nothing
Penyakit Arteri Tungkai & Lengan - medicastore.com
nothing
Medicastore
Penyakit Arteri Perifer

Sumbatan_Arteri_Tungkai_&_Lengan.JPG

Sumber : http://umm.edu

 
DEFINISI

Penyakit arteri perifer merupakan suatu gangguan sirkulasi yang sering terjadi, dimana pembuluh darah arteri di luar jantung dan otak mengalami penyempitan, sehingga mengganggu aliran darah ke organ tubuh atau anggota gerak.

Istilah penyakit arteri perifer paling sering digunakan untuk menggambarkan gangguan sirkulasi pada arteri di tungkai yang terjadi akibat aterosklerosis. Meskipun demikian, penyakit arteri perifer juga bisa mengenai arteri lainnya dan bisa memiliki penyebab-penyebab lainnya.

Arteri di tungkai merupakan percabangan dari aorta abdominalis yang menuju ke tungkai (arteri iliaka). Pada penyakit arteri perifer, anggota gerak (biasanya tungkai) tidak mendapatkan aliran darah yang cukup.

PENYEBAB

Sumbatan arteri pada penyakit arteri perifer bisa terjadi secara perlahan atau tiba-tiba. Sumbatan yang terjadi secara perlahan biasanya disebabkan oleh aterosklerosis, dimana terjadi penumpukan lemak (plak) pada dinding pembuluh darah arteri, sehingga menghambat aliran darah. Penyakit arteri perifer biasanya terjadi pada orang-orang berusia tua, karena seringkali aterosklerosis terjadi seiring dengan proses penuaan. Pada kasus yang lebih jarang, arteri juga bisa mengalami penyempitan secara perlahan akibat pertumbuhan abnormal pada otot di dinding arteri, peradangan, atau penekanan dari massa (misalnya tumor atau kista) di luar arteri.

Sumbatan arteri yang terjadi secara tiba-tiba (akut) bisa disebabkan oleh terbentuknya bekuan darah pada arteri yang telah menyempit atau terlepasnya bekuan dari tempat tertentu yang menyumbat arteri (emboli).

Karena penyakit arteri perifer seringkali disebabkan oleh adanya aterosklerosis, maka faktor risiko terjadinya penyakit arteri perifer sama dengan faktor risiko terjadinya aterosklerosis, antara lain : hipertensi, diabetes, dislipidemia (kadar kolesterol LDL yang tinggi, kadar kolsterol HDL yang rendah), merokok, riwayat aterosklerosis dalam keluarga, kegemukan, serta kurangnya aktivitas fisik.

GEJALA

Gejala-gejala yang muncul bervariasi, tergantung dari arteri yang terkena, seberapa besar sumbatan yang terjadi, dan apakah arteri mengalami sumbatan secara tiba-tiba atau menyempit secara perlahan. Penyempitan arteri yang terjadi secara perlahan mungkin akan menimbulkan gejala-gejala yang lebih ringan dibandingkan sumbatan yang terjadi secara tiba-tiba.

Sebagian orang dengan penyakit arteri perifer mungkin hanya mengalami gejala-gejala yang ringan atau tidak mengalami gejala. Namun, ada juga beberapa orang yang merasa nyeri pada tungkai saat berjalan (klaudikasio intermiten).

Gejala-gejala klaudikasio intermiten berupa nyeri otot atau kram pada tungkai atau lengan yang dipicu oleh aktivitas, misalnya berjalan, tetapi menghilang setelah istirahat selama beberapa menit. Lokasi timbulnya nyeri tergantung dari lokasi arteri yang menyempit atau tersumbat. Lokasi yang paling sering adalah pada betis.

Sumber : http://diseasespictures.com/

Tingkat keparahan klaudikasio intermitten sangat bervariasi, mulai dari sedikit rasa tidak nyaman sampai nyeri hebat yang membuat penderita tidak dapat beraktivitas.

Gejala-gejala penyakit arteri perifer bisa berupa :

  • Klaudikasio intermiten pada otot pinggul, paha, atau betis setelah beraktivitas, misalnya setelah berjalan atau menaiki tangga
  • Tungkai terasa baal atau lemas
  • Tungkai bagian bawah atau kaki terasa dingin, terutama dibandingkan dengan sisi yang normal
  • Terdapat luka pada jari-jari kaki, kaki, atau tungkai yang tidak menyembuh
  • Perubahan warna pada tungkai. Bagian yang terkena bisa tampak pucat atau membiru (sianosis)
  • Hilangnya rambut atau pertumbuhan rambut yang lebih lambat pada tungkai dan kaki
  • Pertumbuhan kuku jari kaki yang lebih lambat
  • Kulit tungkai menjadi mengkilap
  • Denyut nadi pada tungkai atau kaki lemah atau tidak teraba
  • Disfungsi ereksi pada pria

Seiring dengan berkembangnya penyakit, rasa nyeri bahkan bisa terjadi saat istirahat. Nyeri bisa sangat mengganggu hingga membuat penderita tidak dapat tidur. Untuk mengurangi nyeri, penderita bisa menggantung kakinya di samping tempat tidur atau berjalan-jalan.

Untuk sumbatan pembuluh darah arteri yang bersifat akut, gejala-gejala muncul secara tiba-tiba, yaitu berupa : nyeri hebat, bagian tubuh yang terkena terasa dingin, tampak pucat, kesemutan atau hilang rasa, dan tidak teraba adanya denyut nadi.

DIAGNOSA

Diagnosis didasarkan pada gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik, dimana denyut nadi lemah atau sama sekali tidak teraba pada bagian yang terkena.

Untuk menilai aliran darah yang menuju ke tungkai, bisa dilakukan perbandingan tekanan darah di kedua kaki, tekanan darah di kedua lengan, atau perbandingan tekanan darah di kaki dengan tekanan darah di lengan. Pada penyempitan yang berat, tekanan darah di kaki bisa lebih rendah dari batas tertentu dibandingkan dengan tekanan darah di lengan.

Untuk memperkuat diagnosis, maka bisa dilakukan pemeriksaan sebagai berikut :

  1. Ultrasonografi Doppler. Pemeriksaan ini bisa digunakan untuk memastikan diagnosa, yaitu dengan mengukur aliran darah dan mendeteksi penyempitan atau sumbatan pembuluh darah.
  2. Angiografi, biasanya hanya dilakukan jika hendak dilakukan tindakan pembedahan atau angioplasty, sehingga bisa didapatkan gambaran pembuluh darah yang terkena dengan jelas. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menyuntikkan zat kontras ke pembuluh darah arteri sehingga diameter pembuluh darah bisa tampak jelas pada foto sinar-X.
PENGOBATAN

Penanganan yang diberikan bisa berupa :

- Olahraga. Untuk sebagian besar orang yang mengalami klaudikasio intermiten, rasa nyeri bisa diatasi dengan olahraga dan pemberian obat-obatan. Olahraga merupakan penanganan yang paling efektif untuk mengatasi klaudikasio intermiten jika dilakukan setiap hari. Jika memungkinkan, seseorang perlu berjalan minimal 30 menit setiap hari, sedikitnya 3x seminggu. Jika muncul rasa tidak nyaman saat berjalan, maka penderita bisa berhenti sampai rasa tidak nyaman menghilang dan kemudian berjalan kembali.

- Hindari paparan dingin dan pemakaian obat-obat tertentu yang menyebabkan pembuluh darah menyempit (misalnya obat flu yang mengandung efedrin).

- Pemberian obat-obatan, misalnya :

  • Obat untuk mencegah terbentuknya bekuan darah
  • Obat untuk meningkatkan aliran darah, sehingga meningkatkan suplai oksigen ke otot.
  • Obat untuk melarutkan bekuan yang menyebabkan sumbatan (trombolitik atau fibrinolitik)

- Perawatan kaki yang baik. Tindakan ini penting dilakukan untuk membantu mencegah terbentuknya luka, infeksi pada luka di kaki, atau kematian jaringan. Perawatan kaki yang baik juga membantu mencegah dilakukannya amputasi di kemudian hari.

Sumber : http://www.katyfootcare.com/

Perawatan yang dapat dilakukan antara lain berupa :

  • Lakukan pemeriksaan kaki setiap hari, untuk melihat apakah terdapat luka, kapalan, atau mata ikan.
  • Cuci kaki setiap hari dengan air hangat dan sabun yang tidak mengiritasi, lalu keringkan dengan baik.
  • Gunakan pelembab untuk kulit yang kering (misalnya lanolin)
  • Gunakan bedak tabur untuk menjaga kaki tetap kering
  • Jangan menggunting kuku terlalu pendek
  • Kapalan atau mata ikan harus ditangani oleh dokter ahli
  • Jangan menggunakan bahan kimia yang keras untuk menghilangkan kapalan atau mata ikan
  • Gantilah kaus kaki atau stocking dan sepatu sesering mungkin
  • Jangan menggunakan stocking yang ujungnya terlalu ketat
  • Gunakanlah kauos kaki wol yang tidak terlalu kencang untuk menjaga kaki tetap hangat
  • Gunakan sepatu yang pas dan memiliki ruang yang cukup untuk jari-jari kaki
  • Jangan menggunakan sepatu terbuka atau berjalan tanpa alas kaki
  • Jangan gunakan botol air panas atau bantalan pemanas
  • Jika memiliki kelainan bentuk kaki, maka gunakanlah sepatu khusus

- Kendalikan faktor-faktor risiko, misalnya dengan mengendalikan kadar gula darah dan kadar kolesterol, serta tidak merokok.

- Istirahat. Jika terdapat luka pada kaki yang tidak sembuh-sembuh, maka penderita perlu istirahat total. Untuk itu perlu dipasang bantalan untuk tumit sehingga mencegah terjadinya luka akibat penekanan. Bagian kepala tempat tidur diposisikan lebih tinggi (sekitar 15-20 cm) dan bagian kaki diposisikan lebih rendah dari pusar, sehingga gaya gravitasi membantu aliran darah ke tungkai. Jika luka tidak menyembuh, maka penderita perlu dirawat di rumah sakit.

- Pembedahan dan Angioplasty.

Untuk sumbatan pembuluh darah tungkai atau lengan yang terjadi secara mendadak, maka perlu dilakukan tindakan sesegera mungkin untuk mengatasi sumbatan, sehinga mencegah terjadinya gangguan fungsi akibat kerusakan yang menetap atau agar tidak diamputasi. Tindakan yang dapat dilakukan antara lain :

  • Angioplasty, yaitu dengan memasukkan kateter khusus dengan balon di ujungnya ke dalam arteri yang menyempit. Balon kemudian dikembangkan untuk membuka sumbatan yang ada. Sebuah cincin khusus (stent) bisa dipasang untuk menjaga arteri tetap terbuka.
  • Pembedahan untuk mengangkat sumbatan, serta untuk membuat bypass pembuluh darah. Bypass dilakukan dengan cara memasang pembuluh darah yang diambil dari bagian tubuh lainnya (graft) ke arteri yang tersumbat, yaitu di bagian atas dan bawah sumbatan, sehingga darah bisa dialirkan melewati tempat sumbatan. Atau bisa juga dilakukan pengangkatan bagian pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat dan bagian tersebut disambungkan dengan sebuah graft.

Sumber : http://www.hopkinsmedicine.org/

Jika perlu, bisa dilakukan amputasi untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi, mengatasi nyeri yang menetap atau menghentikan gangren yang semakin memburuk.

PENCEGAHAN

Cara pencegahan terbaik adalah dengan mengatasi atau menghilangkan faktor risiko untuk terjadinya aterosklerosis, antara lain :

  • Tidak merokok atau berhenti merokok
  • Mengendalikan kadar gula darah (pada diabetes)
  • Menurunkan tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang tinggi
  • Menjaga berat badan ideal
  • Menurunkan berat badan jika mengalami obesitas
  • Olahraga secara teratur
REFERENSI

- H, John W. Occlusive Peripheral Arterial Disease. Merck Manual Handbook. 2008.

http://www.merckmanuals.com/home/heart_and_blood_vessel_disorders/

peripheral_arterial_disease/occlusive_peripheral_arterial_disease.html

- H, John W. Peripheral Arterial Disease. The Merck Manual. 2008.

http://www.merckmanuals.com/professional/cardiovascular_disorders/

peripheral_arterial_disorders/peripheral_arterial_disease.html

- Mayo Clinic. Peripheral Artery Disease (PAD). 2012. http://www.mayoclinic.org/

diseases-conditions/peripheral-artery-disease/basics/definition/CON-20028731

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
 
 
Artikel Terkait

Info Penyakit

Dakriosistitis
Dakriosistitis

Deskripsi : Dakriosistitis adalah suatu infeksi pada
Baca selengkapnya »

Penyakit Payudara Fibrokistik
Penyakit Payudara Fibrokistik

Deskripsi : Penyakit Payudara Fibrokistik adalah suatu
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

FOLAPLUS

Kaplet 10 x 10 biji.

TRILEPTAL CAPLET 600 MG

Kaptab 600 mg x 5 x 10 biji.