nothing
Info Penyakit Tumor Otak-medicastore.com
nothing
Medicastore
Tumor Otak

Tumor_Otak.jpg

Sumber : www.healthcentral.com

 
DEFINISI

Tumor Otak Jinak (Benigna) adalah pertumbuhan jaringan otak yang abnormal, tetapi tidak ganas. Tumor Otak Ganas (Maligna) adalah kanker di dalam otak yang berpotensi menyusup dan menghancurkan jaringan di sebelahnya atau yang telah menyebar (metastase) ke otak dari bagian tubuh lainnya melalui aliran darah.

Beberapa jenis tumor otak jinak bisa tumbuh di dalam otak dan diberi nama sesuai dengan sel atau jaringan asalnya, antara lain :
- Schwannoma berasal dari sel Schwann yang membungkus persarafan
- Ependimoma berasal dari sel yang membatasi bagian dalam otak
- Meningioma berasal dari meningen (jaringan yang melapisi bagian luar otak)
- Adenoma berasal dari sel-sel kelenjar
- Osteoma berasal dari struktur tulang pada tengkorak
- Hemangioblastoma berasal dari pembuluh darah.

Tumor ganas otak yang paling sering terjadi merupakan penyebaran dari kanker yang berasal dari bagian tubuh yang lain. Kanker payudara dan kanker paru-paru, melanoma maligna dan kanker sel darah (misalnya leukemia dan limfoma) bisa menyebar ke otak. Penyebaran ini bisa terjadi pada satu area atau beberapa bagian otak yang berbeda.

Tumor otak primer berasal dari dalam otak, yang terdiri dari:
- Glioma berasal dari jaringan yang mengelilingi dan menyokong sel-sel saraf, beberapa diantaranya bersifat ganas
- Glioblastoma multiformis merupakan jenis yang paling sering ditemukan
- Astrositoma anaplastik, pertumbuhannya sangat cepat
- Astrositoma, pertumbuhannya lambat
- Oligodendroglioma
- Meduloblastoma, jarang terjadi, biasanya menyerang anak-anak sebelum mencapai pubertas
- Sarkoma dan adenosarkoma merupakan kanker yang jarang terjadi, yang tumbuh dari struktur selain sel saraf.

Tumor otak yang berasal dari sistem saraf 

Jenis Tumor Asal Status Keganasan Persentase Dari Semua Tumor Otak Yang Sering Terkena
Kordoma Sel saraf dari kolumna spinalis Jinak tetapi invasif Kurang dari 1% Dewasa
Tumor sel germinal Sel-sel embrionik Ganas atau jinak 1% Anak-anak
Glioma (glioblastoma multiformis, astrositoma, oligodendtrositoma) Sel-sel penyokong otak, termasuk astrosit & oligodendrosit Ganas atau relatif jinak 65% Anak-anak & dewasa
Hemangioblastoma Pembuluh darah Jinak 1-2% Anak-anak & dewasa
Meduloblastoma Sel-sel embrionik Ganas Anak-anak
Meningioma Sel-sel dari selaput yg membungkus otak Jinak 20% Dewasa
Osteoma Tulang tengkorak Jinak 2& Anak-anak & dewasa
Osteosarkoma Tulang tengkorak Ganas Kurang dari 1% Anak-anak & dewasa
Pinealoma Sel-sel di kelenjar pinealis Jinak 1% Anak-anak
Adenoma hipofisa Sel-sel epitel hipofisa Jinak 2% Anak-anak & dewasa
Schwannoma Sel Schwann yg membungkus persarafan Jinak 3% Dewasa
PENYEBAB

Tumor otak yang dimulai di otak

Tumor otak primer berasal dari jaringan otak itu sendiri atau jaringan di dekatnya, misalnya lapisan yang menutupi otak (meninges), saraf kranial, atau kelenjar pituitary. Tumor otak primer terjadi ketika sel-sel normal mengalami mutasi pada DNA-nya. Mutasi ini menyebabkan sel-sel tumbuh dan membelah dengan cepat dan tetap hidup saat sel-sel normal lainnya akan mati. Hal ini menimbulkan adanya sekumpulan sel-sel abnormal yang membentuk tumor.

Tumor otak primer lebih jarang terjadi dibandingkan dengan tumor otak sekunder, dimana kanker dimulai di tempat lain dan menyebar ke otak.

Kanker yang dimulai di tempat lain dan menyebar ke otak

Tumor otak sekunder merupakan tumor yang berasal dari kanker yang terjadi di tempat lain di tubuh dan kemudian menyebar (metastasis) ke otak. Tumor otak sekunder paling sering terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat kanker. Tetapi pada kasus yang jarang, tumor otak metastatik merupakan tanda awal adanya kanker pada tempat lain di tubuh. 

Tumor otak sekunder lebih sering terjadi dibanding tumor otak primer. Kanker apapun dapat mengalami metastasis ke otak, tetapi jenis yang paling sering adalah kanker payudara, kanker kolon, kanker ginjal, kanker paru-paru, dan melanoma.

GEJALA

Baik tumor jinak maupun ganas, gejalanya akan timbul jika jaringan otak mengalami kerusakan atau mendapat penekanan. Jika tumor otak merupakan penyebaran dari tumor di tempat lain, maka akan timbul juga gejala yang berhubungan dengan kanker asalnya. Misalnya batuk berlendir dan berdarah terjadi pada kanker paru-paru, benjolan di payudara bisa terjadi pada kanker payudara.

Gejala dari tumor otak tergantung pada ukuran, kecepatan pertumbuhan dan lokasinya. Tumor di beberapa bagian otak bisa tumbuh sampai mencapai ukuran yang cukup besar sebelum timbulnya gejala; sedangkan pada bagian otak lainnya, tumor yang berukuran kecil pun bisa menimbulkan efek yang fatal.

Gejala awal dari tumor otak seringkali berupa sakit kepala. Sakit kepala yang disebabkan oleh tumor terasa hebat, sering kambuh atau dirasakan terus menerus, bisa terjadi pada seseorang yang sebelumnya tidak pernah mengalami sakit kepala, terjadi pada malam hari dan tetap ada sampai terbangun.

Gejala lainnya yang sering ditemukan adalah gangguan keseimbangan dan koordinasi, pusing, serta penglihatan ganda. Kemudian penderita bisa mengalami mual, muntah, demam yang bersifat hilang-timbul, serta denyut nadi dan laju pernafasan yang abnormal cepat atau lambat. Sebelum akhirnya meninggal, bisa terjadi fluktuasi hebat dari tekanan darah.

Beberapa tumor otak dapat menyebabkan kejang. Kejang lebih sering terjadi pada tumor otak jinak, meningioma dan kanker yang pertumbuhannya lambat. Tumor juga bisa menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan pada lengan/tungkai di salah satu sisi tubuh, serta bisa mempengaruhi kemampuan untuk merasakan panas, dingin, tekanan, sentuhan ringan atau benda tajam. Tumor juga bisa mempengaruhi pendengaran, penglihatan dan penciuman.

Penekanan pada otak bisa menyebabkan perubahan kepribadian dan juga rasa mengantuk, linglung dan tidak mampu berpikir. Gejala ini sangat serius dan memerlukan penanganan medis segera.

Astrositoma & Oligodendroglioma
Astrositoma dan oligodendroglioma merupakan tumor yang pertumbuhannya lambat dan mungkin hanya menyebabkan kejang. Jika lebih ganas bisa menyebabkan kelainan fungsi otak, seperti kelemahan, hilangnya rasa dan langkah yang goyah. Astrositoma yang paling ganas adalah glioblastoma multiformis, yang tumbuh sangat cepat sehingga meningkatkan tekanan di dalam otak dan menyebabkan rasa sakit kepala, mengantuk, lambat dalam berpikir, atau bahkan koma.

Meningioma
Tumor jinak yang berasal dari selaput yang membungkus otak (meningen) bisa menyebabkan berbagai gejala yang tergantung pada lokasi pertumbuhannya. Bisa terjadi kelemahan atau mati rasa, kejang, gangguan penciuman, dan gangguan penglihatan. Pada penderita lanjut usia dapat menyebabkan hilang ingatan dan kesulitan dalam berpikir, mirip dengan yang terjadi pada penyakit Alzheimer.

Tumor Pinealis
Kelenjar pinealis terletak di pertengahan otak, yang berfungsi mengatur jam biologis tubuh, terutama pada siklus normal diantara bangun dan tidur. Tumor pinealis atipikal paling sering terjadi pada masa kanak-kanak dan seringkali menyebabkan pubertas dini. Tumor ini bisa mengganggu pengaliran cairan di sekitar otak, sehingga terjadi pembesaran otak dan tengkorak (hidrosefalus) dan kelainan fungsi otak yang serius.

Tumor Kelenjar Hipofisa
Kelenjar hipofisa terletak di dasar tengkorak, berfungsi mengatur sistem endokrin tubuh. Tumor kelenjar hipofisa biasanya jinak dan secara abnormal menghasilkan sejumlah besar hormon hipofisa:
- Peningkatan kadar hormon pertumbuhan yang berlebihan menyebabkan gigantisme (tumbuh sangat tinggi) atau akromegali (pembesaran yang tidak proporsional dari kepala, wajah, tangan, kaki dan dada)
- Peningkatan kadar kortikotropin menyebabkan sindroma Cushing
- Peningkatan kadar TSH (thyroid-stimulating hormone) menyebabkan hipertiroidisme
- Peningkatan kadar prolaktin menyebabkan amenore (terhentinya siklus menstruasi), galaktore (pembentukan ASI pada wanita yang tidak sedang menyusui) dan ginekomastia (pembesaran payudara pada pria).
Tumor kelenjar hipofisa juga bisa merusak jaringan yang menghasilkan hormon, yang pada akhirnya akan menyebabkan kekurangan hormon dalam tubuh. Gejala lainnya bisa berupa sakit kepala dan hilangnya lapang pandang bagian luar pada kedua mata.

DIAGNOSA

Diagnosis didasarkan dari gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain :

  • Pemeriksaan pencitraan. Semua jenis tumor otak biasanya bisa terlihat pada CT scan atau MRI, yang juga bisa menentukan ukuran dan letaknya yang pasti.
  • Pemeriksaan darah, bisa ditemukan kadar hormon hipofisa yang abnormal.
  • Biopsi, untuk menentukan jenis tumor dan sifatnya (ganas atau jinak).
  • Pemeriksaan mikroskopik dari cairan serebrospinal yang diperoleh melalui pungsi lumbal, bisa menunjukkan adanya sel-sel kanker.
PENGOBATAN

Pengobatan tumor otak tergantung pada lokasi dan jenisnya. Jika memungkinkan, maka tumor diangkat melalui pembedahan. Pembedahan kadang menyebabkan kerusakan otak yang bisa menimbulkan kelumpuhan parsial, perubahan rasa, kelemahan dan gangguan intelektual. Tetapi pembedahan harus dilakukan jika pertumbuhan tumor mengancam struktur otak yang penting.

Meskipun pengangkatan tumor tidak dapat menyembuhkan kanker, tetapi bisa mengurangi ukuran tumor, meringankan gejala dan membantu menentukan jenis tumor serta pengobatan lainnya.

Beberapa tumor jinak harus diangkat melalui pembedahan karena mereka terus tumbuh di dalam rongga sempit dan bisa menyebabkan kerusakan yang lebih parah atau kematian. Meningioma, schwannoma dan ependimoma biasanya diangkat melalui pembedahan. Setelah pembedahan kadang dilakukan terapi penyinaran untuk menghancurkan sel-sel tumor yang tersisa.

Tumor ganas bisa ditangani dengan melakukan pembedahan, terapi penyinaran atau kemoterapi. Terapi penyinaran bisa dimulai setelah sebanyak mungkin bagian tumor diangkat melalui pembedahan. Terapi ini tidak dapat menyembuhkan tumor, tetapi dapat membantu memperkecil ukuran tumor sehingga tumor dapat dikendalikan. Kemoterapi bisa digunakan untuk beberapa jenis kanker otak. Kanker otak primer maupun kanker otak metastatik memberikan respon yang baik terhadap kemoterapi.

Pengobatan kanker metastatik tergantung kepada sumber kankernya. Seringkali dilakukan terapi penyinaran. Pembedahan bisa dilakukan jika tumor terbatas pada satu area.

PROGNOSIS

Meskipun diobati, hanya sekitar 25% penderita kanker otak yang bertahan hidup setelah 2 tahun.

Prognosis yang lebih baik ditemukan pada astrositoma dan oligodendroglioma, dimana kanker biasanya tidak kambuh dalam waktu 3-5 tahun setelah pengobatan. Sekitar 50% penderita meduloblastoma yang diobati bertahan hidup lebih dari 5 tahun.

Pengobatan untuk kanker otak lebih efektif dilakukan pada:
- penderita yang berusia dibawah 45 tahun
- penderita astrositoma anaplastik
- penderita yang sebagian atau hampir seluruh tumornya telah diangkat melalui pembedahan.

REFERENSI

- Mayo Clinic. Brain Tumor. 2012.

Family Dr Nutracare

Info Penyakit

Nyeri Punggung Bawah
Nyeri Punggung Bawah

Deskripsi : Nyeri punggung bawah sangat sering
Baca selengkapnya »

Schistosomiasis
Schistosomiasis

Deskripsi : Schistosomiasis (bilharziasis) adalah infeksi yang
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

CORICIDIN SYRUP

Sirup (rasa vanila) 60 mL.

ENERVON-C PLUS SYRUP 120 ML

Sirup 120 mL