nothing
Penyakit : Vaskulitis (radang pembuluh darah)
nothing
Medicastore
Vaskulitis (Radang Pembuluh Darah)

Vaskulitis_(Radang_Pembuluh_Darah).JPG

Sumber : http://library.med.utah.edu

 
DEFINISI

Vaskulitis merupakan peradangan pada pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan berbagai perubahan pada dinding pembuluh darah, dimana dinding pembuluh darah menjadi menebal, melemah, menyempit, dan mengalami pembentukan jaringan parut.

Vaskulitis bisa terjadi pada semua usia, tetapi beberapa jenis lebih sering terjadi pada kelompok usia tertentu.

PENYEBAB

Vaskulitis terjadi karena sistem kekebalan tubuh salah menyerang sel-sel pada pembuluh darah sebagai benda asing (autoimun). Sistem kekebalan tubuh kemudian menyerang sel-sel tersebut, seakan-akan mereka adalah bakteri atau virus. Penyebab terjadinya gangguan ini belum diketahui, tetapi banyak hal yang mungkin berperan sebagai faktor pemicu, misalnya infeksi, obat, kanker tertentu, reaksi alergi, atau gangguan sistem kekebalan tubuh tertentu.

  • Infeksi. Beberapa vaskulitis terjadi sebagai respon terhadai infeksi, misalnya poliarteritis nodosa akibat infeksi virus hepatitis B.
  • Penyakit sistem kekebalan tubuh. Vaskulitis bisa terjadi akibat beberapa penyakit sistem kekebalan tubuh, seperti reumatoid artritis, lupus, dan skleroderma.
  • Reaksi alergi. Terkadang reaksi alergi terhadap obat tertentu bisa menyebabkan terjadinya vaskulitis.
  • Sel-sel kanker. Kanker yang terjadi pada sel-sel darah, seperti leukemia dan limfoma, bisa menyebabkan vaskulitis.

Pembuluh darah yang mengalami peradangan menjadi menebal, sehingga menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah di dalamnya. Akibatnya, oksigen dan nutrisi penting yang sampai ke jaringan tubuh juga berkurang. Jaringan menjadi kekurangan suplai darah, sehingga bisa mengalami kerusakan atau kematian jaringan. Pada beberapa kasus, bisa terbentuk bekuan darah pada pembuluh darah yang terkena, sehingga menyumbat aliran darah. Selain itu, pembuluh darah bisa melemah dan menjadi menonjol (aneurisma), yang merupakan kondisi yang mengancam nyawa.

Vaskulitis bisa mengenai pembuluh darah arteri (kecil, sedang, atau besar), kepiler, vena, atau kombinasi dari pembuluh darah tersebut. Peradangan bisa terjadi pada seluruh pembuluh darah atau bagian darinya. Vaskulitis bisa mengenai pembuluh darah yang mensuplai darah di satu bagian tubuh, misalnya kepala atau kulit, atau pembuluh darah yang mensuplai banyak organ yang berbeda (vaskulitis sistemik). Semua sistem organ bisa terkena.

GEJALA

Gejala-gejala bisa terjadi akibat kerusakan langsung pada pembuluh darah atau kerusakan tidak langsung pada jaringan (misalnya saraf atau organ-organ tubuh) akibat gangguan suplai darah (iskemia).

Gejala yang muncul bervariasi tergantung dari lokasi dan ukuran pembuluh darah yang terkena, serta tingkat kerusakan yang terjadi pada organ-organ tubuh, misalnya :

  • Kulit : muncul ruam kulit berupa bercak-bercak ungu kebiruan (perdarahan), benjolan-benjolan kecil (nodul), bintik-bintik kecil (petechiae), bercak-bercak (purpura), atau luka terbuka (ulkus) pada tungkai bagian bawah.
  • Saraf tepi : baal, kesemutan, atau kelemahan pada anggota gerak yang terkena
  • Otak : kebingungan, kejang, dan stroke
  • Saluran cerna : nyeri perut, diare, mual, muntah, dan buang air besar darah
  • Jantung : angina dan serangan jantung
  • Ginjal : tekanan darah tinggi, retensi cairan (edema), dan gangguan fungsi ginjal
  • Persendian : pembengkakan dan nyeri sendi

Peradangan yang terjadi juga bisa menimbulkan gejala-gejala umum seperti demam, keringat malam, kelelahan, nyeri otot dan sendi, pembengkakan sendi, hilang nafsu makan, penurunan berat badan, serta gangguan saraf, misalnya baal atau kelemahan.

Vaskulitis bisa menyebabkan komplikasi serius yang membutuhkan penanganan segera, misalnya :

  • Kerusakan pembuluh darah di paru-paru, otak, atau organ-organ tubuh lainnya bisa menyebabkan perdarahan
  • Gangguan pada ginjal bisa berkembang dengan cepat, sehingga bisa terjadi gagal ginjal
  • Gangguan pada mata bisa menyebabkan kebutaan

Tanda dan gejala berbagai jenis vaskulitis :

- Sindroma Behcet. Kondisi ini menyebabkan peradangan pada pembuluh darah arteri dan vena, yang seringkali terjadi pada usia 20-30 tahunan. Tanda dan gejala yang muncul berupa ulkus di mulut dan genitalia, peradangan di mata, dan lesi kulit seperti jerawat.

- Penyakit Buerger, atau disebut juga thromboangiitis obliterans. Kondisi ini menyebabkan peradangan dan terbentuknya bekuan darah di pembuluh darah anggota gerak. Tanda dan gejala yang muncul berupa nyeri di tangan, lengan, kaki, dan tungkai, serta ulkus di jari-jari tangan dan jari-jari kaki. Gangguan ini sangat berhubungan dengan merokok.

Penyakit Buerger - Sumber : http://www.hopkinsvasculitis.org

- Sindroma Churg-Strauss, atau dikenal juga sebagai allergic anggitis, paling sering terjadi pada pembuluh darah di paru-paru dan seringkali berhubungan dengan asma.

- Cryoglobulinemia. Kondisi ini seringkali berhubungan dengan infeksi hepatitis C. Tanda dan gejala yang muncul antara lain berupa ruam kulit (purpura) pada tungkai bawah, radang sendi, kelemahan, dan kerusakan saraf (neuropati).

- Giant Cell Arteritis. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang-orang yang berusia lebih dari 50 tahun dan mengenai pembuluh darah di kepala, terutama di pelipis (seringkali disebut juga sebagai arteritis temporalis). Gejala yang muncul bisa berupa sakit kepala, nyeri pada kulit kepala, nyeri pada rahang saat mengunyah, pandangan ganda atau kabur, atau bahkan kebutaan.

Sumber : http://www.webmd.com

- Henoch-Schonlein purpura. Kondisi ini disebabkan oleh peradangan pada pembuluh darah di kulit, persendian, saluran cerna, dan ginjal. Tanda dan gejala yang muncul bisa berupa nyeri perut, adanya darah di air kemih, nyeri sendi, dan ruam kulit (purpura) di bokong, tungkai, dan kaki. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak, tetapi bisa juga terjadi pada usia berapapun.

- Penyakit Kawasaki, atau dikenal juga sebagai mucocutaneous lymph node syndrome. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak yang berusia kurang dari 5 tahun. Tanda dan gejala yang ditemukan antara lain berupa demam, ruam kulit, dan peradangan di mata. 

Penyakit Kawasaki - Sumber : http://www.cbsnews.com

- Poliarteritis nodosa. Vaskulitis jenis ini mengenai pembuluh darah berukuran sedang di berbagai bagian tubuh, seperti kulit, jantung, ginjal, saraf tepi, otot, dan usus halus. Tanda dan gejala yang muncul berupa ruam kulit (purpura), ulkus kulit, nyeri otot dan sendi, nyeri perut, dan gangguan ginjal.

- Arteritis Takayasu. Vaskulitis jenis ini mengenai arteri besar di tubuh, termasuk aorta, dan biasanya terjadi pada wanita muda. Tanda dan gejala yang muncul berupa rasa baal atau dingin di anggota gerak, denyut nadi menurun atau menghilang, tekanan darah tinggi, sakit kepala, dan gangguan penglihatan.

Picture of Takayasu's Arteritis

Sumber : http://www.hxbenefit.com

DIAGNOSA

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada, riwayat medis sebelumnya, serta pemeriksaan fisik. Berbagai pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk membantu memastikan diagnosa vaskulitis, antara lain :

  • Pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini berguna untuk membantu mendiagnosa vaskulitis, yaitu dengan melihat adanya tanda-tanda peradangan, seperti peningkatan laju endap darah dan CRP (C-reactive protein). Selain itu bisa dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya antibodi tertentu (antineutrophil cytoplasmic antibody) yang menunjukkan bahwa terjadi gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Pemeriksaan air kemih. Pemeriksaan ini bisa menunjukkan apakah vaskulitis telah menyebabkan gangguan ginjal atau tidak.
  • Pemeriksaan pencitraan, seperti rontgen, ultrasonografi, CT scan, MRI, atau angiografi untuk menentukan pembuluh darah yang terkena.
  • Biopsi. Contoh pembuluh darah atau organ yang terkena bisa diambil dan diperiksa untuk melihat adanya gangguan.
PENGOBATAN

Penanganan yang diberikan antara lain berupa :

- Mengatasi penyakit yang mendasarinya, misalnya :

  • Jika vaskulitis disebabkan oleh adanya infeksi, maka perlu dilakukan penanganan terhadap infeksi yang ada untuk mengatasi vaskulitis
  • Obat-obat yang menyebabkan terjadinya vaskulitis harus dihentikan

- Menghentikan respon sistem kekebalan tubuh yang terus menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah, misalnya dengan kortikosteroid dan imunosupresan.

Untuk sebagian besar bentuk vaskulitis, kortikosteroid bisanya digunakan untuk meredakan peradangan pada awalnya. Terkadang kortikosteroid digunakan bersama dengan obat imunosupresan lainnya. Saat peradangan mulai mereda, dosis obat perlahan-lahan mungkin bisa diturunkan hingga peradangan terkendali.

Beberapa efek samping yang bisa terjadi akibat pemakaian kortikosteroid jangka panjang :

  • Densitas tulang menurun (osteoporosis)
  • Risiko terjadinya infeksi meningkat
  • Katarak
  • Tekanan darah tinggi
  • Berat badan meningkat
  • Diabetes

Untuk mencegah terjadinya osteoporosis, penderita dianjurkan untuk mengkonsumsi kalsium dan vitamin D tambahan, serta seringkali diberikan bifosfonat yang membantu meningkatkan densitas tulang. Densitas tulang harus diperiksa secara berakala.

Obat imunosupresan melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga berisiko untuk mengalami infeksi berat. Oleh karena itu, orang-orang yang menggunakan obat imunosupresan dianjurkan untuk melakukan vaksinasi rutin (misalnya terhadap influenza dan pneumonia). Obat imunosupresan Cyclophosphamide bisa menyebabkan iritasi pada kandung kemih, adanya darah pada air kemih, dan terkadang kanker kandung kemih. Selain itu, obat imunosupresan juga bisa menurunkan jumlah sel-sel darah merah.

REFERENSI

- G, Carmen E. Overview of Vasculitis. Merck Manual Handbook. 2013.

- Mayo Clinic. Vasculitis. 2011.

- S, William C. Vasculitis. Medicine Net. 2013.

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM ALERGI & IMUNOLOGI
DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM
 
 
Artikel Terkait

Info Penyakit

Kardiomiopati peripartum (Peripartum Cardiomyopathy)
Kardiomiopati peripartum (Peripartum Cardiomyopathy)

Deskripsi : Kardiomiopati peripartum (Peripartum cardiomyopathy) adalah
Baca selengkapnya »

Pneumonia (Radang Paru)
Pneumonia (Radang Paru)

Deskripsi : Pneumonia adalah peradangan paru yang
Baca selengkapnya »