nothing
Informasi penyakit lepra / kusta/ Hansen
nothing
Medicastore
Lepra

Lepra.JPG

Sumber : http://www.medicinenet.com

 
DEFINISI

Lepra (penyakit Hansen), atau disebut juga kusta, adalah infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini menyebabkan kerusakan terutama pada saraf-saraf tepi (saraf diluar otak dan medulla spinalis), kulit, selaput lendir hidung, buah zakar (testis) dan mata.

PENYEBAB

Lepra disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.

Cara penularan lepra belum diketahui secara pasti. Namun, penyakit ini dapat ditularkan dari orang ke orang melalui droplet yang keluar dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi dan droplet yang mengandung bakteri lepra ini terhirup atau tersentuh oleh orang sehat. Tetapi, setelah kontak dengan bakteri, kebanyakan orang tidak terkena lepra. Sekitar setengah penderita kemungkinan mengidap lepra akibat kontak dekat dengan orang yang terinfeksi untuk waktu lama. Kontak biasa dan dalam waktu singkat tampaknya tidak menularkan penyakit. Lepra tidak begitu saja menular hanya dengan menyentuh penderita lepra. Tenaga kesehatan seringkali merawat penderita lepra selama bertahun-tahun tanpa tertular lepra. Lepra juga mungkin ditularkan melalui tanah, armadillo, dan kutu busuk. Sekitar 95% orang yang terpapar bakteri lepra tidak menderita lepra karena sistem kekebalan tubuhnya berhasil melawan infeksi.

Penyakit yang terjadi bisa ringan (lepra tuberkuloid) atau berat (lepra lepromatosa). Penderita lepra tuberkuloid biasanya memiliki penyakit yang lebih ringan, lebih jarang terjadi, dan tidak begitu menular. Sedangkan pada lepra lepromatosa, penyakit lebih berat, sering terjadi, dan menular.

Lebih dari 5 juta penduduk dunia yang terinfeksi oleh kuman ini. Lepra paling banyak terdapat di Asia, Afrika, Amerika Latin dan kepulauan di Samudra Pasifik. Infeksi dapat terjadi pada semua umur, paling sering sejak usia 20 dan 30an. Bentuk lepromatosa 2 kali lebih sering ditemukan pada pria dibandingkan wanita.

GEJALA

Bakteri penyebab lepra berkembangbiak sangat lambat, sehingga gejalanya baru muncul minimal 1 tahun setelah terinfeksi (rata-rata muncul pada tahun ke-5-7). Gejala dan tanda yang muncul tergantung kepada respon kekebalan penderita.

Lepra terutama mengenai kulit dan saraf tepi. Gejala yang muncul berupa ruam dan benjolan yang khas. Infeksi pada saraf membuat kulit menjadi mati rasa atau otot menjadi lemah pada area yang dipersarafi oleh saraf yang terinfeksi.

Gejala-gejala spesifik yang muncul bervariasi, tergantung dari jenis lepra :

  • Lepra tuberkuloid : muncul ruam pada kulit, yang terdiri dari satu atau beberapa area putih yang datar. Area kulit yang terkena menjadi mati rasa karena bakteri merusak saraf-sarafnya.
  • Lepra lepromatosa : muncul banyak benjolan kecil atau ruam menonjol yang lebih besar dengan berbagai ukuran dan bentuk pada kulit. Terdapat lebih banyak daerah yang mengalami mati rasa dibandingkan pada lepra tuberkuloid, dan dapat terjadi kelemahan pada kelompok otot tertentu. Dapat terjadi kerontokan rambut tubuh, termasuk alis dan bulu mata. Sebagian besar kulit dan banyak daerah di tubuh yang dapat terkena, termasuk ginjal, hidung, dan testis.
  • Lepra perbatasan (borderline) :memiliki gambaran kedua bentuk lepra.
    Jika keadaannya membaik, maka akan menyerupai lepra tuberkuloid; jika kaeadaannya memburuk, maka akan menyerupai lepra lepromatosa.

Jenis lepra menentukan prognosis jangka panjang, komplikasi yang mungkin terjadi dan kebutuhan akan antibiotik.

Gejala yang paling berat adalah akibat infeksi pada saraf tepi. Mycobacterium leprae adalah satu-satunya bakteri yang menginfeksi saraf tepi dan hampir semua komplikasinya merupakan akibat langsung dari masuknya bakteri ke dalam saraf tepi. Bakteri ini tidak menyerang otak dan medulla spinalis. Kerusakan pada saraf tepi menyebabkan gangguan pada penderita untuk merasakan sentuhan, nyeri, dan suhu (panas atau dingin). Akibatnya penderita yang mengalami kerusakan saraf tepi bisa tidak menyadari adanya luka bakar, luka sayat atau cedera lain yang melukai dirinya sendiri. Kerusakan berulang pada akhirnya dapat menyebabkan hilangnya jari-jari tangan dan kaki. Selain itu, kerusakan saraf tepi juga dapat menyebabkan kelemahan otot yang menimbulkan deformitas. Misalnya, jari-jari tangan dapat menjadi lemah, sehingga jari-jari tangan menekuk ke dalam, seperti cakar. Kelemahan pada kaki menyebabkan kaki terkulai. Karena itu penderita lepra menjadi tampak mengerikan.

Infeksi pada kulit dapat menyebabkan adanya daerah-daerah pembengkakan dan benjolan, yang terutama dapat membuat perubahan (kelainan) bentuk wajah.
Daerah-daerah lain di tubuh yang dapat terkena :
  • Kaki : dapat terbentuk luka pada bagian telapak kaki, sehingga penderita merasa nyeri saat berjalan
  • Hidung : kerusakan pada hidung dapat menyebabkan hidung menjadi tersumbat dan perdarahan pada hidung, jika tidak diobati akan menyebabkan pengikisan pada hidung
  • Mata : kerusakan pada mata dapat menyebabkan glaukoma atau kebutaan
  • Fungsi seksual : pria dengan lepra lepromatosa dapat mengalami disfungsi ereksi dan menjadi tidak subur. Infeksi dapat menurunkan kadar testosteron dan produksi sperma di testis
  • Ginjal : dapat terjadi gangguan fungsi ginjal. Pada kasus yang berat, dapat terjadi gagal ginjal

Selama perjalanan penyakitnya, baik diobati maupun tidak diobati, sistem kekebalan tubuh bisa membentuk reaksi peradangan, yang kadang timbul sebagai demam dan peradangan pada kulit, saraf tepi, kelenjar getah bening, sendi, buah zakar, ginjal, hati dan mata.

DIAGNOSA

Dugaan adanya lepra dibuat berdasarkan gejala-gejala yang ada. Diagnosis dikonfirmasi dengan melakukan pemeriksaan mikroskopik terhadap contoh jaringan kulit yang terinfeksi.

PENGOBATAN

Antibiotik dapat menghentikan perkembangan penyakit, tetapi tidak dapat mengembalikan saraf yang mengalami kerusakan atau deformitas yang sudah terjadi. Untuk itu, deteksi dan pemberian terapi sejak awal sangatlah penting.

Karena beberapa mikobakterium resisten terhadap obat tertentu, karena itu diberikan lebih dari 1 macam obat untuk mengobatinya. Obat-obat yang dipilih tergantung dari jenis lepra yang terjadi.

Antibiotik yang paling banyak digunakan untuk mengobati lepra adalah dapson, relatif tidak mahal dan biasanya aman. Kadang obat ini menyebabkan reaksi alergi berupa ruam kulit dan anemia. Rifampicin adalah obat yang lebih mahal dan lebih kuat daripada dapson. Efek samping yang paling serius adalah kerusakan hati dan gejala-gejala yang menyerupai flu. Antibiotik lainnya yang bisa diberikan adalah Klofazimin, Minocyclin, dan Ofloxacin

Terapi antibiotik harus dilanjutkan selama beberapa waktu karena bakteri penyebab lepra sulit dilenyapkan. Pengobatan bisa dilanjutkan sampai 6 bulan atau lebih, tergantung kepada beratnya infeksi dan penilaian dokter. Banyak penderita lepra lepromatosa yang mengkonsumsi dapson seumur hidupnya.

PENCEGAHAN

Dulu perubahan bentuk anggota tubuh akibat lepra menyebabkan penderitanya diasingkan dan diisolasi. Pengobatan dini bisa mencegah terjadinya kelainan bentuk, tetapi penderita cenderung mengalami masalah psikis dan sosial.

Tidak perlu dilakukan isolasi. Lepra hanya menular jika terdapat dalam bentuk lepromatosa yang tidak diobati dan itupun tidak begitu saja dapat menular kepada orang lain. Selain itu, sebagian besar orang secara alami memiliki kekebalan terhadap lepra dan hanya orang yang melakukan kontak dekat dalam jangka waktu yang lama yang memiliki resiko tinggi untuk tertular. 

Pencegahan yang paling baik adalah dengan menghindari kontak terhadap cairan tubuh atau lesi kulit penderita lepra. Vaksin BCG, yang digunakan untuk mencegah TBC, juga memberi sedikit perlindungan untuk lepra, tetapi tidak sering digunakan sebagai pencegahan lepra.

REFERENSI

- N, Edward A. Leprosy. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

http://www.merckmanuals.com/home/infections/tuberculosis_and_leprosy/leprosy.html

- D, Charles P. Leprosy (Hansen's Disease). 2012. http://www.medicinenet.com/leprosy/

article.htm#leprosy_hansens_disease_facts

 

Info Penyakit

Divertikulosis
Divertikulosis

Deskripsi : Divertikulosis merupakan adanya penonjolan mukosa
Baca selengkapnya »

Sidik Perfusi Miokard
Sidik Perfusi Miokard

Deskripsi : Sidik perfusi miokard (SPM) merupakan
Baca selengkapnya »

Tentang Produk

ROVADIN TABLET 500 MG

Tablet salut selaput 500 mg x 100 biji.

COLLERIN EXPECTORANT SYRUP

Cairan 60 mL.