nothing
Radang Pankreas/ Pankreatitis Akut - medicastore.com
nothing
Medicastore
Radang Pankreas Akut (Pankreatitis Akut)

Radang_Pankreas_Akut_(Pankreatitis_Akut).JPG

Sumber : http://www.webmd.com/

 
DEFINISI

Pankreatitis akut merupakan peradangan pada pankreas yang terjadi secara tiba-tiba. Peradangan bisa bersifat ringan atau sampai mengancam nyawa, tetapi biasanya akan membaik kembali.

PENYEBAB

Penyebab terjadinya pankreatitis akut bisa berupa :

  • Batu empedu. Normalnya pankreas menghasilkan sekret (termasuk enzim-enzim pencernaan) yang dikeluarkan melalui saluran (duktus pankreatikus) ke usus halus (duodenum). Adanya batu empedu bisa menyebabkan aliran tersebut tersumbat, sehingga menyebabkan gangguan. Sumbatan biasanya bersifat sementara, tetapi jika sumbatan terjadi kembali, maka enzim-enzim yang dihasilkan oleh pankreas akan terkumpul di pankreas dan mulai mencerna sel-sel pankreas, sehingga bisa terjadi peradangan yang berat.
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan.

alcoholicman

Sumber : http://health.uml.edu/

  • Genetik. Pada beberapa orang, pankreatitis akut bisa bersifat herediter, dimana terdapat mutasi genetik yang membuat seseorang rentan untuk mengalami pankreatitis akut, misalnya pada orang-orang dengan kistik fibrosis.
  • Pemakaian obat-obat tertentu, misalnya obat golongan sulfa, ACE inhibitor, dan furosemide. Peradangan biasanya membaik setelah pemakaian obat dihentikan.
  • Infeksi virus, misalnya mumps, virus coxackie B, dan sitomegalovirus, tetapi peradangan biasanya berlangsung singkat.
  • Kadar trigliserida (lemak) dalam darah yang tinggi
  • Pemakaian estrogen pada wanita dengan kadar lemak yang tinggi dalam darah
  • Kadar kalsium yang tinggi dalam darah (bisa disebabkan oleh hiperparatiroidisme)
  • Kerusakan pankreas saat pembedahan atau tindakan endoskopi
  • Kerusakan pankreas akibat trauma tumpul atau trauma tembus
  • Kanker pankreas
  • Berkurangnya aliran darah ke pankreas, misalnya karena tekanan darah yang sangat tinggi
  • Sindroma Reye
GEJALA

Gejala-gejala pankreatitis akut antara lain berupa :

- Nyeri perut

Hampir semua orang dengan pankreatitis akut mengalami nyeri perut hebat di bagian atas, di bawah tulang dada. Pada sebagian penderita, nyeri dirasakan sampai menembus ke punggung. Pada kasus yang lebih jarang, nyeri juga bisa dirasakan pada perut bagian bawah.

Severe upper abdominal pain is the hallmark symptom of acute pancreatitis.

Sumber : www.healthxchange.com.sg

Jika penyebabnya adalah batu empedu, maka rasa nyeri biasanya muncul secara tiba-tiba dan menjadi sangat hebat dalam waktu beberapa menit. Jika penyebabnya adalah alkoholisme, maka rasa nyeri biasanya muncul dalam waktu beberapa hari. Nyeri dirasakan hebat dan menetap selama beberapa hari.

Nyeri bisa bertambah hebat jika penderita batuk, melakukan gerakan yang kuat, dan bernafas dalam. Namun, nyeri bisa mereda jika penderita duduk tegak dan membungkukkan badan.

Sebagian besar penderita bisa sampai merasa mual dan mau muntah. Seringkali nyeri tidak bisa benar-benar hilang meskipun dengan pemakaian obat-obat analgesik golongan opioid.

- Gejala-gejala lainnya :

  • Penderita tampak sakit dan berkeringat
  • Detak jantung yang cepat
  • Laju pernafasan yang cepat, jika penderita mengalami peradangan pada paru, akumulasi cairan pada pleura, atau kollapsnya jaringan paru.
  • Demam
  • Tekanan darah cenderung turun saat penderita berdiri, sehingga bisa menyebabkan pingsan.
  • Kurang sadar dengan lingkungan sekitar akibat memburuknya penyakit, beberapa bahkan hampir tidak sadarkan diri.
  • Adakalanya bagian putih mata (sklera) bisa berwarna kekuningan.

Komplikasi

Beberapa komplikasi yang bisa terjadi pada pankreatitis akut antara lain :

  • Penurunan tekanan darah dan kerusakan organ di luar rongga perut, seperti paru-paru dan ginjal, karena masuknya enzim dan sitokin ke dalam darah.
  • Pembengkakan pada perut bagian atas, karena lambung yang mengalami distensi atau terdorong oleh pankreas yang meradang dan membesar, atau karena gerakan lambung dan usus yang terhenti (ileus)
  • Kematian sebagian jaringan pankreas akibat pankreatitis akut yang berat, dimana darah dan hasil sekresi pankreas bisa keluar ke rongga perut, sehingga volume darah bisa berkurang dan terjadi penurunan tekanan darah atau bahkan syok. Pankreatitis akut yang berat bisa mengancam nyawa.
  • Terbentuknya pseudokista pada pankreas yang berisiko terinfeksi, tumbuh membesar, dan menimbulkan nyeri atau gejala-gejala lainnya.
DIAGNOSA

Dugaan adanya pankreatitis akut didasarkan pada adanya nyeri perut yang khas, terutama pada orang-orang yang memiliki penyakit kandung empedu atau peminum alkohol. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain :

  • Pemeriksaan fisik, dimana bisa didapatkan otot dinding perut yang kencang dan bising usus yang menurun atau tidak ada.
  • Pemeriksaan darah, bisa dilakukan untuk mengukur kadar enzim yang dihasilkan oleh pankreas (amilase dan lipase). Kadar kedua enzim ini biasanya meningkat pada hari pertama, tetapi kembali normal setelah 3-7 hari. Jumlah sel darah putih biasanya meningkat.
  • Pemeriksaan pencitraan, misalnya :
    • Foto sinar-X perut, bisa menunjukkan adanya pelebaran usus atau adanya batu empedu.
    • Foto sinar-X dada, bisa menunjukkan apakah terdapat komplikasi, seperti paru-paru yang kollaps atau akumulasi cairan di dalam rongga dada.
    • Ultrasonografi perut, bisa menunjukkan adanya batu empedu dan pembengkakan pankreas.
    • CT scan, untuk mendeteksi adanya peradangan pankras.
    • MRCP (Magnetic Resonance Cholangiopancreatography)
PENGOBATAN

Penanganan pankreatitis akut bisa berupa :

  • Perawatan di rumah sakit, dimana penderita dengan pankreatitis akut yang berat perlu dirawat di ruang perawatan intensif untuk dipantau secara ketat.
  • Puasa, untuk mengistirahatkan pankreas. Puasa bisa dilakukan selama beberapa hari pada pankreatitis ringan atau bisa juga sampai beberapa minggu.
  • Pemberian obat untuk mengatasi nyeri dan mual.
  • Pemasangan selang melalui hidung ke dalam lambung (NGT - nasogastric tube), untuk mengeluarkan cairan dan udara dari saluran cerna, terutama jika terdapat ileus, mual, dan muntah.
  • Pemberian nutrisi melalui infus, NGT, atau keduanya.
  • Pemberian obat untuk mengurangi produksi asam lambung.
  • Pemeriksaan darah berulang, untuk memantau berbagai komponen darah, seperti kadar gula darah, elektrolit, jumlah sel-sel darah putih, dan enzim pankreas.
  • Mempertahankan volume darah melalui infus pada penderita yang mengalami penurunan tekanan darah atau syok.
  • Pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi
  • Pembedahan, bisa dilakukan untuk mengangkat jaringan yang mati dan terinfeksi. Pembedahan juga bisa dilakukan untuk mengangkat batu empedu, jika ada (biasanya dilakukan jika gejala-gejala sudah mereda)
PENCEGAHAN

Risiko terjadinya pankreatitis atau kekambuhannya bisa diturunkan dengan melakukan berbagai cara untuk mencegah kondisi yang bisa menimbulkan penyakit, seperti :

  • Tidak menggunakan aspirin untuk mengatasi demam pada anak, terutama jika anak terkena infeksi virus. Cara ini bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya sindroma Reye.
  • Tidak minum alkohol terlalu banyak
  • Imunisasi lengkap. Pastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap, termasuk imunisasi untuk mencegah mumps.
  • Atasi berbagai kondisi medis yang menyebabkan tingginya kadar trigliserida dalam darah.

Warning Signs Of Alcoholism: Do Not Cross The Line!

Sumber : www.nutralegacy.com

REFERENSI

- F, Steven D. Acute Pancreatitis. Merck Manual Home Health Handbook. 2012. 

- L, George F. Acute Pancreatitis. Medline Plus. 2012.

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM
DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM SALURAN PENCERNAAN
 
 
Artikel Terkait

Info Penyakit

Perawatan Awal Bayi Baru Lahir
Perawatan Awal Bayi Baru Lahir

Deskripsi : Peralihan dari janin yang berada
Baca selengkapnya »

Demam Rematik
Demam Rematik

Deskripsi : Demam Rematik adalah peradangan pada
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

LAXAMEX TABLET

Tablet 5 mg x 4 biji.

URINTER

Kapsul 400 mg x 100 biji.