nothing
Penyakit :Apendisitis (radang usus buntu) - medicastore.com
nothing
Medicastore
Apendisitis (Radang Usus Buntu)

Apendisitis_(Radang_Usus_Buntu).JPG

Sumber : www.bluestonesurgical.com

 
DEFINISI

Apendisitis merupakan peradangan dan infeksi pada usus buntu (apendiks).

Usus buntu (apendiks) merupakan penonjolan kecil seperti jari yang terdapat di usus besar, tepatnya di daerah perbatasan dengan usus halus. Usus buntu mungkin memiliki beberapa fungsi pertahanan tubuh, tapi bukan merupakan organ yang penting.

Apendisitis bisa terjadi pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada usia remaja dan usia 20 tahunan.

Apendiks

Sumber : www.nlm.nih.gov

PENYEBAB

Penyebab apendisitis belum sepenuhnya dimengerti. Namun, pada sebagian besar kasus, peradangan dan infeksi usus buntu mungkin didahului oleh adanya sumbatan pada usus buntu. Sumbatan bisa terbentuk dari kotoran kecil yang keras, benda asing, atau bahkan cacing (jarang). Bila peradangan berlanjut tanpa pengobatan, maka usus buntu bisa pecah.

Usus buntu yang pecah bisa menyebabkan :

  • keluarnya bakteri usus ke rongga perut, sehingga menyebabkan peradangan dan biasanya infeksi pada rongga perut (peritonitis) yang bisa berakibat fatal
  • terbentuknya abses (kantong berisi nanah dari infeksi)
  • infeksi pada indung telur dan salurannya (tuba fallopi) pada wanita. Sumbatan pada tuba fallopi bisa menyebabkan ketidaksuburan (infertilitas)
  • masuknya bakteri ke dalam pembuluh darah (septikemia), yang bisa berakibat fatal
GEJALA

Gejala-gejala yang muncul antara lain berupa :

  • Pada kurang dari 50% penderita, nyeri mulai dirasakan pada perut bagian atas atau di sekitar pusar, kemudian timbul mual dan muntah. Setelah beberapa jam kemudian, rasa mual menghilang dan nyeri berpindah ke perut kanan bawah.
  • Perut kanan bawah terasa nyeri jika ditekan dan rasa nyeri semakin hebat saat tekanan dilepaskan.
  • Nyeri bisa bertambah hebat jika bergerak dan batuk
  • Nyeri bisa dirasakan meluas ketimbang terlokalisir di perut kanan bawah, terutama pada bayi dan anak-anak.
  • Demam bisa terjadi antara 37.7-38.3°C
  • Nyeri dan demam bisa bertambah hebat jika usus buntu pecah. Infeksi yang bertambah berat bisa menyebabkan terjadinya syok.

Sumber : www.buzzle.com

DIAGNOSA

Dugaan apendisitis (radang usus buntu) didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk membantu memastikan diagnosa antara lain :

  • Pemeriksaan pencitraan, seperti ultrasonografi, foto rontgen, atau CT scan
  • Pemeriksaan darah, bisa menunjukan jumlah sel darah putih yang agak meningkat, sebagai respon terhadap infeksi.

Namun, adakalanya pembedahan bisa segera dilakukan jika dugaan apendisitis sangat kuat.

PENGOBATAN

Pembedahan merupakan terapi utama untuk mengatasi apendisitis (radang usus buntu). Jika ditemukan adanya apendisitis, maka antibiotik perlu diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah dan usus buntu diangkat melalui pembedahan. Pembedahan perlu segera dilakukan untuk mencegah usus buntu pecah, terbentuknya abses atau peradangan pada selaput rongga perut (peritonitis), serta mengurangi risiko terjadinya kematian akibat apendisitis.

Sumber : www.wisegeek.com

Penundaan operasi bisa berakibat fatal. Usus buntu yang terinfeksi bisa pecah dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gejala muncul. Tanpa pembedahan atau pemberian antibiotika, lebih dari 50% orang dengan apendisitis akan meninggal (biasanya pada orang-orang yang tinggal di daerah terpencil tanpa adanya akses ke fasilitas medis).

REFERENSI

- A, Parswa. Appendicitis. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

Family Dr Kyolic

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
DOKTER SPESIALIS BEDAH UMUM
 
 
Artikel Terkait

Info Penyakit

CT Scan Tulang
CT Scan Tulang

Deskripsi : Pemeriksaan CT scan merupakan suatu
Baca selengkapnya »

Gangguan Kecemasan Menyeluruh
Gangguan Kecemasan Menyeluruh

Deskripsi : Gangguan kecemasan menyeluruh merupakan rasa
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

NEURO-BESTON TABLET

Tablet 10 x 10 biji.

TIBICEL TABLET 500 MG

Tablet 500 mg x 50 biji.