainnya yang mungkin
  • Kolonoskopi (pemeriksaan dengan alat untuk melihat bagian dalam usus besar secara langsung) dan biopsi (pengambilan contoh jaringan untuk diperiksa secara mikroskopik).
PENGOBATAN

Saat ini belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan penyakit Crohn. Selain itu, tidak ada satu pun terapi yang berhasil digunakan untuk seluruh penderita.

Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi peradangan yang memicu timbulnya tanda dan gejala, serta mencegah terjadinya komplikasi, antara lain berupa :

  • Obat untuk mengatasi peradangan, seperti kortikosteroid. Namun, pemakaian obat ini harus hati-hati, sesuai petunjuk dokter, karena bisa menimbulkan berbagai efek samping, seperti wajah yang tampak membengkak (puffy face), rambut wajah yang berlebihan, keringat malam, sulit tidur, dan hiperaktivitas. Efek samping lain yang lebih serius bisa berupa tekanan darah tinggi, diabetes, osteoporosis, patah tulang, katarak, glaukoma, dan peningkatan kerentanan terhadap infeksi. Selain itu, obat ini tidak bisa digunakan untuk waktu lama dan juga tidak dapat mengatasi semua penderita.
  • Obat penekan sistem kekebalan tubuh. Dengan menekan respon imun, maka peradangan juga berkurang. Namun, obat-obat ini juga memiliki risiko untuk terbentuknya kanker, seperti limfoma, mungkin karena efek supresi sistem kekebalan tubuh yang dihasilkan.
  • Antibiotik, bisa membantu untuk mengatasi abses atau fistula yang terbentuk pada penderita. Antibiotik juga dianggap dapat membantu mengurangi bakteri berbahaya di dalam usus dan mengurangi sistem kekebalan tubuh yang memicu timbulnya gejala. Namun belum ada bukti yang kuat bahwa antibiotik efektif digunakan untuk penyakit Crohn.
  • Obat-obat lain untuk mengatasi tanda dan gejala penyakit, misalnya :
    • Obat anti diare, misalnya yang mengandung metilselulosa, bisa membantu mengatasi diare ringan sampai sedang dengan menambah volume tinja. Untuk diare yang lebih berat, bisa digunakan loperamid. Obat-obat ini harus digunakan secara hati-hati, sesuai petunjuk dokter.
    • Pencahar. Pada beberapa kasus, pembengkakan pada usus bisa menyebabkan penyempitan dan timbulnya konstipasi.
    • Obat pereda nyeri. Untuk nyeri ringan bisa digunakan acetaminophen. Tetapi, hindari pemakaian aspirin, ibuprofen dan naproxen, karena bisa membuat gejala-gejala semakin memburuk.
    • Tambahan zat besi, bisa diberikan untuk mengatasi anemia defisiensi zat besi akibat perdarahan kronis pada usus.
    • Pemberian nutrisi khusus melalui selang atau infus. Cara ini bisa memperbaiki status gizi penderita dan juga mengistirahatkan usus untuk sementara.
    • Tambahan kalsium dan vitamin D, karena penyakit Crohn dan pemakaian steroid bisa meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis.
  • Pembedahan, bisa dilakukan jika cara-cara diatas tidak dapat mengatasi tanda dan gejala penyakit yang ada. Pembedahan dilakukan dengan mengangkat bagian usus yang mengalami kerusakan. Pembedahan juga bisa digunakan untuk menutup fistula dan mengangkat abses. Namun, penyakit ini seringkali muncul kembali setelah pembedahan.
  • Pemeriksaan rutin untuk mendeteksi apakah timbul kanker usus besar.
REFERENSI

- Mayo Clinic. Crohn Disease. 2011.

- S, David B. W, Aaron E. Crohn Disease. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

Info Penyakit

Miringitis Infeksiosa (Radang Gendang Telinga)
Miringitis Infeksiosa (Radang Gendang Telinga)

Deskripsi : Miringitis Infeksiosa (Infectious Myringitis) adalah
Baca selengkapnya »

Hemosiderosis Pulmoner Idiopatik
Hemosiderosis Pulmoner Idiopatik

Deskripsi : Hemosiderosis Pulmoner Idiopatik (adanya zat
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

MUKINOL ORAL DROPS

Tetes 7,5 mg/ml x 30 ml.

VIGORAL SYRUP

Sirup 120 mL.