nothing
Penyakit : Aneurisma Aorta Abdominalis - medicastore.com
nothing
Medicastore
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma_Aorta_Abdominalis.JPG

Sumber : http://www.cdc.gov

 
DEFINISI

Aneurisma adalah suatu penonjolan (pelebaran, dilatasi) pada dinding suatu arteri. Aneurisma Aorta Abdominalis merupakan aneurisma yang terjadi pada bagian aorta yang melewati perut.

PENYEBAB

Aneurisma aorta bisa terjadi di bagian aorta manapun, tetapi sebagian besar aneurisma aorta terjadi pada bagian aorta yang terdapat di perut (aorta abdominalis). Penyebab pasti terjadinya aneurisma aorta abdominalis belum diketahui. Tetapi, ada sejumlah faktor yang mungkin berperan, antara lain :

  • Aterosklerosis, dimana terjadi penumpukan material lemak pada dinding pembuluh darah, sehingga bagian tersebut melemah dan meningkatkan risiko terjadinya aneurisma.
  • Merokok, karena berkontribusi untuk terjadinya aterosklerosis dan tekanan darah tinggi. Merokok juga menyebabkan aneurisma lebih cepat membesar karena terjadi kerusakan lebih lanjut pada aorta. 
  • Infeksi pada pembuluh darah aorta. Pada kasus tertentu yang jarang, aneurisma aorta abdominalis bisa disebabkan oleh infeksi atau peradangan yang melemahkan dinding aorta yang terkena.
  • Faktor lainnya, seperti : faktor genetik, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tinggi, kegemukan, usia, dan jenis kelamin pria.

Aneurisma aorta abdominalis bisa terjadi pada usia berapapun, tetapi paling sering ditemukan pada pria berusia 50-80 tahun. Kelainan ini bisa diturunkan dalam keluarga dan sering terjadi pada orang-orang dengan tekanan darah tinggi, terutama mereka yang juga merokok.

Aneurisma aorta abdominalis

Sumber : www.nlm.nih.gov

Komplikasi yang sering terjadi adalah pecahnya aneurisma yang bisa menyebabkan perdarahan hebat di dalam rongga perut. Sekitar 20% aneurisma aorta abdominal pada akhirnya bisa pecah, terutama aneurisma yang berukuran lebih dari 5 cm.

Risiko tahunan pecahnya aneurisma aorta abdominalis diperkirakan sebagai berikut :

  • Diameter aneurisma < 4 cm = < 0.5%
  • Diameter aneurisma 4 - 4.9 cm = 0.5-5%
  • Diameter aneurisma 5 - 5.9 cm = 3-15 %
  • Diameter aneurisma 6 - 6.9 cm = 10-20%
  • Diameter aneurisma 7 - 7.9 cm = 20-40%
  • Diameter aneurisma 8 cm atau lebih = 30-50% 
GEJALA

Aneurisma terbentuk secara perlahan-lahan dalam waktu bertahun-tahun dan seringkali tidak menimbulkan gejala. Tetapi, jika aneurisma terjadi dengan cepat dan mengalami robekan, maka gejala bisa timbul secara tiba-tiba.

Orang-orang dengan aneurisma aorta abdominal seringkali tidak mengalami gejala, tetapi beberapa orang bisa merasakan adanya sensasi berdenyut pada perutnya. Aneurisma bisa menimbulkan rasa nyeri, biasanya nyeri menusuk yang dalam terutama pada punggung. Nyeri bisa dirasakan hebat dan biasanya menetap jika aneurisma pecah.

Gejala awal yang muncul jika aneurisma pecah biasanya berupa nyeri yang sangat menyakitkan dan menetap pada punggung dan perut bagian bawah. Nyeri bisa menjalar ke daerah selangkangan, bokong, atau tungkai. Daerah di atas aneurisma terasa nyeri jika disentuh. Selain itu, bisa timbul rasa mual, muntah, pusing, kulit terasa lembab dan dingin. Penderita bisa dengan cepat mengalami syok, jika terjadi perdarahan hebat. Aneurisma aorta abdominal yang pecah seringkali berakibat fatal.

Sumber : http://aorticstents.com/

DIAGNOSA

Banyak orang dengan aneurisma yang tidak memiliki gejala dan baru terdiagnosa secara tidak sengaja saat melakukan pemeriksan fisik rutin atau pemeriksaan pencitraan untuk alasan lain (misalnya ultrasonografi). Timbulnya gejala berupa rasa nyeri berguna dalam mendiagnosa aneurisma, tetapi petunjuk ini sudah terlambat.

Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk membantu mendiagnosa aneurisma aorta abdominalis antara lain :

- Pemeriksaan fisik :

  • Bisa dirasakan adanya massa berdenyut di garis tengah perut
  • Pemeriksaan dengan stetoskop biasanya bisa terdengar adanya suara bruit akibat turbulensi darah yang melalui aneurisma.
  • Aneurisma yang cepat membesar dan hendak pecah biasanya nyeri atau sakit jika ditekan saat pemeriksaan.

Namun, pada orang-orang yang gemuk, aneurisma yang besar pun mungkin bisa tidak terdeteksi.

- Pemeriksaan pencitraan, misalnya : 

  • Foto sinar-X pada perut. Adakalanya, aneurisma yang memiliki endapan kalsium pada dindingnya bisa terdeteksi dengan pemeriksaan foto sinar-X. Namun, pemeriksaan lain lebih berguna untuk mendeteksi dan menentukan ukuran aneurisma.
  • Ultrasonografi (USG), biasanya dapat digunakan untuk melihat dan menentukan ukuran aneurisma dengan jelas. Pemeriksaan ini bisa diulang setiap beberapa bulan untuk melihat perkembangan aneurisma.
  • CT (Computed Tomography) scan dengan zat kontras yang disuntikkan melalui pembuluh darah. Pemeriksaan ini bisa menentukan ukuran dan bentuk aneurisma dengan lebih akurat dibandingkan ultrasonografi, tetapi menimbulkan paparan radiasi.
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging). Pemeriksaan ini juga akurat, tetapi mungkin tidak secepat USG atau CT scan.
PENGOBATAN

Penanganan yang diberikan tergantung pada ukuran aneurisma dan gejala-gejala yang ada. Aneurisma yang berukuran kurang dari 5 cm jarang sekali pecah. Penanganan yang bisa dilakukan antara lain berupa:

  • Pemberian obat anti-hipertensi untuk menurunkan tekanan darah
  • Berhenti merokok
  • Pemantauan berkala, misalnya setiap 3-6 bulan sekali, dengan pemeriksaan pencitraan untuk melihat perkembangan aneurisma dan menentukan apakah perlu dilakukan tindakan perbaikan.

Aneurisma yang berukuran lebih dari 5-5.5 cm memiliki kemungkinan untuk pecah, sehingga biasanya dianjurkan untuk melakukan pembedahan. Ada 2 jenis pembedahan yang bisa dilakukan untuk aneurisma aorta abdominal, yaitu :

  • Bedah terbuka, yaitu dengan membuat sayatan pada daerah perut, kemudian bagian aorta yang memiliki aneurisma diangkat dan diganti dengan pembuluh darah buatan (graft). Setelah pembedahan, dibutuhkan waktu lama bagi seseorang untuk pulih kembali.
  • Bedah endovaskular. Tindakan ini kurang invasif dibandingkan cara sebelumnya. Graft dengan stent dipasang pada ujung kateter khusus, kemudian kateter dimasukkan melalui arteri di tungkai dan diarahkan ke bagian aorta yang mengalami gangguan. Graft dengan stent dipasang pada bagian aorta yang memiliki aneurisma, sehingga bagian tersebut menjadi lebih kuat dan mencegah pecahnya aneurisma.

Diagram

Sumber : www.sirweb.org

Risiko kematian saat dilakukan pembedahan untuk memasang graft berkisar antara 2-5%.

Jika aneurisma aorta abdominal pecah, maka perlu dilakukan tindakan pembedahan darurat untuk mengatasinya. Risiko terjadinya kematian saat melakukan perbaikan darurat pada aneurisma yang pecah adalah sekitar 50%. Selain itu, aneurisma yang pecah juga bisa mempengaruhi ginjal karena terjadi gangguan suplai darah atau karena perdarahan yang menyebabkan timbulnya syok. Jika terjadi gagal ginjal setelah pembedahan, maka kemungkinan untuk bertahan hidup sangatlah kecil. Namun, jika aneurisma aorta abdominalis yang pecah tidak ditangani, maka akan selalu berakibat fatal.

PENCEGAHAN

Cara-cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya aneurisma adalah dengan mengatasi faktor-faktor risiko yang ada, antara lain berupa :

  • Makan makanan yang sehat
  • Olahraga
  • Tidak merokok atau berhenti merokok
  • Kurangi stress
  • Kendalikan kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah
  • Gunakan obat-obat untuk mengatasi hipertensi dan diabetes sesuai petunjuk dokter

Orang-orang yang berusia lebih dari 65 tahun dan merokok sebaiknya melakukan pemeriksaan ultrasonografi setidaknya satu kali.

Sumber : http://fitorflab.com/

REFERENSI

- B, Shabir. Abdominal Aortic Aneurysm. Medline Plus. 2012.

- H, John W. Aneurysm. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

- Mayo Clinic. Abdominal Aortic Aneurysm. 2013.

Obat Terkait
 
Dokter Terkait
DOKTER SPESIALIS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
 
 
Artikel Terkait

Info Penyakit

Gas Gangren
Gas Gangren

Deskripsi : Gas gangren (clostridial myonecrosis) adalah
Baca selengkapnya »

Perawatan Di Rumah Setelah Melahirkan
Perawatan Di Rumah Setelah Melahirkan

Deskripsi : Rahim masih membesar dan berkontraksi
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

STABLON TABLET (P)

Tablet 12,5 mg x 30 biji.

KONIDIN SYRUP 60 ML

Sirup 60 ml.