nothing
Perdarahan Saluran Pencernaan - medicastore.com
nothing
Medicastore
Perdarahan Saluran Cerna

Perdarahan_Saluran_Cerna.JPG

Sumber : www.lascolinasmedicalcenter.com

 
DEFINISI

Perdarahan bisa terjadi dimana saja di sepanjang saluran pencernaan, mulai dari mulut sampai anus. Perdarahan bisa diketahui dengan ditemukannya darah dalam tinja atau muntah, tetapi gejala bisa juga tersembunyi dan hanya bisa diketahui dengan melakukan pemeriksaan tertentu.

PENYEBAB

Penyebab perdarahan pada saluran pencernaan :

  • Esofagus : robekan jaringan atau kanker
  • Lambung : lesi kanker atau non-kanker, serta iritasi, misalnya karena pemakaian aspirin atau infeksi Helicobacter pylori
  • Usus halus : adanya luka atau tumor
  • Usus besar : kanker, polip, divertikel, penyakit radang usus (penyakit Crohn atau kolitis ulseratif), atau adanya pembuluh darah yang abnormal di dinding usus (angiodisplasia)
  • Rektum : kanker atau tumor non-kanker
  • Anus : hemoroid atau robekan di anus (fisura ani)
GEJALA

Gejala perdarahan saluran cerna bisa berupa:
- muntah darah
- buang air besar dengan tinja berwarna hitam
- keluar darah dari rektum

Tinja yang berwarna hitam biasanya terjadi akibat perdarahan di saluran cerna bagian atas, misalnya lambung atau usus dua belas jari. Penderita yang mengalami perdarahan untuk waktu lama bisa menunjukkan gejala-gejala anemia, seperti mudah lelah, pucat, nyeri dada, dan pusing. Tekanan darah juga bisa turun saat penderita bangun dari posisi berbaring.

Gejala-gejala yang menunjukan adanya kehilangan darah yang hebat :

  • Denyut nadi yang cepat
  • Penurunan tekanan darah
  • Berkurangnya pembentukan air kemih
  • Tangan dan kaki penderita terasa dingin dan lembab
  • Linglung, disorientasi, dan mengantuk akibat berkurangnya aliran darah ke otak karena kehilangan darah
  • Syok
DIAGNOSA

Perdarahan saluran cerna perlu dievaluasi lebih lanjut ke dokter, terutama jika terdapat gejala-gejala seperti pingsan, berkeringat, detak jantung cepat (lebih dari 100x/menit), dan mengeluarkan lebih dari 250 ml darah.

Berbagai pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain :

  • Pemeriksaan fisik, misalnya untuk melihat tanda-tanda vital penderita, apakah terdapat indikasi terjadinya syok atau penurunan volume darah, serta adanya anemia.
  • Pemeriksaan darah dan laboratorium lainnya, antara lain untuk melihat berapa banyak darah yang keluar.
  • Endoskopi, dilakukan jika diduga terjadi perdarahan saluran cerna bagian atas, yaitu untuk melihat esofagus, lambung, dan usus halus bagian awal (duodenum) secara langsung menggunakan alat fleksibel yang dimasukan melalui mulut.

Endoskopi - Sumber : www.myhealth.alberta.ca

  • Kolonoskopi, bisa dilakukan jika diduga terjadi perdarahan saluran cerna bagian bawah, kecuali jika jelas disebabkan oleh wasir (hemoroid).
  • Pemasangan selang melalui hidung ke dalam lambung (nasogastric tube-NGT). Tindakan ini dilakukan untuk mengeluarkan isi lambung dan memastikan terjadinya perdarahan.
  • Pemeriksaan pencitraan untuk melihat pembuluh darah yang mengalami perdarahan (angiografi), yaitu dengan menyuntikan zat kontras ke dalam pembuluh darah arteri, sehingga bisa dilihat pada pemeriksaan foto sinar-X.
PENGOBATAN

Ada 2 tujuan pengobatan perdarahan saluran cerna, yaitu :

  • Menggantikan darah yang hilang, yaitu dengan memberikan cairan melalui pembuluh darah, dan terkadang dengan transfusi darah.
  • Menghentikan perdarahan yang terjadi

Perdarahan saluran cerna terkadang tidak bisa berhenti begitu saja. Penanganan yang dilakukan untuk menghentikan perdarahan saluran cerna tergantung dari jenis dan lokasi perdarahan, misalnya :

  • Perdarahan yang terjadi pada ulkus peptikum bisa dihentikan dengan menggunakan elektrokauter, laser, atau skleroterapi saat melakukan endoskopi. Jika tindakan ini tidak berhasil, maka perlu dilakukan pembedahan.
  • Perdarahan dari varises vena pada esofagus bisa dihentikan dengan cara mengikat pembuluh darah tersebut saat melakukan endoskopi atau dengan skleroterapi. Selain itu, bisa juga dilakukan TIPS (Transjugular Intrahepatic Portosystemic Shunting).
  • Perdarahan saluran cerna bagian bawah yang hebat, misalnya akibat divertikula, bisa diatasi dengan elektrokauter atau suntikan obat tertentu saat melakukan kolonoskopi. Jika tidak berhasil, maka bisa dilakukan angiografi dan kateterisasi pembuluh darah untuk menghambat pembuluh darah dan menghentikan perdarahan (embolisasi). Jika perdarahan terus berlanjut, maka perlu dilakukan pembedahan.
  • Perdarahan pada wasir yang tidak bisa berhenti dengan sendirinya bisa diatasi dengan anoscopy, kemudian memasang karet pengikat pada wasir atau menyuntikan zat tertentu untuk menghentikan perdarahan. Selain itu, bisa juga dilakukan elektrokauter atau pembedahan.
REFERENSI

- G, Norton J. Gastrointestinal Bleeding. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

Nutracare

Info Penyakit

Kaligata (Urtikaria)
Kaligata (Urtikaria)

Deskripsi : Kaligata (urtikaria) adalah suatu reaksi
Baca selengkapnya »

Meningitis Bakterialis
Meningitis Bakterialis

Deskripsi : Meningitis Bakterialis adalah peradangan pada
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

SOLPENOX CAPSUL 250 MG

Kapsul 250 mg x 10 x 10 butir.

ANDROLON TABLET

Tablet 25 mg x 30's

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com