nothing
Penyakit :Apendisitis (radang usus buntu) - medicastore.com
nothing
Medicastore
Apendisitis (Radang Usus Buntu)

Apendisitis_(Radang_Usus_Buntu).JPG

Sumber : www.bluestonesurgical.com

 
DEFINISI

Apendisitis merupakan peradangan dan infeksi pada usus buntu (apendiks). Usus buntu (apendiks) merupakan penonjolan kecil seperti jari yang terdapat di usus besar, tepatnya di daerah perbatasan dengan usus halus. Usus buntu mungkin memiliki beberapa fungsi pertahanan tubuh, tapi bukan merupakan organ yang penting. Satu hal yang kita tahu bahwa kita bisa hidup tanpa apendiks (usus buntu) tanpa konsekuensi nyata setelah pengangkatan apendiks sebagai akibat apendisitis (peradangan usus buntu).

Angka kematian tinggi jika kasus ini tidak diobati, terutama karena risiko pecahnya menyebabkan peritonitis dan syok. Apendiks merupakan tabung 3 1/2-inch-long jaringan yang memanjang dari usus besar. Tidak ada yang benar-benar yakin apa fungsi dari usus buntu.

Apendiks

Sumber : www.nlm.nih.gov

PENYEBAB

Penyebab apendisitis belum sepenuhnya dimengerti. Namun, pada sebagian besar kasus, peradangan dan infeksi usus buntu mungkin didahului oleh adanya sumbatan (obstruksi) pada usus buntu. Sumbatan bisa terbentuk dari kotoran kecil yang keras, benda asing, atau bahkan cacing (jarang).

Setelah obstruksi ini terjadi, usus buntu kemudian menjadi penuh dengan lendir dan membengkak, meningkatkan tekanan dalam lumen dan dinding usus buntu yang kemudian mengakibatkan peradangan makin meluas dan memburuk sirkulasi aliran darah disekitar apendiks,sehingga organ tersebut mengalami kekurangan oksigen (hipoksia), proses berlanjut yang pada akhirnya organ mengalami kematian sel (nekrotik). Bila peradangan berlanjut tanpa pengobatan, maka usus buntu bisa pecah.

Usus buntu yang pecah bisa menyebabkan :

  • keluarnya bakteri usus ke rongga perut, sehingga menyebabkan peradangan dan biasanya infeksi pada rongga perut (peritonitis) yang bisa berakibat fatal
  • terbentuknya abses (kantong berisi nanah dari infeksi)
  • infeksi pada indung telur dan salurannya (tuba fallopi) pada wanita. Sumbatan pada tuba fallopi bisa menyebabkan ketidaksuburan (infertilitas)
  • masuknya bakteri ke dalam pembuluh darah (septikemia), yang bisa berakibat fatal

 

GEJALA

Gejala-gejala yang muncul antara lain berupa :

  • Pada kurang dari 50% penderita, nyeri mulai dirasakan pada perut bagian atas atau di sekitar pusar, kemudian timbul mual dan muntah. Setelah beberapa jam kemudian, rasa mual menghilang dan nyeri berpindah ke perut kanan bawah.
  • Nyeri rebound, adalah sensasi nyeri saat perut kanan bawah terasa nyeri jika ditekan dan rasa nyeri semakin hebat saat tekanan dilepaskan.
  • Nyeri bisa bertambah hebat jika bergerak dan batuk
  • Nyeri bisa dirasakan meluas ketimbang terlokalisir di perut kanan bawah, terutama pada bayi dan anak-anak.
  • Demam bisa terjadi antara 37.7-38.3°C
  • Nyeri dan demam bisa bertambah hebat jika usus buntu pecah. Infeksi yang bertambah berat bisa menyebabkan terjadinya syok.

Sumber : www.buzzle.com

DIAGNOSA

Dugaan apendisitis (radang usus buntu) didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk membantu memastikan diagnosa antara lain :

  • Pemeriksaan pencitraan, seperti ultrasonografi, foto rontgen, atau CT scan
  • Pemeriksaan darah, bisa menunjukan jumlah sel darah putih yang agak meningkat, sebagai respon terhadap infeksi.
  • Tes urine. Dokter mungkin ingin memerikas urine untuk memastikan bahwa infeksi saluran kemih atau batu ginjal tidak menyebabkan rasa sakit Anda

Namun, adakalanya pembedahan bisa segera dilakukan jika dugaan apendisitis sangat kuat.

PENGOBATAN

Hal ini sering dikategorikan sebagai darurat medis dan banyak kasus memerlukan operasi/pengangkatan usus buntu yang meradang, baik dengan laparotomi atau laparoskopi.

Pembedahan merupakan terapi utama untuk mengatasi apendisitis (radang usus buntu). Jika ditemukan adanya apendisitis, maka antibiotik perlu diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah dan usus buntu diangkat melalui pembedahan. Pembedahan perlu segera dilakukan untuk mencegah usus buntu pecah, terbentuknya abses atau peradangan pada selaput rongga perut (peritonitis), serta mengurangi risiko terjadinya kematian akibat apendisitis.

Sumber : www.wisegeek.com

Penundaan operasi bisa berakibat fatal. Usus buntu yang terinfeksi bisa pecah dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gejala muncul. Tanpa pembedahan atau pemberian antibiotika, lebih dari 50% orang dengan apendisitis akan meninggal (biasanya pada orang-orang yang tinggal di daerah terpencil tanpa adanya akses ke fasilitas medis).

REFERENSI
  1. http://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-appendicitis
  2. http://www.mayoclinic.com/health/appendicitis/DS00274/DSECTION=tests-and-diagnosis
  3. http://kidshealth.org/parent/infections/stomach/appendicitis.html
  4. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/appendicitis.html
  5. http://digestive.niddk.nih.gov/ddiseases/pubs/appendicitis/
  6. http://en.wikipedia.org/wiki/Appendicitis
  7. A, Parswa. Appendicitis. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.
New Comer Suplemen

Info Penyakit

Gangguan Waktu Persalinan
Gangguan Waktu Persalinan

Deskripsi : Persalinan dapat terjadi terlalu awal
Baca selengkapnya »

Kelainan Kelenjar Hipofisa
Kelainan Kelenjar Hipofisa

Deskripsi : Kelenjar hipofisa adalah sebuah kelenjar
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

GALFLUX TABLET

Tablet 10 mg x 40 biji.

KAMULVIT B12 SYRUP 120 ML

Sirup 120 ml .