nothing
Gangguan perut : Dispepsia - medicastore.com
Pop Up Medicastore
nothing
Medicastore
Dispepsia

Dispepsia.JPG

Sumber : www.wikihow.com

 
DEFINISI

Dispepsia adalah rasa nyeri atau tidak nyaman pada perut bagian atas, yang sering dirasakan seperti terdapat gas, rasa penuh, sakit, atau rasa terbakar di perut.

PENYEBAB

Dispepsia memiliki banyak penyebab, antara lain berupa :

  • Akalasia, yaitu suatu gangguan dimana kontraksi ritmik esofagus sangat berkurang dan otot esofagus bagian bawah tidak dapat berelaksasi secara normal.
  • Kanker esofagus atau lambung
  • Hambatan pengosongan lambung, biasanya disebabkan oleh gangguan tertentu, seperti diabetes atau kelainan yang mengenai saraf pada saluran cerna.
  • Spasme esofagus, yang membuat penderita kesulitan untuk menelan.
  • Pemakaian obat-obat tertentu yang mengiritasi (misalnya obat NSAID, aspirin, atau tablet besi).
  • GERD (Gastroesophageal reflux disease)
  • Penyakit ulkus peptikum atau gastritis
  • Batu empedu
  • Pembengkakan pankreas (pankreatitis)
  • Idiopatik (tidak diketahui penyebabnya)

Selain itu, beberapa orang dengan serangan jantung juga bisa hanya mengalami perasaan yang mirip seperti dispepsia, ketimbang adanya nyeri dada.

Sumber : www.nhs.uk

Timbulnya dispepsia bisa dipicu oleh :

  • Minum alkohol terlalu banyak
  • Makan makanan yang pedas, berlemak, atau berminyak
  • Makan berlebihan
  • Makan terlalu cepat
  • Stress atau cemas
  • Makan makanan tinggi serat
  • Merokok
  • Mengkonsumsi kafein terlalu banyak
GEJALA

Penderita bisa merasa adanya rasa tidak nyaman atau sakit pada perut bagian atas, mungkin bisa dirasakan seperti terdapat gas, sakit, rasa penuh atau terbakar pada perut. Perasaan ini bisa muncul setelah seseorang mengkonsumsi sedikit makanan, atau merasa sangat kekenyangan setelah makan makanan dalam porsi normal. Gejala-gejala juga bisa muncul tanpa berhubungan dengan makan.

Tergantung dari penyebabnya, orang-orang dengan dispepsia juga bisa memiliki gejala-gejala lain, seperti : tidak nafsu makan, mual, susah buang air besar, diare, kembung, dan bersendawa. Sebagian penderita bisa mengalami perburukan gejala setelah makan, tetapi ada juga yang mengalami perbaikan setelah makan.

Sumber : www.womenshealthency.com

DIAGNOSA

Pada banyak penderita, dokter tidak menemukan adanya kelainan saat melakukan pemeriksaan fisik atau pemeriksaan penunjang tertentu, seperti endoskopi. Pada kasus ini, dispepsia yang dialami disebut sebagai dispepsia fungsional, dimana gejala-gejala yang ada bisa disebabkan oleh peningkatan sensitivitas sensasi lambung atau kontraksi usus halus.

Tidak setiap serangan dispepsia harus segera mendapat penanganan oleh dokter. Namun, penderita harus segera pergi ke dokter jika mengalami gejala-gejala seperti :

  • Sesak nafas, berkeringat, atau detak jantung yang cepat yang menyertai serangan dispepsia, karena penderita bisa mengalami serangan jantung.
  • Hilang nafsu makan
  • Mual atau muntah
  • Penurunan berat badan
  • Adanya darah saat buang air besar
  • Kesulitan atau nyeri saat menelan

Beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan antara lain :

  • Endoskopi saluran cerna bagian atas, bisa dilakukan terutama pada orang-orang yang berusia di atas 45 tahun atau lebih muda jika terdapat tanda-tanda kemungkinan adanya kanker, atau jika penderita tidak membaik dengan pemberian terapi.
  • Pemeriksaan jantung, seperti EKG dan pemeriksaan darah untuk melihat apakah terdapat kerusakan sel-sel otot jantung, bisa dilakukan untuk penderita dengan gejala-gejala serangan jantung.
  • Pemeriksaan darah, bisa dilakukan untuk penderita dengan gejala-gejala yang tidak spesifik dan telah mengalami dispepsia kronis. Penderita juga bisa diperiksa untuk melihat apakah terdapat infeksi Helicobacter pylori.
PENGOBATAN

Cara yang paling baik untuk mengatasi dispepsia adalah dengan mengobati gangguan yang mendasarinya. Jika penyebabnya tidak ditemukan, maka penderita perlu dipantau dan diperiksa secara berkala.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi gejala dan mencegah terjadinya dispepsia :

  • Tidak mengunyah makanan dengan mulut terbuka
  • Tidak berbicara saat mengunyah makanan
  • Berikan waktu yang cukup untuk makan dan kunyah makanan dengan baik
  • Minum air setelah makan ketimbang saat makan
  • Tidak makan saat larut malam
  • Tidak mengkonsumsi makanan pedas dan minuman beralkohol
  • Tidak merokok
  • Makanlah makanan dalam porsi kecil (5-6 porsi kecil sehari), ketimbang 3 porsi besar sehari
  • Tidak berolahraga segera setelah makan
  • Lakukan relaksasi dan istirahat jika dispepsia terjadi karena stress
  • Tidak mengkonsumsi aspirin atau obat NSAID lainnya. Jika harus menggunakannya, maka obat sebaiknya diminum setelah makan.

Sumber : www.temple.edu

Jika dispepsia tidak membaik setelah melakukan perubahan-perubahan di atas, maka dokter bisa memberikan pengobatan untuk mengatasi gejala-gejala yang ada. Salah satu obat yang banyak digunakan adalah obat golongan antasida. Untuk orang-orang yang tampaknya tidak memiliki gangguan spesifik, pengobatan yang diberikan biasanya dilakukan untuk menghambat produksi asam lambung dan mencegah ulkus dengan meningkatkan jumlah mukus pada lambung, atau menstimulasi gerakan otot-otot saluran cerna.

REFERENSI

- D, David C. Indigestion. Medline Plus. 2013.

- G, Norton J. Indigestion (Dyspepsia). Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

- M, Thomas M. Indigestion. Web MD. 2012.

Promo herbal

Obat Terkait
- ACRAN TABLET 150 MG
- ANITID AMPUL
- ANMEROB TABLET 500 MG
- ANTIDINE TABLET 20 MG
- CHOPINTAC TABLET
- CIMEXOL
- CONRANIN TABLET 150 MG
- CORSAGYL TABLET 250 MG
- CORSAMET TABLET 200 MG
- DENUFAM TABLET
- FACID TABLET 20 MG
- FAMOCID TABLET 40 MG
- FARNAT INFUS
- FLADEX INFUS
- FLADYSTIN OVULE
- FLAGYL FORTE TABLET
- FORTAGYL INFUS
- GESTOFAM TABLET 20 MG
- HEXER AMPUL
- LEXMODINE TABLET 20 MG
- MAGARD FA CHEWABLE TABLET
- METROFUSIN INFUS 500 MG 1's
- METROFUSIN INFUS 500 MG 10's
- NEO GYNOXA
- NULCEFAM TABLET 20 MG
- NULCER TABLET
- POMPATON CAPLET 20 MG
- PRATIFAR CAPLET 20 MG
- PRATIFAR CAPLET 40 MG
- PROMOCID
- PROMUBA SUSPENSI 125 MG
- PROVAGIN OVULE
- RADIN TABLET
- RANCUS
- RANIN AMPUL
- RANIN TABLET 150 MG
- RANTICID TABLET
- RANTIN AMPUL
- RANTIN TABLET 150 MG
- RATINAL TABLET
- REGASTIN TABLET 20 MG
- RENAPEPSA TABLET
- RENATAC TABLET
- RENATAC VIAL
- SANMETIDIN TABLET
- SCANARIN TABLET 150 MG
- TIDIFAR TABLET 200 MG
- TISMAFAM TABLET 20 MG
- TISMAZOL TABLET 250 MG
- TRICHODAZOL 0,5 G
- TRICHOSTATIC OVULE
- TRICKER-150 TABLET
- TROGIAR TABLET 250 MG
- TROGYL TABLET 500 MG
- TYRAN
- ULCATIF TABLET 20 MG
- ULCERANIN TABLET 150 MG
- ULCUSAN CAPSULE 200 MG
- ULMO CAPLET 40 MG
- VAGISTIN OVULE
- VAGIZOL OVULE
- VAGIZOL TABLET
- WIACID TABLET
- XEPAMET CAPLET
- XERADIN TABLET
- ZANTADIN TABLET 150 MG
- ZANTIFAR
 
Dokter Terkait
- DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM
- DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM SALURAN PENCERNAAN
- DR ANAK SUBSPESIALIS PENCERNAAN/HEPATO GASTRO ENTEROLOGY
 
Artikel Terkait
- Anda Sering Merasa Panas Di Dada Terutama Setelah Makan? Itu Gejala GERD
 
Penyakit Terkait
 

Info Penyakit

Polip Pita Suara
Polip Pita Suara

Deskripsi : Polip Pita Suara adalah pertumbuhan
Baca selengkapnya »

Neuroblastoma
Neuroblastoma

Deskripsi : Neuroblastoma adalah kanker pada sistem
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

LEVOCIN TETES MATA

Tetes Mata 5 mg x 5 mL x 1 biji.

SERETIDE 50 INHALER

Inhaler 120 semprotan.