nothing
Informasi biologi jantung & pembuluh darah
nothing
Medicastore
Biologi Jantung & Pembuluh Darah

Biologi_Jantung_&_Pembuluh_Darah.JPG

Sumber : http://mybodyhealth.net

 
DEFINISI

Jantung merupakan suatu organ berotot dengan ruang-ruang di dalamnya yang terletak di dalam dada. Bagian kanan dan kiri jantung masing masing memiliki ruang di sebelah atas (atrium) yang berfungsi untuk menampung darah dan ruang di sebelah bawah (ventrikel) yang berfungsi untuk memompa darah. Agar darah hanya mengalir ke satu arah, maka ventrikel memiliki katup pada jalan masuk dan jalan keluar.

Ruang & katup jantung

Fungsi utama jantung adalah menyediakan oksigen ke seluruh tubuh dan membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida). Jantung melaksanakan fungsi tersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah akan mengambil oksigen dan membuang karbondioksida; jantung kemudian mengumpulkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh.

Fungsi Jantung

Pada saat jantung berdenyut, setiap ruang jantung akan mengendur dan terisi darah (disebut fase diastolik); selanjutnya jantung akan berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut fase sistolik). Kedua atrium mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua ventrikel juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.

Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui 2 vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, maka darah akan didorong ke ventrikel kanan. Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi alveolus di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dikeluarkan melalui pernafasan.

Darah yang kaya oksigen kemudian mengalir di dalam vena pulmonalis menuju atrium kiri. Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner. Darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah yang kaya oksigen ini melewati katup aorta, masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh), dan mengalir ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

Potongan melintang jantung

Pembuluh Darah

Keseluruhan sistem peredaran (sistem kardiovaskuler) terdiri dari arteri, arteriole, kapiler, venula dan vena. Arteri (kuat dan lentur) membawa darah dari jantung dan menanggung tekanan darah yang paling tinggi. Kelenturannya membantu mempertahankan tekanan darah diantara denyut jantung. Arteri yang lebih kecil dan arteriole memiliki dinding berotot yang menyesuaikan diameternya untuk meningkatkan atau menurunkan aliran darah ke daerah tertentu.

Kapiler merupakan pembuluh darah yang halus dan berdinding sangat tipis, yang berfungsi sebagai jembatan diantara arteri (membawa darah dari jantung) dan vena (membawa darah kembali ke jantung). Kapiler memungkinkan oksigen dan zat makanan berpindah dari darah ke dalam jaringan dan memungkinkan hasil metabolisme berpindah dari jaringan ke dalam darah.

Dari kapiler, darah mengalir ke dalam venula lalu ke dalam vena, yang akan membawa darah kembali ke jantung. Vena memiliki dinding yang tipis, tetapi biasanya diameternya lebih besar daripada arteri; sehingga vena mengangkut darah dalam volume yang sama tetapi dengan kecepatan yang lebih rendah dan tidak terlalu dibawah tekanan.

Pasokan Darah ke Jantung

Otot jantung (miokardium) sendiri menerima sebagian dari sejumlah volume darah yang mengalir melalui atrium dan ventrikel. Suatu sistem arteri dan vena (sirkulasi koroner) menyediakan darah yang kaya akan oksigen untuk miokardium dan kemudian mengembalikan darah yang tidak mengandung oksigen ke dalam atrium kanan.

Sebagian besar darah mengalir ke dalam sirkulasi koroner pada saat jantung sedang mengendur diantara denyutnya (selama fase diastolik ventrikuler).

Pembuluh darah koroner

Gejala-Gejala Penyakit Jantung

- Nyeri

Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan otot menjadi kram. Angina merupakan perasaan sesak di dada, seperti diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan suplai darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang mungkin tidak merasakan nyeri sama sekali (silent ischemia).

Sumber : http://www.harvard.edu/

Jika darah yang mengalir ke otot yang lainnya (terutama otot betis) terlalu sedikit, maka biasanya penderita akan merasakan nyeri otot saat melakukan aktivitas (klaudikasio.

Perikarditis (peradangan pada kantong yang mengelilingi jantung) menyebabkan nyeri yang akan semakin hebat saat penderita berbaring dan akan membaik jika penderita duduk dan membungkukkan badannya ke depan. Aktivitas fisik tidak menyebabkan nyeri bertambah buruk. Jika menarik nafas atau menghembuskan nafas menyebabkan nyeri semakin membaik atau semakin memburuk, maka kemungkinan juga telah terjadi pleuritis (peradangan pada selaput yang membungkus paru-paru).

Jika terjadi robekan pada arteri, maka penderita bisa merasakan nyeri tajam yang hilang-timbul dengan cepat dan tidak berhubungan dengan aktivitas fisik.

Kadang arteri utama (terutama aorta) bisa mengalami gangguan, misalnya aneurisma (penonjolan aorta) yang bisa secara mendadak mengalami kebocoran atau robekan kecil pada lapisan aorta yang membuat darah menyusup diantara lapisan-lapisan aorta (diseksi aorta). Hal ini akan menimbulkan nyeri hebat secara tibat-tiba.

Katup diantara atrium kiri dan ventrikel kiri bisa menonjol ke dalam atrium kiri pada saat ventrikel kiri berkontraksi (prolaps katup mitralis). Penderita kadang merasakan nyeri seperti ditikam atau ditusuk jarum. Biasanya nyeri terpusat di bawah payudara kiri dan tidak dipengaruhi oleh posisi maupun aktivitas fisik.

- Sesak nafas

Sesak nafas merupakan gejala yang bisa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam paru-paru (edema pulmoner).

Pada stadium awal gagal jantung, sesak nafas hanya dirasakan pada saat beraktivitas. Seiring dengan memburuknya penyakit, sesak nafas akan terjadi saat melakukan aktivitas ringan, atau bahkan saat sedang beristirahat (tidak melakukan aktivitas). Sebagian besar penderita akan merasa sesak nafas saat sedang berbaring karena cairan mengalir ke dalam paru-paru. Jika duduk, gaya gravitasi menyebabkan cairan terkumpul ke dasar paru-paru dan sesak nafas akan berkurang.

shortness of breath

Sumber : http://www.jeevanti.co.in

Sesak nafas yang terjadi saat malam hari (nokturnal dispneu) adalah sesak yang terjadi pada saat penderita berbaring di malam hari dan akan hilang jika penderita duduk tegak.

Sesak nafas tidak hanya terjadi pada penyakit jantung; orang-orang dengan penyakit paru-paru, penyakit otot-otot pernafasan atau penyakit sistem saraf yang berperan dalam proses pernafasan juga bisa mengalami sesak nafas. Setiap penyakit yang mengganggu keseimbangan antara persediaan dan permintaan oksigen bisa menyebabkan sesak nafas (misalnya gangguan fungsi pengangkutan oksigen oleh darah pada anemia atau meningkatnya metabolisme tubuh pada hipertiroidisme).

- Kelelahan

Jika jantung tidak efektif memompa darah, maka aliran darah ke otot saat melakukan aktivitas akan berkurang, sehingga penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya akan mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari proses penuaan.

- Palpitasi (Jantung berdebar-debar)

Biasanya seseorang tidak memperhatikan denyut jantungnya. Tetapi pada keadaan tertentu (misalnya jika seseorang yang sehat melakukan olah raga berat atau mengalami hal yang dramatis), dia bisa merasakan denyut jantungnya. Jantung bisa berdenyut dengan sangat kuat atau sangat cepat atau tidak teratur.

Palpitasi yang timbul bersama dengan gejala lainnya (sesak nafas, nyeri, kelelahan, atau pingsan) kemungkinan merupakan akibat dari gangguan irama jantung atau penyakit jantung yang serius.

- Pusing & Pingsan

Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa darah yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan. Gejala ini juga bisa disebabkan oleh penyakit otak atau saraf tulang belakang, atau bisa juga tanpa penyebab yang serius. Emosi yang kuat atau nyeri (yang mengaktifkan sebagian dari sistem saraf) juga bisa menyebabkan pingsan.

Sumber : http://www.medindia.net/

REFERENSI

- S, Michael J. Heart. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

- S, Michael J. Blood Vessels. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

Info Penyakit

Gatal-gatal
Gatal-gatal

Deskripsi : Gatal-gatal (Pruritus) adalah suatu perasaan
Baca selengkapnya »

Makanan Dan Kanker
Makanan Dan Kanker

Deskripsi : Banyak penelitian telah mencoba
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

TISMAMISIN CAPSUL 500 MG

Kapsul 500 mg x 10 x 10 biji.

OBAT PANU CAP SAPU

Botol isi 15 ml