nothing
Informasi Tendinitis Rotator Cuff - medicastore.com
nothing
Medicastore
Tendinitis Rotator Cuff

Tendinitis_(Rotator_Cuff).jpg

Sumber : www.aidmyrotatorcuff.com

 
DEFINISI

Tendinitis Rotator Cuff (Tendinitis Manset Rotator) adalah peradangan (iritasi dan pembengkakan) pada tendon-tendon otot yang melekat pada sendi bahu.

tendinitis/cedera pada rotataor cuff

Iritasi dan peradangan pada tendon otot-otot bahu

Sumber : http://www.beginnertriathlete.com

Sendi bahu adalah sendi putar yang dikelilingi oleh banyak otot, tendon dan ligamen (jaringan pengikat dan penyangga). Sendi ini memiliki arah gerakan (range of motion) yang paling banyak dibandingkan sendi-sendi lainnya. Hal inilah yang membuat kita dapat melakukan begitu banyak gerakan menggunakan bahu, seperti mengangkat lengan ke atas, samping, belakang dan juga memutar serta menyilangkan tangan.

Anatomi otot rotator cuff

Sendi bahu, otot dan tulang-tulang pembentuknya

Sumber : https://advancedhealth.chiromatrixbase.com

Terdapat 4 otot yang berperan dan melekat erat di bahu dan memiliki fungsi penting dalam menstabilkan bagian atas tulang lengan atas (kaput humeri), yaitu  menahan bahu pada tempatnya serta berfungsi membantu menggerakkan, memutar dan melakukan begitu banyak gerakan melalui sendi bahu.

Otot-otot tersebut adalah otot Supraspinatus, otot Infraspinatus, otot Teres Minor dan otot Subscapularis.  Cuff Rotator atau manset rotator adalah sarung tendon (tempat bergabungnya semua tendon) yang melekat erat pada kapsul bahu dan tulang lengan atas (humerus).

Komponen terbesar pembentuk Rotator Cuff adalah tendon otot Supraspinatus yang sangat penting untuk mengangkat lengan. Sementara otot Infraspinatus dan Teres Minor berfungsi menggerakkan atau memutar lengan ke arah luar dan otot Subskapularis berperan untuk menggerakkan lengan ke arah dalam.

 Tendon yang putus

Otot-otot yang melekat dan berperan pada pergerakan sendi bahu

Sumber : www.homeopathyworldcommunity.com

Tendon-tendon pada area ini sering mengalami cedera khususnya pada aktifitas yang menggerakkan lengan melampaui kepala secara berulang. Gerakan-gerakan ini dapat menyebabkan puncak dari tulang lengan atas bergesekan dengan sebagian sendi bahu dan tendonnya, sehingga menyobek serat-seratnya.

Cedera ringan dapat menyebabkan reaksi radang lokal atau tendinitis. Kondisi ini biasanya akan sembuh dengan sendirinyas bila diistirahatkan dari gerakan-gerakan yang memicu gesekan tersebut. Namun pada orang tua dengan kondisi tendon yang lemah atau bila dipaksakan tetap melakukan aktifitas terus menerus, akan terjadi sobekan kecil yang diikuti pembentukan jaringan parut, dan pengapuran tendon. Jika gerakan tersebut terus dilakukan meskipun nyeri sudah timbul, maka tendon dapat sobek atau bahkan terlepas dari tulang.

Beberapa jenis gangguan pada tendon

Beberapa kelainan yang dapat terjadi pada Rotator Cuff

Sumber : http://www.drugs.com

 

Tendinitis (peradangan) pada tendon otot-otot bahu (Rotator Cuff) merupakan penyebab tersering keluhan nyeri bahu dan peradangan ini dapat terjadi pada semua tendon.

PENYEBAB

Tendinitis biasanya terjadi pada usia pertengahan atau lebih tua, dimana tendon menjadi lebih lemah dan lebih rentan untuk mengalami cedera dan peradangan. Tendinitis juga bisa terjadi pada orang yang lebih muda yang melakukan olahraga keras.

Tendon pada daerah bahu bisa mengalami peradangan akibat penggunaan berulang dan berlebih. Beberapa aktifitas yang dapat memicu timbulnya peradangan pada kapsul tendon tersebut adalah :

  • Banyak melakukan latihan dengan gerakan mengangkat tangan, misalnya melempar bola, mengangkat beban berat ke atas bahu, tenis, badminton, dan berenang gaya bebas, gaya kupu-kupu atau gaya punggung.
Sumber : www.nlm.nih.gov
  • Tidur bertumpu pada lengan yang sama setiap malam
  • Melakukan kegiatan yang membuat lengan tidak bergerak untuk waktu yang lama, misalnya saat menggunakan komputer.
  • Mengerjakan sesuatu yang mengharuskan untuk mengangkat lengan untuk waktu lama, misalnya mengecat

Tenik untuk mencegah cedera pada tendon

Aktifitas gerakan lengan yang dapat memicu timbulnya masalah pada tendon di Rotator Cuff

Sumber : http://www.hughston.com

 

GEJALA

Gejala nyeri pada tendinitis (peradangan pada tendon), biasanya dimulai secara bertahap, di sisi bahu dan lengan atas. Pada awalnya nyeri pada bahu hanya timbul jika melakukan gerakan mengangkat tangan, misalnya menyisir rambut, berpakaian, atau mengambil benda di atas lemari. Nyeri bisa menjalar ke bagian lengan, tetapi tidak sampai ke siku. Nyeri juga bisa dirasakan saat bahu turun setelah mengangkat tangan, berjabatan tangan dan mendorong benda.

Dengan berjalannya waktu, nyeri juga bisa dirasakan saat malam hari, terutama saat berbaring pada bahu yang terkena disertai timbulnya bengkak di bagian depan bahu dan sisi lengan.

Pola dan titik nyeri pada rotator cuff

Pola nyeri sesuai tendon otot bahu yang mengalami masalah

Sumber : http://www.aidmyrotatorcuff.com

 

 

 

DIAGNOSA

Diagnosa didasarkan pada gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik dengan menguji kisaran gerak sendi yang dapat dilakukan dimana nyeri mulai timbul dan menguji kekuatan sendi bahu.

Untuk membedakan kondisi peradangan atau robekan yang terjadi pada tendon di Rotator Cuff, dokter kadang melakukan tes suntik bius lokal. Pada penderita yang mengalami tendinitis, suntikan anestesi akan mengurangi rasa sakit dan kekuatan otot biasanya normal, namun bila terjadi robekan pada tendon, setelah anestesi, nyeri berkurang tapi otot tetap lemah (kekuatan berkurang).

Pemeriksaan penunjang seperti Foto Rontgen, MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau Ultrasonografi kadang diperlukan untuk memastikan diagnosis ataupun untuk mengesampingkan penyebab lain dari keluhan yang timbul.

Pemeriksaan radiologi biasanya normal pada stadium dini, tetapi bila terdapat tendinitis yang kronis, mungkin dapat terlihat penipisan, kerusakan ataupun pengapuran (pembentukan spur ataupun penumpukan cairan) pada ujung atas tulang lengan atas tempat melekatnya tendon-tendon otot bahu tersebut.

 

PENGOBATAN

Penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tendinitis :

  • Istirahatkan tendon yang mengalami cedera
  • Kompres dingin, maksimal selama 20 menit, bisa dilakukan 3-4 kali sehari
  • Perlu dilakukan pengobatan dan latihan fisik oleh dokter ahli untuk memperbaiki sendi bahu selama waktu tertentu.
  • Tendinitis kronis yang menetap bisa terjadi pada reumatoid artritis, dan mungkin perlu diatasi dengan pembedahan untuk mengangkat jaringan yang meradang.
PENCEGAHAN

Hindari melakukan gerakan-gerakan mengangkat lengan secara berulang untuk waktu yang lama.

REFERENSI

- B, Joseph J. Tendinitis and Tendosynovitis. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

- M, C. Benjamin. Rotator Cuff Problems. Medline Plus. 2011.

Saras Subur Ayoe

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
- DOKTER SPESIALIS SARAF
- DOKTER SPESIALIS KEDOKTERAN FISIK & REHABILITASI
- DOKTER SPESIALIS KEDOKTERAN OLAH RAGA
 
Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 

Info Penyakit

Nefritis
Nefritis

Deskripsi : Nefritis adalah peradangan yang terjadi
Baca selengkapnya »

Retinitis Pigmentosa
Retinitis Pigmentosa

Deskripsi : Retinitis Pigmentosa adalah suatu kemunduran
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

PROPYRETIC SUPPOSITORIA 80 MG

Supositoria 80 mg x 2 x 6's

CIMETIDINE 200 MG TABLET KIMIA FARMA

Tablet 200 mg x 10 x 10's

Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com