nothing
Informasi cedera kepala anak - medicastore.com
nothing
Medicastore
Cedera Kepala

Cedera_Kepala.jpg

Sumber : http://www.telegraph.co.uk

 
DEFINISI

Cedera Kepala adalah setiap trauma pada kepala yang menyebabkan cedera pada kulit kepala, tulang tengkorak maupun otak.

Cedera kepala dan komplikasinya merupakan penyebab dari sejumlah besar kematian akibat cedera pada anak-anak. Cedera kepala hebat juga bisa menyebabkan kerusakan yang serius pada otak yang sedang berkembang, sehingga mempengaruhi perkembangan fisik, kecerdasan dan emosional anak dan menyebabkan cacat jangka panjang.

Cedera kepala paling sering ditemukan pada anak-anak yang berumur kurang dari 1 tahun dan pada remaja diatas 15 tahun, serta lebih banyak terjadi pada anak laki-laki. Setiap cedera kepala berpotensi menimbulkan akibat yang serius, karena itu setiap anak yang mengalami cedera kepala sebaiknya diperiksa secara seksama.

PENYEBAB

Cedera kepala bisa dikelompokkan sebagai cedera kepala tertutup atau terbuka (penetrasi, luka tembus). Pada cedera kepala tertutup, kepala menerima suatu tekanan tumpul karena membentur suatu benda. Pada cedera kepala terbuka, suatu benda berkecepatan tinggi menembus tulang tengkorak dan masuk ke dalam otak.

Cedera kepala yang berat biasanya disebabkan oleh kecelakaan mobil dan motor. Cedera kepala yang ringan terutama terjadi akibat anak terjatuh di dalam atau di sekitar rumah.

GEJALA

Tanda-tanda dan gejala cedera kepala bisa terjadi segera atau timbul secara bertahap selama beberapa jam. Jika setelah kepalanya terbentur, seorang anak segera kembali bermain atau berlari-lari, maka kemungkinan telah terjadi cedera ringan. Tetapi anak harus tetap diawasi secara ketat selama 24 jam karena gejalanya mungkin saja baru timbul beberapa jam kemudian.

Cedera kepala bisa menyebabkan anak muntah, pucat, rewel atau tampak mengantuk, tanpa disertai penurunan kesadaran maupun tanda-tanda lain dari kerusakan otak. Jika gejala terus berlanjut sampai lebih dari 6 jam atau jika gejala semakin memburuk, maka perlu segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah telah terjadi cedera kepala yang berat.

Gejala berikut menunjukkan adanya cedera kepala serius yang memerlukan penanganan medis segera:
- penurunan kesadaran
- perdarahan
- laju pernafasan menjadi lambat
- linglung
- kejang
- patah tulang tengkorak
- memar di wajah atau patah tulang wajah
- keluar cairan dari hidung, mulut atau telinga (baik cairan jernih maupun berwarna kemerahan)
- sakit kepala (hebat)
- hipotensi (tekanan darah rendah)
- tampak sangat mengantuk.
- rewel
- penurunan kesadaran
- perubahan perilaku/kepribadian
- gelisah
- bicara ngawur
- kaku kuduk
- pembengkakan pada daerah yang mengalami cedera
- penglihatan kabur
- luka pada kulit kepala
- perubahan pupil (bagian hitam mata)

Gegar otak (Concussion) merupakan cedera kepala yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi mental atau tingkat kesadaran sampai hilangnya kesadaran. Gegar otak dapat terjadi tanpa adanya kerusakan struktur jaringan otak yang jelas, dan dapat terjadi selama kurang dari 6 jam. Meskipun hanya berlangsung sebentar, gegar otak harus dievaluasi secara seksama. Anak seringkali tidak dapat mengingat cedera yang telah terjadi maupun peristiwa yang terjadi sesaat sebelum terjadinya cedera, tetapi tidak ditemukan gejala kerusakan otak lainnya.

Cedera kepala bisa menyebabkan memar atau robekan pada jaringan otak maupun pembuluh darah di dalam atau di sekitar otak, sehingga terjadi perdarahan dan pembengkakan di dalam otak. Cedera yang menyebar menyebabkan sel-sel otak membengkak sehingga tekanan di dalam tulang tengkorak meningkat. Akibatnya anak bisa kehilangan kekuatan maupun sensasi, menjadi mengantuk atau pingsan. Gejala-gejala tersebut merupakan pertanda dari cedera otak yang berat, dan kemungkinan akan menyebabkan kerusakan otak yang permanen sehingga anak perlu menjalani rehabilitasi. Jika pembengkakan semakin memburuk, tekanan akan semakin meningkat sehingga jaringan otak yang sehatpun akan tertekan dan menyebabkan kerusakan yang permanen atau bahkan kematian. Pembengkakan otak dan akibatnya, biasanya terjadi dalam waktu 48-72 jam setelah terjadinya cedera.

Jika terjadi patah tulang tengkorak, maka cedera otak bisa lebih berat. Tetapi suatu cedera otak bisa terjadi tanpa patah tulang tengkorak, dan suatu patah tulang tengkorak seringkali terjadi tanpa adanya cedera otak. Patah tulang di bagian belakang atau pada dasar tengkorak biasanya menunjukkan adanya dorongan yang kuat, karena bagian ini relatif tebal. Patah tulang ini tidak dapat dilihat pada foto rontgen maupun CT scan, tetapi dapat terlihat dari gejala-gejalanya:
- dari hidung atau telinga keluar cairan serebrospinal (cairan bening dari sekeliling otak)
- penimbunan darah di belakang gendang telinga atau perdarahan dari telinga (jika gendang telinga telah pecah)
- penimbunan darah di dalam sinus (hanya dapat dilihat dari foto rontgen)

Pada bayi, selaput yang menyelubungi otak bisa menonjol melalui celah pada patah tulang tengkorak dan terjebak diantaranya, sehingga membentuk suatu kantung berisi cairan. Kantung ini terbentuk selama 3-6 minggu dan bisa merupakan pertanda awal dari adanya patah tulang tengkorak.

Patah tulang tengkorak yang masuk ke dalam (depresi), dimana satu atau beberapa pecahan tulang menekan otak, dapat menyebabkan memar pada otak dan bisa menimbulkan kejang.

Kejang bisa terjadi pada sekitar 5% anak yang berumur lebih dari 5 tahun dan 10% anak yang berumur kurang dari 5 tahun, selama minggu pertama setelah terjadinya cedera kepala yang serius. Efek jangka panjang lebih sering terjadi jika kejang timbul 7 hari atau lebih setelah terjadinya cedera.

Suatu komplikasi yang serius tetapi relatif jarang terjadi adalah perdarahan diantara lapisan selaput yang membungkus otak atau perdarahan di dalam otak:

  • Hematoma epidural adalah suatu perdarahan diantara tulang tengkorak dan selaputnya/duramater. Perdarahan ini terjadi akibat kerusakan pada arteri atau vena pada tulang tengkorak. Perdarahan menyebabkan meningkatnya tekanan di dalam otak sehingga lama-lama kesadaran anak akan menurun.
  • Hematoma subdural adalah perdarahan dibawah duramater, biasanya disertai dengan cedera pada jaringan otak. Gejalanya berupa rasa mengantuk sampai hilangnya kesadaran, hilangnya sensasi atau kekuatan dan pergerakan abnormal (termasuk kejang).
  • Hematoma intraventrikuler (perdarahan di dalam rongga internal/ventrikel), hematoma intraparenkimal (perdarahan di dalam jaringan otak) maupun hematoma subaraknoid (perdarahan di dalam selaput pembungkus otak), merupakan pertanda dari cedera kepala yang berat dan biasanya menyebabkan kerusakan otak jangka panjang.
  • DIAGNOSA

    Pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain berupa :

    • Pemeriksaan fisik, seperti tingkat kesadaran, pergerakan, refleks, mata dan telinga, denyut nadi, tekanan darah dan laju pernafasan.
    • Pemeriksaan lain, seperti CT scan dan rontgen kepala.
    PENGOBATAN

    Pada cedera kepala yang ringan, anak mungkin tidak perlu menjalani perawatan, tetapi orang tuanya di rumah harus mengawasinya secara ketat dan segera membawanya kembali ke rumah sakit jika muntah terjadi terus menerus dan kesadaran anak semakin menurun.

    Jika anak dipulangkan dari rumah sakit pada malam hari, di rumah anak boleh tidur, tetapi orang tuanya perlu membangunkan anak setiap 2-4 jam untuk memastikan bahwa kesadarannya normal.

    Seorang anak yang mengalami cedera kepala perlu dirawat di rumah sakit jika:
    - tampak sangat mengantuk
    - pingsan, meskipun hanya sebentar
    - mengalami perasaan/sensasi yang tidak biasa (misalnya mati rasa)
    - terdapat kelainan pada kekuatan otot
    - memiliki resiko tinggi keadaannya semakin memburuk

    Anak-anak yang mengalami patah tulang tengkorak tanpa disertai tanda/gejala dari cedera otak, tidak selalu harus dirawat di rumah sakit. Tetapi , bayi yang mengalami patah tulang tengkorak, terutama patah tulang depresi, harus selalu dirawat di rumah sakit. Pada patah tulang depresi, mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk membuang/mengangkat pecahan tulang dan mencegah cedera lebih lanjut pada otak.

    Di rumah sakit dilakukan pengawasan ketat terhadap tingkat kesadaran, laju pernafasan, denyut jantung serta tekanan darah anak. Pemeriksaan pupil mata dan pemeriksaan terhadap adanya perubahan sensasi maupun kekuatan otot, dilakukan sesering mungkin untuk mengetahui adanya peningkatan tekanan di dalam tulang tengkorak.

    Kerusakan otak yang telah terjadi tidak dapat diperbaiki, tetapi kerusakan lebih lanjut bisa dicegah dengan cara mempertahankan kelancaran aliran darah yang mengandung cukup oksigen ke otak. Tekanan di dalam otak dipertahankan senormal mungkin dengan cara mengatasi pembengkakan otak dan mengurangi tekanan pada otak. Pada hematoma epidural, harus dilakukan pembedahan darurat untuk mengeluarkan darah sehingga bisa mencegah penekanan dan kerusakan otak. Pada hematoma subdural, juga dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan darah. Mungkin juga akan dipasang sebuah selang ke dalam salah satu ventrikel untuk mengalirkan cairan serebrospinal sehingga tekanan di dalam otak berkurang. Selain itu, sebaiknya penderita tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dan diberikan obat-obat untuk mengurangi tekanan dalam otak.

    PROGNOSIS

    Pemulihan fungsi otak tergantung pada beratnya cedera yang terjadi, umur anak, lamanya penurunan kesadaran dan bagian otak yang terkena. 50% dari anak yang mengalami penurunan kesadaran selama lebih dari 24 jam, akan mengalami komplikasi jangka panjang berupa kelainan fisik, kecerdasan dan emosi. Kematian akibat cedera kepala berat lebih sering ditemukan pada bayi. Anak-anak yang bertahan hidup seringkali harus menjalani rehabilitasi kecerdasan dan emosi.

    Masalah yang bisa timbul selama masa pemulihan adalah hilangnya ingatan akan peristiwa yang terjadi sesaat sebelum terjadinya cedera (amnesia retrograd), perubahan perilaku, ketidakstabilan emosi, gangguan tidur dan penurunan tingkat kecerdasan.

    REFERENSI

    - M, Kenneth. Overview of Head Injuries. Merck Manual Handbook. 2008.

    - M, Kenneth. Concussion. Merck Manual Handbook. 2008.

    - M, Kenneth. Cerebral Contusions and Lacerations. Merck Manual Handbook. 2008.

    Obat Terkait
     
    Dokter Terkait
    DR ANAK SUBSPESIALIS SARAF/NEUROLOGI
    DOKTER SPESIALIS ANAK
    DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI
     
     
    Artikel Terkait

    Info Penyakit

    Reaksi Fotosensitivitas
    Reaksi Fotosensitivitas

    Deskripsi : Photosensitivity, kadangkala menunjuk kepada
    Baca selengkapnya »

    Polineuropati
    Polineuropati

    Deskripsi : Polineuropati adalah kelainan fungsi saraf-saraf
    Baca selengkapnya »

    Tentang Produk

    LAPIKOT FORTE CAPLET

    Kaplet Forte 10 x 10 biji.

    SULPRIM TABLET

    Tablet 10 x 10 biji.