nothing
Informasi Gastritis - medicastore.com
nothing
Medicastore
Gastritis

Gastritis.jpg

Sumber : http://www.life123.com

 
DEFINISI

Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung.

Lapisan lambung tahan terhadap iritasi dan biasanya juga tahan terhadap asam yang sangat kuat. Namun, pada gastritis, permukaan lambung mengalami iritasi dan meradang.

PENYEBAB

Penyebab terjadinya gastritis bisa dibedakan dari jenis gastritis yang terjadi, misalnya :

  • Gastritis infektif, yaitu akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur.
    Infeksi yang paling sering adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori. Gastritis akibat infeksi virus atau jamur juga bisa terjadi pada orang-orang dengan penyakit kronis atau gangguan sistem kekebalan tubuh, misalnya penderita AIDS atau kanker, atau mereka yang menggunakan obat-obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh.
  • Gastritis erosif, dimana terjadi peradangan dan kerusakan permukaan lambung. Penyebabnya bisa berupa : 
    • Iritasi akibat pemakaian obat tertentu, seperti aspirin atau obat NSAID lainnya.
    • Penyakit Crohn
    • Infeksi bakteri dan virus
    • Menelan bahan korosif
  • Gastritis akibat stress akut, yaitu akibat penyakit berat atau cedera mendadak (misalnya luka bakar atau cedera yang menyebabkan perdarahan hebat). Penyebab pasti mengapa penyakit berat bisa menyebabkan gastritis belum diketahui, tetapi mungkin berhubungan dengan penurunan aliran darah ke lambung atau gangguan pada kemampuan lapisan lambung untuk melindungi dan memperbaiki diri.
  • Gastritis akibat radiasi, yaitu jika radiasi diarahkan pada dada sebelah kiri bawah atau perut bagian atas, dimana bisa mengiritasi lapisan lambung.
  • Gastritis yang terjadi pada orang-orang yang sebagian lambungnya telah diangkat melalui pembedahan (gastrektomi). Peradangan biasanya terjadi pada jaringan yang disatukan kembali. Kondisi ini tampaknya terjadi akibat gangguan aliran darah ke permukaan lambung atau paparan empedu yang berlebihan.
  • Gastritis atrofik, dimana lapisan lambung menjadi sangat tipis dan kehilangan banyak atau semua sel yang menghasilkan asam dan enzim. Kondisi ini bisa terjadi jika terdapat antibodi yang menyerang permukaan lambung (autoimun). Gastritis atrofik juga bisa terjadi pada orang-orang yang mengalami infeksi H. pylori kronis atau mereka yang sebagian lambungnya telah diangkat melalui pembedahan.
  • Gastritis eosinofilik, bisa terjadi akibat reaksi alergi atau infeksi cacing. Namun, pada kasus tertentu, penyebabnya tidak diketahui. Pada gastritis jenis ini, eosinofil terakumulasi pada dinding lambung.
  • Penyakit Menetrier, yaitu gastritis dimana dinding lambung menebal, dengan lipatan-lipatan yang besar, pembesaran kelenjar, dan kista-kista berisi cairan. Penyebabnya tidak diketahui. Penyakit ini mungkin terjadi akibat reaksi imun yang abnormal dan dihubungkan dengan infeksi H. pylori.
  • Gastritis limfositik, dimana limfosit (jenis sel darah putih) terakumulasi pada dinding lambung dan organ tubuh lainnya.
GEJALA

Gastritis biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Jika terdapat gejala, maka gejala ini bervariasi tergantung dari penyebabnya. Gejala yang muncul bisa berupa rasa nyeri, perih, panas, atau tidak nyaman di perut bagian atas, mual, muntah, dan rasa penuh di perut bagian atas setelah makan. Gastritis juga bisa menyebabkan terbentuknya ulkus, dimana gejala-gejala bisa bertambah hebat.

Ulkus terutama bisa terjadi pada gastritis akut akibat stress, gastritis erosif, dan gastritis akibat radiasi. Ulkus yang terbentuk bisa menimbulkan perdarahan, sehingga penderita bisa muntah darah atau mengeluarkan kotoran berwarna hitam saat buang air besar. Perdarahan yang menetap bisa menyebabkan timbulnya gejala-gejala anemia, antara lain kelelahan, lemah, dan kepala terasa ringan. Jika ulkus sampai menembus dinding lambung, maka isi lambung bisa keluar ke rongga perut, sehingga menyebabkan terjadinya peradangan dan infeksi pada lapisan rongga perut (peritonitis), serta akan memperberat rasa nyeri.

Sumber : www.ifood.tv

Komplikasi lain yang bisa terjadi pada gastritis :

  • Terbentuknya jaringan parut dan penyempitan pada saluran keluar lambung, terutama pada gastritis akibat radiasi dan gastritis eosinofilik. Penderita bisa mengalami mual hebat dan sering muntah. 
  • Retensi cairan dan pembengkakan jaringan (edema), bisa terjadi pada penyakit Menetrier akibat hilangnya protein dari permukaan lambung yang meradang.
  • Kanker lambung. Sekitar 10% orang dengan penyakit Menetrier bisa mengalami kanker lambung beberapa tahun kemudian.
  • Anemia, bisa terjadi pada gastritis atrofik dan gastritis pasca-gastrektomi. Hal ini terjadi akibat penurunan produksi faktor intrinsik, yaitu protein yang berikatan dengan vitamin B12 yang dibutuhkan untuk pembentukan sel-sel darah merah.
  • Metaplasia, yaitu perubahan sel-sel yang melapisi lambung dan menjadi sel-sel pra-kanker. Kondisi ini bisa terjadi pada sebagian orang dengan gastritis atrofik.
DIAGNOSA

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada, misalnya adanya rasa mual, nyeri atau tidak nyaman pada perut bagian atas. Pemeriksaan penunjang biasanya tidak diperlukan, tetapi bisa dilakukan jika gejala-gejala tidak membaik dengan pengobatan, misalnya berupa :

  • Endoskopi
  • Biopsi, yaitu dengan mengambil contoh jaringan pada permukaan lambung untuk diperiksa secara mikroskopis

Sumber : http://jama.jamanetwork.com/

PENGOBATAN

Penanganan yang diberikan antara lain berupa :

  • Pemberian obat untuk menetralkan atau mengurangi produksi asam lambung, misalnya :
    • Antasida, untuk menetralkan asam lambung. Obat ini bisa digunakan untuk mengatasi gejala-gejala yang ringan.
    • H2 blocker atau PPI (Proton Pump Inhibitor), untuk mengurangi produksi asam lambung. Kedua obat ini biasanya lebih efektif dibandingkan dengan antasida untuk mengatasi gejala.
  • Pemberian antibiotik, bisa dilakukan jika gastritis disebabkan oleh infeksi (paling banyak oleh infeksi bakteri H. pylori)
  • Pemberian sukralfat, untuk membantu mencegah iritasi lambung.
  • Mengatasi penyebabnya, misalnya :
    • Menghentikan pemakaian obat yang mengiritasi lambung, seperti obat NSAID.
    • Mengobati penyakit yang mendasari, cedera, atau perdarahan pada gastritis akibat stress akut
  • Mengatasi komplikasi yang terjadi, misalnya :
    • Menghentikan perdarahan dengan kauterisasi menggunakan endoskopi, atau jika perdarahan terus berlanjut, maka perlu dilakukan pengangkatan lambung melalui pembedahan.
    • Mengatasi anemia akibat gangguan penyerapan vitamin B12, yang terjadi pada gastritis atrofik atau gastritis pasca-gastrektomi, yaitu dengan memberikan suntikan vitamin tambahan seumur hidup penderita.
    • Pemberian kortikosteroid atau pembedahan untuk mengatasi sumbatan lambung pada gastritis eosinofilik.
    • Pembedahan untuk mengatasi ulkus yang telah menembus dinding lambung (perforasi)
  • Pembedahan untuk mengambil sebagian atau seluruh lambung untuk mengatasi penyakit Menetrier.
REFERENSI

- C, Sidney. Gastritis. Merck Manual Home Health Handbook. 2006.

- Mayo Clinic. Gastritis. 2011.

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
 
 
Artikel Terkait

Info Penyakit

Aneurisma
Aneurisma

Deskripsi : Aneurisma (aneurysm) merupakan pelebaran atau
Baca selengkapnya »

Sinar-X Tulang Kepala
Sinar-X Tulang Kepala

Deskripsi : Pemeriksaan sinar-X untuk tulang kepala
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

PROGESIC TABLET

Tablet 500 mg x 100 biji.

ZEMYC CAPSUL 50 MG

Kapsul 50 mg x 10 biji.